QS. Yunus (Nabi Yunus) – surah 10 ayat 26 [QS. 10:26]

لِلَّذِیۡنَ اَحۡسَنُوا الۡحُسۡنٰی وَ زِیَادَۃٌ ؕ وَ لَا یَرۡہَقُ وُجُوۡہَہُمۡ قَتَرٌ وَّ لَا ذِلَّۃٌ ؕ اُولٰٓئِکَ اَصۡحٰبُ الۡجَنَّۃِ ۚ ہُمۡ فِیۡہَا خٰلِدُوۡنَ
Lil-ladziina ahsanuul husna waziyaadatun walaa yarhaqu wujuuhahum qatarun walaa dzillatun uula-ika ashhaabul jannati hum fiihaa khaaliduun(a);

Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya.
Dan muka mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak (pula) kehinaan.
Mereka itulah penghuni surga, mereka kekal di dalamnya.
―QS. 10:26
Topik ▪ Surga ▪ Keabadian surga ▪ Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir
10:26, 10 26, 10-26, Yunus 26, Yunus 26, Yunus 26

Tafsir surah Yunus (10) ayat 26

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Yunus (10) : 26. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini, Allah menerangkan bahwa orang-orang yang dapat memahami petunjuk dan mengambil manfaat dari petunjuk itu serta mengamalkannya, Allah akan memberikan pahala sesuai dengan amal perbuatan mereka, bahkan untuk menggalakkan mereka agar lebih giat, Allah menjanjikan pahala sepuluh kali lipat atau lebih banyak daripada itu.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Supaya Dia memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat jahat terhadap apa yang telah mereka kerjakan dan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik dengan pahala yang lebih baik (surga).
(Q.S.
An Najm: 31)

Orang-orang yang melakukan amal yang baik akan mendapat imbalan pahala melebihi pahala yang seharusnya diterima.
Mereka itu akan menerima pahala yang berlipat ganda.

Dan mereka akan mendapat tambahan pahala lagi yang tidak ternilai harganya yaitu mereka akan mengetahui dengan sebenarnya bahwa Allahlah Yang Maha Mulia.
Pengetahuan ini adalah pengetahuan yang paling tinggi karena mereka mengetahui dengan sebenarnya Pencipta alam semesta ini, dan membenarkan terjadinya hari akhir.
Mereka akan mendapat pahala yang berlipat ganda dan mendapat pengetahuan yang tinggi, mereka hidup bahagia, dari wajah mereka tampak cahaya yang berseri-seri, sedikit pun tidak terlihat kemurungan dan kemuraman lantaran mereka itu tidak merasa kecewa atas keyakinannya yang telah dipegang kuat-kuat, dan tidak merasa bersusah hati.

Di akhir ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala menegaskan bahwa mereka inilah orang-orang yang berhak menjadi penghuni surga.
Mereka akan bertempat tinggal di dalamnya selama-lamanya.
Di situlah mereka mengalami kebahagiaan yang abadi, karena tidak akan merasa bosan dan jemu akan kenikmatan yang mereka rasakan dan tidak pula mereka takut akan berkurangnya kenikmatan atau dikeluarkan dari sana.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Orang-orang yang berbuat baik dengan memenuhi seruan Allah, sehingga beriman dan berbuat baik untuk agama dan dunia mereka, akan mendapatkan kedudukan yang mulia di akhirat, yaitu surga.
Dan mereka juga mendapatkan tambahan karunia dan kemurahan dari Allah.
Wajah-wajah mereka tidak tertutup oleh kesedihan berupa kesusahan dan kehinaan.
Mereka itulah penghuni surga yang diberi kenikmatan di dalamnya untuk selama-lamanya.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Bagi orang-orang yang berbuat baik) dengan keimanannya (ada pahala yang terbaik) yaitu surga (dan tambahannya) yaitu dapat melihat Allah subhanahu wa ta’ala sebagaimana yang telah diterangkan di dalam hadis sahih Muslim.

(Dan tidak pernah layu) tidak pernah tertutup (wajah mereka oleh kekelaman) kesusahan yang kelam (dan tidak pula oleh kehinaan) kesedihan.

(Mereka itulah penghuni surga, mereka kekal di dalamnya.)

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Telah disediakan surga bagi orang-orang mukmin yang beribadah dengan baik kepada Allah dan menaati apa yang diperintahkan dan dilarang.
Sebagai tambahannya adalah melihat Allah di surga, mendapat ampunan dan keridhaan-Nya, serta wajah mereka tidak tertutupi debu ataupun kehinaan, sebagaimana yang dalami para penghuni neraka.
Mereka yang memiliki sifat-sifat seperti inilah para penghuni surga, mereka kekal di dalamnya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala.
memberitahukan pahala bagi orang yang berbuat baik dalam amalnya selama di dunia ini, yaitu beriman dan beramal saleh, bahwa mereka mendapat balasan yang baik di negeri akhirat nanti.
Perihalnya sama dengan yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula).
(Ar Rahmaan:60)

Firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

…dan tambahannya.

Maksudnya, pahala amal yang baik itu dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipat kebaikan sampai dengan tujuh ratus kali lipat, bahkan lebih dari itu.
Balasan kebaikan itu mencakup semua kenikmatan yang diberikan oleh Allah kepada ahli surga di dalam surga, berupa gedung-gedung, bidadari-bidadari yang bermata jeli, rida Allah kepada mereka, dan apa yang disimpan oleh Allah buat mereka berupa hal-hal yang menyejukkan hati dan pandangan mata.
Dan yang paling utama di antara semua nikmat surgawi itu ialah memandang kepada Zat Allah subhanahu wa ta’ala.
Yang Mahamulia.
Sesungguhnya nikmat ini jauh lebih besar daripada semua yang telah diberikan oleh Allah kepada mereka, mereka sebenarnya tidak berhak mendapatkannya karena amal perbuatan mereka, melainkan berkat kemurahan dan rahmat dari Allah semata.

Sehubungan dengan tafsir makna ayat ini yang diinterpretasikan dengan pengertian memandang Zat Allah Yang Mahamulia, telah diriwayatkan dari Abu Bakar As-Siddiq, Huzaifah ibnul Yaman, Abdullah ibnu Abbas, Sa’id ibnul Musayyab, Abdur Rahman ibnu Abu Laila, Abdur Rahman ibnu Basit, Mujahid, Ikrimah, Amir ibnu Sa’d, Ata, Ad-Dahhak, Al-Hasan, Qatadah, As-Saddi, Muhammad ibnu Ishaq, dan lain-lainnya dari kalangan ulama Salaf dan Khalaf.

Sehubungan dengan hal ini, banyak hadis yang diriwayatkan dari Nabi ﷺyang menerangkannya, antara lain diriwayatkan oleh Imam Ahmad.
Disebutkan bahwa:

telah menceritakan kepada kami Affan, telah menceritakan kepada kami Hammad ibnu Salamah, dari Sabit Al-Bannani, dari Abdur Rahman ibnu Abu Laila, dari Suhaib r.a.
yang menceritakan bahwa Rasulullah ﷺ membaca ayat berikut, yaitu firman-Nya: Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya.
(Yunus:26) Lalu beliau ﷺ bersabda: Apabila ahli surga telah masuk surga dan ahli neraka telah masuk neraka, maka ada suara yang menyerukan, “Hai ahli surga, sesungguhnya Allah telah menjanjikan suatu janji kepada kalian, sekarang Dia hendak menunaikannya kepada kalian.
Mereka berkata, “Apakah itu?
Bukankah Dia telah memberatkan timbangan-timbangan amal kami, bukankah Allah telah membuat wajah kami menjadi putih dan memasukkan kami ke dalam surga serta menyelamatkan kami dari neraka?” Dilanjutkan bahwa lalu Allah membuka hijab-Nya bagi mereka, maka mereka dapat memandang kepada Allah.
Demi Allah, Allah belum pernah memberikan suatu nikmat yang lebih mereka sukai daripada memandang Dzat-Nya, dan tidak (pula) lebih menyenangkan mata (hati) mereka (selain dari memandang kepada Dzat Allah).

Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Imam Muslim dan sejumlah orang dari kalangan para imam melalui hadis Hammad ibnu Salamah dengan sanad yang sama.

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepadaku Yunus, telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahb, dan telah menceritakan kepadaku Syabib, dari Aban, dari Abu Tamimah Al-Hijaimi, bahwa ia pernah mendengar Abu Musa Al-Asy’ari menceritakan hadis berikut dari Rasulullah ﷺ: Sesungguhnya Allah pada hari kiamat nanti memerintahkan juru penyeru untuk menyerukan, “Hai penduduk surga —dengan suara yang dapat didengar oleh mereka semua dari awal hingga akhirnya—, sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepada kalian pahala yang terbaik dan tambahannya.
Pahala yang terbaik adalah surga, sedangkan tambahannya ialah memandang kepada Dzat Tuhan Yang Maha Pemurah.”

Ibnu Abu Hatim telah meriwayatkannya pula melalui hadis Abu Bakar Al-Huzali, dari Abu Tamimah Al-Hujaimi, dengan sanad yang sama.

Ibnu Jarir mengatakan pula bahwa telah menceritakan kepada kami Ibnu Humaid, telah menceritakan kepada kami Ibrahim ibnul Mukhtar, dari Ibnu Juraij, dari Ata, dari Ka’b ibnu Ujrah.
dari Nabi ﷺ sehubungan dengan firman-Nya: Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya.
(Yunus:26) Nabi ﷺ bersabda: (Tambahannya ialah) memandang kepada Zat Allah subhanahu wa ta’ala.

Ibnu Jarir mengatakan pula bahwa telah menceritakan kepada kami Ibnu Abdur Rahim, telah menceritakan kepada kami Umar ibnu Abu Salamah, bahwa ia pernah mendengar Zahir mengatakan dari orang yang mendengarnya dari Abul Aliyah, telah menceritakan kepada kami Ubay ibnu Ka’b, bahwa ia pernah bertanya kepada Rasulullah ﷺ mengenai firman Allah subhanahu wa ta’ala.
berikut: Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya (Yunus:26) Nabi ﷺ bersabda: Pahala yang terbaik adalah surga, sedangkan tambahannya ialah memandang kepada Zat Allah subhanahu wa ta’ala.

Ibnu Abu Hatim meriwayatkannya pula melalui hadis Zuhair dengan sanad yang sama.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

Dan muka mereka tidak ditutupi debu hitam.

Yakni kegelapan dan kehitaman di Padang Mahsyar, seperti yang dialami oleh orang-orang kafir lagi pendurhaka, maka wajah mereka hitam lagi kotor oleh debu yang hitam.

…dan tidak (pula) kehinaan.

Maksudnya, kehinaan dan diremehkan.
Dengan kata lain, keadaan mereka —baik lahir maupun batinnya— tidak terkena kehinaan, bahkan keadaan mereka adalah seperti yang disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala.
dalam ayat yang lain melalui firman-Nya:

Maka Tuhan memelihara mereka dari kesusahan hari itu, dan memberikan kepada mereka kejernihan (wajah) dan kegembiraan hati.
(Al Insaan:11)

Yaitu kesegaran dalam wajah mereka dan kegembiraan dalam kalbu mereka.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk golongan mereka berkat kemurahan dan rahmat-Nya, amin.


Hadits Shahih Yang Berhubungan Dengan Surah Yunus (10) ayat 26
Telah menceritakan kepada kami Ubaidullah bin Maisarah dia berkata,
telah menceritakan kepada kami Abdurrahman bin Mahdi telah menceritakan kepada kami Hammad bin Salamah dari Tsabit al-Bunanidari Abdurrahman bin Abu Laila dari Shuhaib dari Nabi shallallahu alaihi wasallam, beliau bersabda:
Bila penduduk surga telah masuk ke surga, maka Allah berfirman: “Apakah kalian ingin sesuatu yang perlu Aku tambahkan kepada kalian?” Mereka menjawab,
“Bukankah Engkau telah membuat wajah-wajah kami putih? Bukankah Engkau telah memasukkan kami ke dalam surga dan menyelamatkan kami dari neraka? “Beliau bersabda:
Lalu Allah membukakan hijab pembatas, lalu tidak ada satu pun yang dianugerahkan kepada mereka yang lebih dicintai daripada anugrah (dapat) memandang Rabb mereka. Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Yazid bin Harun dari Hammad bin Salamah dengan sanad ini, dan dia menambahkan, ‘Kemudian beliau membaca Firman Allah: Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya (Qs.Yunus: 26)

Shahih Muslim, Kitab Iman – Nomor Hadits: 266

Informasi Surah Yunus (يونس)
Surat Yunus terdiri atas 109 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah kecuali ayat 40, 94, 95.
yang diturunkan pada masa Nabi Muhammad ﷺ berada di Madinah.
Surat ini dinamai “surat Yunus” karena dalam surat ini terutama ditampilkan kisah Nabi Yunus ‘alaihis salam dan pengikut-pengikutnya yang teguh imannya.

Keimanan:

Al Qur’an bukanlah sihir
Allah mengatur alam semesta dari Arasy-Nya
syafa’at hanyalah dengan izin Allah
Wali-wali Allah
wahyu Allah yang menerangkan yang ghaib kepada manusia
Allah menyaksikan dan mengamat-amati perbuatan hamba­ harnba-Nya di dunia
Allah tidak mempunyai Anak.

Hukum:

Menentukan perhitungan tahun dan waktu dengan perjalanan matahari dan bulan
hukum mengada-adakan sesuatu terhadap Allah dan mendustakan ayat-ayat-Nya.

Kisah:

Kisah Nabi Nuh a.s.dengan kaumnya
Nabi Musa dengan Fir’aun dan tukang-tukang sihir
kisah Bani lsrail setelah ke luar dari negeri Mesir
Nabi Yunus a.s. dengan kaumnya.

Lain-lain:

Manusia ingat kepada Allah di waktu kesukaran dan lupa di waktu senang
keadaan orang-orang baik dan orang-orang jahat di hari kiamat
Al Qur’an tidak dapat ditandingi
rasul hanya menyampaikan risalah.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Yunus (10) ayat 26 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Yunus (10) ayat 26 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Yunus (10) ayat 26 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Q.S. Yunus (10) ayat 25-30 - Andi Dalifa (Bahasa Indonesia)
Q.S. Yunus (10) ayat 25-30 - Andi Dalifa (Bahasa Arab)

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Yunus - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 109 & Terjemahan


Gambar



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Baqarah

Surah Yunus (Arab: ينوس , Yūnus, "Nabi Yunus") adalah surah ke-10 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 109 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah kecuali ayat 40, 94, 95, yang diturunkan pada di Madinah.

Nomor Surah10
Nama SurahYunus
Arabيونس
ArtiNabi Yunus
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu51
JuzJuz 11 (ayat 1-109)
Jumlah ruku'11 ruku'
Jumlah ayat109
Jumlah kata1844
Jumlah huruf7593
Surah sebelumnyaSurah At-Taubah
Surah selanjutnyaSurah Hud
4.7
Ratingmu: 4.7 (11 orang)
Sending

✅ URL singkat halaman ini: https://risalahmuslim.id/10-26







Pembahasan ▪ kedudukan kata dalam kalimat bahasa arab pada surah yunus ayat 26

Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  







Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta