Yunus (Nabi Yunus) – surah 10 ayat 13 [QS. 10:13]

وَ لَقَدۡ اَہۡلَکۡنَا الۡقُرُوۡنَ مِنۡ قَبۡلِکُمۡ لَمَّا ظَلَمُوۡا ۙ وَ جَآءَتۡہُمۡ رُسُلُہُمۡ بِالۡبَیِّنٰتِ وَ مَا کَانُوۡا لِیُؤۡمِنُوۡا ؕ کَذٰلِکَ نَجۡزِی الۡقَوۡمَ الۡمُجۡرِمِیۡنَ
Walaqad ahlaknaal quruuna min qablikum lammaa zhalamuu wajaa-athum rusuluhum bil bai-yinaati wamaa kaanuu liyu’minuu kadzalika najziil qaumal mujrimiin(a);

Dan sesungguhnya Kami telah membinasakan umat-umat sebelum kamu, ketika mereka berbuat kezaliman, padahal rasul-rasul mereka telah datang kepada mereka dengan membawa keterangan-keterangan yang nyata, tetapi mereka sekali-kali tidak hendak beriman.
Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat dosa.
―QS. 10:13
Topik ▪ Maksiat dan dosa ▪ Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat ▪ Azab orang kafir
10:13, 10 13, 10-13, Yunus 13, Yunus 13, Yunus 13

Tafsir surah Yunus (10) ayat 13

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Yunus (10) : 13. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini menurut lahirnya ditujukan kepada orang kafir Mekah yang selalu memperolok-olokan Nabi Muhammad ﷺ., tetapi termasuk juga di dalamnya seluruh manusia yang bersikap dan bertindak seperti yang telah dilakukan orang-orang kafir Mekah itu.

Allah menegaskan dalam sumpah-Nya dalam ayat ini kepada orang kafir Mekah, bahwa umat-umat dahulu pernah dihancurkan Allah subhanahu wa ta’ala seluruhnya karena kelaliman, kekafiran dan keingkaran kepada Rasul-rasul dan Nabi-nabi yang telah diutus Allah kepada mereka.
Padahal Rasul-rasul dan Nabi-nabi itu telah membentangkan jalan kebenaran, yang bila mereka tempuh akan menyampaikan mereka ke tempat yang penuh bahagia.

Orang-orang dahulu pernah dibinasakan Allah, karena kelaliman mereka sebagaimana tersebut dalam firman-Nya:

Dan (penduduk) negeri itu telah kami binasakan ketika mereka berbuat lalim dan telah Kami tetapkan waktu tertentu bagi kebinasaan mereka.
(Q.S.
Al-Kahfi: 59)

Allah menegaskan bahwa orang-orang lalim dan ingkar itu pasti ditimpa azab yang sangat pedih.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Tak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduknya) melainkan Kami membinasakannya sebelum hari kiamat atau Kami azab (penduduknya) dengan azab yang sangat keras.
Yang demikian itu telah tertulis di dalam Kitab (Lohmahfuz).

(Q.S.
Al-Isra’: 58)

Ada dua macam azab yang pernah ditimpakan Allah subhanahu wa ta’ala kepada orang-orang dahulu karena keingkaran dan kelaliman mereka yaitu:

1.
Dengan memusnahkan seluruh mereka yang mendustakan Rasul dan yang berbuat lalim itu, seperti yang pernah ditimpakan-Nya kepada kaum `Ad, Samud, kaum Nuh dan sebagainya.
2.
Mendatangkan azab berupa kerusakan, kekacauan dalam masyarakat dan sebagainya sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan berapa banyaknya (penduduk) negeri yang lalim yang telah Kami binasakan, dan Kami adakan sesudah mereka itu kaum yang lain (sebagai penggantinya).
(Q.S.
Al-Anbiya’: 11)

Kerusakan dan kekacauan dalam masyarakat itu terjadi ialah karena banyaknya pribadi-pribadi yang telah rusak, kemewahan yang berlebihan, suka hidup berfoya-foya memperturutkan syahwat dan hawa nafsu, kerusakan akhlak dan sebagainya yang mengakibatkan golongan yang lemah di antara mereka berada di bawah kekuasaan golongan yang kuat.
Akan tetapi jika mereka mendustakan Rasul yang membawa keterangan dan petunjuk dan mereka tidak mempunyai kesediaan lagi dalam diri mereka untuk menerima ajaran yang dibawa Rasul-rasul itu karena telah terbiasa berlaku lalim, kafir dan hidup mementingkan kesenangan duniawi itu, sehingga iman mereka tidak dapat diharapkan sedikit pun lagi, maka Allah menghancurkan dan memusnahkan mereka.

Demikianlah Allah subhanahu wa ta’ala memberikan balasan kepada orang-orang yang lalim dan mengerjakan perbuatan dosa, yaitu ada kalanya menghancurkannya sekaligus, atau mendatangkan azab berupa kerusakan dan kehancuran dalam masyarakat mereka.
Hal ini merupakan peringatan-peringatan keras dari Allah kepada orang-orang musyrik Mekah yang mendustakan Rasulullah ﷺ






Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta