Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Yunus

Yunus (Nabi Yunus) surah 10 ayat 3


اِنَّ رَبَّکُمُ اللّٰہُ الَّذِیۡ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَ الۡاَرۡضَ فِیۡ سِتَّۃِ اَیَّامٍ ثُمَّ اسۡتَوٰی عَلَی الۡعَرۡشِ یُدَبِّرُ الۡاَمۡرَ ؕ مَا مِنۡ شَفِیۡعٍ اِلَّا مِنۡۢ بَعۡدِ اِذۡنِہٖ ؕ ذٰلِکُمُ اللّٰہُ رَبُّکُمۡ فَاعۡبُدُوۡہُ ؕ اَفَلَا تَذَکَّرُوۡنَ
Inna rabbakumullahul-ladzii khalaqas-samaawaati wal ardha fii sittati ai-yaamin tsummaastawa ‘alal ‘arsyi yudabbirul amra maa min syafii’in ilaa min ba’di idznihi dzalikumullahu rabbukum faa’buduuhu afalaa tadzakkaruun(a);

Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah Yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy untuk mengatur segala urusan.
Tiada seorangpun yang akan memberi syafa’at kecuali sesudah ada izin-Nya.
(Dzat) yang demikian itulah Allah, Tuhan kamu, maka sembahlah Dia.
Maka apakah kamu tidak mengambil pelajaran?
―QS. 10:3
Topik ▪ Penciptaan ▪ Penciptaan langit dan bumi ▪ Iman adalah ucapan dan perbuatan
10:3, 10 3, 10-3, Yunus 3, Yunus 3, Yunus 3
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Yunus (10) : 3. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa Dialah yang mengatur perjalanan tiap-tiap planet, sehingga satu sama lain tidak berbenturan, dan Dia pula yang menciptakan bumi dan segala isi yang terkandung di dalamnya, sejak dari yang kecil sampai kepada yang besar, semuanya diciptakan dalam enam masa yang hanya Allah sendiri yang mengetahui lama waktu enam masa yang dimaksud itu.
Setelah menciptakan langit dan bumi, Dia bersemayam di atas Arasy (singgasana), dan dari Arasy ini Dia mengatur dan mengurus semua makhluk-Nya.
Tentang `Arasy Tuhan ini diterangkan Rasulullah ﷺ ketika kepadanya diajukan pertanyaan:

Bersabda Rasulullah: "Dahulu Allah telah ada dan belum ada sesuatu pun sebelum-Nya dan adalah Arasy-Nya di dalam air, kemudian Dia menciptakan langit dan bumi, dan menulis segala sesuatu di Lohmahfuz.
(H.R.
Bukhari dalam Kitabut Tauhid)

Mengenai Tuhan bersemayam di atas `Arasy ini para ulama di kalangan kaum muslimin berbeda pendapat.

Golongan Muktazilah berpendapat bahwa Tuhan bersifat immateri (rohani).
Jadi ia tidak mempunyai sifat-sifat jasmani.
Karena itu semua ayat-ayat Alquran yang menggambarkan bahwa Allah mempunyai sifat jasmani haruslah ditakwilkan atau diberi tafsiran yang lain, karena itu mereka menafsirkan Arasy dengan kekuasan-Nya.

Golongan Asy'ariyah berpendapat bahwa Tuhan mempunyai sifat-sifat jasmani.
Mereka mengatakan bahwa Tuhan mempunyai mata, tangan, juga mempunyai `Arasy (singgasana) sekalipun semuanya itu tidak sama dengan yang dimiliki manusia.
Menurut mereka manusia itu lemah akalnya, yaitu belum dapat memberikan tafsiran tentang sifat-sifat Tuhan yang ada di dalam Alquran.
Karena itu janganlah hendaknya karena tidak sanggup memberi tafsiran itu segera mengambil keputusan bahwa Tuhan tidak mempunyai sifat-sifat jasmani.

Menganut salah satu dari kedua pendapat di atas tidaklah bertentangan dengan pokok-pokok kepercayaan yang digariskan agama Islam.
Masing-masing pendapat itu mempunyai alasan yang kuat.
Mereka berpendapat bahwa yang demikian itu adalah hendak memurnikan kepercayaan mereka kepada Allah, sehingga tidak dimasuki unsur-unsur syirik sedikit pun.

Selanjutnya Allah subhanahu wa ta'ala menerangkan bukti kedua yang membantah pendapat dan alasan-alasan orang-orang kafir itu yang memiliki dan menguasai segala sesuatu dengan kekuasaan yang tidak terbatas, sehingga Dia dapat berbuat apa yang dikehendaki-Nya, tidak ada sesuatu makhluk-Nyapun, walaupun ia seorang rasul atau malaikat dapat memberikan syafaat kecuali dengan izin-Nya.

Yang dimaksud dengan "syafaat" di sini ialah pertolongan para nabi kepada umatnya pada hari kiamat untuk mendapatkan keringanan atau kebebasan dari azab Allah.
Syafaat itu hanya dapat diberikan oleh seseorang nabi jika Allah memerintahkan atau mengizinkannya.
Ayat ini membantah dakwaan orang-orang kafir bahwa berhala yang mereka sembah selain Allah dapat memberi syafaat kepada mereka di hari kiamat.
Hal ini ditegaskan oleh firman Allah subhanahu wa ta'ala:

Dan berapa banyaknya malaikat di langit, syafaat mereka sedikit pun tidak berguna kecuali Allah mengizinkan bagi orang yang dikehendaki dan diridai-(Nya).
(Q.S.
An Najm: 26)

Syafaat yang paling bahagia dirasakan oleh seseorang hamba ialah syafaat yang diberikan oleh Nabi Muhammad ﷺ.
kepada seseorang yang hati dan jiwanya mengakui keesaan Allah.
Abu Hurairah menanyakan hal tersebut kepada Rasulullah ﷺ, Rasulullah menjawab:

Manusia yang paling bahagia dengan syafaatku pada hari kiamat ialah orang-orang yang mengucapkan "la ilaha illallah" yang timbul dari hati dan jiwa yang bersih.
(H.R.
Bukhari dari Abu Hurairah)

Allah subhanahu wa ta'ala menegaskan kepada orang-orang kafir apabila mereka tidak ingat dan tidak memperhatikan dalil-dalil dan bukti-bukti yang nyata ini, bahwa yang menciptakan alam ini adalah Allah subhanahu wa ta'ala sendiri, kemudian dia mengatur segala urusan dari atas `Arasy-Nya, Dia memberikan syafaat kepada orang yang dikehendaki-Nya.
Itulah Tuhan Yang wajib disembah, tidak ada Tuhan yang lain selain Dia.
Janganlah mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, baik dalam penciptaan langit dan bumi maupun dalam menyembah-Nya.

Orang-orang Arab jahiliah mengakui bahwa Allah sendirilah yang menciptakan alam ini, tidak bersekutu dengan siapa pun, tetapi mereka mempersekutukan Allah dengan yang lain dalam menyembah-Nya.
Mereka menyembah berhala di samping menyembah Allah.

Yunus (10) ayat 3 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Yunus (10) ayat 3 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Yunus (10) ayat 3 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Sesungguhnya Tuhan kalian, wahai manusia, adalah Allah yang menciptakan langit dan bumi serta segala yang ada di dalamnya dalam waktu enam hari[1].
Tidak ada yang mengetahui panjangnya enam hari itu kecuali Allah.
Kemudian hanya Dialah--dengan keagungan kekuasaan-Nya--yang menguasai dan mengurus hal ihwal makhluk-makhluk-Nya.
Tidak ada seorang pun yang memiliki kekuasaan atas sesuatu bersama Allah dan tidak ada seorang pun dari makhluk-Nya yang dapat memberi syafaat kepada orang lain, kecuali dengan izin-Nya.
Itulah Allah, Sang Pencipta.
Dialah Tuhan yang mengendalikan nikmat untuk kalian, maka sembahlah Dia semata, benarkanlah Rasul-Nya, dan berimanlah kepada kitab suci-Nya.
Hendaklah kalian mengingat nikmat Allah dan merenungi ayat-ayat yang menunjukkan keesaan-Nya.

[1] Allah menciptakan alam semesta dengan segala isinya dalam enam tahapan.
Setiap tahapan itu terdiri atas rentang waktu yang cukup panjang.
Tahapan-tahapan yang disebutkan sebagai enam hari itu merupakan tahap penundukan matahari, bulan dan bintang- bintang untuk keperluan manusia.
Termasuk dalam tahapan itu juga adalah pergantian siang dan malam dan timbulnya siang menggantikan kegelapan cakrawala.
Disebutnya kata "malam" sebelum kata "siang" disebabkan karena kegelapan merupakan asal dan pangkal.
Sedangkan siang timbul akibat tersebarnya sinar matahari pada lapisan udara bumi yang berotasi dan juga karena radiasi matahari.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Sesungguhnya Rabb kalian ialah Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam hari) dari hari-hari dunia, artinya dalam masa yang perkiraannya sama dengan enam hari karena sesungguhnya pada masa itu belum ada matahari dan bulan.
Akan tetapi seandainya Allah berkehendak, maka Dia dapat menciptakannya dalam sekejap mata.
Allah subhanahu wa ta'ala, tidak memakai cara tersebut dimaksud untuk memberikan pelajaran kepada makhluk-Nya tentang ketekunan dan kesabaran di dalam bertindak (kemudian Dia bersemayam di atas Arsy) bersemayamnya Allah disesuaikan dengan keagungan sifat-Nya (untuk mengatur segala urusan) di antara makhluk-makhluk-Nya (Tiada seorang pun) huruf min merupakan shilah atau penghubung (yang dapat memberikan syafaat) kepada seseorang (kecuali sesudah ada keizinan-Nya) ayat ini merupakan sanggahan terhadap perkataan orang-orang kafir yang menyatakan bahwa berhala-berhala mereka dapat memberikan syafaat kepada diri mereka.
(Zat yang demikian itulah) yaitu yang menciptakan dan yang mengatur (Allah, Rabb kalian, maka sembahlah Dia) artinya tauhidkanlah Dia.
(Maka apakah kalian tidak mengambil pelajaran?) lafal tadzakkaruuna asalnya tatadzakkaruuna, kemudian huruf ta yang kedua diidgamkan ke dalam huruf dzal asal kalimat, maka jadilah tadzakkaruuna.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Sesungguhnya Rabb kalian adalah Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam hari.
Kemudian Allah ber istiwa (tinggi dan meninggi) di atas Arsy dengan cara istiwa yang sesuai dengan kemuliaan dan keagungan-Nya, mengatur segala urusan hamba-ya.
Tidak ada seorang pun yang bisa menolak keputusan-Nya dan tidak ada seorang pun yang bisa memberi syafaat pada Hari Kiamat, kecuali dengan izin-Nya.
Maka sembahlah Rabb kalian (yang memiliki sifat-sifat tersebut) dan beribadahlah dengan penuh keihlasan.
Tidakkah kalian mengambil pelajaran dengan ayat-ayat dan dalil-dalil tersebut??

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta'ala.
menyebutkan bahwa Dia adalah Tuhan semesta alam seluruhnya, Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa.
Menurut suatu pendapat, yang dimaksud dengan ayyam dalam ayat ini sama dengan hari-hari kita sekarang.
Sedangkan menurut pendapat lainnya, setiap hari sama dengan seribu tahun menurut perhitungan kalian, seperti yang akan diterangkan kemudian

Kata Pilihan Dalam Surah Yunus (10) Ayat 3

SITTAH
سِتَّة

Lafaz ini mengisyaratkan bilangan antara tujuh dan lima, digunakan untuk mudzakkar dan sitt untuk mu'annats.

Lafaz sittah disebut tujuh kali di dalam Al Qur'an yaitu dalam surah:
-Al A'raaf (7), ayat 54;
-Yunus (10), ayat 3;
-Hud (11), ayat 7;
-Al Furqaan (25), ayat 59;
-As Sajadah (32), ayat 4;
-Qaf (50), ayat 38 ;
-Al Hadid (57), ayat 4.

Keseluruhan lafaz sittah di dalam Al Qur'an dihubungkan dengan lafaz ayyaam yaitu hari dan kesemuanya bercerita mengenai penciptaan langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya. Maksudnya, Allah mencipta langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya selama enam hari.

Muhammad Rasyid Rida berkata,
"Enam hari adalah hari-hari Allah sebagai batasan penciptaan Nya dan tidak masuk akal enam hari itu bermaksud seperti hari­hari manusia di muka bumi ini yang dibatasi malam dan siang yang terdiri dari 24 jam. Ini karena, hari-hari itu ada setela Allah menjadikan bumi ini."

Mengenai zaman dan unsur penciptaan langit dan bumi, ia diterangkan dalam surah Fushshilat (41) ayat 9-12 yang artinya,

Katakanlah: "Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada Yang menciptakan bumi dalam dua masa dan kamu adakan sekutu-sekutu bagi-Nya? (Yang bersifat) demikian itu adalah Rabb semesta alam". Dan dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuni)nya dalam empat masa. (Penjelasan itu sebagai jawaban) bagi orang-orang yang bertanya. Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: "Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa". Keduanya menjawab:
"Kami datang dengan suka hati". Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa. Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.

Allah juga menjelaskan asal penciptaan dan keadaan unsur keduanya dalam surah Al Anbiyaa (21) ayat 30 yang artinya,

Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?

Dari sini diketahui, hari pertama atau masa pertama dari hari-hari bumi diciptakan adalah masa atau zaman yang ada di dalamnya seperti asap ketika dipisahkan dari satu benda atau unsur yang bercantum. Dijadikan darinya segala sesuatu secara langsung maupun tidak langsung. Hari kedua adalah zaman di mana dalam bentuk air setela ia menjadi asap atau uap. Hari ketiga adalah zaman yang terbentuk di dalamnya sesuatu yang kering dan gunung­gunang yang menetap. Hari keempat adalah zaman yang tampak darinya jenis-jenis yang hidup dari air yaitu tumbuh-tumbuhan dan hewan.

Sedangkan langit secara umumnya menurut ahli bumi diciptakan dari unsurnya yang berbentuk uap atau asap pada dua masa atau dua hari seperti dua masa dalam penciptaan bentuk bumi.

Kesimpulannya, makna sittah ialah enam.

Sumber : Kamus Al Qur'an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:300-301

Informasi Surah Yunus (يونس)
Surat Yunus terdiri atas 109 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah kecuali ayat 40, 94, 95.
yang diturunkan pada masa Nabi Muhammad ﷺ berada di Madinah.
Surat ini dinamai "surat Yunus" karena dalam surat ini terutama ditampilkan kisah Nabi Yunus 'alaihis salam dan pengikut-pengikutnya yang teguh imannya.

Keimanan:

Al Qur'an bukanlah sihir
Allah mengatur alam semesta dari Arasy-Nya
syafa'at hanyalah dengan izin Allah
Wali-wali Allah
wahyu Allah yang menerangkan yang ghaib kepada manusia
Allah menyaksikan dan mengamat-amati perbuatan hamba­ harnba-Nya di dunia
Allah tidak mempunyai Anak.

Hukum:

Menentukan perhitungan tahun dan waktu dengan perjalanan matahari dan bulan
hukum mengada-adakan sesuatu terhadap Allah dan mendustakan ayat-ayat-Nya.

Kisah:

Kisah Nabi Nuh a.s.dengan kaumnya
Nabi Musa dengan Fir'aun dan tukang-tukang sihir
kisah Bani lsrail setelah ke luar dari negeri Mesir
Nabi Yunus a.s. dengan kaumnya.

Lain-lain:

Manusia ingat kepada Allah di waktu kesukaran dan lupa di waktu senang
keadaan orang-orang baik dan orang-orang jahat di hari kiamat
Al Qur'an tidak dapat ditandingi
rasul hanya menyampaikan risalah.


Gambar Kutipan Surah Yunus Ayat 3 *beta

Surah Yunus Ayat 3



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Yunus

Surah Yunus (Arab: ينوس , Yūnus, "Nabi Yunus") adalah surah ke-10 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 109 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah kecuali ayat 40, 94, 95, yang diturunkan pada di Madinah.

Nomor Surah 10
Nama Surah Yunus
Arab يونس
Arti Nabi Yunus
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 51
Juz Juz 11 (ayat 1-109)
Jumlah ruku' 11 ruku'
Jumlah ayat 109
Jumlah kata 1844
Jumlah huruf 7593
Surah sebelumnya Surah At-Taubah
Surah selanjutnya Surah Hud
4.8
Rating Pembaca: 4.8 (16 votes)
Sending








Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku