Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Yunus

Yunus (Nabi Yunus) surah 10 ayat 2


اَکَانَ لِلنَّاسِ عَجَبًا اَنۡ اَوۡحَیۡنَاۤ اِلٰی رَجُلٍ مِّنۡہُمۡ اَنۡ اَنۡذِرِ النَّاسَ وَ بَشِّرِ الَّذِیۡنَ اٰمَنُوۡۤا اَنَّ لَہُمۡ قَدَمَ صِدۡقٍ عِنۡدَ رَبِّہِمۡ ؕؔ قَالَ الۡکٰفِرُوۡنَ اِنَّ ہٰذَا لَسٰحِرٌ مُّبِیۡنٌ
Akaana li-nnaasi ‘ajaban an auhainaa ila rajulin minhum an andzirinnaasa wabasy-syiril-ladziina aamanuu anna lahum qadama shidqin ‘inda rabbihim qaalal kaafiruuna inna hadzaa lasaahirun mubiinun;

Patutkah menjadi keheranan bagi manusia bahwa Kami mewahyukan kepada seorang laki-laki di antara mereka:
“Berilah peringatan kepada manusia dan gembirakanlah orang-orang beriman bahwa mereka mempunyai kedudukan yang tinggi di sisi Tuhan mereka”.
Orang-orang kafir berkata:
“Sesungguhnya orang ini (Muhammad) benar-benar adalah tukang sihir yang nyata”.
―QS. 10:2
Topik ▪ Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhirat
10:2, 10 2, 10-2, Yunus 2, Yunus 2, Yunus 2
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Yunus (10) : 2. Oleh Kementrian Agama RI

Sabab Nuzul: Ibnu Abbas menyatakan bahwa ketika Allah mengutus Muhammad sebagai rasul, orang-orang kafir mengingkarinya dengan mengatakan, "Allah jauh lebih mulia dari mengangkat manusia menjadi rasul-Nya, seperti Muhammad." Maka turunlah ayat ini.

Orang kafir Mekah khususnya dan semua orang kafir pada umumnya heran dan tercengang mengapa wahyu itu diturunkan kepada seorang manusia biasa seperti mereka bahkan kepada seorang yatim, tidak kepada seorang terpandang di antara mereka.
Allah menegaskan dengan ayat ini bahwa keheranan mereka itulah yang mengherankan.
Mengapa mereka tercengang bahwa Allah telah menurunkan kepada manusia biasa.
Mengenai siapa yang pantas dan yang sanggup menyampaikan agama Allah kepada seluruh manusia, hanyalah Allah sendirilah yang paling mengetahuinya.
Kekayaan, kekuasaan, kedudukan dan kepandaian semata belum tentu dapat dijadikan alasan untuk mengangkat seorang menjadi nabi dan rasul.

Sesungguhnya sikap mereka yang seperti ini terhadap rasul yang diutus Allah terdapat pula pada manusia-manusia yang terdahulu yang telah diutus para rasul kepada mereka sebagaimana tersebut dalam firman Allah subhanahu wa ta'ala:

Dan apakah kamu (tidak percaya) dan heran bahwa datang kepadamu peringatan dari Tuhanmu dengan perantaraan seorang laki-laki dari golonganmu agar dia memberi peringatan kepadamu dan mudah-mudahan kamu bertakwa dan supaya kamu mendapat rahmat.
(Q.S.
Al-A'raf: 63)

Sikap mereka yang demikian itu adalah karena rasa dengki yang telah terpendam dalam hati mereka, apapun bukti yang dikemukakan, mereka tidak akan beriman sehingga Allah menurunkan azab kepada mereka.
Allah berfirman:

Dan kalau Kami jadikan Rasul itu (dari) malaikat tentulah Kami jadikan dia berupa seorang laki-laki dan (jika Kami jadikan dia seorang laki-laki) Kami pun akan jadikan mereka tetap ragu sebagaimana kini mereka ragu.
Dan sungguh telah diperolok-olokkan beberapa rasul sebelum kamu, maka turunlah kepada orang-orang yang mencemoohkan di antara mereka balasan (azab) olok-olokkan mereka.

(Q.S.
Al-An'am: 9, 10)

Allah subhanahu wa ta'ala menerangkan tugas utama dari seorang laki-laki yang diberi-Nya wahyu dan yang diangkat menjadi rasul itu, yaitu:

1.
Memberikan peringatan kepada manusia supaya menerangkan kepada mereka tentang keesaan Allah, adanya hari kebangkitan dan hari pembalasan, adanya hukuman dari Allah subhanahu wa ta'ala bagi semua orang yang tidak mengikuti agama-Nya.
Menerangkan kepada manusia ketentuan-ketentuan, perintah-perintah dan larangan-larangan Allah dan sebagainya.

2.
Memberikan kabar gembira kepada orang-orang yang beriman yang mengikuti seruan Rasul, bahwa mereka memperoleh pahala yang besar dari Allah karena telah melakukan perbuatan-perbuatan yang benar dan terpuji.

Setelah orang-orang Arab melihat pengaruh Alquran yang amat besar pada jiwa dan hati orang-orang yang beriman serta kehidupan mereka, maka mereka mengatakan bahwa Muhammad ﷺ.
adalah seorang tukang sihir, dan Alquran itu mereka namakan sihir.
Mereka menamakan Alquran sihir karena mereka melihat kuatnya pengaruh Alquran pada hati orang-orang yang beriman, besar pengaruhnya pada tingkah laku dan perbuatannya, sehingga dapat memisahkan antara dua orang yang dahulunya bersaudara, antara seseorang dengan bapak, ibu, istri dan anak-anaknya.
Mereka itu, karena sangat cinta kepada Allah subhanahu wa ta'ala dan Rasul-Nya seolah-olah cinta kasih mereka berkurang kepada anak-anak, istri dan sebagainya.

Telah diketahui oleh orang-orang yang beriman bahwa Alquran itu bukan sihir, bukan sesuatu yang dapat dijadikan guna-guna, tetapi merupakan kumpulan dari petunjuk-petunjuk Allah, menerangkan hal-hal yang berhubungan dengan keimanan, pokok-pokok hukum, akhlak, perbuatan yang baik yang diridai Allah, cara-cara membersihkan jasmani dan rohani dari segala macam najis, berisi seruan kepada kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat.
Sedang Muhammad ﷺ.
itu adalah rasul Allah yang menyampaikan Alquran itu kepada manusia dan Alquran itu juga merupakan nikmat dan mukjizat baginya untuk menguatkan kerasulannya.

Karena kaum Muslimin sangat merasakan faedah dan petunjuk ayat-ayat Alquran bagi dirinya, dan kebenaran semua yang tersebut di dalamnya, maka mereka mengikuti dengan sepenuh hati, mengikuti semua petunjuknya yang berlainan dengan petunjuk kemusyrikan, mencontoh akhlak Nabi Muhammad ﷺ.
yang berbeda dengan akhlak nenek moyang mereka, mengikuti adat-kebiasaan Nabi yang berbeda dengan adat kebiasaan nenek moyang mereka, mereka lebih mencintai orang yang beriman dari orang lain, sekalipun orang lain itu adalah ibu bapaknya dan sebagainya.
Dengan demikian orang-orang kafir melihat seolah-olah yang beriman telah kena sihir oleh Muhammad ﷺ.
dan mereka menganggap Muhammad ﷺ.
sebagai tukang sihir.

Yunus (10) ayat 2 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Yunus (10) ayat 2 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Yunus (10) ayat 2 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Tidak patut bagi manusia untuk merasa heran dan mengingkari wahyu Kami yang Kami turunkan kepada salah seorang laki-laki di antara mereka (Muhammad), untuk memberi peringatan kepada mereka tentang azab Allah dan memberi kabar gembira kepada orang-orang Mukmin di antara mereka bahwa mereka disediakan kedudukan yang tinggi di sisi Tuhan.
Janji Allah tidak akan dipungkiri.
Dan tidak pantas bagi orang-orang yang ingkar itu untuk mengatakan bahwa Muhammad, Rasul Kami, adalah seorang tukang sihir yang benar-benar jelas keadaannya.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Patutkah manusia) artinya penduduk Mekah.
Istifham atau kata tanya di sini mengandung makna ingkar sedangkan jar dan majrurnya menjadi hal atau kata keterangan daripada firman selanjutnya (menjadi keheranan) lafal ini dibaca `ajaban menjadi khabar dari kaana, bila dibaca rafa` menjadi isim kaana.
Menurut pendapat yang masyhur adalah sebagai khabar daripada kaana.
(bahwa Kami mewahyukan) artinya pemberian wahyu Kami (kepada seorang lelaki di antara mereka) yaitu Nabi Muhammad ﷺ (yaitu) huruf an di sini menjadi penafsir dari lafal an auhainaa ("Berilah peringatan) peringatkanlah (kepada manusia) yakni orang-orang kafir akan adanya siksaan buat mereka (dan gembirakanlah orang-orang beriman bahwa) bahwasanya (mereka mempunyai kedudukan) pahala (yang tinggi di sisi Rabb mereka") dimaksud adalah pahala yang baik sebagai pembalasan dari amal-amal yang telah mereka lakukan.
(Orang-orang kafir berkata, "Sesungguhnya orang ini) yaitu Nabi Muhammad ﷺ (benar-benar adalah tukang sihir yang nyata.") jelas tukang sihir.
Menurut suatu qiraat lafal lasaahirun dibaca lasihrun, sedangkan musyar ilaihnya adalah Alquran yang dianggap mereka merupakan sihir.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Apakah mengherankan bagi manusia bahwa Kami mewahyukan al-Qur an kepada salah seorang di antara mereka yang mengingatkan akan siksa Allah dan memberikan kabar gembira kepada orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, bahwa mereka akan mrndapat balasan yang baik atas amal shalih yang mereka kerjakan?
Maka dari itu, tatkala Rasulullah صلی الله عليه وسلم membawa firman Allah dan membacakannya di hadapan mereka, orang-orang kafir berkata :
Sesungguhnya Muhammad adalah seorang penyihir.
Yang disampaikannya itu tidak lain adalah sihir yang jelas-jelas tidak benar.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta'ala.:

Patutkah menjadi keheranan bagi manusia., hingga akhir ayat.

Allah subhanahu wa ta'ala.
mengingkari sikap orang-orang kafir yang merasa heran terhadap para rasul karena para rasul itu dari kalangan manusia, seperti yang disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala.
dalam kisah-Nya mengenai umat-umat terdahulu melalui firman-Nya:

Apakah manusia yang akan memberi petunjuk kepada kami?
(Ath Taghabun:6)

Nabi Hud dan Nabi Saleh berkata kepada kaumnya masing-masing, seperti yang disebutkan oleh firman-Nya:

Dan apakah kalian (tidak percaya) dan heran bahwa datang kepada kalian peringatan dari Tuhan kalian dengan perantaraan seorang laki-laki dari golongan kalian.
(Al A'raf:63)

Allah subhanahu wa ta'ala.
pun berfirman menceritakan perihal orang-orang kafir Quraisy, bahwa mereka telah mengatakan:

Mengapa ia menjadikan tuhan-tuhan itu Tuhan Yang Maha Esa?
Sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang sangat meng­herankan.
(Shaad:5)

Ad-Dahhak telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa setelah Allah mengutus Nabi Muhammad ﷺ menjadi rasul, maka orang-orang Arab mengingkari hal tersebut, atau ada sebagian dari mereka yang mengingkarinya.
Lalu mereka berkata, "Mahabesar Allah, bila Dia mengutus Rasul-Nya seorang manusia seperti Muhammad ini." Ibnu Abbas melanjutkan kisahnya, bahwa lalu Allah subhanahu wa ta'ala.
menurunkan firman-Nya:

Patutkah menjadi keheranan bagi manusia..., hingga akhir ayat.

Mengenai firman Allah subhanahu wa ta'ala.:

...bahwa mereka mempunyai kedudukan yang tinggi di sisi Tuhan mereka.

Para ulama berselisih pendapat tentang takwil ayat ini.

Ali ibnu Abu Talhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan firman-Nya:

...gembirakanlah orang-orang beriman, bahwa mereka mempunyai kedudukan yang tinggi di sisi Tuhan mereka.
Bahwa dalam kitab terdahulu (Lauh Mahfuz) telah dituliskan bahwa mereka memperoleh kebahagiaan.

Al-Aufi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan firman-Nya:

...bahwa mereka mempunyai kedudukan yang tinggi di sisi Tuhan mereka.
Yakni pahala yang baik karena amal perbuatan yang telah mereka kerjakan.

Hal yang sama telah dikatakan oleh Ad-Dahhak, Ar-Rabi' ibnu Anas, dan Abdur Rahman ibnu Zaid ibnu Aslam.

Makna ayat ini sama dengan firman-Nya:

untuk memberi peringatan akan siksaan yang sangat pedih.
(Al Kahfi:2), hingga akhir ayat.

Mujahid telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:

...bahwa mereka mempunyai kedudukan yang tinggi di sisi Tuhan mereka.
Yakni amal-amal saleh, yaitu salat, puasa, sedekah, dan tasbih mereka.
Mujahid mengatakan bahwa Nabi Muhammad ﷺ memberikan syafaat kepada mereka.

Hal yang sama telah dikatakan oleh Zaid ibnu Aslam dan Muqatil ibnu Hayyan.
Qatadah mengatakan, makna ayat ialah kedudukan yang tinggi di sisi Tuhan mereka.

Ibnu Jarir memilih pendapat yang dikatakan oleh Mujahid, bahwa makna yang dimaksud ialah amal-amal saleh yang telah mereka kerjakan dan menjadi tabungan bagi mereka di sisi Tuhannya.
Perihalnya sama dengan kalimat yang mengatakan, "Qadamun fil Islam, " yakni mempunyai jasa dalam Islam.

Hissan ibnu Sabit telah mengatakan:

Kami mempunyai jasa yang besar kepadamu dan kami berbeda dengan para pendahulu kami berkat ketaatan (kami) kepada Allah, sebagai jasa berikutnya.

Zur Rummah dalam salah satu bait syairnya mengatakan:

Kalian mempunyai jasa yang besar yang tidak dilupakan oleh semua orang, bahwa jasa itu sekalipun dari yang berkedudukan biasa, keharumannya dapat menutupi laut.

Firman Allah subhanahu wa ta'ala.:

Orang-orang kafir berkata, "Sesungguhnya orang ini (Muhammad) benar-benar adalah tukang sihir yang nyata."

Dengan kata lain, sekalipun Kami telah mengutus kepada mereka seorang rasul dari kalangan mereka sendiri —yakni dari kaum mereka sendiri— untuk menyampaikan berita gembira dan memberi peringatan kepada mereka: orang-orang kafir berkata, "Sesungguhnya orang ini (Muhammad) benar-benar adalah tukang sihir yang nyata.” (Yunus:2) Mubin artinya jelas dan nyata, padahal mereka adalah orang-orang yang dusta dalam hal tersebut.

Asbabun Nuzul
Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Yunus (10) Ayat 2

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari adl-Dlahhak yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas bahwa ketika Allah mengutus Muhammad selaku Rasulullah, orang-orang Arab mengingkarinya seraya berkata: “Bagaimana mungkin Allah Yang Maha Agung mengutus manusia sebagai Rasul?” Ayat ini (Yunus: 2) turun berkenaan dengan peristiwa tersebut.
Demikian juga surahYusuf ayat 109 yang menegaskan bahwa bukan hanya Muhammad yang diutus sebagai Rasul, tapi ada pula Rasul-rasul lainnya.
Setelah Allah berulang-ulang memberi bukti-bukti kepada mereka, mereka berkata: “Sekiranya Allah mengutus manusia membawa risalah, maka ada dua orang yang lebih berhak menjadi rasul, dan bukan Muhammad sebagaimana dilukiskan dalam al-Qur’an (az-Zukhruf: 31).
Kedua orang itu adalah al-Walid bin al-Mughirah dari Mekah dan Mas’ud bin ‘Amr ats-Tsaqafi dari kota Tha-if, yang menurut mereka lebih mulia daripada Muhammad.
Sebagai bantahan atas ucapan mereka, Allah menurunkkan kelanjutan ayat tersebut.
(az-Zukhruf: 32)

Sumber : Asbabun Nuzul-K.H.Q.Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Informasi Surah Yunus (يونس)
Surat Yunus terdiri atas 109 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah kecuali ayat 40, 94, 95.
yang diturunkan pada masa Nabi Muhammad ﷺ berada di Madinah.
Surat ini dinamai "surat Yunus" karena dalam surat ini terutama ditampilkan kisah Nabi Yunus 'alaihis salam dan pengikut-pengikutnya yang teguh imannya.

Keimanan:

Al Qur'an bukanlah sihir
Allah mengatur alam semesta dari Arasy-Nya
syafa'at hanyalah dengan izin Allah
Wali-wali Allah
wahyu Allah yang menerangkan yang ghaib kepada manusia
Allah menyaksikan dan mengamat-amati perbuatan hamba­ harnba-Nya di dunia
Allah tidak mempunyai Anak.

Hukum:

Menentukan perhitungan tahun dan waktu dengan perjalanan matahari dan bulan
hukum mengada-adakan sesuatu terhadap Allah dan mendustakan ayat-ayat-Nya.

Kisah:

Kisah Nabi Nuh a.s.dengan kaumnya
Nabi Musa dengan Fir'aun dan tukang-tukang sihir
kisah Bani lsrail setelah ke luar dari negeri Mesir
Nabi Yunus a.s. dengan kaumnya.

Lain-lain:

Manusia ingat kepada Allah di waktu kesukaran dan lupa di waktu senang
keadaan orang-orang baik dan orang-orang jahat di hari kiamat
Al Qur'an tidak dapat ditandingi
rasul hanya menyampaikan risalah.


Gambar Kutipan Surah Yunus Ayat 2 *beta

Surah Yunus Ayat 2



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Yunus

Surah Yunus (Arab: ينوس , Yūnus, "Nabi Yunus") adalah surah ke-10 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 109 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah kecuali ayat 40, 94, 95, yang diturunkan pada di Madinah.

Nomor Surah10
Nama SurahYunus
Arabيونس
ArtiNabi Yunus
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu51
JuzJuz 11 (ayat 1-109)
Jumlah ruku'11 ruku'
Jumlah ayat109
Jumlah kata1844
Jumlah huruf7593
Surah sebelumnyaSurah At-Taubah
Surah selanjutnyaSurah Hud
4.7
Rating Pembaca: 4.7 (15 votes)
Sending







✔ ayat alquran qs 10