QS. Yunus (Nabi Yunus) – surah 10 ayat 39 [QS. 10:39]

بَلۡ کَذَّبُوۡا بِمَا لَمۡ یُحِیۡطُوۡا بِعِلۡمِہٖ وَ لَمَّا یَاۡتِہِمۡ تَاۡوِیۡلُہٗ ؕ کَذٰلِکَ کَذَّبَ الَّذِیۡنَ مِنۡ قَبۡلِہِمۡ فَانۡظُرۡ کَیۡفَ کَانَ عَاقِبَۃُ الظّٰلِمِیۡنَ
Bal kadz-dzabuu bimaa lam yuhiithuu bi’ilmihi walammaa ya’tihim ta’wiiluhu kadzalika kadz-dzabal-ladziina min qablihim faanzhur kaifa kaana ‘aaqibatuzh-zhaalimiin(a);

Bahkan yang sebenarnya, mereka mendustakan apa yang mereka belum mengetahuinya dengan sempurna padahal belum datang kepada mereka penjelasannya.
Demikianlah orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan (rasul).
Maka perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang zalim itu.
―QS. 10:39
Topik ▪ Maksiat dan dosa ▪ Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat ▪ Tauhid Uluhiyyah
10:39, 10 39, 10-39, Yunus 39, Yunus 39, Yunus 39

Tafsir surah Yunus (10) ayat 39

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Yunus (10) : 39. Oleh Kementrian Agama RI

Allah subhanahu wa ta’ala mengungkapkan adanya kenyataan bahwa orang-orang musyrikin tidak mampu menjawab pertanyaan Allah subhanahu wa ta’ala untuk membuat sesuatu yang semisal dengan Alquran.
Allah subhanahu wa ta’ala menjelaskan keadaan orang-orang musyrikin yang sebenarnya, bahwa mereka setelah mendengar ayat-ayat yang dibacakan oleh Muhammad, mereka secara serta-merta mendustakannya padahal belum mereka pikirkan terlebih dahulu kandungan isinya, dan belum mengetahui duduk persoalannya.
Sikap yang demikian itu adalah karena mereka memusuhi Muhammad yang membawa persoalan baru yang berbeda dengan keyakinan nenek moyang mereka.

Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala membandingkan sikap orang-orang musyrikin itu dengan sikap orang-orang musyrik yang hidup di masa-masa sebelum mereka.
Karena adanya suatu persamaan di antara mereka yaitu orang-orang musyrikin Mekah mendustakan ayat-ayat yang diterima oleh Muhammad ﷺ., sedang orang-orang musyrik dari umat-umat yang lalu mendustakan Rasul-rasul mereka, sama-sama mendustakan wahyu yang diterima Nabi-nabi sebelum mereka menyelidiki kebenarannya secara seksama dan sebelum memahami penjelasannya.

Yang dimaksud dengan penjelasan di sini ialah kenyataan apa yang harus dihadapi oleh mereka akibat mendustakan ayat-ayat yang diturunkan kepada Muhammad ﷺ.
seperti kenyataan yang telah diterima mereka atau oleh umat-umat di masa-masa lalu sebagai akibat dari kelancangan mereka terhadap wahyu yang mereka terima.
Kenyataan yang mereka alami ialah siksaan Allah yang mereka rasakan di dunia sebelum mereka merasakan siksaan yang lebih berat di akhirat.

Di akhir ayat Allah subhanahu wa ta’ala menjelaskan bahwa memang demikian itulah nasib orang-orang yang mendustakan Rasul-rasul dan Nabi-nabi yang sebenarnya.
Nasib ini tentu akan menimpa pula kaum musyrikin Mekah, apabila mereka tetap bersikap keras dalam mendustakan wahyu-wahyu Allah.
Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan kepada Nabi Muhammad ﷺ.
dan pengikut-pengikutnya agar memperhatikan bagaimana akhir kehidupan umat yang menganiaya diri mereka sendiri karena mereka berani memusuhi dan mendustakan rasul-rasul Allah.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Maka masing-masing (mereka itu) Kami siksa disebabkan dosanya, maka di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil dan di antara mereka ada yang ditimpa suara yang keras yang mengguntur, dan di antara mereka ada yang Kami benamkan ke dalam bumi dan di antara mereka ada yang Kami tenggelamkan dan Allah sekali-kali tidak hendak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.
(Q.S. Al-‘Ankabut [29]: 40)

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Namun, orang-orang musyrik itu segera mendustakan Al Quran tanpa merenungi dan mengetahui apa yang ada di dalamnya.
Padahal mereka belum mengkajinya secara langsung dan belum meminta penjelasan dan keterangan hukum-hukumnya kepada selain diri mereka.
Dengan cara seperti inilah–mendustakan Al Quran tanpa mengkaji terlebih dahulu–orang-orang kafir terdahulu mendustakan rasul-rasul dan kitab-kitab suci mereka.
Maka lihatlah, wahai manusia, akibat dari keadaan orang-orang terdahulu yang mendustakan, yaitu berupa kehinaan dan kebinasaan dengan azab.
Inilah ketentuan Allah atas orang-orang yang seperti mereka.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Yang sebenarnya, mereka mendustakan apa yang mereka belum mengetahuinya dengan sempurna) subjek yang dimaksud adalah Alquran, mereka sama sekali tidak mau memikirkan tentangnya (dan belum pernah) tidak pernah (datang kepada mereka penjelasannya) akibat dari apa yang terkandung di dalamnya, yaitu berupa ancaman.

(Demikianlah) yakni kedustaan itu (orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan) rasul-rasul mereka (Maka perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang lalim itu) yaitu mereka yang mendustakan para rasul, makna yang dimaksud ialah kebinasaan yang telah menimpa mereka, demikian pula Kami akan membinasakan mereka yang mendustakannya.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Bahkan mereka langsung mendustakan al-Qur’an sejak pertama mereka mendengarnya sebelum merenungkan kandungan ayat-ayatnya.
Mereka kafir atas apa yang mereka belum ketahui mengenai Hari Kebangkitan, balasan surga, neraka dan sebagainya.
Bahkan, sebelum sampai kepada mereka hakikat apa yang telah dijanjikan di dalam itab.
Orang-orang musyrik itu mendustakan ayat-ayat Allah sebagaimana yang dilakukan umat-umat terdahulu.
Maka lihatlah olehmu (wahai Rasul) akibat (balasan) yang akan diterima oleh orang-orang zhalim itu.
Allah telah memusnahkan sebagian mereka dengan cara dibenamkan ke dalam bumi, sebagian lain dengan ditenggelamkan, dan sebagian lain dengan cara lainnya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

Yang sebenarnya mereka mendustakan apa yang mereka belum mengetahuinya dengan sempurna, padahal belum datang kepada mereka penjelasannya.

Yakni sebenarnya mereka mendustakan Al-Qur’an, tidak memahaminya, serta tidak mau mengenalnya.

…padahal belum datang kepada mereka penjelasannya.

Artinya, mereka masih belum memahami hidayah dan agama yang benar yang terkandung di dalamnya, tetapi mereka terlanjur mendustakannya karena kebodohan dan kepandiran mereka sendiri.

Demikianlah orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan, (rasul).

Yaitu umat-umat yang terdahulu mendustakan Rasul-Nya.

Maka perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang zalim itu.

Maksudnya, perhatikanlah bagaimana Kami binasakan mereka karena kedustaan mereka kepada rasul-rasul Kami secara aniaya, congkak, kafir, ingkar, dan bodoh.
Maka hati-hatilah, hai orang-orang yang mendustakan rasul, kalian pasti akan tertimpa apa yang pernah menimpa mereka.


Informasi Surah Yunus (يونس)
Surat Yunus terdiri atas 109 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah kecuali ayat 40, 94, 95.
yang diturunkan pada masa Nabi Muhammad ﷺ berada di Madinah.
Surat ini dinamai “surat Yunus” karena dalam surat ini terutama ditampilkan kisah Nabi Yunus ‘alaihis salam dan pengikut-pengikutnya yang teguh imannya.

Keimanan:

Al Qur’an bukanlah sihir
Allah mengatur alam semesta dari Arasy-Nya
syafa’at hanyalah dengan izin Allah
Wali-wali Allah
wahyu Allah yang menerangkan yang ghaib kepada manusia
Allah menyaksikan dan mengamat-amati perbuatan hamba­ harnba-Nya di dunia
Allah tidak mempunyai Anak.

Hukum:

Menentukan perhitungan tahun dan waktu dengan perjalanan matahari dan bulan
hukum mengada-adakan sesuatu terhadap Allah dan mendustakan ayat-ayat-Nya.

Kisah:

Kisah Nabi Nuh a.s.dengan kaumnya
Nabi Musa dengan Fir’aun dan tukang-tukang sihir
kisah Bani lsrail setelah ke luar dari negeri Mesir
Nabi Yunus a.s. dengan kaumnya.

Lain-lain:

Manusia ingat kepada Allah di waktu kesukaran dan lupa di waktu senang
keadaan orang-orang baik dan orang-orang jahat di hari kiamat
Al Qur’an tidak dapat ditandingi
rasul hanya menyampaikan risalah.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Yunus (10) ayat 39 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Yunus (10) ayat 39 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Yunus (10) ayat 39 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Yunus - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 109 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 10:39
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Yunus.

Surah Yunus (Arab: ينوس , Yūnus, "Nabi Yunus") adalah surah ke-10 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 109 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah kecuali ayat 40, 94, 95, yang diturunkan pada di Madinah.

Nomor Surah 10
Nama Surah Yunus
Arab يونس
Arti Nabi Yunus
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 51
Juz Juz 11 (ayat 1-109)
Jumlah ruku' 11 ruku'
Jumlah ayat 109
Jumlah kata 1844
Jumlah huruf 7593
Surah sebelumnya Surah At-Taubah
Surah selanjutnya Surah Hud
4.8
Ratingmu: 4.4 (10 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim