QS. Yunus (Nabi Yunus) – surah 10 ayat 21 [QS. 10:21]

وَ اِذَاۤ اَذَقۡنَا النَّاسَ رَحۡمَۃً مِّنۡۢ بَعۡدِ ضَرَّآءَ مَسَّتۡہُمۡ اِذَا لَہُمۡ مَّکۡرٌ فِیۡۤ اٰیَاتِنَا ؕ قُلِ اللّٰہُ اَسۡرَعُ مَکۡرًا ؕ اِنَّ رُسُلَنَا یَکۡتُبُوۡنَ مَا تَمۡکُرُوۡنَ
Wa-idzaa adzaqnaannaasa rahmatan min ba’di dharraa-a massathum idzaa lahum makrun fii aayaatinaa qulillahu asra’u makran inna rusulanaa yaktubuuna maa tamkuruun(a);

Dan apabila Kami merasakan kepada manusia suatu rahmat, sesudah (datangnya) bahaya menimpa mereka, tiba-tiba mereka mempunyai tipu daya dalam (menentang) tanda-tanda kekuasaan Kami.
Katakanlah:
“Allah lebih cepat pembalasannya (atas tipu daya itu)”.
Sesungguhnya malaikat-malaikat Kami menuliskan tipu dayamu.
―QS. 10:21
Topik ▪ Malaikat ▪ Tugas-tugas malaikat ▪ Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin
10:21, 10 21, 10-21, Yunus 21, Yunus 21, Yunus 21

Tafsir surah Yunus (10) ayat 21

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Yunus (10) : 21. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini menerangkan sifat-sifat orang-orang kafir pada umumnya dan sifat-sifat orang musyrik pada khususnya, bahwa bila Allah memberikan suatu kelapangan kepada mereka setelah menderita suatu kesukaran, kebahagiaan sesudah mereka sengsara, mereka tidak mengakui bahwa kelapangan dan kebahagiaan itu datangnya dari Allah, mereka tidak mensyukuri-Nya.

Apabila datang rahmat Allah kepadanya berupa hujan yang diturunkan dari langit, menumbuhkan tanam-tanaman, menghidupkan binatang ternak, mereka menyatakan bahwa itu adalah berkat berhala dan sembahan-sembahan mereka atau mereka mengatakan bahwa hujan itu turunnya secara kebetulan saja, karena musim hujan telah tiba.
Jika mereka ditimpa kesukaran, kemudian kesukaran itu hilang maka mereka mengatakan bahwa kesukaran itu hilang semata-mata karena mereka sendiri adalah orang-orang yang pandai menghilangkan kesukaran dan termasuk orang-orang yang bernasib baik.
Hal yang seperti ini telah dilakukan oleh Firaun dan kaumnya pada setiap mereka menerima azab Tuhan dan pada setiap mereka terlepas dari azab itu.
Demikian pula telah dilakukan oleh orang-orang musyrik Mekah terhadap Nabi Muhammad ﷺ.
dan pengikut-pengikutnya.

Diriwayatkan bahwa tatkala orang-orang Quraisy telah menyakiti Rasul sampai melampaui batas, Rasulullah ﷺ mendoakan kepada Allah agar orang musyrik ditimpakan azab berupa tahun kemarau seperti tahun kemarau yang terjadi pada Nabi Yusuf ‘alaihis salam Maka mereka pun ditimpa musim kemarau yang sangat hingga mereka terpaksa memakan tulang dan bangkai sehingga penglihatan mereka berkunang-kunang dan berasap sebagai dilukiskan Allah dalam surat Dukhan ayat 10.
Maka datanglah Abu Sufyan, pemimpin Quraisy kepada Muhammad ﷺ., ia berkata: “Ya Muhammad, sesungguhnya engkau memerintahkan kepada kami mengadakan hubungan silaturahmi, dan sesungguhnya kaummu telah binasa, maka mohonkanlah kepada Allah agar mereka dilepaskan dari kesulitan itu.” Maka Rasulullah berdoa kepada Allah, lalu hilanglah kesulitan dan malapetaka itu dan turunlah hujan.
(H.R. Bukhari dan Muslim dari Abdullah ibnu Mas’ud) Maka kemudian mereka pun kembali mengingkari Rasulullah dan memusuhinya.

Karena sikap mereka yang demikian itu, maka Allah memerintahkan kepada Rasulullah ﷺ menyampaikan peringatan kepada orang-orang musyrik itu: “Katakanlah kepada mereka hai Muhammad, bahwasanya Allah lebih cepat siksa-Nya dari tipu daya mereka, Allah telah menyiapkan azab-Nya yang akan ditimpakan kepada mereka sebelum mereka sempat mengatur siasat tipu daya untuk menghancurkan Islam dan kaum Muslimin.
Semua amalan manusia baik dan buruk akan dicatat oleh malaikat Hafazah yang telah ditugaskan Allah.
Tidak ada satu pun yang tidak dituliskannya dan perbuatan manusia baik yang kecil maupun yang besar.
Kemudian di akhirat nanti, tiap-tiap manusia akan memperoleh balasan segala perbuatannya itu.
Perbuatan buruk dibalas dengan siksa neraka, sedang perbuatan baik dibalas dengan pahala yang berlipat ganda.

Ayat ini mengisyaratkan bahwa semua pembicaraan manusia dicatat oleh malaikat Hafazah, dan adanya malaikat Hafazah itu ditegaskan oleh ayat ini.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Di antara tabiat manusia adalah bahwa apabila Kami memberikan nikmat kepada mereka–setelah diri, keluarga dan harta mereka tertimpa kesusahan–mereka tidak mensyukuri Allah atas nikmat yang diberikan kepada mereka setelah kesusahan itu dihilangkan.
Bahkan sebaliknya, mereka membalasnya dengan terus mendustakan dan menentang bukti-bukti kekuasaan Allah.
Katakanlah, wahai Rasulullah, “Kalau bukan karena ketetapan Allah yang terdahulu untuk menangguhkan kalian sampai waktu yang Dia ketahui, sesungguhnya Allah Mahakuasa untuk membinasakan dan mempercepat siksa kalian.
Sesungguhnya Rasul- rasul Kami dari jenis malaikat yang Kami sertakan bersama kalaian mencatat tipu daya kalian dan Dia akan menghisab dan mengganjar kalian.”

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan apabila Kami merasakan kepada manusia) kepada orang-orang kafir Mekah (suatu rahmat) berupa hujan dan kesuburan (sesudah datangnya bahaya) kesengsaraan dan kekeringan (menimpa mereka, tiba-tiba mereka mempunyai tipu daya dalam menentang tanda-tanda kekuasaan Kami) dengan memperolok-olokkannya dan mendustakannya.

(Katakanlah,) kepada mereka (“Allah lebih cepat dalam membuat tipu daya”) sebagai pembalasan dari-Nya.

(Sesungguhnya utusan-utusan Kami) yaitu para malaikat (menuliskan tipu daya kalian) lafal tamkuruuna dapat dibaca dengan memakai huruf ta sehingga menjadi tamkuruuna, dapat pula dibaca dengan huruf ya sehingga bacaannya menjadi yamkuruuna.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Dan apabila Kami memberikan kemudahan, jalan keluar, dan kelapangan kepada orang-orang musyrik setelah mereka ditmpa kesusahan dan kesempitan, mereka mendustakannya dan mengolok-olok ayat-ayat Allah.
Katakanlah (wahai Rasul) kepada orang-orang musyrik yang mengolok-olok itu :
Sesungguhnya tipu daya Allah dan pembalasan-Nya (atas tipu daya kalian) lebih cepat.
Sesungguhnya Kami mengutus para malaikat kepada kalian untuk menuliskan tipu daya yang kalian lakukan terhadap ayat-ayat Kami, kemudian Kami akan membalasnya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala.
memberitahukan bahwa apabila manusia beroleh rahmat sesudah bencana menimpa mereka, misalnya kemakmuran sesudah paceklik, kesuburan sesudah tandus, dan hujan sesudah kekeringan, serta lain sebagainya:

…tiba-tiba mereka mempunyai tipu daya dalam (menentang) tanda-tanda kekuasaan Kami.

Mujahid mengatakan, yang dimaksud dengan tipu daya di sini ialah mengejek dan mendustakan ayat-ayat Allah.
Ayat ini semakna dengan ayat lain yang disebutkan melalui firman-Nya:

Dan apabila manusia ditimpa bahaya, dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk, ataupun berdiri.
(Q.S. Yunus [10]: 12).
hingga akhir ayat.

Di dalam sebuah hadis sahih disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ salat Subuh bersama mereka sesudah turun hujan pada malam harinya, kemudian beliau ﷺ bersabda, “Tahukah kalian apa yang telah dikatakan oleh Tuhan kalian tadi malam?”
Mereka menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.” Rasulullah ﷺ bersabda:

Allah berfirman: “Pagi hari ini di antara hamba-hamba-Ku ada yang beriman kepada-Ku dan ada yang kafir.
Adapun orang yang mengatakan, “Kami diberi hujan berkat kemurahan dan rahmat Allah, ” maka dia adalah orang yang beriman kepada-Ku dan kafir kepada bintang-bintang (yang menandai akan turunnya hujan).
Adapun orang yang mengatakan, “Kami diberi hujan oleh bintang anu dan bintang anu, ” maka dia adalah orang yang kafir terhadap­Ku dan beriman kepada bintang-bintang.”

Firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

Katakanlah, “Allah lebih cepat pembalasannya (atas tipu daya itu).”

Yakni lebih licin dalam memberikan istidraj dan penangguhan-Nya, sehingga orang berdosa -yang bersangkutan- menduga bahwa dirinya tidak akan diazab, melainkan masih diberi masa tangguh, kemudian Allah mengazabnya di saat ia sedang lalai.
Para malaikat pencatat amal perbuatan telah mencatat semua yang dikerjakannya secara rinci, lalu mereka menyerahkannya kepada Tuhan Yang mengetahui semua yang gaib dan yang nyata.
Maka Dia memberikan pembalasan-Nya kepada orang yang bersangkutan atas semua amal perbuatannya, baik yang besar maupun yang kecil tanpa ada yang kelewat.


Informasi Surah Yunus (يونس)
Surat Yunus terdiri atas 109 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah kecuali ayat 40, 94, 95.
yang diturunkan pada masa Nabi Muhammad ﷺ berada di Madinah.
Surat ini dinamai “surat Yunus” karena dalam surat ini terutama ditampilkan kisah Nabi Yunus ‘alaihis salam dan pengikut-pengikutnya yang teguh imannya.

Keimanan:

Al Qur’an bukanlah sihir
Allah mengatur alam semesta dari Arasy-Nya
syafa’at hanyalah dengan izin Allah
Wali-wali Allah
wahyu Allah yang menerangkan yang ghaib kepada manusia
Allah menyaksikan dan mengamat-amati perbuatan hamba­ harnba-Nya di dunia
Allah tidak mempunyai Anak.

Hukum:

Menentukan perhitungan tahun dan waktu dengan perjalanan matahari dan bulan
hukum mengada-adakan sesuatu terhadap Allah dan mendustakan ayat-ayat-Nya.

Kisah:

Kisah Nabi Nuh a.s.dengan kaumnya
Nabi Musa dengan Fir’aun dan tukang-tukang sihir
kisah Bani lsrail setelah ke luar dari negeri Mesir
Nabi Yunus a.s. dengan kaumnya.

Lain-lain:

Manusia ingat kepada Allah di waktu kesukaran dan lupa di waktu senang
keadaan orang-orang baik dan orang-orang jahat di hari kiamat
Al Qur’an tidak dapat ditandingi
rasul hanya menyampaikan risalah.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Yunus (10) ayat 21 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Yunus (10) ayat 21 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Yunus (10) ayat 21 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Yunus - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 109 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 10:21
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Yunus.

Surah Yunus (Arab: ينوس , Yūnus, "Nabi Yunus") adalah surah ke-10 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 109 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah kecuali ayat 40, 94, 95, yang diturunkan pada di Madinah.

Nomor Surah 10
Nama Surah Yunus
Arab يونس
Arti Nabi Yunus
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 51
Juz Juz 11 (ayat 1-109)
Jumlah ruku' 11 ruku'
Jumlah ayat 109
Jumlah kata 1844
Jumlah huruf 7593
Surah sebelumnya Surah At-Taubah
Surah selanjutnya Surah Hud
4.8
Ratingmu: 4.2 (20 orang)
Sending







Pembahasan ▪ yunus 21-

Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim