Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Yaa Siin

Yaa Siin (Yaasiin) surah 36 ayat 68


وَ مَنۡ نُّعَمِّرۡہُ نُنَکِّسۡہُ فِی الۡخَلۡقِ ؕ اَفَلَا یَعۡقِلُوۡنَ
Waman nu’ammirhu nunakkishu fiil khalqi afalaa ya’qiluun(a);

Dan barangsiapa yang Kami panjangkan umurnya niscaya Kami kembalikan dia kepada kejadian(nya).
Maka apakah mereka tidak memikirkan?
―QS. 36:68
Topik ▪ Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir
36:68, 36 68, 36-68, Yaa Siin 68, YaaSiin 68, Yasin 68
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Yaa Siin (36) : 68. Oleh Kementrian Agama RI

Orang-orang kafir berkata: "Jika umur kami dipanjangkan Tuhan, tentulah kami berbuat segala macam kebaikan yang diperintahkan Allah".
Allah subhanahu wa ta'ala menjawab ucapan mereka itu dengan mengatakan: "Semakin panjang umur orang-orang kafir itu, maka semakin lemahlah ia dan semakin tidak berdaya melakukan apa yang dikatakannya itu".

Apakah orang-orang kafir tidak mempergunakan akalnya bahwa semakin panjang dan tua umur seseorang semakin lemahlah ia baik jasmani maupun rohaninya dan semakin tidak mampu ia berbuat.
Allah telah memberinya umur yang cukup kepada mereka, yang dengan umur itu sebenarnya mereka telah dapat berbuat banyak, dapat beramal saleh, dapat menuntut ilmu yang cukup, dapat beribadat dengan baik dan sebagainya.
Tetapi mereka tidak mempergunakan umur mereka itu dengan sebaik-baiknya.
Allah mengutus para Rasul kepada mereka yang membawa petunjuk ke jalan yang lurus, tetapi mereka tidak mengikuti Rasul dan petunjuk itu bahkan mereka mendustakan dan mengingkarinya.

Yaa Siin (36) ayat 68 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Yaa Siin (36) ayat 68 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Yaa Siin (36) ayat 68 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Barangsiapa yang Kami panjangkan usianya, Kami akan mengembalikannya dari kuat menjadi lemah.
Tidakkah mereka berpikir akan kekuasaan Kami melakukan hal itu sehingga mereka menyadari bahwa dunia ini hanyalah ediaman yang fana dan akhirat merupakan tempat yang abadi?[1].

[1] Hal itu terjadi karena kehidupan manusia mengalami tiga fase, yaitu fase pertumbuhan, fase kematangan dan fase atrofi atau penyusutan.
Seseorang akan memasuki masa tua ketika pada dirinya mulai terjadi penyusutan parenkim di ginjal, jantung, kelenjar gondok dan pankreas.
Itu semua mempunyai peranan dalam membuat seluruh tubuh menjadi lemah.
Pembuluh nadi pun, saat itu, mulai mengalami pengerasan dan penyusutan.
Dengan demikian, darah yang mengalir ke seluruh bagian tubuh pun berkurang.
Akibatnya tubuh menjadi semakin lemah.
Di antara penyebab ketuaan lainnya adalah bahwa daya perusak lebih kuat daripada daya pembangun (metabolisme) tubuh.
Hal itu dimungkinkan karena semua sel pada tubuh mengalami perubahan terus menerus, kecuali sel otak dan urat saraf tulang belakang yang tidak pernah mengalami perubahan sepanjang hidup.
Jika jumlah sel baru sama dengan jumlah sel yang mati, maka tidak akan terjadi apa-apa pada tubuh.
Tetapi jika jumlah sel yang mati lebih banyak daripada sel baru pada bagian tubuh mana saja, maka bagian tubuh itu akan mengalami penyusutan.
Atas dasar itu, semakin bertambah usia seseorang, jumlah selnya yang mati pun bertambah banyak.
Pada gilirannya akan terjadi penambahan degradasi sel yang mengakibatkan penyusutan secara umum.
Jumlah pertambahan sel-sel baru itu sendiri berbeda dari satu jaringan ke jaringan lain.
Jaringan yang tampak, seperti kulit yang menyelimuti tubuh dan selaput dalam saluran pencernaan serta saluran-saluran kelenjar mengalami penyusutan lebih banyak seiring dengan bertambahnya usia seseorang.
Dan itu merupakan penyebab langsung terjadinya ketuaan.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan barang siapa yang Kami panjangkan umurnya) yaitu diperpanjang ajalnya (niscaya dia Kami kembalikan) menurut qiraat yang lain tidak dibaca Nunakkis-hu melainkan Nunkis-hu yang berasal dari Mashdar At-Tankiis, yakni mengembalikannya (kepada kejadiannya) sehingga setelah ia kuat dan muda lalu menjadi tua dan lemah kembali.
(Maka apakah mereka tidak memikirkan?) bahwasanya Dzat Yang Maha Kuasa memperbuat demikian, berkuasa pula untuk membangkitkan hidup kembali, oleh karenanya mereka lalu mau beriman kepada-Nya.
Menurut qiraat yang lain lafal Ya'qiluuna dibaca Ta'qiluuna dengan memakai huruf Ta.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta'ala menceritakan tentang anak Adam, bahwa manakala usianya dipanjangkan, maka dikembalikanlah ia kepada keadaan lemah sesudah kuat dan lelah sesudah semangat.
Seperti yang disebutkan di dalam firman-Nya:

Allah, Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban.
Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Mahakuasa.
(Ar Ruum:54)

Dan firman Allah subhanahu wa ta'ala:

dan di antara kamu ada yang dikembalikan kepada umur yang paling lemah (lanjut dan pikun) supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatu pun yang pernah diketahuinya.
(An Nahl:70)

Makna yang dimaksud —hanya Allah Yang Maha Mengetahui— memberitakan tentang keadaan dunia ini, bahwa ia adalah negeri yang lenyap dan sebagai tempat persinggahan, bukan negeri yang abadi, bukan pula tempat menetap selamanya.
Karena itulah disebutkan dalam firman berikutnya:

Maka apakah mereka tidak memikirkan?
(Yaa Siin:68)

Yakni tidakkah mereka menggunakan akal pikirannya untuk merenungkan permulaan kejadian mereka, kemudian perjalanan hidup mereka yang berakhir di usia tua, lalu usia pikun, agar mereka mengetahui bahwa diri mereka itu diciptakan bukan untuk menetap di negeri yang fana ini, melainkan untuk negeri akhirat yang abadi.
Dia harus pindah dari negeri fana ke negeri kekekalan yang tidak berpindah lagi sesudahnya.

Informasi Surah Yaa Siin (يس)
Surat "Yaa Siin" terdiri atas 83 ayat, termasuk golongan surat-surat Makldyyah, diturunkan sesudah surat Jin.

Dinamai "Yaa Siin" karena dimulai dengan huruf "Yaa Siin".
Sebagaimana halnya arti huruf-huruf abjad yang terletak pada permulaan beberapa surat.
Al Qur'an, maka demikian pula arti "Yaa Siin" yang terdapat pada ayat permulaan surat ini, yaitu Allah mengisyaratkan bahwa sesudah huruf tersebut akan dikemukakan hal-hal yang penting antara lain:
Allah bersumpah dengan Al Qur'an bahwa Muhammad ﷺ benar-benar seorang rasul yang diutus-Nya kepada kaum yang belum pernah diutus kepada mereka rasul­ rasul.

Keimanan:

Bukti-bukti adanya hari berbangkit
Al Qur'an bukanlah syair
ilmu, kekuasaan dan rahmat Allah
surga dan sifat-sifatnya yang disediakan bagi orang-orang mu'min
mensucikan Allah dari sifat-sifat yang tidak layak bagi-Nya
anggota badan manusia menjadi saksi pada hari kiamat atas segala perbuatannya di dunia.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Kisah utusan-utusan Nabi Isa a.a. dengan penduduk Anthakiyah (Syam) .

Lain-lain:

Tidak ada faedah peringatan bagi orang-orang musyrik
Allah menciptak an segala sesuatu berpasang-pasangan
semua bintang-bintang di cakrawala berjalan pada ga­ris edar yang telah ditetapkan Allah
ajal dan hari kiamat datangnya secara tlba­ tiba
Allah menghibur hati Rasulullah s.a. w. terhadap sikap kaum musyrikin yang menyakitkan hatinya.

QS 36 Yasin (1-83) - Indonesian - Archie Wirija
QS 36 Yasin (1-83) - Arabic - Archie Wirija


Gambar Kutipan Surah Yaa Siin Ayat 68 *beta

Surah Yaa Siin Ayat 68



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Yaa Siin

Surah Yasin atau Surah Ya Sin (bahasa Arab:يس) adalah surah ke-36 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 83 ayat, serta termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Dinamai Ya Sin karena surah ini dimulai dengan dua abjad Arab Ya Sin.
Sebagaimana halnya arti tersembunyi huruf-huruf abjad Alif Lam Mim atau Nun yang terletak pada permulaan beberapa surah Al-Quran, maka demikian pula arti Ya Sin yang termasuk dalam kategori ayat mutasyaabihat.

Nomor Surah36
Nama SurahYaa Siin
Arabيس
ArtiYaasiin
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu41
Juz22 dan 23
Jumlah ruku'5 ruku'
Jumlah ayat83
Jumlah kata733
Jumlah huruf3068
Surah sebelumnyaSurah Fatir
Surah selanjutnyaSurah As-Saffat
4.8
Rating Pembaca: 4.6 (14 votes)
Sending