Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Thaa Haa

Thaa Haa (Ta Ha) surah 20 ayat 97


قَالَ فَاذۡہَبۡ فَاِنَّ لَکَ فِی الۡحَیٰوۃِ اَنۡ تَقُوۡلَ لَا مِسَاسَ ۪ وَ اِنَّ لَکَ مَوۡعِدًا لَّنۡ تُخۡلَفَہٗ ۚ وَ انۡظُرۡ اِلٰۤی اِلٰـہِکَ الَّذِیۡ ظَلۡتَ عَلَیۡہِ عَاکِفًا ؕ لَنُحَرِّقَنَّہٗ ثُمَّ لَنَنۡسِفَنَّہٗ فِی الۡیَمِّ نَسۡفًا
Qaala faadzhab fa-inna laka fiil hayaati an taquula laa misaasa wa-inna laka mau’idan lan tukhlafahu waanzhur ila ilahikal-ladzii zhalta ‘alaihi ‘aakifan lanuharriqannahu tsumma lanansifannahu fiil yammi nasfan;

Berkata Musa:
“Pergilah kamu, maka sesungguhnya bagimu di dalam kehidupan di dunia ini (hanya dapat) mengatakan:
“Janganlah menyentuh (aku)”.
Dan sesungguhnya bagimu hukuman (di akhirat) yang kamu sekali-kali tidak dapat menghindarinya, dan lihatlah tuhanmu itu yang kamu tetap menyembahnya.
Sesungguhnya kami akan membakarnya, kemudian kami sungguh-sungguh akan menghamburkannya ke dalam laut (berupa abu yang berserakan).
―QS. 20:97
Topik ▪ Maksiat dan dosa ▪ Menyiksa pelaku maksiat ▪ Tahap dalam pembentukan janin
20:97, 20 97, 20-97, Thaa Haa 97, ThaaHaa 97, Thoha 97, Thaha 97, Ta Ha 97
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Thaa Haa (20) : 97. Oleh Kementrian Agama RI

Musa berkata kepada Samiri pergilah engkau jauh-jauh dari sini, engkau tidak berhak bergaul dengan siapapun dan tak ada seorangpun yang dibolehkan bergaul dengan engkau.
Bila ada orang yang bertanya kepadamu mengenai halmu maka engkau harus menjawab "Aku tidak dibolehkan mendekat seseorang dan siapapun tidak boleh mendekatinya".
Inilah tindakan Musa yang amat keras dan tegas terhadapnya.
Ke mana Samiri akan pergi, tak ada tempat yang akan didiami karena sekeliling tempat itu hanya ada padang pasir yang amat luas dan tandus, tak ada sebidang tanahpun di gurun sahara itu yang dapat didiami manusia.
Sedang binatang-binatang liar dan buaspun akan merasa sulit dan akan menderita tinggal di padang pasir yang tak bertepi itu.
Diriwayatkan bahwa Samiri setelah diusir oleh Musa pergilah dia dari tempat itu tanpa diketahuinya ke mana arah dan tujuan yang akan dicapainya.
Dia bertualang di gurun sahara yang amat luas itu dan tidak ada yang dijumpainya kecuali binatang-binatang buas dan liar.
Memang terbuktilah apa yang dikatakan Musa kepadanya bila ia bertemu dengan seseorang menanyakan halnya dia harus menjawab "La misasa".

Biarpun dia tidak pernah mengucapkan kata "La misasa" itu tetapi dalam praktek pengalamannya bertualang di padang pasir seakan-akan dia sendiri meneriakkan kata itu sehingga tak ada seorangpun yang berani mendekat kepadanya.
Kemudian Musa mengucapkan kata-kata perpisahan kepadanya bahwa dia akan menemui hari yang dia tak dapat menghindarkan diri dari padanya yaitu hari kiamat, hari pembalasan di mana dia akan menerima balasan amal perbuatannya setimpal dengan besarnya dosa yang diperbuatnya.
Kemudian memerintahkan supaya Samiri menoleh kepada tuhan buatannya yang disembah dan dipujanya dan berkata, "Patung ini akan aku hancur leburkan sampai menjadi debu dan debunya akan saya hambur-hamburkan ke laut sehingga hilang lenyap tidak berkesan.

Thaa Haa (20) ayat 97 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Thaa Haa (20) ayat 97 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Thaa Haa (20) ayat 97 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Musa berkata lagi, "Keluarlah kamu dari kelompok kami dan jauhilah kami! Kau akan mendapat balasan di dunia sebagai orang terhina dan dijauhi manusia.
Dengan begitu, tak ada hubungan lagi antara kamu dengan mereka.
Tidak ada seorang pun akan mendekatimu dan kau un tidak dapat mendekati seseorang.
Lebih dari itu, siksaanmu di akhirat sudah pula ditentukan.
Dan kamu tidak akan dapat menghindarinya." Musa kemudian mencemooh Samiriy dan tuhanya seraya berkata, "Lihatlah sekarang apa yang akan kami perbuat terhadap tuhan yang kamu sembah dan kamu jadikan alat untuk menggoda manusia.
Kami akan membakar dan menghamburkannya ke laut."

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Berkata Musa) kepada Samiri, ("Pergilah kamu) dari kalangan kami ini (maka sesungguhnya bagimu di dalam kehidupan di dunia ini) selama kamu hidup di dalamnya (hanya dapat mengatakan) kepada orang-orang yang kamu bertemu dengannya, ('Janganlah menyentuhku') janganlah kamu mendekat kepadaku.
Dan disebutkan bahwa sejak saat itu Samiri mengembara tanpa tujuan dan jika ada seseorang menyentuhnya atau dia menyentuhnya, maka semuanya kena penyakit demam.
(Dan sesungguhnya bagimu telah ada ketentuan waktu) bagi hukumanmu (yang kamu sekali-kali tidak dapat menghindarinya) jika dibaca Lan tukhlifahu artinya, kamu tidak dapat selamat dari azab itu.
Dan jika dibaca Lan Tukhlafahu artinya, kamu dibangkitkan kelak di hari kiamat untuk diazab (dan lihatlah tuhanmu itu yang kamu tetap) lafal Zhalta asalnya dibaca Zhalilta, kemudian Lam yang pertama dibuang sehingga jadilah Zhalta artinya yang kamu selamanya (menyembah kepadanya) tetap menyembahnya.
(Sesungguhnya kami akan membakarnya) dengan api (kemudian kami sungguh-sungguh akan menghambur-hamburkannya ke dalam laut) berupa abu yang berserakan terbawa oleh angin laut.
Dan Nabi Musa mengerjakan apa yang telah dikatakannya itu setelah terlebih dahulu menyembelihnya.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Musa berkata kepada as-Samiri :
Pergilah, karena hukumanmu dalam kehidupan dunia ini ialah kamu hidup dalam keadaan terbuang seraya berkata kepada setiap orang :
Aku tidak boleh menyentuh dan tidak boleh disentuh.
Dan bagimu terdapat waktu yang ditentukandi akhirat bagi adzab dan siksamu, yang sekali-kali Allah tidak menyelisihi janji-Nya terhadapmu, dan kamu akan menghadapinya.
Lihatlah sembahanmu yang tetap kamu sembah.
Sungguh kami akan membakarnya dengan api, kemudian kami benar-benar akan menaburkannya di laut dalam bentuk abu yang berserakan agar ditiup angin, hingga tidak tersisa sedikit pun.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

Musa berkata, "Pergilah kamu, maka sesungguhnya bagimu di dalam kehidupan di dunia ini (hanya dapat) mengatakan, 'Janganlah menyentuh(ku)'."

Yakni sebagaimana kamu telah mengambil dan memegang sesuatu yang seharusnya kamu tidak boleh mengambil dan memegangnya, yaitu bekas jejak utusan itu, maka hukumanmu di dunia ini ialah hendaknya kamu mengatakan, "Janganlah kamu menyentuhku," yakni orang-orang tidak boleh menyentuhmu.

Dan sesungguhnya bagimu hukuman.

Yaitu kelak di hari kiamat.

yang kamu sekali-kali tidak dapat menghindarinya.

Artinya tiada jalan lain bagimu kecuali mengalaminya, atau tiada jalan selamat bagimu darinya.

Qatadah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: (hanya dapat) mengatakan, "Janganlah menyentuh(ku).” (Thaahaa:97) Hal tersebut sebagai hukuman terhadap mereka (yang menyembah anak lembu), dan sisa-sisa mereka di masa sekarang mengatakan hal yang sama.

Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

Dan sesungguhnya bagimu hukuman (di akhirat) yang kamu sekali-kali tidak dapat menghindarinya.

Al-Hasan Al-Basri, Qatadah dan Abu Nuhaik mengatakan bahwa kamu tidak dapat menghindari siksaan itu.

dan lihatlah tuhanmu itu yang kamu tetap menyembahnya.

Yakni kamu tetap menyembah patung anak lembu.

Sesungguhnya kami akan membakarnya.

Ad-Dahhak telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, juga As-Saddi, bahwa Musa mengikis habis patung itu dengan kikir, lalu melemparnya dalam api.

Qatadah mengatakan bahwa patung anak lembu itu berubah menjadi anak lembu sungguhan yang berdarah dan berdaging, lalu Musa membakarnya dan melemparkan abunya ke laut.
Karena itulah disebutkan oleh firman selanjutnya:

kemudian kami sungguh-sungguh akan menghamburkannya ke dalam laut (berupa abu yang berserakan).

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Raja, telah menceritakan kepada kami Israil, dari Abu Ishaq, dari Imarah ibnu Abdullah dan Abu Abdur Rahman, dari Ali r.a.
yang mengatakan bahwa sesungguhnya Musa setelah bersegera menuju ke tempat yang dijanjikan oleh Tuhannya, Samiri dengan sengaja mengumpulkan semua perhiasan wanita Bani Israil yang dapat dihimpunkannya, lalu dijadikannya sebuah patung anak lembu.

Ali melanjutkan kisahnya, bahwa setelah pulang Musa segera pergi ke tempat patung anak lembu itu dan mengambil kikir, lalu ia mengikir habis patung anak lembu itu di pinggir sungai.
Maka tiada seorang pun dari kalangan mereka yang menyembah patung anak lembu itu meminum air sungai tersebut, melainkan wajahnya berubah menjadi kuning seperti warna emas.
Lalu mereka berkata kepada Musa, "Bagaimanakah cara tobat kami?"
Musa menjawab, "Sebagian dari kalian membunuh sebagian yang lainnya."

Hal yang sama telah dikatakan oleh As-Saddi.
Dalam tafsir surat Al-Baqarah telah disebutkan kisah ini.
kemudian diulangi lagi dalam hadis yang bersumber dari Ibnu Abbas.
keterangannya lebih rinci lagi.

Informasi Surah Thaa Haa (طه)
Surat Thaahaa terdiri atas 135 ayat, diturunkan sesudah diturunkannya surat Maryam, ter­masuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Surat ini dinamai "Thaahaa",
diambil dari perkataan yang berasal dari ayat pertama surat ini.
Sebagaimana yang lazim terdapat pada surat-surat yang memakai huruf-huruf abjad pada permulaannya, di mana huruf tersebut seakan-akan merupakan pemberitahuan Allah kepada orang-orang yang membacanya, bahwa sesudah huruf itu akan dikemukakan hal-hal yang sangat penting diketahui, maka demikian pula halnya dengan ayat-ayat yang terdapat sesudah huruf "thaahaa" dalam surat ini.
Allah menerangkan bahwa Al Qur'an merupakan peringatan bagi manusia, wahyu dari Allah, Pencipta semesta alam.
Kemudian Allah menerangkan kisah bebe­rapa orang nabi akibat-akibat yang telah ada akan dialami oleh orang-orang yang percaya ke­pada Allah dan orang-orang yang mengingkari-Nya, baik di dunia maupun di akhirat.
Selain hal­ hal tersebut di atas, maka surat ini mengandung pokok-pokok isi sebagai berikut:

Keimanan:

Al Qur'an adalah peringatan bagi manusia terutama bagi orang-orang yang ber­ takwa
Musa a.s. langsung menerima wahyu dari Allah, tanpa perantara Jibril
Allah bersemayam di atas 'Arsy, mengetahui sesuatu yang samar dan yang lebih samar
ke­adaan orang berdosa dihimpunkan di hari kiamat
syafa 'at tidak bermanfaa'at di hari kiamat, kecuali syafa'at dari orang-orang yang dapat izin dari Allah.

Hukum:

Perintah mengerjakan shalat dan keutamaan waktu-waktunya
kewajiban menyuruh keluarga melakukan shalat.

Kisah:

Kisah Musa a.s. dan Harun a.s. dalam menghadapi Fir'aun dan Bani Israil
kisah Nabi Adam a.s. dan iblis.

Lain-lain:

Perintah Allah kepada Nabi Muhammad ﷺ supaya dia meminta tambahan ilmu kepada Allah sekalipun sudah menjadi rasul
Allah tidak akan mengazab sesuatu kaum sebelum diutus rasul kepada mereka
jangan terpengaruh oleh kesenangan kehidupan dunia.


Gambar Kutipan Surah Thaa Haa Ayat 97 *beta

Surah Thaa Haa Ayat 97



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Thaa Haa

Surah Ta Ha (Arab: طه , Tā-Hā, "Ta Ha") adalah surah ke-20 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 135 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah.
Surah ini dinamai Ta Ha, diambil ayat pertama surah ini.
Sebagaimana juga yang lazim terdapat pada surah-surah yang memakai huruf-huruf abjad pada permulaannya, di mana huruf tersebut seakan-akan merupakan pemberitahuan Allah kepada orang-orang yang membacanya, bahwa sesudah huruf itu akan dikemukakan hal-hal yang sangat penting diketahui, maka demikian pula halnya dengan ayat-ayat yang terdapat sesudah huruf Ta Ha dalam surah ini.
Allah menerangkan bahwa Al-Quran merupakan peringatan bagi manusia, wahyu dari Allah, Pencipta semesta alam.
Kemudian Allah menerangkan kisah beberapa nabi; akibat-akibat yang telah ada akan dialami oleh orang-orang yang percaya kepada Allah dan orang-orang yang mengingkari-Nya, baik di dunia maupun di akhirat.

Nomor Surah 20
Nama Surah Thaa Haa
Arab طه
Arti Ta Ha
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 45
Juz Juz 16
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 135
Jumlah kata 1534
Jumlah huruf 5399
Surah sebelumnya Surah Maryam
Surah selanjutnya Surah Al-Anbiya
4.6
Rating Pembaca: 4.6 (16 votes)
Sending








Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku