QS. Yunus (Nabi Yunus) – surah 10 ayat 43 [QS. 10:43]

وَ مِنۡہُمۡ مَّنۡ یَّنۡظُرُ اِلَیۡکَ ؕ اَفَاَنۡتَ تَہۡدِی الۡعُمۡیَ وَ لَوۡ کَانُوۡا لَا یُبۡصِرُوۡنَ
Waminhum man yanzhuru ilaika afaanta tahdiil ‘umya walau kaanuu laa yubshiruun(a);

Dan di antara mereka ada orang yang melihat kepadamu, apakah dapat kamu memberi petunjuk kepada orang-orang yang buta, walaupun mereka tidak dapat memperhatikan.
―QS. 10:43
Topik ▪ Takdir ▪ Allah menggerakkan hati manusia ▪ Pembentukan langit dalam Al Qur’an
10:43, 10 43, 10-43, Yunus 43, Yunus 43, Yunus 43

Tafsir surah Yunus (10) ayat 43

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Yunus (10) : 43. Oleh Kementrian Agama RI

Sesudah itu Allah subhanahu wa ta’ala menjelaskan bahwa di antara orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah itu ada pula kelompok orang yang memperhatikan Nabi Muhammad ﷺ.
pada saat dibacakan Alquran.
Perhatian mereka itu adalah secara lahiriah semata yang hanya dapat melihat gerakan lisan pada saat mengucapkan lafal dan susunannya, bukan merupakan perhatian yang murni yang dapat memahami dan memikirkan makna yang terkandung di dalam kata yang tersusun dalam kalimat itu.
Itulah sebabnya maka cahaya iman dalam hati mereka tidak dapat memancar karena tertutup oleh noda-noda kemusyrikan.
Mereka tidak dapat melihat tanda-tanda kebenaran dan petunjuk yang terkandung dalam ayat Alquran.
Padahal pandangan batin inilah yang membedakan manusia dengan binatang.
Seharusnyalah dengan perhatian itu manusia dapat memahami dan memikirkan apa yang dilihatnya karena Allah menyamakan mereka itu dengan orang buat, jelas tampak dalam akhir ayat pada saat Allah subhanahu wa ta’ala menandaskan bahwa Nabi Muhammad sebagai utusan tidaklah mampu membuat mereka itu melihat akan tanda-tanda kebenaran yang terdapat di dalam ayat-ayat Alquran itu.
Karena mereka itu memang tidak akan mampu mengindra tanda-tanda kebenaran ayatnya apalagi mereka tidak mempunyai niat untuk mempergunakan indra batinnya untuk memahami kandungan isi ayat-ayat Alquran itu selama-lamanya.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Di antara mereka ada yang melihatmu dan peduli dengan keadaanmu, sehingga ia dapat melihat bukti- bukti kenabianmu yang jelas.
Tetapi, sayang, mereka tidak mau menerima petunjuk kenabian itu.
Perumpamaan bagi mereka adalah bagaikan orang buta, dan kamu tidak dapat memberi petunjuk kepada orang yang buta itu.
Kebutaan penglihatan adalah seperti kebutaan mata hati, kedua-duanya tidak dapat menerima petunjuk.
Orang yang buta tidak dapat menerima petunjuk yang berbentuk materi, dan orang yang sesat tidak dapat menerima petunjuk yang bersifat maknawi.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan di antara mereka ada orang yang melihat kepadamu, apakah dapat kamu memberi petunjuk kepada orang-orang yang buta, walaupun mereka tidak dapat memperhatikan) Allah subhanahu wa ta’ala menyerupakan keadaan mereka dengan keadaan orang-orang yang tidak dapat melihat, karena mereka tidak mau mengambil petunjuk dari apa yang mereka lihat.

Bahkan keadaan mereka lebih parah lagi, gambaran ini diungkapkan pula di dalam firman-Nya yang lain, yaitu, “Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang di dalam dada.” (Al-Hajj 46).

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Dan di antara orang-orang kafir itu ada yang melihatmu dan melihat tanda-tanda kenabianmu yang benar, tetapi dia tidak melihat cahaya keimanan yang diberikan Allah kepadamu.
Apakah engkau (wahai Rasul) mampu menciptakan penglihatan bagi orang buta sehingga dia bisa melihat petunjuk??
Maka demikian pula engkau tidak bisa memberi petunjuk kepada mereka jika mereka kehilangan pandangannya.
Sesngguhnya semua itu hanya kembali kepada Allah Yang Esa.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

Dan di antara mereka ada orang-orang yang melihat kepadamu.

Maksudnya, memandangmu dan memandang apa yang telah dianugerahkan oleh Allah kepadamu berupa ketenangan, sifat yang baik, dan akhlak yang agung, serta dalil yang jelas yang membuktikan kenabianmu bagi orang-orang yang mempunyai akal dan pandangan hati.
Mereka memandang kepadamu sebagaimana orang lain memandangmu, tetapi selain mereka tidaklah memperoleh hidayah sedikit pun, berbeda keadaannya dengan apa yang mereka peroleh.
Bahkan orang-orang mukmin memandangmu dengan pandangan yang mengandung pengagungan, sedangkan orang-orang kafir itu memandang kepada­mu dengan pandangan menghina, seperti yang disebutkan dalam ayat lain:

Dan apabila orang-orang kafir itu melihat kamu, niscaya mereka tidak lain hanyalah membuat kamu menjadi olok-olok (Al Anbiyaa:36), hingga akhir ayat.

Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala.
menyebutkan bahwa Dia tidaklah menganiaya seorang pun, sekalipun dia telah memberi hidayah kepada orang yang Dia kehendaki, membuat melihat orang yang tadinya buta, membuka mata yang tadinya terkatup, membuka telinga yang tadinya tuli, membuka hati yang tadinya tertutup rapat, dan membuat orang yang selain mereka sesat dari jalan keimanan.
Karena Dia adalah Penguasa Yang Maha Mengatur segala sesuatu yang ada di dalam kerajaan­Nya, sesuai dengan apa yang dikehendaki-Nya.
Dialah Tuhan yang tidak ada seorang pun meminta pertanggungjawaban-Nya dari apa yang telah dtperbuat-Nya, sedangkan mereka pasti dimintai pertanggung­jawabannya.
Demikian itu berkat ilmu-Nya, kebijaksanaan-Nya, dan keadilan-Nya


Informasi Surah Yunus (يونس)
Surat Yunus terdiri atas 109 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah kecuali ayat 40, 94, 95.
yang diturunkan pada masa Nabi Muhammad ﷺ berada di Madinah.
Surat ini dinamai “surat Yunus” karena dalam surat ini terutama ditampilkan kisah Nabi Yunus ‘alaihis salam dan pengikut-pengikutnya yang teguh imannya.

Keimanan:

Al Qur’an bukanlah sihir
Allah mengatur alam semesta dari Arasy-Nya
syafa’at hanyalah dengan izin Allah
Wali-wali Allah
wahyu Allah yang menerangkan yang ghaib kepada manusia
Allah menyaksikan dan mengamat-amati perbuatan hamba­ harnba-Nya di dunia
Allah tidak mempunyai Anak.

Hukum:

Menentukan perhitungan tahun dan waktu dengan perjalanan matahari dan bulan
hukum mengada-adakan sesuatu terhadap Allah dan mendustakan ayat-ayat-Nya.

Kisah:

Kisah Nabi Nuh a.s.dengan kaumnya
Nabi Musa dengan Fir’aun dan tukang-tukang sihir
kisah Bani lsrail setelah ke luar dari negeri Mesir
Nabi Yunus a.s. dengan kaumnya.

Lain-lain:

Manusia ingat kepada Allah di waktu kesukaran dan lupa di waktu senang
keadaan orang-orang baik dan orang-orang jahat di hari kiamat
Al Qur’an tidak dapat ditandingi
rasul hanya menyampaikan risalah.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Yunus (10) ayat 43 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Yunus (10) ayat 43 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Yunus (10) ayat 43 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Yunus - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 109 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 10:43
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Yunus.

Surah Yunus (Arab: ينوس , Yūnus, "Nabi Yunus") adalah surah ke-10 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 109 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah kecuali ayat 40, 94, 95, yang diturunkan pada di Madinah.

Nomor Surah10
Nama SurahYunus
Arabيونس
ArtiNabi Yunus
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu51
JuzJuz 11 (ayat 1-109)
Jumlah ruku'11 ruku'
Jumlah ayat109
Jumlah kata1844
Jumlah huruf7593
Surah sebelumnyaSurah At-Taubah
Surah selanjutnyaSurah Hud
4.6
Ratingmu: 4.8 (14 orang)
Sending









Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  





Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta