QS. Thaa Haa (Ta Ha) – surah 20 ayat 88 [QS. 20:88]

فَاَخۡرَجَ لَہُمۡ عِجۡلًا جَسَدًا لَّہٗ خُوَارٌ فَقَالُوۡا ہٰذَاۤ اِلٰـہُکُمۡ وَ اِلٰہُ مُوۡسٰی ۬ فَنَسِیَ
Fa-akhraja lahum ‘ijlaa jasadan lahu khuwaarun faqaaluuu hadzaa ilahukum wa-ilahu muusa fanasiy(a);

kemudian Samiri mengeluarkan untuk mereka (dari lobang itu) anak lembu yang bertubuh dan bersuara, maka mereka berkata:
“Inilah Tuhanmu dan Tuhan Musa, tetapi Musa telah lupa”.
―QS. 20:88
Topik ▪ Larangan berbuat keji
20:88, 20 88, 20-88, Thaa Haa 88, ThaaHaa 88, Thoha 88, Thaha 88, Ta Ha 88

Tafsir surah Thaa Haa (20) ayat 88

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Thaa Haa (20) : 88. Oleh Kementrian Agama RI

Kemudian Samiri mengeluarkan dari lubang itu sebungkah emas berbentuk anak sapi dan mengeluarkan bunyi seperti suara sapi.
Memang Samiri adalah seorang ahli; dan dia dapat membuat pipa dalam patung itu sehingga apabila angin berhembus keluarlah suara seperti suara anak sapi.
Samiri mengatakan kepada kami bahwa inilah tuhan yang sebenarnya tuhan kita semua dan juga tuhan Musa, dialah yang akan kita sembah dan kita puja, kepadanyalah kita memohonkan sesuatu bila kita menginginkan atau memerlukannya.
Samiri mengatakan pula kepada kami bahwa engkau hai Musa naik ke bukit itu untuk menemui Tuhan padahal tuhan yang akan ditemui Musa itu ada di sini.
Sungguh Musa itu amat pelupa sehingga ia berpayah-payah mencari sesuatu ke tempat yang jauh padahal yang dia cari itu berada di sini.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Setelah itu Samiriy membuat patung anak lembu dari bekas emas perhiasan tadi untuk pengikut- pengikut Musa itu.
Di bagian perut patung lembu itu dibuat sebuah lobang saluran angin sehingga menimbulkan suara seperti suara sapi, agar tipu dayanya semakin sempurna.
Ia mengajak mereka untuk menyembahnya, kemudian mereka pun mengikuti seruan Samiriy.
Ia dan pengikut-pengikutnya berkata, “Inilah sembahan kalian dan sembahan Musa.” Samiriy lupa bahwa dengan melakukan perenungan dan pembuktian, akan mudah diketahui bahwa anak sapi itu bukanlah Tuhan.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Kemudian Samiri mengeluarkan untuk mereka anak lembu) yang berhasil ia cetak dari perhiasan itu (yang bertubuh) yakni ada daging dan darahnya (dan bersuara) suaranya dapat didengar.

Anak lembu itu menjadi demikian disebabkan pengaruh tanah bekas teracak kuda malaikat Jibril, sehingga ia dapat hidup.

Tanah itu diletakkan oleh Samiri ke dalam mulut lembu itu sesudah dicetak, lalu anak lembu itu menjadi hidup (maka mereka berkata) yakni Samiri dan para pengikutnya, (“Inilah Tuhan kalian dan Tuhan Musa, tetapi ia telah lupa”) Musa telah lupa akan Tuhannya, bahwa Dia ada di sini, lalu pergi mencari-Nya.

Maka Allah berfirman:

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Kemudian Samiri membuatkan untuk Bani Israil dari emas itu anak lembu bertubuh yang memiliki suara lembu.
Maka orang-orang yang tergoda dengannya di antara mereka berkata kepada yang lain :
Inilah sembahan kalian dan sembahan Musa, tetapi Musa telah melupakannya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ubadah ibnul Buhturi, telah menceritakan kepada kami Yazid ibnu Harun, telah menceritakan kepada kami Hammad dari Sammak, dari Sa’id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas, bahwa Harun bersua dengan Samiri yang saat itu Samiri sedang memahat membuat patung anak lembu.
Harun bertanya kepadanya, “Apakah yang sedang kamu buat?”
Samiri menjawab, “Saya sedang membuat sesuatu yang mudarat dan tidak memberi manfaat.” Harun berkata, “Ya Allah, berikanlah kepadanya apa yang dimintanya di dalam hatinya,” lalu harun berlalu meninggal­kannya.
Samiri berkata, “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu agar patung ini bersuara,” maka patung itu dapat bersuara.
Apabila ia bersuara, mereka bersujud kepadanya, dan bila bersuara lagi, mereka mengangkat kepalanya dari sujudnya.

Ibnu Abu Hatim meriwayatkannya pula melalui jalur lain, dari Hammad yang menyebutkan bahwa Samiri menjawab, “Saya sedang membuat sesuatu yang bermanfaat dan tidak mudarat.”

As-Saddi mengata­kan bahwa patung anak lembu itu dapat bersuara dan berjalan.
Lalu orang-orang yang sesat dari kalangan mereka —karena teperdaya oleh patung anak lembu itu sehingga mereka menyembahnya—mengatakan:

Inilah Tuhan kalian dan Tuhan Musa, tetapi Musa telah lupa.
Yaitu Musa lupa bahwa tuhannya ada di sini.
lalu dia pergi mencarinya.

Sammak telah meriwayatkan dari Ikrimah.
dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya: tetapi Musa telah lupa.

Maksudnya, lupa mengingatkan kalian, bahwa ini adalah tuhan kalian.

Muhammad ibnu Ishaq telah meriwayatkan dari Hakim ibnu Jubair, dari Sa’id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas, bahwa mereka mengatakan: Inilah Tuhan kalian dan Tuhan Musa.
(Q.S. Thaa haa [20]: 88) Lalu mereka tetap menyembahnya dan menyukainya dengan kesukaan yang sangat.
Mereka belum pernah mencintai sesuatu seperti kecintaan mereka terhadap penyembahan anak lembu itu.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

…tetapi Musa telah lupa.

Bahwa damir yang ada dalam lafaz nasiya kembali kepada Samiri, yakni Samiri meninggalkan keislamannya.
Lalu Allah berfirman, menjawab mereka dengan nada kecaman dan mengandung penjelasan tentang kepicikan akal mereka dan pendapat mereka yang memalukan:

Maka apakah mereka tidak memperhatikan bahwa patung anak lembu itu tidak dapat memberi jawaban kepada mereka, dan tidak dapat memberi kemudaratan kepada mereka dan tidak (pula) kemanfaatan?

Yakni apakah mereka tidak melihat bahwa patung anak lembu itu tidak menjawab mereka bila mereka bertanya, tidak pula dapat berbicara dengan mereka bila mereka mengajaknya bicara.
Patung anak lembu itu sama sekali tidak dapat membahayakan mereka dan tidak dapat memberikan manfaat kepada mereka, baik di dunia maupun di akhirat.

Ibnu Abbas mengatakan, “Demi Allah tiada lain suara patung anak lembu itu melainkan bila ada angin yang masuk ke duburnya, lalu keluar dari mulutnya, maka saat itulah terdengar suaranya.”

Dalam hadis futun (fitnah-fitnah yang melanda Bani Israil) yang diriwayatkan dari Al-Hasan Al-Basri, disebutkan bahwa patung anak lembu itu bernama Bahmut.

Kesimpulan dari alasan yang dikemukakan oleh orang-orang yang bodoh itu (kaum Bani Israil penyembah anak lembu) ialah bahwa mereka pada mulanya enggan untuk memiliki perhiasan orang-orang Qibti (bangsa Egypt) yang masih ada di tangan mereka.
Karena itu, maka mereka melemparkannya (ke dalam parit), lalu mereka menyembah patung anak lembu.
Mereka melucuti dirinya dari perkara yang kecil, dan akhirnya terjerumus ke dalam perkara yang besar (dosanya, yaitu menyembah anak lembu).

Di dalam sebuah hadis sahih dari Abdullah ibnu Umar disebutkan bahwa pernah ada seorang lelaki dari kalangan penduduk Irak bertanya kepadanya tentang darah nyamuk bilamana darah nyamuk itu mengenai pakaian.
Pertanyaannya ialah, “Bolehkah baju itu dipakai untuk salat?”
Maka Ibnu Umar r.a menjawab: Lihatlah oleh kalian penduduk Irak, mereka membunuh putra dari putri Rasulullah ﷺ (yakni Al-Husain), sedangkan mereka menanyakan tentang masalah darah nyamuk!


Kata Pilihan Dalam Surah Thaa Haa (20) Ayat 88

JASAD
جَسَد

Arti lafaz jasad adalah tubuh yang tidak bergerak, tidak makan dan tidak minum.

Kata jasad diulang empat kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah:
-Al A’raaf (7), ayat 148;
-Tha Ha (20), ayat 88;
-Al­ Anbiyaa (21), ayat 8;
-Shad (38), ayat 34.

Dalam surah Al A’raaf (7), ayat 148 dan surah Tha Ha (20), ayat 88 menceritakan perilaku Bani Israil ketika ditinggalkan oleh Nabi Musa ke Gunung Thur. Mereka terlepas dari ajar­an Nabi Musa karena mereka menyembah patung anak lembu yang (‘ijlan jasad) dan dapat bersuara yang dibuat oleh Samiri. Mereka menganggap patung anak lembu itu adalah tuhan mereka.

Ahli tafsir berbedza pendapat mengenai bentuk patung anak lembu itu. Sebahagian dari mereka berpendapat patung itu kemudian berubah menjadi anak lembu yang mempunyai daging, darah dan dapat bersuara. Sedangkan sebahagian yang lain berpendapat patung itu tetap berbentuk emas dan suara yang muncul adalah akibat tiupan angin yang melalui rongga bahagian dalamnya. Diceritakan juga, ketika patung anak lembu itu bersuara, kaum Bani Israil menari-nari mengelilinginya dan mengatakan ia adalah tuhan yang dilupakan oleh Nabi Musa.

Dalam surah Al Anbiyaa (21), ayat 8, Allah menegaskan para rasul yang diutus kepada manusia adalah dari kalangan manusia sendiri, bukan dari penduduk langit (malaikat) seperti yang diyakini oleh orang kafir. Sehingga para rasul bukan badan yang tidak makan makanan. (jasadan laa ya’kuluunal tha’aam) melainkan mereka adalah manusia yang makan dan minum seperti manusia yang lain dan juga pergi ke pasar untuk bekerja dan berdagang. Hal itu tidaklah mengurangi kehormatan mereka seperti yang disangka oleh orang musyrik.

Sedangkan dalam surah Shad (38), ayat 34 menerangkan ujian yang dialami oleh Nabi Sulaiman. Ujian itu adalah karena Nabi Sulaiman berkata,
“Pada malam ini saya akan menggilir isteri-isteriku yang berjumlah 90, nanti mereka akan melahirkan seorang anak yang menjadi tentara berkuda dan berperang di jalan Allah” Namun, beliau tidak mengucap­kan Insya Allah. Akhirnya, Allah menguji beliau dengan mendatangkan sesosok tubuh (“jasadan”) di singgahsana kerajaannya.

Ahli tafsir berbeda pendapat dalam menafsirkan lafaz jasadan. Diantara pen­dapat mereka mengenai “tubuh” pada ayat itu adalah tubuh anak yang tidak sempurna yang dilahirkan oleh salah seorang dari 90 isteri Nabi Sulaiman, sedangkan yang lainnya tidak melahirkan.

Sebahagian ahli tafsir mengatakan sesosok tubuh itu adalah syaitan yang wajahnya seperti Nabi Sulaiman. Hal ini terjadi semasa Nabi Sulaiman hendak membuang hajat, beliau menyerahkan cincinnya kepada isterinya. Lalu syaitan itu berubah wajah seperti Nabi Sulaiman dan meminta cincin itu dari isteri Nabi Sulaiman. Akhirnya, syaitan itu memerintah kerajaan selama 40 hari dan Nabi Sulaiman pula bersembunyi hingga cincinnya kembali kepadanya. Setelah itu, beliau pun meminta ampun kepada Allah atas kesalahan yang dilakukannya.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:147-148

Informasi Surah Thaa Haa (طه)
Surat Thaahaa terdiri atas 135 ayat, diturunkan sesudah diturunkannya surat Maryam, ter­masuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Surat ini dinamai “Thaahaa”,
diambil dari perkataan yang berasal dari ayat pertama surat ini.
Sebagaimana yang lazim terdapat pada surat-surat yang memakai huruf-huruf abjad pada permulaannya, di mana huruf tersebut seakan-akan merupakan pemberitahuan Allah kepada orang-orang yang membacanya, bahwa sesudah huruf itu akan dikemukakan hal-hal yang sangat penting diketahui, maka demikian pula halnya dengan ayat-ayat yang terdapat sesudah huruf “thaahaa” dalam surat ini.
Allah menerangkan bahwa Al Qur’an merupakan peringatan bagi manusia, wahyu dari Allah, Pencipta semesta alam.
Kemudian Allah menerangkan kisah bebe­rapa orang nabi akibat-akibat yang telah ada akan dialami oleh orang-orang yang percaya ke­pada Allah dan orang-orang yang mengingkari-Nya, baik di dunia maupun di akhirat.
Selain hal­ hal tersebut di atas, maka surat ini mengandung pokok-pokok isi sebagai berikut:

Keimanan:

Al Qur’an adalah peringatan bagi manusia terutama bagi orang-orang yang ber­ takwa
Musa a.s. langsung menerima wahyu dari Allah, tanpa perantara Jibril
Allah bersemayam di atas ‘Arsy, mengetahui sesuatu yang samar dan yang lebih samar
ke­adaan orang berdosa dihimpunkan di hari kiamat
syafa ‘at tidak bermanfaa’at di hari kiamat, kecuali syafa’at dari orang-orang yang dapat izin dari Allah.

Hukum:

Perintah mengerjakan shalat dan keutamaan waktu-waktunya
kewajiban menyuruh keluarga melakukan shalat.

Kisah:

Kisah Musa a.s. dan Harun a.s. dalam menghadapi Fir’aun dan Bani Israil
kisah Nabi Adam a.s. dan iblis.

Lain-lain:

Perintah Allah kepada Nabi Muhammad ﷺ supaya dia meminta tambahan ilmu kepada Allah sekalipun sudah menjadi rasul
Allah tidak akan mengazab sesuatu kaum sebelum diutus rasul kepada mereka
jangan terpengaruh oleh kesenangan kehidupan dunia.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Thaa-Haa (20) ayat 88 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Thaa-Haa (20) ayat 88 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Thaa-Haa (20) ayat 88 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Thaa-Haa - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 135 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 20:88
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Thaa Haa.

Surah Ta Ha (Arab: طه , Tā-Hā, "Ta Ha") adalah surah ke-20 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 135 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah.
Surah ini dinamai Ta Ha, diambil ayat pertama surah ini.
Sebagaimana juga yang lazim terdapat pada surah-surah yang memakai huruf-huruf abjad pada permulaannya, di mana huruf tersebut seakan-akan merupakan pemberitahuan Allah kepada orang-orang yang membacanya, bahwa sesudah huruf itu akan dikemukakan hal-hal yang sangat penting diketahui, maka demikian pula halnya dengan ayat-ayat yang terdapat sesudah huruf Ta Ha dalam surah ini.
Allah menerangkan bahwa Al-Quran merupakan peringatan bagi manusia, wahyu dari Allah, Pencipta semesta alam.
Kemudian Allah menerangkan kisah beberapa nabi; akibat-akibat yang telah ada akan dialami oleh orang-orang yang percaya kepada Allah dan orang-orang yang mengingkari-Nya, baik di dunia maupun di akhirat.

Nomor Surah 20
Nama Surah Thaa Haa
Arab طه
Arti Ta Ha
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 45
Juz Juz 16
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 135
Jumlah kata 1534
Jumlah huruf 5399
Surah sebelumnya Surah Maryam
Surah selanjutnya Surah Al-Anbiya
4.9
Ratingmu: 4.5 (21 orang)
Sending







Pembahasan ▪ Surat thaha 88

Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim