Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Yunus

Yunus (Nabi Yunus) surah 10 ayat 16


قُلۡ لَّوۡ شَآءَ اللّٰہُ مَا تَلَوۡتُہٗ عَلَیۡکُمۡ وَ لَاۤ اَدۡرٰىکُمۡ بِہٖ ۫ۖ فَقَدۡ لَبِثۡتُ فِیۡکُمۡ عُمُرًا مِّنۡ قَبۡلِہٖ ؕ اَفَلَا تَعۡقِلُوۡنَ
Qul lau syaa-allahu maa talautuhu ‘alaikum walaa adraakum bihi faqad labitstu fiikum ‘umuran min qablihi afalaa ta’qiluun(a);

Katakanlah:
“Jikalau Allah menghendaki, niscaya aku tidak membacakannya kepadamu dan Allah tidak (pula) memberitahukannya kepadamu”.
Sesungguhnya aku telah tinggal bersamamu beberapa lama sebelumnya.
Maka apakah kamu tidak memikirkannya?
―QS. 10:16
Topik ▪ Setiap nabi menerima ujian
10:16, 10 16, 10-16, Yunus 16, Yunus 16, Yunus 16
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Yunus (10) : 16. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini Allah subhanahu wa ta'ala mengajarkan jawaban yang akan disampaikan Nabi Muhammad ﷺ.
kepada orang-orang musyrik yang mengingkari Alquran itu, yaitu katakanlah hai Muhammad kepada orang-orang yang musyrik: "Jika Allah berkehendak aku tidak akan membacakannya.
Aku membacakan Alquran itu kepadamu semata-mata atas perintah Allah dan kehendak-Nya.
Seandainya Allah tidak berkehendak menyampaikan Alquran itu kepadamu tentunya Dia tidak akan mengutusku kepadamu, sehingga Alquran yang mengandung petunjuk-petunjuk untuk kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat ini tidak akan sampai kepadamu.
Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:

Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan sebuah Kitab (Alquran) kepada mereka yang Kami telah menjelaskannya atas dasar pengetahuan Kami menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.
(Q.S.
Al-A'raf: 52)

Ayat ini menegaskan bahwa Allah subhanahu wa ta'ala telah menurunkan Alquran kepada Nabi Muhammad ﷺ.
yang berisi petunjuk bagi kemaslahatan hidup di dunia dan di akhirat, serta menegaskan bahwa Muhammad ﷺ.
adalah utusan Allah yang menyampaikan petunjuk itu kepada manusia.

Sebagai bukti kebenaran wahyu yang telah disampaikan itu, maka Allah subhanahu wa ta'ala memerintahkan kepada Nabi ﷺ.
agar mengatakan kepada orang musyrik itu: "Aku telah berdiam dan bergaul bersama kamu sekalian lebih dari 40 tahun.
Kamu semua telah mengetahui pula sifat-sifat, watak dan kepribandianku, telah mengetahui pula akhlak dan tingkah lakuku, sikap dan keadilanku terhadap kamu semua.
Selama itu pula kamu semua mengetahui bahwa aku tidak pernah membaca suatu kitab pun karena aku tidak pandai membaca, aku tidak pernah belajar kepada seorang pun dan tidak pula menyampaikan perkataan yang sama nilainya dengan ayat-ayat Alquran itu.
Karena itu pikirkanlah benar-benar, apakah aku mungkin mengadakan kebohongan sebagaimana dugaanmu itu.
Kenapa kamu semua meminta kepadaku untuk mengganti ayat-ayat Alquran dengan yang lain?

Sebagaimana diketahui bahwa tiap-tiap rasul yang diutus Allah subhanahu wa ta'ala kepada kaumnya diberi keistimewaan-keistimewaan oleh Allah subhanahu wa ta'ala sebelum diangkat menjadi rasul, seperti Musa a.s.
diberi hikmah dan ilmu di saat-saat ia berumur antara 30 dan 40 tahun, di waktu akalnya telah sempurna sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta'ala:

Dan setelah Musa cukup umur dan sempurna akalnya Kami berikan kepadanya hikmah (kenabian) dan pengetahuan.
Dan demikianlah Kami beri balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.

(Q.S.
Al-Qasas: 14)

Demikian pula Yusuf a.s.
telah diberi oleh Allah subhanahu wa ta'ala hikmah dan pengetahuan di saat ia mencapai umur dewasa sebelum diangkat menjadi rasul (lihat surah Yunus: 22) seperti ilmu menakbirkan mimpi dan sebagainya.
Nabi Isa a.s.
sebelum diangkat menjadi rasul di waktu kecil dalam buaian telah pandai berbicara, dilahirkan tanpa bapak, diberi Al-Kitab dan Al-Hikmah.
(Lihat surah Ali Imran: 46, 47, dan 48)

Mengenai Nabi Muhammad ﷺ., beliau telah diberi Allah keistimewaan sebagaimana keistimewaan yang telah diberikan-Nya kepada Nabi-nabi dan Rasul-rasul terdahulu, tetapi beliau diberi keistimewaan yang lain, yaitu keistimewaan yang langsung dirasakan, diyakini dan diketahui oleh seluruh anggota masyarakat Mekah pada waktu itu.
Seluruh penduduk Mekah menganggap beliau sebagai seorang kepercayaan yang benar-benar dapat dipercayai, ia dipandang sebagai seorang yang adil dalam menetapkan keputusan, tidak berat sebelah.

Sebagai contoh ialah kebijaksanaan beliau memberi keputusan kepada kabilah-kabilah Quraisy yang meminta beliau memberikan keputusan tentang siapa yang berhak meletakkan kembali Hajarul Aswad ke tempatnya semula.
Diceritakan bahwa pemuka-pemuka Quraisy membersihkan dan memperbaiki Kakbah karena itu mereka mengeluarkan Hajarul Aswad dari tempatnya.
Setelah Kakbah itu selesai dibersihkan dan diperbaiki, mereka ingin meletakkan kembali Hajarul Aswad ke tempatnya.
Para kepala suku kabilah berbeda pendapat dalam menetapkan siapa yang paling berhak meletakkan kembali ke tempatnya itu.
Masing-masing kepala kabilah merasa berhak sehingga terjadilah perdebatan dan perselisihan yang hampir menimbulkan pertumpahan darah di antara mereka.
Maka salah seorang di antara mereka meminta Muhammad memberikan keputusannya tentang siapa yang lebih berhak meletakkan Hajarul Aswad itu kembali.
Apa saja keputusannya akan diikuti.
Permintaan orang itu disetujui oleh kepala-kepala kabilah, dan Muhammad bersedia pula memenuhi permintaan mereka.
Beliau mengambil sehelai kain dan meletakkan Hajarul Aswad di atasnya, kemudian disuruhnya masing-masing kepala kabilah memegang tepi kain itu dan bersama-sama mengangkatnya, lalu beliau meletakkan Hajarul Aswad di tempatnya semula.
Keputusan beliau ini diakui oleh kepala-kepala kabilah sebagai suatu keputusan yang adil dan tepat.

Orang-orang Mekah sangat percaya kepada beliau, karena kepercayaan itu beliau digelari "Al-Amin" (orang kepercayaan).
Karena kepercayaan itu pula Khadijah mempercayakan dagangannya kepada beliau yang akhirnya Khadijah menjadi istri beliau.
Beliau diakui oleh orang-orang Mekah sebagai orang yang berakhlak mulia, kuat kepribadiannya, disegani dan sebagainya.
Setelah beliau diangkat menjadi rasul beliau menyampaikan ayat-ayat Alquran kepada mereka serta mengajak mereka untuk masuk agama Islam, tiba-tiba mereka menuduh Muhammad sebagai seorang pembohong, seorang yang mengganggu ketenteraman umum dan orang yang merubah dan merusak kepercayaan serta adat-istiadat yang telah mereka warisi dari nenek moyang mereka sejak dahulu.
Karena kebencian mereka kepada Muhammad, mereka tidak ingat lagi akan sikap dan kepercayaan mereka terhadapnya.
Inilah yang dimaksud Allah dengan firman-Nya di atas yang artinya: "Sesungguhnya aku telah tinggal bersamamu beberapa lama sebelumnya."

Yunus (10) ayat 16 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Yunus (10) ayat 16 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Yunus (10) ayat 16 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Katakanlah kepada mereka, wahai Rasulullah, "Kalau Allah menghendaki untuk tidak menurunkan Al Quran kepadaku dari sisi-Nya dan tidak menghendaki diriku untuk menyampaikannya kepada kalian, niscaya Dia tidak akan menurunkannya.
Aku pun tidak akan membacakannya kepada kalian, dan Dia tidak akan memberitahukannya kepada kalian.
Tetapi ternyata Al Quran itu turun.
Berarti Allah telah mengutusku dengannya, dan aku membacakannya kepada kalian sebagaimana yang Dia perintahkan.
Aku telah tinggal di tengah-tengah kalian dalam waktu yang panjang sebelum aku diutus.
Pada saat itu aku belum mendakwahkan ajaran dan belum membacakan sesuatu pun kepada kalian.
Pada saat itu, kalian juga telah bersaksi atas sifat kebenaran dan kejujuran yang ada pada diriku.
Tetapi kemudian wahyu datang, dan aku diperintahkan untuk membacanya.
Maka pikirkanlah semua itu dan ketahuilah serta kaitkanlah antara masa lalu dan masa kini.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Katakanlah, "Jika Allah menghendaki, niscaya aku tidak membacakannya kepada kalian dan aku tidak pula memberitahukan kepada kalian) mengajarkan kepada kalian (mengenainya) huruf laa di sini bermakna nafi atau meniadakan, kemudian diathafkan kepada nafi yang sebelumnya.
Menurut qiraat yang lain dianggap sebagai lam yang menjadi jawab daripada huruf lau, dengan demikian berarti niscaya aku akan mengajarkannya kepada kalian dengan bahasa yang bukan bahasaku (Sesungguhnya aku telah tinggal) diam (bersama dengan kalian beberapa lama) yaitu empat puluh tahun (sebelumnya.") selama itu aku belum pernah menceritakan sesuatu kepada kalian (Maka apakah kalian tidak memikirkannya?) bahwasanya Alquran itu bukanlah buatanku sendiri.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Katakanlah olehmu (wahai Rasul) kepada mereka :
Jika Allah menghendaki, aku tidak akan membacakan al-Qur an ini kepada kalian, dan Allah tidak pula memberitahukannya kepada kalian.
ketahuilah bahwa ini adalah kebenaran dari Allah.
kalian pun tahu bahwa aku telah tinggal untuk waktu yang lama bersama kalian sebelum Rabbku memberiku wahyu, dan sebelum aku membacakan ayat-ayat-Nya kepada kalian.
apakah kalian tidak menggunakan akal kalian untuk memikirkan dan merenungkannya??

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta'ala.
menceritakan perihal pembangkangan orang-orang kafir dari kalangan kaum musyrik Quraisy yang ingkar lagi berpaling dari-Nya.
Mereka itu apabila dibacakan Kitabullah dan hujah-

Kemudian Allah subhanahu wa ta'ala.
berfirman mengemukakan hujah yang menguatkan kebenaran dari apa yang disampaikan oleh Rasul kepada mereka:

Katakanlah.”Jikalau Allah menghendaki, niscaya aku tidak membacakannya kepada kalian dan Allah tidak (pula) memberi­tahukannya kepada kalian."

Dengan kata lain.
sesungguhnya aku menyampaikan ini kepada kalian hanyalah atas dasar izin dari Allah yang diberikan-Nya kepadaku, dan atas kehendak dan kemauan-Nya.
Sebagai bukti bahwa aku bukanlah yang membuat-buatnya (Al-Qur'an) dari diriku sendiri, bukan pula aku yang mengada-adakannya, ialah kalian tidak mampu menandinginya.
Dan sesungguhnya kalian telah mengetahui kejujuran dan kebenaranku sejak aku tumbuh besar di kalangan kalian sampai dengan Allah mengangkatku menjadi seorang rasul.
Janganlah kalian menentangku dan menjelek-jelekkan diriku.
Karena itulah dalam firman selanjutnya disebutkan:

Sesungguhnya aku telah tinggal bersama kalian beberapa lama sebelumnya.
Maka apakah kalian tidak memikirkannya?

Maksudnya, bukankah kalian berakal yang dengannya kalian dapat mengenal antara yang hak dan yang batil?
Karena itulah ketika Heraklius, Raja (Kaisar) Romawi, bertanya kepada Abu Sufyan dan orang-orang yang bersamanya mengenai sifat dan ciri khas Nabi ﷺ, yaitu, "Apakah kalian menuduhnya pernah berkata dusta sebelum dia mengucapkan apa yang telah disampaikannya itu?"
Abu Sufyan menjawab, "tidak." Padahal Abu Sufyan saat itu adalah pemimpin orang-orang kafir dan gembong kaum musyrik, sekalipun demikian, dia mengakui kebenaran.

Dan kesaksian yang diutarakan oleh bekas musuh itu mengandung nilai lebih yang tersendiri.

Maka Heraklius berkata kepada Abu Sufyan, "'Sesungguhnya aku pun mengetahui bahwa dia bukanlah orang yang suka berdusta kepada orang lain, yang karenanya lalu ia akan berdusta kepada Allah."

Ja'far ibnu Abu Talib berkata kepada Raja "Negus, raja negeri Habsyah (Etiopia), "Allah telah mengutus kepada kami seorang rasul yang kami kenal kebenarannya, nasabnya, dan kejujurannya.
Masa tinggal beliau ﷺ bersama kami sebelum diangkat menjadi seorang nabi adalah empat puluh tahun."

Menurut riwayat yang bersumber dari Sa'id ibnul Musayyab disebutkan empat puluh tiga tahun.
Pendapat yang terkenal adalah yang pertama, lagi pula pendapat ini merupakan pendapat yang sahih.

Informasi Surah Yunus (يونس)
Surat Yunus terdiri atas 109 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah kecuali ayat 40, 94, 95.
yang diturunkan pada masa Nabi Muhammad ﷺ berada di Madinah.
Surat ini dinamai "surat Yunus" karena dalam surat ini terutama ditampilkan kisah Nabi Yunus 'alaihis salam dan pengikut-pengikutnya yang teguh imannya.

Keimanan:

Al Qur'an bukanlah sihir
Allah mengatur alam semesta dari Arasy-Nya
syafa'at hanyalah dengan izin Allah
Wali-wali Allah
wahyu Allah yang menerangkan yang ghaib kepada manusia
Allah menyaksikan dan mengamat-amati perbuatan hamba­ harnba-Nya di dunia
Allah tidak mempunyai Anak.

Hukum:

Menentukan perhitungan tahun dan waktu dengan perjalanan matahari dan bulan
hukum mengada-adakan sesuatu terhadap Allah dan mendustakan ayat-ayat-Nya.

Kisah:

Kisah Nabi Nuh a.s.dengan kaumnya
Nabi Musa dengan Fir'aun dan tukang-tukang sihir
kisah Bani lsrail setelah ke luar dari negeri Mesir
Nabi Yunus a.s. dengan kaumnya.

Lain-lain:

Manusia ingat kepada Allah di waktu kesukaran dan lupa di waktu senang
keadaan orang-orang baik dan orang-orang jahat di hari kiamat
Al Qur'an tidak dapat ditandingi
rasul hanya menyampaikan risalah.


Gambar Kutipan Surah Yunus Ayat 16 *beta

Surah Yunus Ayat 16



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Yunus

Surah Yunus (Arab: ينوس , Yūnus, "Nabi Yunus") adalah surah ke-10 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 109 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah kecuali ayat 40, 94, 95, yang diturunkan pada di Madinah.

Nomor Surah 10
Nama Surah Yunus
Arab يونس
Arti Nabi Yunus
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 51
Juz Juz 11 (ayat 1-109)
Jumlah ruku' 11 ruku'
Jumlah ayat 109
Jumlah kata 1844
Jumlah huruf 7593
Surah sebelumnya Surah At-Taubah
Surah selanjutnya Surah Hud
4.9
Rating Pembaca: 4.5 (15 votes)
Sending








[bookmark] 📖 Lihat Semua Bookmark-ku