Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Yunus (Nabi Yunus) – surah 10 ayat 105 [QS. 10:105]

وَ اَنۡ اَقِمۡ وَجۡہَکَ لِلدِّیۡنِ حَنِیۡفًا ۚ وَ لَا تَکُوۡنَنَّ مِنَ الۡمُشۡرِکِیۡنَ
Wa-an aqim wajhaka li-ddiini haniifan walaa takuunanna minal musyrikiin(a);
dan (aku telah diperintah),
“Hadapkanlah wajahmu kepada agama dengan tulus dan ikhlas dan jangan sekali-kali engkau termasuk orang yang musyrik.
―QS. Yunus [10]: 105

Daftar isi

And (commanded), ‘Direct your face toward the religion, inclining to truth, and never be of those who associate others with Allah;
― Chapter 10. Surah Yunus [verse 105]

وَأَنْ dan hendaknya
And that,
أَقِمْ hadapkan
"Direct
وَجْهَكَ wajahmu
your face
لِلدِّينِ kepada agama
to the religion
حَنِيفًا dengan ikhlas
upright,
وَلَا dan jangan
and (do) not
تَكُونَنَّ kamu sekali-kali menjadi
be
مِنَ dari
of
ٱلْمُشْرِكِينَ orang-orang musyrik
the polytheists.

Tafsir Al-Quran

Surah Yunus
10:105

Tafsir QS. Yunus (10) : 105. Oleh Kementrian Agama RI


Dalam ayat ini diterangkan bahwa Nabi Muhammad ﷺ diperintahkan agar menghadapkan wajahnya dan seluruh dirinya kepada Allah, memfokuskan perhatian pada tugas-tugas agama dan mengabdi kepada Tuhan semesta alam.
Sebab jika dia memberikan perhatian kepada selain Allah, maka hal itu mengurangi kebulatan jiwanya dalam menghadap Tuhan dan pengabdian terhadap agamanya.

Kepada Allah sajalah hendaknya tujuan segala pengabdiannya lahir dan batin.
Janganlah dia termasuk orang yang mempersekutukan Allah dalam ibadah dengan dewa-dewa, jinjin, roh-roh, atau patung-patung seperti halnya penyembah-penyembah berhala.

Larangan Allah terhadap Rasul ini dimaksudkan untuk mendorong dan merangsang Rasul ﷺ untuk tetap menjauhi sifat-sifat syirik.

Tafsir QS. Yunus (10) : 105. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Wahai Muhammad, hadapkanlah dirimu sepenuhnya kepada Allah.
Janganlah kamu hanyut dalam golongan orang-orang yang mempersekutukan-Nya.


Hendaknya kamu dan pengikutmu menjauhi dan menghindari mereka itu.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Dan hendaklah engkau (wahai Rasul) menghadapkan dirimu kepada agama Islam yang lurus dan hendaklah konsisten didalamnya tanpa condong untuk menjadi Yahudi ataupun Nasrani dan tidak pula untuk menyembah selain Allah, dan janganlah engaku termasuk orang yang menyekutukan Rabb ketika beribadah (musyrik), maka engkau termasuk orang yang binasa.
Meskipun ayat ini ditujukan kepada Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam tapi maksudnya umum untuk seluruh manusia.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan) aku diperintahkan


("Hadapkanlah mukamu kepada agama dengan tulus dan ikhlas) dalam keadaan cenderung dan menggandrunginya


(dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang musyrik).

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Firman Allah subhanahu wa ta’ala :

…dan (aku telah diperintah),
"Hadapkanlah mukamu kepada agama dengan tulus dan ikhlas."


Maksudnya, ikhlaslah dalam beribadah, ikhlaskanlah ibadahmu hanya kepada Allah semata dengan hati yang menyimpang dari kemusyrikan.
Karena itulah dalam firman selanjutnya disebutkan:

…dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang musyrik.

Ayat ini di-ataf-kan kepada firman-Nya:

dan aku diperintahkan supaya termasuk orang-orang yang beriman.
(QS. Yunus [10]: 104)

Kata Pilihan Dalam Surah Yunus (10) Ayat 105

DIIN
لدِّين

Lafaz diin adalah ism mufrad dan jamaknya adalah adyan.

Ibnu Faris berkata,
"Ia adalah jenis dan bentuk dari ketaatan dan kehinaan, dipinjam untuk menunjukkan makna syari’at.
Oleh karena itu, Al Kafawi memberikannya makna al qadaa’ (hukum dan syariat), balasan dan keadaan."

Ad diin juga mengandung makna agama, nama semua perantara untuk menyembah Allah, mazhab, perjalanan, adat, situasi, paksaan, mengalahkan, Islam, beriktikad dengan hati, diucapkan dengan lisan dan diamalkan dengan anggota tubuh dan sebagainya.

Lafaz diin disebut 62 kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah:
Al Faatihah (1), ayat 4;
Al Baqarah (2), ayat 132, 193, 256;
Ali Imran (3), ayat 19, 83;
An Nisaa (4), ayat 46;
• Al A’raaf (7), ayat 29;
Al Anfaal (8), ayat 39, 72;
At Taubah (9), ayat 11, 29, 33 (dua kali), 36, 122;
Yunus (10), ayat 22, 105;
Yusuf (12), ayat 40, 76;
Al Hijr (15), ayat 35;
• Al Nahl (16), ayat 52;
Al Hajj (22), ayat 78;
An Nuur (24), ayat 2;
• Asy Syu’araa (26), ayat 82;
Al Ankabut (29), ayat 65;
Ar Rum (30), ayat 30 (dua kali), 43;
Luqman (31), ayat 32;
Al Ahzab (33), ayat 5;
• Ash Shaffaat (37), ayat 20;
Shad (38), ayat 78;
Az Zumar (39), ayat 2, 3, 11;
• Al Mu’min (40), ayat 14;
Asy Syuura (42), ayat 13 (dua kali), 21;
Al Fath (48), ayat 28 (dua kali);
• Adz Dzaariyaat (51), ayat 6, 12;
• Al Waaqi’ah (56), ayat 56;
Al Mumtahanah (60), ayat 8, 9;
Ash Shaff (61), ayat 9 (dua kali);
• Al Ma’aarij (70), ayat 26;
• Al Muddatstsir (74), ayat 46;
• Al Infihtaar (82), ayat 9, 15, 17, 18;
• Al Muthaffifiin (83), ayat 11;
At Tiin (95), ayat 7;
Al Bayyinah (98), ayat 5 (dua kali);
• Al Ma’un (107), ayat 1;
• An Nashr (110), ayat 2.
Lafaz diin secara bersendirian disebut sebanyak lima kali yaitu dalam surah:
• Al Kaafiruun (109), ayat 6;
Ali Imran (3), ayat 85;
An Nisaa (4), ayat 125;
• Al Maa’idah (5), ayat 3;
• Al An’aam (6), ayat 161.

Lafaz diinukum disebut sebanyak 11 kali yaitu dalam surah:
Al Baqarah (2), ayat 217;
Ali Imran (3), ayat 73;
An Nisaa (4), ayat 171;
• Al Maa’idah (5), ayat 3 (dua kali), 57, 77;
At Taubah (9), ayat 12;
• Al Mu’min (40), ayat 26;
Al Hujurat (49), ayat 16;
• Al Kaafiruun (109), ayat 6.
Lafaz diinihi disebut dua kali, yaitu dalam surah:
Al Baqarah (2), ayat 217;
• Al Maa’idah (5), ayat 54.

Lafaz diinihim disebut sepuluh kali yaitu dalam surah:
Ali Imran (3), ayat 24;
An Nisaa (4), ayat 146;
• Al An’aam (6), ayat 70, 137, 159;
• Al A’raaf (7), ayat 51;
Al Anfaal (8), ayat 49;
An Nuur (24), ayat 25, 55, 32

Lafaz diini disebut satu kali yaitu dalam surah Yunus (10), ayat 104.
Lafaz ad diin di dalam Al Qur’an mengandung beberapa makna:

1. Ad diin bermakna hari penghisaban dan pembalasan (Al jaza’) seperti yang terdapat dalam surah:
Al Fatihah (1), ayat 4;
Al Hijr (15), ayat 35;
• Asy Syu’araa (26), ayat 82;
• Ash Shaffaat (37), ayat 20;
Shad (38), ayat 78;
• Adz Dzaariyaat (51), ayat 6, 12;
• Al Waaqi’ah (56), ayat 56;
• Al Ma’aarij (70), ayat 26;
• Al Muddatstsir (74), ayat 46;
• Al Infithaar (82), ayat 9, 15, 17, 18;
• Al Muthaffifiin (83), ayat 11.
Ibnu Qutaibah berkata,
Yaumad diin adalah yaumal qiyaamah (hari kiamat). Ia dinamakan demikian karena hari itu adalah hari pembalasan dan penghisaban seperti ungkapan perumpamaan "kamaa tadiinu tudaanu" maksudnya sebagaimana engkau berbuat engkau akan dibalas dengannya".

Ibnu Abbas, Ibnu Mas’ud, Ibnu Juraij, Qatadah dan diriwayatkan dari Nabi, ad diin bermakna pembalasan terhadap amalan-amalan dan penghisabannya.
Allah berfirman,

يَوْمَئِذٍ يُوَفِّيهِمُ ٱللَّهُ دِينَهُمُ ٱلْحَقَّ وَيَعْلَمُونَ

Maksudnya, diinahum dalam ayat ini adalah hisaabahum (penghisaban mereka).
2. Ad din bermakna hukum dan syar’iat seperti yang terdapat dalam surah An Nuur (24), ayat 2. Lafaz ini dihubungkan dengan lafaz Allah atau diinullah.

Al Fairuz berkata, "Ia bermaksud hukum dan syari’at Allah."

Mujahid berkata,
"Ia bermaksud melaksanakan hudud."

Ibnu Katsir berkata,
"Ia bermaksud hukum dan syari’at Allah."

3. Ad diin dalam surah Yusuf mengandung beberapa makna karena ia dihubungkan dengan lafaz al malik atau diin al malik yaitu:

Ibnu Abbas dan Ad Dahhak memberikannya maksud "Sultan Al Malik" (kekuasaan raja).
Qatadah, Muhammad bin Ka’ab Al Qurazi, Mannar, As Suddi memberikannya maksud keputusan dan hukum raja.

At Tabari berkata,
"Keseluruhan makna diatas saling berdekatan karena barang siapa yang mengambil sebahagian dari kekuasaan raja, maka ia melaksanakan apa yang diperintah dan ia ridha terhadap pelaksanaannya itu selagi tidak melaksanakan diluar dari apa yang diperintahkan.
Hal itu menjadi hukum keatasnya dan hukum atasnya adalah pelaksanaan dan keputusannya.

• Al Fairuz berkata,
"Diin al malik bermakna politik dan kebijaksanaan raja."

Ad diin bermakna agama-agama selain agama Islam seperti yang di sebutkan dalam surah:
Al Baqarah (2), ayat 193;
Al Anfaal (8), ayat 39;
At Taubah (9), ayat 33;
Al Fath (48), ayat 28;
Ash Shaff (61), ayat 9.
Ibnu Katsir menjelaskan ayat wa yakunad diinu lillaah atau wa yakunad diinu kullahuu lillaah bermakna, "Sehingga agama Allah menang dan tinggi dari semua agama."

Ibnu Abbas berkata,
"Sehingga semuanya mentauhidkan Allah dengan ikhlas."

Al Hasan, Qatadah dan Ibnu Juraij berkata: "Sehingga semuanya mengatakan Laa Ilaha Illalllah".

Muhammad bin Ishaq berkata,
"Sehingga mentauhidkan Allah dengan ikhlas, tiada di dalamnya kesyirikan dan mencabut segala macam tuhan-tuhan." Seperti dalam hadits shahih dari Rasulullah dimana beliau bersabda, "Sesungguhnya Allah menghimpunkan bagiku bumi dari timur dan barat dan raja dari umatku akan menyampaikan (menghimpunkan) apa yang diberikan kepadaku dari Nya.

4. Ad diin bermakna ketauhidan, syahadah, mazhab, jalan yang lurus dan semuanya terhimpun dalam agama Islam.
Sebagaimana yang terdapat dalam kebanyakan makna bagi lafaz ad din dan ia diungkapkan dengan lafaz:

a) Ad dinul qayyim, terdapat dalam surah Al Rum (30), ayat 30.
Dalam Tafsir Al Jalalain, ia bermakna agama yang lurus yaitu mentauhidkan Allah.

Asy Syawkani berpendapat, ia bermakna agama yang menyuruh mendirikan segala perintah karena Allah atau berpegang dengan fitrah.

b) Diinul haq, terdapat dalam surah At Taubah (9), ayat 33, Al Fath (48), ayat 28 dan sebagainya.

Dalam Tafsir Al Maraghi ia bermaksud cahaya Allah yaitu agama Islam.

c) Diinul qayyimah, terdapat dalam surah Al Bayyinah (98), ayat 4.
Dalam Tafsir Al Azhar bermaksud menyembah Allah, ikhlas beribadah, cenderung berbuat baik, shalat dan zakat.
Itulah inti agama yang dibawa oleh para nabi.

Al Fairuz berkata, "Ia bermakna agama yang lurus yaitu agama Islam.

d) Ad diinul khaalish, terdapat dalam surah Az Zumar (39), ayat 3.
Qatadah berkata,
"Ia bermaksud syahadah yaitu tidak diterima sesuatu amalan sehingga yang beramal itu ikhlas dalam amalannya bagi Allah dan tidak menyekutukan Nya."

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal:226-229

Unsur Pokok Surah Yunus (يونس)

Surat Yunus terdiri atas 109 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah kecuali ayat 40, 94, 95.
Diturunkan pada masa Nabi Muhammad ﷺ berada di Madinah.

Surat ini dinamai "surat Yunus" karena dalam surat ini terutama ditampilkan kisah Nabi Yunusalaihis salam dan pengikut-pengikutnya yang teguh imannya.

Keimanan:

Alquran bukanlah sihir.
▪ Allah mengatur alam semesta dari Arasy-Nya.
▪ Syafa’at hanyalah dengan izin Allah.
▪ Wali-wali Allah.
▪ Wahyu Allah yang menerangkan yang ghaib kepada manusia.
▪ Allah menyaksikan dan mengamat-amati perbuatan hamba hamba-Nya di dunia.
▪ Allah tidak mempunyai anak.

Hukum:

▪ Menentukan perhitungan tahun dan waktu dengan perjalanan matahari dan bulan.
Hukum mengada-adakan sesuatu terhadap Allah dan mendustakan ayat-ayat-Nya.

Kisah:

▪ Kisah Nabi Nuh `alaihis salam dengan kaumnya.
▪ Nabi Musa dengan Fir’aun dan tukang-tukang sihir.
▪ Kisah Bani Israil setelah ke luar dari negeri Mesir.
▪ Nabi Yunus `alaihis salam dengan kaumnya.

Lain-lain:

▪ Manusia ingat kepada Allah di waktu kesukaran dan lupa di waktu senang.
▪ Keadaan orang-orang baik dan orang-orang jahat di hari kiamat.
Alquran tidak dapat ditandingi.
Rasul hanya menyampaikan risalah.

Audio Murottal

QS. Yunus (10) : 1-109 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy Ayat 1 sampai 109 + Terjemahan Indonesia
QS. Yunus (10) : 1-109 ⊸ Nabil ar-Rifa’i Ayat 1 sampai 109

Gambar Kutipan Ayat

Surah Yunus ayat 105 - Gambar 1 Surah Yunus ayat 105 - Gambar 2
Statistik QS. 10:105
  • Rating RisalahMuslim
4.8

Ayat ini terdapat dalam surah Yunus.

Surah Yunus (Arab: ينوس , Yūnus, “Nabi Yunus”) adalah surah ke-10 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 109 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah kecuali ayat 40, 94, 95, yang diturunkan pada di Madinah.

Nomor Surah 10
Nama Surah Yunus
Arab يونس
Arti Nabi Yunus
Nama lain
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 51
Juz Juz 11 (ayat 1-109)
Jumlah ruku’ 11 ruku’
Jumlah ayat 109
Jumlah kata 1844
Jumlah huruf 7593
Surah sebelumnya Surah At-Taubah
Surah selanjutnya Surah Hud
Sending
User Review
4.6 (20 suara)
Bagikan ke FB
Bagikan ke TW
Bagikan ke WA
Tags:
10:105, 10 105, 10-105, Surah Yunus 105, Tafsir surat Yunus 105, Quran Yunus 105, Surah Yunus ayat 105
Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video Surah 10:105

More Videos

Kandungan Surah Yunus

۞ QS. 10:2 Ar Rabb (Tuhan) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 10:3 Dalil-dalil adanya Allah Ta’alaTauhid RububiyyahTauhid UluhiyyahArsy • Memperoleh syafaat dengan izin Allah

۞ QS. 10:4 • Allah menepati janji • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan • Kebenaran hari penghimpunan • Keadilan Allah dalam menghakimi • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka

۞ QS. 10:5 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 10:6 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 10:7 • Mengingkari hari kebangkitan

۞ QS. 10:8 • Azab orang kafir • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 10:9 • Pahala iman • Ar Rabb (Tuhan) • Nama-nama surga • Sifat surga dan kenikmatannya • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga

۞ QS. 10:10 Tauhid RububiyyahAr Rabb (Tuhan) • Percakapan para ahli surga

۞ QS. 10:11 • Mengingkari hari kebangkitan • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 10:13 • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 10:15 Ar Rabb (Tuhan) • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Nama-nama hari kiamat • Mengingkari hari kebangkitan • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 10:16 Sifat Masyi’ah (berkehendak)

۞ QS. 10:17 • Mendustai Allah • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Siksa orang kafir

۞ QS. 10:18 • Mendustai Allah • Hanya Allah yang mendatangkan manfaat dan marabahaya • Keputusan di tangan Allah • Keputusan di tangan Allah • Keputusan di tangan Allah

۞ QS. 10:19 Ar Rabb (Tuhan) • Islam agama para nabi • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 10:20 • Para utusan Allah pun tidak mengetahui alam ghaib • Ar Rabb (Tuhan) • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 10:21 • Tugas-tugas malaikat • Menghitung amal kebaikan • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 10:23 • Kebenaran hari penghimpunan • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Menghitung amal kebaikan • Menanggung dosa orang lain •

۞ QS. 10:25 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Nama-nama surga • Allah menggerakkan hati manusia • Hidayah (petunjuk) dari Allah •

۞ QS. 10:26 • Pahala iman • Melihat Allah di surga • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka • Keabadian surga • Sifat ahli surga

۞ QS. 10:27 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Keadilan Allah dalam menghakimi • Keabadian neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Mereka yang kekal dalam neraka

۞ QS. 10:28 • Kebenaran hari penghimpunan • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka • Siksa orang kafir

۞ QS. 10:29 Al Syahid (Maha Menyaksikan) • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka

۞ QS. 10:30 Tauhid UluhiyyahAl Haq (Maha Benar) • Al Maula (Maha Penolong) • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka • Keadilan Allah dalam menghakimi

۞ QS. 10:31 Dalil-dalil adanya Allah Ta’alaTauhid Uluhiyyah • Kekuasaan Allah • Al Razzaq (Maha Pemberi rezeki) • Al MuhyiAl Mumiit (Maha Menghidupkan dan Mematikan)

۞ QS. 10:32 Tauhid UluhiyyahAr Rabb (Tuhan) • Al Haq (Maha Benar)

۞ QS. 10:33 Ar Rabb (Tuhan) • Azab orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 10:34 Dalil Allah atas hambaNya • Kekuasaan Allah • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan • Kelemahan tuhan selain Allah •

۞ QS. 10:35 Dalil Allah atas hambaNya • Allah menggerakkan hati manusia • Kelemahan tuhan selain Allah • Hidayah (petunjuk) dari Allah •

۞ QS. 10:36 • Keluasan ilmu Allah • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 10:37 Tauhid RububiyyahAr Rabb (Tuhan) • Pengakuan antara satu kitab dengan lainnya

۞ QS. 10:38 • Mendustai Allah • Sikap manusia terhadap kitab samawi

۞ QS. 10:39 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 10:40 Ar Rabb (Tuhan) • Sikap manusia terhadap kitab samawi

۞ QS. 10:41 Rasul bebas dari kemusyrikan dan orang musyrik • Menanggung dosa orang lain

۞ QS. 10:42 • Allah menggerakkan hati manusia • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 10:43 • Allah menggerakkan hati manusia

۞ QS. 10:44 • Keadilan Allah dalam menghakimi

۞ QS. 10:45 • Masa cepat berlalu • Mengingkari hari kebangkitan • Kebenaran hari penghimpunan • Azab orang kafir

۞ QS. 10:46 Al Syahid (Maha Menyaksikan) • Kebenaran hari penghimpunan • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 10:47 • Keadilan Allah dalam menghakimi

۞ QS. 10:48 • Mengingkari hari kebangkitan

۞ QS. 10:49 • Hanya Allah yang mendatangkan manfaat dan marabahaya • Keputusan di tangan Allah • Keputusan di tangan Allah • Keputusan di tangan Allah • Kekuasaan Allah

۞ QS. 10:50 • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 10:52 • Keadilan Allah dalam menghakimi • Keabadian neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Mereka yang kekal dalam neraka • Azab orang kafir

۞ QS. 10:53 Ar Rabb (Tuhan) • Mengingkari hari kebangkitan • Manusia dibangkitkan dari kubur

۞ QS. 10:54 • Orang kafir menebus dirinya pada hari kiamat • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Keadilan Allah dalam menghakimi

۞ QS. 10:55 • Segala sesuatu milik Allah • Allah menepati janji • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 10:56 Al MuhyiAl Mumiit (Maha Menghidupkan dan Mematikan) • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 10:57 Ar Rabb (Tuhan) • Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 10:59 • Mendustai Allah

۞ QS. 10:60 • Mendustai Allah • Dzul Fadhl (Pemilik keutamaan)

۞ QS. 10:61 • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Lembaran catatan amal perbuatan • Menghitung amal kebaikan •

۞ QS. 10:62 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhirat • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’alaWali Allah dan wali syetan • Keutamaan iman •

۞ QS. 10:63 • Iman adalah ucapan dan perbuatan

۞ QS. 10:64 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhirat • Pahala iman • Allah menepati janji • Keutamaan iman •

۞ QS. 10:65 Al Sami’ (Maha Pendengar) • Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 10:66 • Kepatuhan segala sesuatu pada Allah Ta’ala • Mendustai Allah • Segala sesuatu milik Allah • Kelemahan tuhan selain Allah •

۞ QS. 10:67 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 10:68 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Mendustai Allah • Segala sesuatu milik Allah • Allah tidak membutuhkan makhlukNya • Al Ghaniy (Maha Kaya)

۞ QS. 10:69 • Mendustai Allah • Azab orang kafir

۞ QS. 10:70 • Kebenaran hari penghimpunan • Azab orang kafir • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 10:72 • Islam agama para nabi • Balasan dan pahala dari Allah

۞ QS. 10:73 • Azab orang kafir

۞ QS. 10:74 • Allah menggerakkan hati manusia • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 10:75 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 10:77 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 10:78 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 10:85 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 10:88 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 10:89 • Perintah tidak mengikuti orang musyrik

۞ QS. 10:90 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukminTauhid Uluhiyyah • Islam agama para nabi

۞ QS. 10:91 • Cacian Allah terhadap orang kafir

۞ QS. 10:93 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 10:94 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 10:95 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Azab orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 10:96 Ar Rabb (Tuhan) • Allah menggerakkan hati manusia • Segala sesuatu ada takdirnya

۞ QS. 10:97 • Beriman ketika datang hari kiamat • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 10:98 • Pahala iman • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir • Keutamaan iman

۞ QS. 10:99 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Ar Rabb (Tuhan) • Allah menggerakkan hati manusia

۞ QS. 10:100 • Allah menggerakkan hati manusia • Segala sesuatu ada takdirnya

۞ QS. 10:101 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Keutamaan iman

۞ QS. 10:102 • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 10:103 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhirat • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Keutamaan iman

۞ QS. 10:104 Tauhid Uluhiyyah • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir • Islam agama para nabi

۞ QS. 10:105 Tauhid Uluhiyyah • Islam agama para nabi • Ikhlas dalam berbuat

۞ QS. 10:106 • Hanya Allah yang mendatangkan manfaat dan marabahaya • Keputusan di tangan Allah • Keputusan di tangan Allah • Keputusan di tangan Allah • Syirik adalah dosa terbesar

۞ QS. 10:107 • Ampunan Allah yang luas • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Segala sesuatu ada takdirnya

۞ QS. 10:108 Ar Rabb (Tuhan) • Menanggung dosa orang lain

۞ QS. 10:109 • Keadilan Allah dalam menghakimi

Ayat Pilihan

Janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi & Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu),
sebagian mereka adalah pemimpin bagi sebagian yang lain.
Siapa mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sungguh orang itu termasuk golongan mereka.
QS. Al-Ma’idah [5]: 51

Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berjihad dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.
QS. As-Saff [61]: 4

orang-orang yang beriman & berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta,
benda & diri mereka,
adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah,
dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan.
QS. At-Taubah [9]: 20

Segala puja & puji kita persembahkan kepada Allah semata,
karena Dialah Yang menciptakan & memelihara seluruh makhluk.
QS. Al-Fatihah [1]: 2

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Arti hadits maudhu' adalah ...

Correct! Wrong!

Berdasarkan bahasa, ijma artinya adalah ...

Correct! Wrong!

Orang yang memiliki kemampuan untuk melakukan infefensi hukum-hukum syariat dari sumber-sumber yang terpercaya disebut dengan ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Mujtahid (bahasa Arab: u0627u0644u0645u062cu062au0647u062f) atau fakih (u0627u0644u0641u0642u064au0647) adalah seseorang yang dalam ilmu fikih sudah mencapai derajat ijtihad dan memiliki kemampuan istinbath (inferensi) hukum-hukum syariat dari sumber-sumber muktabar dan diandalkan.

+

Array

Era ketidaktahuan juga disebut zaman ...

Correct! Wrong!

Pengertian ijtihad menurut istilah adalah ...

Correct! Wrong!

Pendidikan Agama Islam #9
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #9 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #9 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #27

Surah yang terpendek dalam Alquran adalah … Surah yang tidak diawali basmalah adalah … Surah yang pertama kali turun secara lengkap adalah … Proses turunnya wahyu berlangsung selama … tahun.Basmalah tertulis atau disebutkan sebanyak dua kali pada surah …

Pendidikan Agama Islam #26

Sebab-sebab turunnya ayat Alquran disebut … Nama lain dari surah Al-Insyirah adalah … Jumlah surah-surah dalam Alquran adalah … Pesan utama dari kandungan Alquran adalah … Surah yang terpanjang dalam Alquran adalah …

Pendidikan Agama Islam #19

Berakhirnya seluruh kehidupan di dunia dinamakan … Hari kiamat di jelaskan dalam Alquran, surah … .Tempat berkumpulnya manusia di akhirat di sebut padang … Salah satu hikmah mempercayai datangnya hari akhir, yaitu … … Surah yang menjelaskan bahwa ‘Allah Subhanahu Wa Ta`ala tempat meminta’, yaitu … …

Kamus Istilah Islam

Maimunah binti al-Harits

Siapa itu Maimunah binti al-Harits? Maimunah binti al-Harits al-Hilaliyyah al-‘Amiriyyah (bahasa Arab: ميمونة بنت الحارث الهلالية العامرية‎) (lahir pada tahun 59...

wali mujbir

Apa itu wali mujbir? wali (orang tua, saudara laki-laki, dan sebagainya) yang berhak menikahkan seseorang yang masih gadis tanpa memerlukan izin gadis tsb … •

ijmak

Apa itu ijmak? ij.mak kesesuaian pendapat (kata sepakat) dari para ulama mengenai suatu hal atau peristiwa ۞ Variasi nama: ijma’ … • ijma’