Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Yunus

Yunus (Nabi Yunus) surah 10 ayat 22


ہُوَ الَّذِیۡ یُسَیِّرُکُمۡ فِی الۡبَرِّ وَ الۡبَحۡرِ ؕ حَتّٰۤی اِذَا کُنۡتُمۡ فِی الۡفُلۡکِ ۚ وَ جَرَیۡنَ بِہِمۡ بِرِیۡحٍ طَیِّبَۃٍ وَّ فَرِحُوۡا بِہَا جَآءَتۡہَا رِیۡحٌ عَاصِفٌ وَّ جَآءَہُمُ الۡمَوۡجُ مِنۡ کُلِّ مَکَانٍ وَّ ظَنُّوۡۤا اَنَّہُمۡ اُحِیۡطَ بِہِمۡ ۙ دَعَوُا اللّٰہَ مُخۡلِصِیۡنَ لَہُ الدِّیۡنَ ۬ۚ لَئِنۡ اَنۡجَیۡتَنَا مِنۡ ہٰذِہٖ لَنَکُوۡنَنَّ مِنَ الشّٰکِرِیۡنَ
Huwal-ladzii yusai-yirukum fiil barri wal bahri hatta idzaa kuntum fiil fulki wajaraina bihim biriihin thai-yibatin wafarihuu bihaa jaa-athaa riihun ‘aashifun wajaa-ahumul mauju min kulli makaanin wazhannuu annahum uhiitha bihim da’awuullaha mukhlishiina lahuddiina la-in anjaitanaa min hadzihi lanakuunanna minasy-syaakiriin(a);

Dialah Tuhan yang menjadikan kamu dapat berjalan di daratan, (berlayar) di lautan.
Sehingga apabila kamu berada di dalam bahtera, dan meluncurlah bahtera itu membawa orang-orang yang ada di dalamnya dengan tiupan angin yang baik, dan mereka bergembira karenanya, datanglah angin badai, dan (apabila) gelombang dari segenap penjuru menimpanya, dan mereka yakin bahwa mereka telah terkepung (bahaya), maka mereka berdoa kepada Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya semata-mata.
(Mereka berkata):
“Sesungguhnya jika Engkau menyelamatkan kami dari bahaya ini, pastilah kami akan termasuk orang-orang yang bersyukur”.
―QS. 10:22
Topik ▪ Waktu diterimanya taubat
10:22, 10 22, 10-22, Yunus 22, Yunus 22, Yunus 22
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Yunus (10) : 22. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini, Allah menunjukkan kemampuan, kekuasaan, dan anugerah-Nya kepada manusia seraya berfirman,

"Dialah Allah yang telah memberikan kepadamu (manusia) kesanggupan berjalan di darat, berlayar di lautan, dan terbang di udara dengan memberikan kepadamu kesempatan untuk mempergunakan beraneka macam sarana seperti bintang, kapal, dan sebagainya.
Dengan alat angkutan tersebut kamu dapat mencapai berbagai keinginanmu dan untuk bersenang-senang."

Dengan kesanggupan dan kemampuan yang diberikan-Nya itu, manusia diuji dan dicoba oleh Allah, sehingga nampak jelas watak dan tabiatnya, yang diibaratkan Allah sebagai berikut: dengan kesanggupan yang diberikan-Nya itu, manusia membuat sebuah bahtera yang dapat mengarungi samudera luas.
Tatkala mereka telah berada dalam bahtera itu dan ia berlayar membawa mereka dengan bantuan hembusan angin yang baik dan ombak yang tenang, mereka pun bergembira.
Tiba-tiba datanglah angin badai yang kencang dan ombak yang menghempas dari segenap penjuru, sehingga timbullah kecemasan dan ketakutan dalam hati mereka.
Mereka merasa tidak akan dapat lagi melihat matahari yang akan terbit pada esok harinya karena hempasan ombaknya yang dahsyat.
Karena itu mereka pun berdoa kepada Allah seraya merendahkan diri dengan penuh keikhlasan, sambil menyesali perbuatan yang pernah mereka lakukan, agar Allah melepaskan mereka dari gulungan ombak yang maha dahsyat itu, mereka mengucapkan, "Wahai Tuhan kami, sesungguhnya jika engkau lepaskan kami dari malapetaka yang akan menimpa kami, tentulah kami menjadi orang-orang yang mensyukuri nikmat yang telah Engkau berikan."

Yunus (10) ayat 22 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Yunus (10) ayat 22 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Yunus (10) ayat 22 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Allah, yang kalian ingkari nikmat-Nya dan kalian dustakan ayat-ayat-Nya, adalah yang menjadikan kalian mampu berjalan di daratan--baik dengan berjalan kaki maupun berkendaraan--dan di lautan dengan bahtera yang berlayar di atas air, dengan kekuatan angin yang disediakan bagi mereka dan mendorongnya dengan selamat sampai ke tujuan.
Hingga apabila kalian merasa tenang dan gembira dengannya, datanglah badai yang membawa gelombang dari segenap penjuru.
Kalian merasa yakin bahwa kebinasaan akan segera datang dengan pasti.
Dalam kesulitan ini, kalian tidak mendapatkan pelindung kecuali Allah, sehingga kalian berdoa kepada-Nya dengan ikhlas dan penuh keyakinan bahwa tidak ada seorang penolong pun selain Allah.
Kalian berjanji akan beriman kepada Allah dan menjadi golongan orang yang bersyukur apabila Dia menolong kalian dari bencana ini.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dialah Tuhan yang menjadikan kalian dapat berjalan) menurut suatu qiraat yansyurukum bukannya yusayyirukum (di daratan, berlayar di laut.
Sehingga apabila kalian berada di dalam bahtera) di dalam perahu-perahu (dan meluncurlah bahtera itu membawa orang-orang yang di dalamnya) di dalam lafal ini terkandung pengertian iltifat dari mukhathab menjadi ghaib (dengan tiupan angin yang baik) angin yang lembut (dan mereka bergembira karenanya, datanglah angin badai) angin yang kencang tiupannya dan dapat menghancurkan segala sesuatu yang dilandanya (dan gelombang dari segenap penjuru menimpanya, dan mereka yakin bahwa mereka telah dikepung bahaya) mereka pasti binasa (maka mereka berdoa kepada Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya semata-mata) yakni berseru ("Sesungguhnya jika) huruf lam di sini bermakna qasam atau sumpah (Engkau menyelamatkan kami dari bahaya ini) dari malapetaka ini (pastilah kami termasuk orang-orang yang bersyukur.") yaitu akan menjadi orang-orang yang mentauhidkan Allah.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Dia-lah Rabb yang menjadikan kalian (manusia) dapat berjalan di daratan dengan menggunakan tunggangan dan sejenisnya, dan di lautan dengan menggunakan perahu, sehingga apabila kalian ada didalam perahu yang melaju dihembus angin yang baik, para penumpang perahu itu merasa senang karenanya.
Kemudian datanglah badai menghadang perahu dan gelombang pasang dari segenap penjuru.
Mereka yakin bahwa mereka pasti celaka.
Mereka pun berdoa kepada Allah dengan segenap keikhlasan dan meninggalkan sesembahan mereka.
Mereka berkata :
Jika Engkau menyelamatkan kami dari bahaya ini, niscaya kami termasuk orang-orang yang bersyukur atas nikmat-nikmat-Mu.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta'ala.:

Dialah Tuhan yang menjadikan kalian dapat berjalan di daratan dan (berlayar) di lautan.

Artinya.
Dia menjaga dan memelihara kalian.

Sehingga apabila kalian berada di dalam bahtera, dan meluncurlah bahtera itu membawa orang-orang yang ada di dalamnya dengan tiupan angin yang baik, dan mereka bergembira karenanya.

Yakni bahtera itu berlayar dengan cepat membawa mereka, dan ketika mereka dalam keadaan demikian tiba-tiba:

...datanglah angin badai menerpanya.

Bahtera itu ditimpa oleh angin yang sangat keras:

...dan gelombang dari segenap penjuru menghantamnya

Laut menggulung mereka dan mengombang-ambingkan bahteranya.

...dan mereka yakin bahwa mereka telah terkepung (bahaya).

Yakni mereka merasa dirinya pasti binasa.

...maka mereka berdoa kepada Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya semata-mata.

Maksudnya, dalam seruannya kepada Allah mereka tidak menyertakan suatu berhala atau suatu sekutu pun, bahkan mereka mengesakan-Nya dan menujukan doa serta ibtihal mereka hanya kepada Allah, seperti yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Dan apabila kalian ditimpa bahaya di lautan, niscaya hilanglah siapa yang kalian seru, kecuali Dia: maka tatkala Dia menyelamatkan kalian ke daratan, kalian berpaling.
Dan manusia itu adalah selalu tidak berterima kasih.
(Al Israa':67)

Dan dalam surat ini disebutkan oleh firman-Nya:

maka mereka berdoa kepada Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya semata-mata.
(Mereka berkata), "Sesungguhnya jika Engkau menyelamatkan kami dari bahaya ini, pastilah kami akan termasuk orang-orang yang bersyukur."

Yakni kami tidak akan menyekutukan-Mu dengan seseorang pun, dan kami benar-benar akan mengesakan Engkau dalam beribadah nanti, sebagaimana kami sekarang mengesakan Engkau dalam doa kami di sini.

Kata Pilihan Dalam Surah Yunus (10) Ayat 22

DIIN
لدِّين

Lafaz diin adalah ism mufrad dan jamaknya adalah adyan.

Ibnu Faris berkata,
"Ia adalah jenis dan bentuk dari ketaatan dan kehinaan, dipinjam untuk menunjuk­kan makna syari'at. Oleh karena itu, Al Kafawi memberikannya makna al qadaa' (hukum dan syariat), balasan dan keadaan."

Ad diin juga mengandung makna agama, nama semua perantara untuk me­nyembah Allah, mazhab, perjalanan, adat, situasi, paksaan, mengalahkan, Islam, ber­iktikad dengan hati, diucapkan dengan lisan dan diamalkan dengan anggota tubuh dan sebagainya.

Lafaz diin disebut 62 kali di dalam Al Qur'an yaitu dalam surah:
-Al Faatihah (1), ayat 4;
-Al Baqarah (2), ayat 132, 193, 256;
-Ali Imran (3), ayat 19, 83;
-An Nisaa (4), ayat 46;
-Al A'raaf (7), ayat 29;
-Al Anfaal (8), ayat 39, 72;
-At Taubah (9), ayat 11, 29, 33 (dua kali), 36, 122;
-Yunus (10), ayat 22, 105;
-Yusuf (12), ayat 40, 76;
-Al Hijr (15), ayat 35;
-Al Nahl (16), ayat 52;
-Al Hajj (22), ayat 78;
-An Nuur (24), ayat 2;
-Asy Syu'araa (26), ayat 82;
-Al Ankabut (29), ayat 65;
-Ar Rum (30), ayat 30 (dua kali), 43;
-Luqman (31), ayat 32;
-Al­ Ahzab (33), ayat 5;
-Ash Shaffaat (37), ayat 20;
-Shad (38), ayat 78;
-Az Zumar (39), ayat 2, 3, 11;
-Al Mu'min (40), ayat 14;
-Asy Syuura (42), ayat 13 (dua kali), 21;
-Al Fath (48), ayat 28 (dua kali);
-Adz Dzaariyaat (51), ayat 6, 12;
-Al Waaqi'ah (56), ayat 56;
-Al Mumtahanah (60), ayat 8, 9;
-Ash Shaff (61), ayat 9 (dua kali);
-Al Ma'aarij (70), ayat 26;
-Al Muddatstsir (74), ayat 46;
-Al Infihtaar (82), ayat 9, 15, 17, 18;
-Al Muthaffifiin (83), ayat 11;
-At Tiin (95), ayat 7;
-Al Bayyinah (98), ayat 5 (dua kali);
-Al Ma'un (107), ayat 1;
-An Nashr (110), ayat 2.

Lafaz diin secara bersendirian disebut se­banyak lima kali yaitu dalam surah:
-Al Kaafiruun (109), ayat 6;
-Ali Imran (3), ayat 85;
-An Nisaa (4), ayat 125;
-Al Maa'idah (5), ayat 3;
-Al An'aam (6), ayat 161.

Lafaz diinukum disebut sebanyak 11 kali yaitu dalam surah:
-Al Baqarah (2), ayat 217;
-Ali Imran (3), ayat 73;
-An Nisaa (4), ayat 171;
-Al Maa'idah (5), ayat 3 (dua kali), 57, 77;
-At Taubah (9), ayat 12;
-Al Mu'min (40), ayat 26;
-Al Hujurat (49), ayat 16;
-Al Kaafiruun (109), ayat 6.

Lafaz diinihi disebut dua kali, yaitu dalam surah:
-Al Baqarah (2), ayat 217;
-Al­ Maa'idah (5), ayat 54.

Lafaz diinihim disebut sepuluh kali yaitu dalam surah:
-Ali Imran (3), ayat 24;
-An­ Nisaa (4), ayat 146;
-Al An'aam (6), ayat 70, 137, 159;
-Al A'raaf (7), ayat 51;
-Al Anfaal (8), ayat 49;
-An Nuur (24), ayat 25, 55, 32

Lafaz diini disebut satu kali yaitu dalam surah Yunus (10), ayat 104.

Lafaz ad diin di dalam Al Qur'an me­ngandung beberapa makna:

1. Ad diin bermakna hari penghisaban dan pembalasan (Al jaza') seperti yang terdapat dalam surah:
-Al Fatihah (1), ayat 4;
-Al Hijr (15), ayat 35;
-Asy Syu'araa (26), ayat 82;
-Ash Shaffaat (37), ayat 20;
-Shad (38), ayat 78;
-Adz Dzaariyaat (51), ayat 6, 12;
-Al Waaqi'ah (56), ayat 56;
-Al Ma'aarij (70), ayat 26;
-Al Muddatstsir (74), ayat 46;
-Al Infithaar (82), ayat 9, 15, 17, 18;
-Al Muthaffifiin (83), ayat 11.

Ibnu Qutaibah berkata,
Yaumad diin adalah yaumal­ qiyaamah (hari kiamat). Ia dinamakan demikian karena hari itu adalah hari pembalasan dan penghisaban seperti ungkapan perumpamaan "kamaa tadiinu tudaanu" maksudnya sebagaimana engkau berbuat engkau akan dibalas dengannya".

Ibnu Abbas, Ibnu Mas'ud, Ibnu Juraij, Qatadah dan diriwayatkan dari Nabi, ad diin bermakna pembalasan terhadap amalan-amalan dan penghisabannya.
Allah berfirman,

يَوْمَئِذٍ يُوَفِّيهِمُ ٱللَّهُ دِينَهُمُ ٱلْحَقَّ وَيَعْلَمُونَ

Maksudnya, diinahum dalam ayat ini adalah hisaabahum (penghisaban mereka).

2. Ad din bermakna hukum dan syar'iat seperti yang terdapat dalam surah An Nuur (24), ayat 2. Lafaz ini dihubungkan dengan lafaz Allah atau diinullah.

Al Fairuz ber­kata, "Ia bermaksud hukum dan syari'at Allah."

Mujahid berkata,
"Ia bermaksud melaksanakan hudud."

Ibnu Katsir berkata,
"Ia bermaksud hukum dan syari'at Allah."

3. Ad diin dalam surah Yusuf me­ngandung beberapa makna karena ia dihubungkan dengan lafaz al­ malik atau diin al malik yaitu:

- Ibnu Abbas dan Ad Dahhak memberi­kannya maksud "Sultan Al Malik" (ke­kuasaan raja).

- Qatadah, Muhammad bin Ka'ab Al­ Qurazi, Mannar, As Suddi memberikan­nya maksud keputusan dan hukum raja.

- At Tabari berkata,
"Keseluruhan makna diatas saling berdekatan karena barang siapa yang mengambil sebahagian dari kekuasaan raja, maka ia me­laksanakan apa yang diperintah dan ia ridha terhadap pelaksanaannya itu selagi tidak melaksanakan diluar dari apa yang diperintahkan. Hal itu menjadi hukum keatasnya dan hukum atasnya adalah pelaksanaan dan keputusannya.

- Al Fairuz berkata,
"Diin al malik ber­makna politik dan kebijaksanaan raja."

Ad diin bermakna agama-agama selain agama Islam seperti yang di­ sebutkan dalam surah:
-Al Baqarah (2), ayat 193;
-Al Anfaal (8), ayat 39;
-At Taubah (9), ayat 33;
-Al­ Fath (48), ayat 28;
-Ash Shaff (61), ayat 9.

Ibnu Katsir menjelaskan ayat wa yakunad diinu lillaah atau wa yakunad diinu kullahuu lillaah bermakna, "Sehingga agama Allah menang dan tinggi dari semua agama."

Ibnu Abbas berkata,
"Sehingga semuanya mentauhidkan Allah dengan ikhlas."

Al Hasan, Qatadah dan Ibn Juraij ber­kata: "Sehingga semuanya mengata­kan Laa Ilaha Illalllah".

Muhammad bin Ishaq berkata,
"Sehingga men­tauhidkan Allah dengan ikhlas, tiada di dalamnya kesyirikan dan men­cabut segala macam tuhan-tuhan." Seperti dalam hadits shahih dari Rasulullah dimana beliau bersabda, "Sesungguhnya Allah menghimpun­kan bagiku bumi dari timur dan barat dan raja dari umatku akan menyampaikan (menghimpun­kan) apa yang diberikan kepadaku dari Nya.

4. Ad diin bermakna ketauhidan, syahadah, mazhab, jalan yang lurus dan semuanya terhimpun dalam agama Islam. Sebagaimana yang ter­dapat dalam kebanyakan makna bagi lafaz ad din dan ia diungkapkan dengan lafaz:

a) Ad dinul qayyim, terdapat dalam surah Al Rum (30), ayat 30.

Dalam Tafsir Al Jalalain, ia bermakna agama yang lurus yaitu mentauhidkan Allah.

Asy Syawkani berpendapat, ia ber­makna agama yang menyuruh men­dirikan segala perintah karena Allah atau berpegang dengan fitrah.

b) Diinul haq, terdapat dalam surah At­ Taubah (9), ayat 33, Al Fath (48), ayat 28 dan sebagainya.

Dalam Tafsir Al­ Maraghi ia bermaksud cahaya Allah yaitu agama Islam.

c) Diinul qayyimah, terdapat dalam surah Al Bayyinah (98), ayat 4.

Dalam Tafsir Al Azhar bermaksud menyembah Allah, ikhlas beribadah, cenderung berbuat baik, shalat dan zakat. Itulah inti agama yang di­bawa oleh para nabi.

Al Fairuz ber­kata, "Ia bermakna agama yang lurus yaitu agama Islam.

d) Ad diinul khaalish, terdapat dalam surah Az Zumar (39), ayat 3.

Qatadah berkata,
"Ia bermaksud syahadah yaitu tidak diterima sesuatu amalan sehingga yang beramal itu ikhlas dalam amalannya bagi Allah dan tidak menyekutukan Nya."

Sumber : Kamus Al Qur'an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:226-229

Informasi Surah Yunus (يونس)
Surat Yunus terdiri atas 109 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah kecuali ayat 40, 94, 95.
yang diturunkan pada masa Nabi Muhammad ﷺ berada di Madinah.
Surat ini dinamai "surat Yunus" karena dalam surat ini terutama ditampilkan kisah Nabi Yunus 'alaihis salam dan pengikut-pengikutnya yang teguh imannya.

Keimanan:

Al Qur'an bukanlah sihir
Allah mengatur alam semesta dari Arasy-Nya
syafa'at hanyalah dengan izin Allah
Wali-wali Allah
wahyu Allah yang menerangkan yang ghaib kepada manusia
Allah menyaksikan dan mengamat-amati perbuatan hamba­ harnba-Nya di dunia
Allah tidak mempunyai Anak.

Hukum:

Menentukan perhitungan tahun dan waktu dengan perjalanan matahari dan bulan
hukum mengada-adakan sesuatu terhadap Allah dan mendustakan ayat-ayat-Nya.

Kisah:

Kisah Nabi Nuh a.s.dengan kaumnya
Nabi Musa dengan Fir'aun dan tukang-tukang sihir
kisah Bani lsrail setelah ke luar dari negeri Mesir
Nabi Yunus a.s. dengan kaumnya.

Lain-lain:

Manusia ingat kepada Allah di waktu kesukaran dan lupa di waktu senang
keadaan orang-orang baik dan orang-orang jahat di hari kiamat
Al Qur'an tidak dapat ditandingi
rasul hanya menyampaikan risalah.


Gambar Kutipan Surah Yunus Ayat 22 *beta

Surah Yunus Ayat 22



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Yunus

Surah Yunus (Arab: ينوس , Yūnus, "Nabi Yunus") adalah surah ke-10 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 109 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah kecuali ayat 40, 94, 95, yang diturunkan pada di Madinah.

Nomor Surah 10
Nama Surah Yunus
Arab يونس
Arti Nabi Yunus
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 51
Juz Juz 11 (ayat 1-109)
Jumlah ruku' 11 ruku'
Jumlah ayat 109
Jumlah kata 1844
Jumlah huruf 7593
Surah sebelumnya Surah At-Taubah
Surah selanjutnya Surah Hud
4.9
Rating Pembaca: 4.3 (21 votes)
Sending







✔ surat Yunus 22 dikaitkan dengan hukum Archimedes, tafsir al misbah surat yunus ayat 22

Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku