QS. Yunus (Nabi Yunus) – surah 10 ayat 19 [QS. 10:19]

وَ مَا کَانَ النَّاسُ اِلَّاۤ اُمَّۃً وَّاحِدَۃً فَاخۡتَلَفُوۡا ؕ وَ لَوۡ لَا کَلِمَۃٌ سَبَقَتۡ مِنۡ رَّبِّکَ لَقُضِیَ بَیۡنَہُمۡ فِیۡمَا فِیۡہِ یَخۡتَلِفُوۡنَ
Wamaa kaanannaasu ilaa ummatan waahidatan faakhtalafuu walaulaa kalimatun sabaqat min rabbika laqudhiya bainahum fiimaa fiihi yakhtalifuun(a);

Manusia dahulunya hanyalah satu umat, kemudian mereka berselisih.
Kalau tidaklah karena suatu ketetapan yang telah ada dari Tuhanmu dahulu, pastilah telah diberi keputusan di antara mereka, tentang apa yang mereka perselisihkan itu.
―QS. 10:19
Topik ▪ Fir’aun menyiksa Bani Israel
10:19, 10 19, 10-19, Yunus 19, Yunus 19, Yunus 19

Tafsir surah Yunus (10) ayat 19

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Yunus (10) : 19. Oleh Kementrian Agama RI

Yang dimaksud satu agama di sini ialah satu kepercayaan, yaitu percaya kepada Allah Yang Maha Esa, karena manusia waktu dilahirkan ke dunia telah menganut kepercayaan tauhid sebagai fitrah kejadiannya, seperti sabda Nabi Muhammad ﷺ.:

Tiap anak yang lahir itu dilahirkan dalam keadaan fitrah (murni), maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi atau Nasrani atau Majusi.
(H.R. Abu Ya’la, Tabrani, dan Baihaqi dari Aswad bin Sari)

Mereka hidup sederhana dalam satu kesatuan, seakan-akan mereka satu keluarga akan tetapi setelah mereka berkembang biak, maka terjadilah suku-suku dan bangsa-bangsa yang berbeda-beda kepentingan dan kemaslahatannya.
Karena hawa nafsu, mereka pun berselisih.
Oleh karena itu Allah subhanahu wa ta’ala mengutus kepada mereka para rasul yang menyampaikan petunjuk Allah untuk menghilangkan perselisihan dan perbedaan pendapat di antara mereka.
Para Rasul itu membawa kitab yang berisi wahyu Allah.
Kemudian berselisih pula tentang kitab yang telah diturunkan Allah itu, sehingga terjadilah permusuhan dan pertarungan di antara mereka.

Sebagian mufassir berpendapat bahwa yang dimaksud dengan “manusia” dalam ayat ini ialah orang Arab.
Mereka dahulu adalah pengikut-pengikut agama yang dibawa oleh Nabi Ibrahim, agama yang mengakui keesaan Allah.
Kemudian masuklah unsur syirik kepada kepercayaan mereka itu, sehingga sebagian mereka menyembah berhala di samping mereka menyembah Allah dan sebagian masih tetap menganut agama Nabi Ibrahim.
Terjadilah perselisihan antara kedua golongan itu.

Jika diperhatikan antara kedua pendapat ini tidak ada perbedaan pokok.
Karena pendapat pertama adalah sifatnya umum meliputi seluruh manusia yang ada di dunia, sedangkan pendapat kedua adalah khusus untuk orang Arab saja, tetapi tidak menutup kemungkinan berlakunya untuk semua manusia.
Selanjutnya Allah mengancam dengan ancaman yang sangat keras dengan menyatakan bahwa seandainya belum ditetapkan oleh Allah dahulu untuk memberikan pembalasan yang setimpal dan adil di akhirat nanti, maka Allah akan segera membinasakan di dunia ini orang-orang yang berselisih itu yang membawa perpecahan dan permusuhan, apalagi perselisihan mereka itu tentang Kitab Allah yang diturunkan-Nya untuk menghilangkan perselisihan.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Pada awal penciptaannya, fitrah manusia itu satu.
Kemudian Kami mengutus rasul-rasul kepada mereka untuk memberikan arahan dan petunjuk sesuai dengan wahyu Allah.
Tabiat manusia yang berpotensi untuk menerima kebaikan dan keburukan adalah penyebab berkuasanya keburukan, hawa nafsu dan godaan setan kepada sebagian mereka.
Oleh sebab itu, mereka berselisih satu sama lain.
Kalau bukan karena ketetapan terdahulu dari Tuhanmu dengan menangguhkan perkara orang kafir itu denganmu, Muhammad, serta menangguhkan kebinasaan mereka sampai saat yang telah Dia tentukan, niscaya Dia akan mempercepat kebinasaan dan azab bagi mereka, oleh sebab perselisihan yang terjadi di antara mereka, sebagaimana yang terjadi pada umat-umat sebelum mereka.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Manusia dahulunya hanyalah satu umat) satu agama yaitu agama Islam, sejak dari zaman Nabi Adam sampai dengan zaman Nabi Nuh.

Menurut pendapat yang lain dikatakan mulai dari zaman Nabi Ibrahim sampai dengan zamannya Amr bin Luhay (kemudian mereka berselisih) disebabkan sebagian daripada mereka tetap iman sedangkan sebagian yang lainnya kafir.

(Kalau tidaklah karena suatu ketetapan yang telah ada dari Rabbmu dahulu) dengan menangguhkan pembalasan hingga hari kiamat (pastilah diberi keputusan di antara mereka) yaitu di antara manusia di dunia (tentang apa yang mereka perselisihkan itu) dalam masalah agama, yaitu dengan mengazab orang-orang kafir.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Manusia dahulunya berada dalam agama yang sama, yaitu Islam.
kemudian mereka berselisih, sebagian dari mereka kafir dan sebagian lagi tetap berada di dalam kebenaran.
kalau tidak karena ketetapan Allah terdahulu, yaitu dengan membiarkan orang-orang yang berbuat maksiat dan dengan tidak menyegerakan balasan atas dosa-dosa mereka, niscaya telah diputuskan atas mereka dengan membinasakan orang-orang yang durhaka di antara mereka dan menyelamatkan orang-orang yang tetap dalam kebenaran.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

Kalau tidaklah karena suatu ketetapan yang telah ada dari Tuhan kalian dahulu., hingga akhir ayat.

Yakni seandainya tidak ada ketetapan dari Allah sejak dahulu yang me­nyatakan bahwa Dia tidak akan mengazab seorang pun kecuali sesudah tegaknya hujah terhadap diri orang itu.
Dan bahwa Dia telah menangguh­kan makhluk-Nya sampai dengan masa yang telah dipastikan.
Seandainya kesemuanya itu tidak ada, niscaya Dia langsung memberikan keputusan di antara sesama mereka tentang apa yang mereka perselisihkan itu.
lalu berbahagialah orang-orang yang beriman dan celakalah orang-orang yang kafir.


Informasi Surah Yunus (يونس)
Surat Yunus terdiri atas 109 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah kecuali ayat 40, 94, 95.
yang diturunkan pada masa Nabi Muhammad ﷺ berada di Madinah.
Surat ini dinamai “surat Yunus” karena dalam surat ini terutama ditampilkan kisah Nabi Yunus ‘alaihis salam dan pengikut-pengikutnya yang teguh imannya.

Keimanan:

Al Qur’an bukanlah sihir
Allah mengatur alam semesta dari Arasy-Nya
syafa’at hanyalah dengan izin Allah
Wali-wali Allah
wahyu Allah yang menerangkan yang ghaib kepada manusia
Allah menyaksikan dan mengamat-amati perbuatan hamba­ harnba-Nya di dunia
Allah tidak mempunyai Anak.

Hukum:

Menentukan perhitungan tahun dan waktu dengan perjalanan matahari dan bulan
hukum mengada-adakan sesuatu terhadap Allah dan mendustakan ayat-ayat-Nya.

Kisah:

Kisah Nabi Nuh a.s.dengan kaumnya
Nabi Musa dengan Fir’aun dan tukang-tukang sihir
kisah Bani lsrail setelah ke luar dari negeri Mesir
Nabi Yunus a.s. dengan kaumnya.

Lain-lain:

Manusia ingat kepada Allah di waktu kesukaran dan lupa di waktu senang
keadaan orang-orang baik dan orang-orang jahat di hari kiamat
Al Qur’an tidak dapat ditandingi
rasul hanya menyampaikan risalah.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Yunus (10) ayat 19 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Yunus (10) ayat 19 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Yunus (10) ayat 19 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Yunus - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 109 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 10:19
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Yunus.

Surah Yunus (Arab: ينوس , Yūnus, "Nabi Yunus") adalah surah ke-10 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 109 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah kecuali ayat 40, 94, 95, yang diturunkan pada di Madinah.

Nomor Surah 10
Nama Surah Yunus
Arab يونس
Arti Nabi Yunus
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 51
Juz Juz 11 (ayat 1-109)
Jumlah ruku' 11 ruku'
Jumlah ayat 109
Jumlah kata 1844
Jumlah huruf 7593
Surah sebelumnya Surah At-Taubah
Surah selanjutnya Surah Hud
4.6
Ratingmu: 4.8 (28 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim