QS. Yunus (Nabi Yunus) – surah 10 ayat 10 [QS. 10:10]

دَعۡوٰىہُمۡ فِیۡہَا سُبۡحٰنَکَ اللّٰہُمَّ وَ تَحِیَّتُہُمۡ فِیۡہَا سَلٰمٌ ۚ وَ اٰخِرُ دَعۡوٰىہُمۡ اَنِ الۡحَمۡدُ لِلّٰہِ رَبِّ الۡعٰلَمِیۡنَ
Da’waahum fiihaa subhaanakallahumma watahii-yatuhum fiihaa salaamun wa-aakhiru da’waahum anil hamdu lillahi rabbil ‘aalamiin(a);

Do’a mereka di dalamnya ialah:
“Subhanakallahumma”,
dan salam penghormatan mereka ialah:
“Salam”.
Dan penutup doa mereka ialah:
“Alhamdulilaahi Rabbil ‘aalamin”.
―QS. 10:10
Topik ▪ Surga ▪ Percakapan para ahli surga ▪ Azab orang kafir
10:10, 10 10, 10-10, Yunus 10, Yunus 10, Yunus 10

Tafsir surah Yunus (10) ayat 10

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Yunus (10) : 10. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini menggambarkan tiga perumpamaan kehidupan orang-orang mukmin di surga nanti yang dari tiga perumpamaan itu tergambar tingkatan kehidupan rohani yang tinggi yang telah dicapai mereka.
Gambaran itu ialah:

1.
Doa mereka, dimulai dengan menyebut “subhanaka Allahuma”.

2.
Salam penghormatan mereka ialah “Salam”.

3.
Akhir doa mereka ialah “Alhamdulillahi Rabbil `Alamin”.

Doa ialah permohonan yang dipanjatkan kepada Yang Maha Agung dengan sepenuh hati dengan kata-kata yang penuh hormat, karena merasakan keagungan tempat meminta.
Pengakuan akan keagungan Allah itu diungkapkan dengan perkataan “subhanaka allahumma” (Maha Suci Engkau, Wahai Tuhan).
Kalimat ini memberi pengertian bahwa Tuhan Maha Esa, hanya Dia sendirilah yang berhak disembah, yang berhak diagungkan.
Setiap makhluk wajib menghambakan diri kepada-Nya selama-lamanya, baik di dunia maupun di akhirat nanti.
Makhluk yang seperti inilah yang berhak memperoleh kebahagiaan dan kenikmatan yang abadi pula.

Selanjutnya diterangkan salam penghormatan mereka ialah “Salam” yang maksudnya ialah agar sejahtera dan selamat dari yang tidak disukai dan diingini.
Salam penghormatan ini telah selalu pula mereka ucapkan selama hidup di dunia.

Dalam surat Al-Ahzab ayat 44 diterangkan bahwa “Salam” itu pun merupakan salam yang diucapkan oleh Allah kepada orang-orang yang beriman waktu mereka pertama kali menjumpai Allah di akhirat nanti.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Salam penghormatan kepada mereka (orang-orang mukmin itu) pada hari mereka menemui-Nya ialah “Salam”,
dan Dia menyediakan pahala yang mulia bagi mereka.

(Q.S.
Al-Ahzab: 44)

Salam penghormatan ini pula yang diucapkan oleh para malaikat kepada mereka, waktu mereka pertama kali masuk surga.

Allah berfirman:

Dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya dibawa ke dalam surga berombong-rombongan (pula) sehingga apabila mereka sampai ke surga itu, sedang pintu-pintunya telah terbuka dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya: “Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu, berbahagialah kamu, maka masukilah surga ini, sedang kamu kekal di dalamnya.
(Q.S.
Maryam: 62)

Dan salam penghormatan ini pulalah yang diucapkan oleh sesama orang-orang yang beriman di dalam surga.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Mereka tidak mendengar perkataan yang tak berguna di dalam surga kecuali ucapan “Salam”.
Bagi mereka rezekinya di surga itu tiap-tiap pagi dan petang.

(Q.S.
Az Zumar: 73)

Ketinggian kehidupan rohani yang dicapai oleh orang-orang yang beriman di dalam surga nanti dipahami pula dari setiap penutup doa dan permintaan yang mereka panjatkan kepada Allah subhanahu wa ta’ala, yaitu “Alhamdulillahi Rabbil `Alamin” (segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam).
Ucapan ini pula yang diucapkan oleh orang-orang yang beriman di waktu pertama kali masuk surga.
Allah berfirman:

Dan mereka mengucapkan: “Segala puji bagi Allah yang telah memenuhi janji-Nya kepada kami dan telah (memberi) kepada kami tempat ini sedang kami (diperkenankan) menempati tempat dalam surga di mana saja yang kami kehendaki.
Maka surga itulah yang sebaik-baik balasan bagi orang-orang yang beramal.

(Q.S.
Az Zumar: 74)

Dan ucapan ini pulalah yang diucapkan para malaikat di waktu mereka berada di sekeliling Arasy.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

kamu (Muhammad) akan melihat malaikat-malaikat berlingkar di sekeliling Arasy bertasbih sambil memuji Tuhannya dan diberi putusan di antara hamba-hamba Allah dengan adil dan diucapkan: “Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.
(Q.S.
Az Zumar: 75)

Dari ayat ini dipahami bahwa wajib atas tiap-tiap orang yang beriman menyucikan jiwanya, dan membersihkan dirinya.
Cara menyucikan jiwa dan membersihkan diri itu ialah dengan beribadat kepada Allah, mengendalikan hawa nafsu dan mengarahkannya kepada mengerjakan perbuatan yang baik dan amal yang saleh.
Bukanlah membersihkan diri itu dengan menggunakan perantara, seperti menjadikan perantara orang-orang yang dianggap keramat dan dan mengharapkan syafaat daripadanya.
Bahkan perbuatan yang demikian itu dapat menjurus ke arah kemusyrikan.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

(Pahala dari Allah) itu bukanlah menurut angan-anganmu yang kosong dan tidak (pula) menurut angan-angan ahli kitab.
Barang siapa yang mengerjakan kejahatan, niscaya akan diberi pembalasan dengan kejahatan itu dan ia tidak mendapat pelindung dan tidak (pula) penolong baginya selain dari Allah.

(Q.S.
An Nisa’: 123)

Tiga macam perumpamaan kehidupan rohani yang tinggi yang diperoleh oleh ahli surga itu hendaklah selalu dibiasakan dan diamalkan oleh orang-orang yang beriman selama mereka hidup di dunia agar mereka memperoleh kebahagiaan yang abadi pula.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Doa orang-orang Mukmin di dalam surga-surga ini adalah berupa penyucian (tasbih) dan pengagungan terhadap Allah dari apa yang dikatakan oleh orang-orang kafir di dunia.
Ucapan penghormatan Allah kepada mereka dan juga penghormatan di antara mereka adalah pernyataan akan rasa aman dan tenteram.
Dan mereka senantiasa menutup doa dengan memuji Allah atas pertolongan-Nya kepada mereka dengan keimanan dan kemenangan sesuai dengan keridaan-Nya.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Doa mereka di dalamnya) sewaktu mereka meminta apa yang mereka inginkan di dalam surga hanya tinggal mengatakan (Subhaanakallaahumma) artinya Maha Suci Engkau ya Allah.

Bilamana mereka telah memintanya maka mereka menemukan apa yang mereka inginkan telah berada di hadapan mereka (dan salam penghormatan mereka) di antara sesama mereka (di dalam surga ialah salam.

Dan penutup doa mereka ialah) huruf an di sini adalah kata penafsir (alhamdulillaahi rabbil aalamiin) segala puji bagi Allah Rabb alam semesta.

Ayat ini diturunkan sewaktu orang-orang musyrik meminta disegerakan turunnya azab.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Doa mereka di dalam surga adalah tasbih:
Subhaanakallaahumma (Mahasuci Engkau, ya Allah), dan ucapan selamat dari Allah dan malaikat kepada mereka, juga antara sesama penghuni surga adalah salam.
Dan penutup doa mereka adalah :
Alhamdu lillaahi rabbil aalamiin (Segala puji bagi Allah, Rabb seluruh alam), yaitu bentuk rasa syukur dan pujian bagi Allah, Pencipta seluruh makhluk dan Pemelihara mereka lewat curahan nikmat-nikmat-Nya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

Doa mereka di dalamnya ialah ‘Subhahakallahumma’, dan salam penghormatan mereka ialah ‘Salam’.
Dan penutup doa mereka ialah ‘Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamin’.

Demikianlah keadaan ahli surga.

Ibnu Juraij mengatakan bahwa ia pernah mendengar suatu riwayat yang mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:

Doa mereka di dalamnya ialah ‘Subhanakallahumma’.
Bahwa apabila lewat di hadapan mereka burung yang mereka ingin memakannya, maka mereka berkata, “Mahasuci Engkau, ya Allah.” Itulah doa mereka.
Lalu malaikat datang kepada mereka dengan membawa apa yang mereka selerai itu.
Malaikat itu mengucapkan salam penghormatan kepada mereka, dan mereka menjawab salamnya.
Yang demikian itu disebutkan oleh firman-Nya:

…dan salam penghormatan mereka ialah ‘Salam’.
Dan apabila mereka telah memakannya, maka mereka mengucapkan pujian kepada Tuhannya.
Yang demikian itulah makna firman-Nya berikut ini:

Dan penutup doa mereka ialah ‘Alhamdulillahi Rabbil Alamin’.

Muqatil ibnu Hayyan mengatakan bahwa apabila ahli surga bermaksud meminta makan, maka seseorang dari mereka mengucapkan: Mahasuci Engkau, ya Allah.
Maka bangkitlah sepuluh ribu pelayan untuk melayani seseorang dari mereka, masing-masing membawa piring emas berisikan makanan yang berbeda dengan yang dibawa oleh pelayan lainnya.
Lalu ahli surga yang ber­sangkutan memakan semua makanan yang disuguhkan kepadanya itu.

Sufyan As-Sauri mengatakan, bahwa apabila seseorang dari mereka meminta sesuatu, maka ia mengucapkan: Mahasuci Engkau, ya Allah.

Ayat ini mirip dengan makna yang terkandung di dalam firman-Nya:

Salam penghormatan kepada mereka (orang-orang mukmin itu) pada hari mereka menemui-Nya ialah ‘Salam’.
(Al Ahzab:44), hingga akhir ayat.

Mereka tidak mendengar di dalamnya perkataan sia-sia dan tidak pula perkataan yang menimbulkan dosa, tetapi mereka mendengar ucapan salam.
(Al Waaqi’ah:25-26)

(Kepada mereka dikatakan) ‘Salam’, sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang.
(Yaa Siin:58)

sedangkan malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu (sambil mengucapkan), “Salamun ‘Alaikum.” (Ar Ra’du:23-24), hingga akhir ayat.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

Dan penutup doa mereka ialah ‘Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamin’.

Hal ini menunjukkan bahwa hanya Allah subhanahu wa ta’ala.
sematalah yang terpuji lagi yang disembah untuk selama-lamanya.
Karena itulah maka Allah memuji diri-Nya sendiri di saat mulai menciptakan makhluk dan keberlangsungannya, juga menyebut pujian diri-Nya pada permulaan Kitab-Nya serta pada awal penurunannya, seperti yang disebutkan oleh firman-Nya:

Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kepada hamba-Nya Al-Kitab (Al-Qur’an).
(Al Kahfi:1)

Segala puji bagi Allah Yang telah menciptakan langit dan bumi.
(Al An’am:1)

Masih banyak hal lainnya yang panjang keterangannya.
Dan bahwa Allah­lah yang terpuji pada permulaan dan akhirnya, dalam kehidupan di dunia dan akhirat serta dalam semua keadaan.
Karena itulah disebutkan di dalam sebuah hadis, bahwa sesungguhnya ahli surga mendapat ilham untuk ber­tasbih dan bertahmid sebagaimana mereka mendapat ilham untuk ber­napas.
Dikatakan demikian tiada lain karena nikmat-nikmat yang diberi­kan oleh Allah subhanahu wa ta’ala.
kepada mereka kian hari kian bertambah, sehingga ucapan itu terus berulang-ulang seiring dengan penambahan nikmat kepada mereka, maka tidak ada habis-habisnya dan tidak ada batasannya.
Tidak ada Tuhan selain Allah, dan tidak ada Rabb selain-Nya.


Informasi Surah Yunus (يونس)
Surat Yunus terdiri atas 109 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah kecuali ayat 40, 94, 95.
yang diturunkan pada masa Nabi Muhammad ﷺ berada di Madinah.
Surat ini dinamai “surat Yunus” karena dalam surat ini terutama ditampilkan kisah Nabi Yunus ‘alaihis salam dan pengikut-pengikutnya yang teguh imannya.

Keimanan:

Al Qur’an bukanlah sihir
Allah mengatur alam semesta dari Arasy-Nya
syafa’at hanyalah dengan izin Allah
Wali-wali Allah
wahyu Allah yang menerangkan yang ghaib kepada manusia
Allah menyaksikan dan mengamat-amati perbuatan hamba­ harnba-Nya di dunia
Allah tidak mempunyai Anak.

Hukum:

Menentukan perhitungan tahun dan waktu dengan perjalanan matahari dan bulan
hukum mengada-adakan sesuatu terhadap Allah dan mendustakan ayat-ayat-Nya.

Kisah:

Kisah Nabi Nuh a.s.dengan kaumnya
Nabi Musa dengan Fir’aun dan tukang-tukang sihir
kisah Bani lsrail setelah ke luar dari negeri Mesir
Nabi Yunus a.s. dengan kaumnya.

Lain-lain:

Manusia ingat kepada Allah di waktu kesukaran dan lupa di waktu senang
keadaan orang-orang baik dan orang-orang jahat di hari kiamat
Al Qur’an tidak dapat ditandingi
rasul hanya menyampaikan risalah.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Yunus (10) ayat 10 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Yunus (10) ayat 10 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Yunus (10) ayat 10 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Yunus - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 109 & Terjemahan


Gambar



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Baqarah

Surah Yunus (Arab: ينوس , Yūnus, "Nabi Yunus") adalah surah ke-10 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 109 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah kecuali ayat 40, 94, 95, yang diturunkan pada di Madinah.

Nomor Surah10
Nama SurahYunus
Arabيونس
ArtiNabi Yunus
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu51
JuzJuz 11 (ayat 1-109)
Jumlah ruku'11 ruku'
Jumlah ayat109
Jumlah kata1844
Jumlah huruf7593
Surah sebelumnyaSurah At-Taubah
Surah selanjutnyaSurah Hud
4.9
Ratingmu: 4.7 (9 orang)
Sending

✅ URL singkat halaman ini: https://risalahmuslim.id/10-10







Pembahasan ▪ Surat yunus ayat 10 ▪ surah yunus ayat 10 ▪ surat 10 ayat 10 al quran ▪ quran surat yunus syat 10 ▪ qs yunus ayat 10 ▪ Qs yunus (10):10 ▪ Qs 10 ayat 10 tentang apa ▪ makna dari surat yunus ayat 10 ▪ Doa penutup di surat yunus 10 ▪ ayat 10 alquran

Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  







Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta