QS. Yunus (Nabi Yunus) – surah 10 ayat 27 [QS. 10:27]

وَ الَّذِیۡنَ کَسَبُوا السَّیِّاٰتِ جَزَآءُ سَیِّئَۃٍۭ بِمِثۡلِہَا ۙ وَ تَرۡہَقُہُمۡ ذِلَّۃٌ ؕ مَا لَہُمۡ مِّنَ اللّٰہِ مِنۡ عَاصِمٍ ۚ کَاَنَّمَاۤ اُغۡشِیَتۡ وُجُوۡہُہُمۡ قِطَعًا مِّنَ الَّیۡلِ مُظۡلِمًا ؕ اُولٰٓئِکَ اَصۡحٰبُ النَّارِ ۚ ہُمۡ فِیۡہَا خٰلِدُوۡنَ
Waal-ladziina kasabuussai-yi-aati jazaa-u sai-yi-atin bimitslihaa watarhaquhum dzillatun maa lahum minallahi min ‘aashimin kaannamaa ughsyiyat wujuuhuhum qitha’an minallaili muzhliman uula-ika ashhaabunnaari hum fiihaa khaaliduun(a);

Dan orang-orang yang mengerjakan kejahatan (mendapat) balasan yang setimpal dan mereka ditutupi kehinaan.
Tidak ada bagi mereka seorang pelindungpun dari (azab) Allah, seakan-akan muka mereka ditutupi dengan kepingan-kepingan malam yang gelap gelita.
Mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.
―QS. 10:27
Topik ▪ Neraka ▪ Keabadian neraka ▪ Pahala Iman
10:27, 10 27, 10-27, Yunus 27, Yunus 27, Yunus 27

Tafsir surah Yunus (10) ayat 27

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Yunus (10) : 27. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini, Allah memberikan penjelasan bahwa orang-orang yang menyebarkan kejahatan dan mengerjakan keonaran di muka bumi serta membangkang dan mengingkari ayat-ayat Allah yang diturunkan kepada Rasul-Nya, mereka itu akan mendapat pembalasan yang seimbang, yaitu mereka akan menerima hukuman dari Allah yang setimpal dengan amal perbuatan mereka, sedang wajah mereka tampak kusut disebabkan mereka menderita akibat dari perbuatan syirik yang merasuk ke tulang sumsum mereka, kejahatan yang telah meracuni diri mereka serta penganiayaan mereka terhadap diri mereka sendiri.
Pada saat itu mereka tidak dapat membela dirinya, karena memang tidak dapat melindungi diri mereka atau mencegah bencana yang akan ditimpakan kepada mereka.
Demikianlah azab yang menimpa yang mereka rasakan dengan penuh penyesalan, akibat mereka menyembah berhala yang mereka anggap sebagai perantara yang dapat menyampaikan doa-doa mereka.
Itulah hari pembalasan yang tidak ada seorang pun yang menolong mereka kecuali amal-amal baik mereka.
Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

(Yaitu) hari (ketika) seseorang tidak berdaya sedikit pun untuk menolong orang lain.
Dan segala urusan pada hari itu dalam kekuasaan Allah.

(Q.S. Al-Infithar [82]: 19)

Sebagai penyesalan mereka, wajah-wajah mereka terlihat hitam-kelam laksana gelapnya malam yang tak terlihat sedikit pun sepercik kilatan bintang dan seberkas sinar rembulan.
Mereka benar-benar menyesali perbuatan yang mereka lakukan di dunia.
Harapan mereka hampa karena berpegang kepada keyakinan yang salah dan mengingkari petunjuk Allah subhanahu wa ta’ala

Di akhir ayat Allah subhanahu wa ta’ala menegaskan bahwa mereka itu akan menjadi penghuni neraka dan kekal selama-lamanya dan tidak ada kemungkinan lagi bagi mereka untuk dapat melepaskan diri karena tempat itulah yang layak bagi mereka.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Dan wajah-wajah (orang kafir) pada hari itu muram, mereka yakin bahwa akan ditimpakan kepadanya malapetaka yang amat dahsyat.
(Q.S. Al-Qiyaamah [75]: 24, 25)

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan banyak (pula) muka pada hari itu tertutup debu, dan ditutup lagi oleh kegelapan.
Mereka itulah orang-orang kafir lagi durhaka.

(Q.S. ‘Abasa [80]: 40, 41, 42)

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Dan orang-orang yang tidak memenuhi seruan Allah, lalu mereka kufur dan melakukan kemaksiatan, maka mereka akan dibalas sesuai dengan kejahatan yang telah mereka lakukan.
Mereka akan tertutupi oleh kehinaan.
Tidak ada pelindung yang dapat menghindarkan diri mereka dari siksa Allah.
Wajah mereka menjadi hitam karena kesusahan dan kesedihan, seakan-akan tertimpa oleh kegelapan malam.
Mereka itulah penghuni neraka yang akan sengsara di dalamnya untuk selama-lamanya.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan orang-orang) lafal ayat ini diathafkan kepada lafal alladziina ahsanuu yang ada pada ayat sebelumnya, artinya dan bagi orang-orang (yang mengerjakan keburukan) orang-orang yang mengerjakan kemusyrikan (mendapat balasan yang setimpal dan mereka ditutupi oleh kehinaan.

Tidak ada bagi mereka, dari azab Allah) huruf min pada ayat ini adalah huruf zaidah atau tambahan (seorang pelindung pun) yang dapat mencegahnya (seakan-akan tertutupi) diselimuti (muka mereka oleh kepingan-kepingan) dapat dibaca qitha`an dan dapat pula dibaca qith`an (malam yang gelap-gulita.

Mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya).

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Dan orang-orang yang megerjakan kejahatan di dunia, kemudian mereka kafir dan berbuat maksiat kepada Allah, maka mereka mendapat balasan yang setimpal dari perbuatan jahat mereka di dunia dengan siksa Allah di akhirat.
Merema diliputi oleh kehinaan dan kelemahan.
Tidak ada yang dapat menghalangi mereka dari siksa Allah bila Dia menghukum mereka.
Seakan-akan wajah mereka ditutupi pekatnya malam.
Mereka itulah para penghuni neraka yang kekal di dalamnya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Setelah Allah menceritakan perihal orang-orang yang berbahagia, yaitu mereka yang dilipatgandakan amal-amal baiknya dan diberi tambahan selain dari itu, maka Allah mengiringinya dengan kisah tentang orang-orang yang celaka.

Melalui ayat ini Allah menyebutkan perihal keadilan-Nya terhadap mereka, dan bahwa Dia memberikan balasan kejahatan mereka dengan pembalasan yang setimpal tanpa dilebihkan dan tanpa dilipatgandakan.

…dan mereka ditutupi oleh kehinaan.

Yakni kehinaan menyelimuti diri mereka karena perbuatan maksiat mereka dan karena ketakutan mereka terhadap perbuatan maksiatnya sendiri, seperti yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Dan kamu akan melihat mereka dihadapkan ke neraka dalam ke­adaan tunduk karena (merasa) hina.
(Q.S. Asy Shyuura [42]: 45), hingga akhir ayat.

Dan janganlah sekali-kali kamu (Muhammad) mengira bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim.
Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak, mereka datang bergegas-gegas memenuhi panggilan dengan mengangkat kepalanya.
(Q.S. Ibrahim [14]: 42-43).
hingga akhir ayat.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

Tidak ada bagi mereka seorang pelindung pun dari (azab) Allah.

Artinya, tiada pelindung dan tiada pembela yang menyelamatkan mereka dari azab Allah.
Ayat ini semakna dengan yang disebutkan oleh firman-Nya:

Pada hari itu manusia berkata, “Ke mana tempat lari?” Sekali-kali tidak! Tidak ada tempat berlindung! Hanya kepada Tuhanmu sajalah pada hari itu tempat kembali.
(Q.S. Al-Qiyaamah [75]: 10-12)

Firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

Seakan-akan muka mereka ditutupi., hingga akhir ayat.

Hal ini menceritakan tentang hitamnya wajah mereka kelak di hari kemudian, seperti yang disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala.
dalam ayat lainnya, yaitu:

Pada hari yang di waktu itu ada muka yang menjadi putih berseri, ada pula muka yang menjadi hitam muram.
Adapun orang-orang yang menjadi hitam muram mukanya (kepada mereka dikatakan ”Mengapa kalian kafir sesudah kalian beriman?
Karena itu rasakanlah azab disebabkan kekafiran kalian itu.”Adapun orang-orang yang menjadi putih berseri mukanya, maka mereka berada dalam rahmat Allah (surga), mereka kekal di dalamnya.
(Q.S. Ali ‘Imran [3]: 106-107)

Banyak muka pada hari itu berseri-seri, tertawa, dan gembira ria, dan banyak (pula) muka pada hari itu tertutup debu (Q.S. ‘Abasa [80]: 38-40)


Informasi Surah Yunus (يونس)
Surat Yunus terdiri atas 109 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah kecuali ayat 40, 94, 95.
yang diturunkan pada masa Nabi Muhammad ﷺ berada di Madinah.
Surat ini dinamai “surat Yunus” karena dalam surat ini terutama ditampilkan kisah Nabi Yunus ‘alaihis salam dan pengikut-pengikutnya yang teguh imannya.

Keimanan:

Al Qur’an bukanlah sihir
Allah mengatur alam semesta dari Arasy-Nya
syafa’at hanyalah dengan izin Allah
Wali-wali Allah
wahyu Allah yang menerangkan yang ghaib kepada manusia
Allah menyaksikan dan mengamat-amati perbuatan hamba­ harnba-Nya di dunia
Allah tidak mempunyai Anak.

Hukum:

Menentukan perhitungan tahun dan waktu dengan perjalanan matahari dan bulan
hukum mengada-adakan sesuatu terhadap Allah dan mendustakan ayat-ayat-Nya.

Kisah:

Kisah Nabi Nuh a.s.dengan kaumnya
Nabi Musa dengan Fir’aun dan tukang-tukang sihir
kisah Bani lsrail setelah ke luar dari negeri Mesir
Nabi Yunus a.s. dengan kaumnya.

Lain-lain:

Manusia ingat kepada Allah di waktu kesukaran dan lupa di waktu senang
keadaan orang-orang baik dan orang-orang jahat di hari kiamat
Al Qur’an tidak dapat ditandingi
rasul hanya menyampaikan risalah.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Yunus (10) ayat 27 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Yunus (10) ayat 27 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Yunus (10) ayat 27 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Q.S. Yunus (10) ayat 25-30 - Andi Dalifa (Bahasa Indonesia)
Q.S. Yunus (10) ayat 25-30 - Andi Dalifa (Bahasa Arab)

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Yunus - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 109 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 10:27
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Yunus.

Surah Yunus (Arab: ينوس , Yūnus, "Nabi Yunus") adalah surah ke-10 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 109 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah kecuali ayat 40, 94, 95, yang diturunkan pada di Madinah.

Nomor Surah 10
Nama Surah Yunus
Arab يونس
Arti Nabi Yunus
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 51
Juz Juz 11 (ayat 1-109)
Jumlah ruku' 11 ruku'
Jumlah ayat 109
Jumlah kata 1844
Jumlah huruf 7593
Surah sebelumnya Surah At-Taubah
Surah selanjutnya Surah Hud
4.8
Ratingmu: 4.8 (12 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim