QS. Yaa Siin (Yaasiin) – surah 36 ayat 21 [QS. 36:21]

اتَّبِعُوۡا مَنۡ لَّا یَسۡـَٔلُکُمۡ اَجۡرًا وَّ ہُمۡ مُّہۡتَدُوۡنَ
Attabi’uu man laa yasalukum ajran wahum muhtaduun(a);

Ikutilah orang yang tiada minta balasan kepadamu, dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.
―QS. 36:21
Topik ▪ Kisah-kisah ▪ Kisah Ashabul Qaryah ▪ Lembaran catatan amal perbuatan
36:21, 36 21, 36-21, Yaa Siin 21, YaaSiin 21, Yasin 21

Tafsir surah Yaa Siin (36) ayat 21

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Yaa Siin (36) : 21. Oleh Kementrian Agama RI

Laki-laki itu menjelaskan lagi ketiga utusan yang mendakwahkan kebenaran itu tidak mengharapkan balas jasa sama sekali atas jerih payahnya dalam menyampaikan risalah itu.
Merekalah yang memperoleh petunjuk dari Allah subhanahu wa ta’ala bahwa yang seharusnya disembah itu adalah Allah Yang Maha Esa, tanpa memperserikatkan-Nya dengan sesuatu apapun.
Laki-laki yang bernama Habib itu datang dari jauh, menjelaskan lagi kepada penduduk Antakiyah itu bahwa ia memberikan pelajaran dan pengajaran kepada mereka, setelah ia meyakinkan apa yang disampaikannya merupakan sesuatu yang baik bagi dirinya sendiri.
Kenapa pula aku tidak akan menyembah kepada Tuhan Allah Yang Maha Esa yang telah menciptakan aku, dan kepada-Nya akan kembali semua yang hidup ini?
Di sanalah kamu akan menerima segala ganjaran amal perbuatanmu.
Yang berbuat baik pasti menikmati hasil kebaikannya, yang berbuat jahat, sudah barang tentu tidak sanggup melepaskan diri dari azab sebagai balasan.
Penegasan di alas adalah sebagai jawaban dari pertanyaan kaumnya yang tidak mau beriman itu.

Apakah engkau sendiri (hai Habib) beriman dengan para utusan itu dan engkau percaya kepadanya dan dengan sepenuh hati untuk beriman dan beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa itu?

Apakah pantas aku mencari atau menjadikan tuhan yang lain selain dan pada Tuhan Yang Maha Esa itu?
Tuhan yang tiada sanggup memberi manfaat atau menolak mudarat, tuhan yang tiada mendengar dan tiada melihat?.
Sebaliknya Tuhan yang aku sembah andai kata ia bermaksud mencelakakan aku tiada aku sanggup mengelakkannya, malah tuhan-tuhan yang kamu sembah itu tidak bisa memberi pertolongan (syafaat).
Demikian pula tuhan-tuhan itu sudah barang tentu tidak dapat menghindarkan aku dari siksaan Allah, walau pun aku telah menyembah mereka.

Oleh karena itu bila aku turut serta pula menyembah apa yang kamu sembah selain dari Tuhan Yang Maha Esa, sungguh aku telah menempuh jalan yang sesat.
Kalau aku menyembah patung yang terbikin dari batu atau makhluk-makhluk lainnya, sedang dia sama sekali tidak mungkin mendatangkan manfaat atau menolak mudarat, bukankah aku sudah berada dalam kesesatan?

Laki-laki yang datang dari jauh (Habib) itu mengakhiri nasihatnya dengan menegaskan di hadapan kaumnya kepada ketiga utusan itu tentang pendiriannya yang sejati, yakni “Dengarlah wahai utusan-utusan Nabi Isa, aku beriman kepada Tuhanmu yang telah mengutus kamu.
Oleh karena itu saksikanlah dan dengarkanlah apa yang aku ucapkan ini”.
Menurut riwayat, setelah Habib mengumandangkan pendiriannya, yakni ia beriman kepada para utusan Nabi Isa itu, beriman kepada Allah Yang Maha Esa dengan dalil-dalil seperti disebutkan di atas, kaum kafir itu melemparinya dengan batu.
Sekujur tubuhnya mengeluarkan darah.
Akhirnya Habib Syahid menegakkan kebenaran.
Ada pula riwayat kedua kakinya ditarik dengan arah yang berlawanan sampai sobek dari arah duburnya memancar darah segar.
Ia gugur dalam melaksanakan tugasnya.
Sebelum menemui ajalnya, pahlawan tersebut masih sempat berdoa kepada Tuhan:

Ya Allah tunjukilah kaumku.
sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang tidak mengetahui.

Pada saat Hari Berbangkit tiba, maka Allah memerintahkan kepada Habib: “Masuklah engkau ke dalam surga sebagai balasan atas apa yang telah engkau kerjakan selama di dunia”.
Setelah ia masuk ke dalam surga itu dan merasakan betapa indah dan nikmatnya balasan Allah bagi orang yang beriman dan sabar dalam melaksanakan tugas dakwah, ia pun berkata: “Kiranya kaumku dahulu mengetahui bahwa aku memperoleh magfirah dan memperoleh kemuliaan dari Allah”,
Magfirah dan kemuliaan yang dapat dirasakan dan dinikmati oleh sebagian manusia yang beriman.
Sesungguhnya ayat di atas memakai lafal “tamanni” (mengharapkan sesuatu yang tak mungkin dicapai) guna untuk mendorong kaum Antakiyah dan orang-orang mukmin pada umumnya agar berusaha sebanyak mungkin memperoleh ganjaran seperti itu, tobat dari segala kekafiran dan masuk ke dalam kelompok orang yang merasakan indahnya dan lezatnya beriman kepada Allah subhanahu wa ta’ala, menaati dan mengikuti jalan para wali Allah dengan cara menahan marah dan melimpahkan kasih sayang kepada orang yang memusuhinya.
Kata Ibnu `Abbas, Habib menasihatkan kepada kaumnya ketika ia masih hidup dengan ucapan “Ikutilah risalah yang dibawa oleh para utusan itu”.
Kemudian setelah ia meninggal dunia akibat siksaan mereka ia juga masih mengharapkan “kiranya kaumku mengetahui bahwa Allah telah mengampuniku dan menjadikan aku termasuk orang-orang yang dimuliakan”.
Setelah Habib dibunuh, Allah menurunkan siksa-Nya kepada mereka Jibril diperintahkan mendatangi kaum yang durhaka itu.
Dengan satu kali teriakan saja bagaikan halilintar kerasnya, mereka tiba-tiba mati semuanya.
Itulah suatu balasan yang setimpal dengan kesalahan karena mendustakan utusan-utusan Allah, membunuh wali-wali-Nya dan mengingkari risalah Allah.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Ikutilah para rasul yang tidak menuntut imbalan atas segala nasihat dan ajakan mereka kepada kalian.
Mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk dan mendatangkan kebaikan, jika kalian mengikuti petunjuk mereka ke jalan kebaikan dan kemenangan.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Ikutilah) lafal ayat ini mengukuhkan makna lafal yang sama pada ayat sebelumnya (orang yang tiada minta balasan kepada kalian) atas misi risalah yang disampaikannya itu (dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk) lalu dikatakan kepadanya, “Kamu seagama dengan mereka.”

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

ikutilah mereka yang tidak memungut harta dari kalian sebagai imbalan dia menyampaikan risalah kepada kalian. Mereka juga di atas petunjuk dalam apa yang mereka dakwahkan kepada kalian, yaitu ibadah hanya kepada Allah semata. Ayat ini mengandung petunjuk tentang keutamaan orang yang berusaha untuk beramar ma’ruf dan bernahi mungkar.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

ikutilah orang yang tiada minta balasan kepadamu.
(Q.S. Yasin [36]: 21)

Yakni upah sebagai imbalan dari penyampaian risalahnya kepada mereka.

dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.
(Q.S. Yasin [36]: 21)

Mereka mendapat petunjuk dari Allah subhanahu wa ta’ala, karenanya mereka menyeru kalian untuk menyembah Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya.


Informasi Surah Yaa Siin (يس)
Surat “Yaa Siin” terdiri atas 83 ayat, termasuk golongan surat-surat Makldyyah, diturunkan sesudah surat Jin.

Dinamai “Yaa Siin” karena dimulai dengan huruf “Yaa Siin”.
Sebagaimana halnya arti huruf-huruf abjad yang terletak pada permulaan beberapa surat.
Al Qur’an, maka demikian pula arti “Yaa Siin” yang terdapat pada ayat permulaan surat ini, yaitu Allah mengisyaratkan bahwa sesudah huruf tersebut akan dikemukakan hal-hal yang penting antara lain:
Allah bersumpah dengan Al Qur’an bahwa Muhammad ﷺ benar-benar seorang rasul yang diutus-Nya kepada kaum yang belum pernah diutus kepada mereka rasul­ rasul.

Keimanan:

Bukti-bukti adanya hari berbangkit
Al Qur’an bukanlah syair
ilmu, kekuasaan dan rahmat Allah
surga dan sifat-sifatnya yang disediakan bagi orang-orang mu’min
mensucikan Allah dari sifat-sifat yang tidak layak bagi-Nya
anggota badan manusia menjadi saksi pada hari kiamat atas segala perbuatannya di dunia.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Kisah utusan-utusan Nabi Isa a.a. dengan penduduk Anthakiyah (Syam) .

Lain-lain:

Tidak ada faedah peringatan bagi orang-orang musyrik
Allah menciptak an segala sesuatu berpasang-pasangan
semua bintang-bintang di cakrawala berjalan pada ga­ris edar yang telah ditetapkan Allah
ajal dan hari kiamat datangnya secara tlba­ tiba
Allah menghibur hati Rasulullah s.a. w. terhadap sikap kaum musyrikin yang menyakitkan hatinya.

Ayat-ayat dalam Surah Yaa Siin (83 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Yaa-Siin (36) ayat 21 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Yaa-Siin (36) ayat 21 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Yaa-Siin (36) ayat 21 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Q.S. Yasin (36) ayat 1-83 - Archie Wirija (Bahasa Indonesia)
Q.S. Yasin (36) ayat 1-83 - Archie Wirija (Bahasa Arab)

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Yaa-Siin - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 83 & Terjemahan


Gambar

no images were found



Statistik Q.S. 36:21
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Yaa Siin.

Surah Yasin atau Surah Ya Sin (bahasa Arab:يس) adalah surah ke-36 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 83 ayat, serta termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Dinamai Ya Sin karena surah ini dimulai dengan dua abjad Arab Ya Sin.
Sebagaimana halnya arti tersembunyi huruf-huruf abjad Alif Lam Mim atau Nun yang terletak pada permulaan beberapa surah Al-Quran, maka demikian pula arti Ya Sin yang termasuk dalam kategori ayat mutasyaabihat.

Nomor Surah 36
Nama Surah Yaa Siin
Arab يس
Arti Yaasiin
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 41
Juz 22 dan 23
Jumlah ruku' 5 ruku'
Jumlah ayat 83
Jumlah kata 733
Jumlah huruf 3068
Surah sebelumnya Surah Fatir
Surah selanjutnya Surah As-Saffat
4.9
Ratingmu: 4.7 (9 orang)
Sending







Pembahasan ▪ ittabiu malla yas alaikum ajron

Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta