QS. Thaa Haa (Ta Ha) – surah 20 ayat 78 [QS. 20:78]

فَاَتۡبَعَہُمۡ فِرۡعَوۡنُ بِجُنُوۡدِہٖ فَغَشِیَہُمۡ مِّنَ الۡیَمِّ مَا غَشِیَہُمۡ
Fa-atba’ahum fir’aunu bijunuudihi faghasyiyahum minal yammi maa ghasyiyahum;

Maka Fir’aun dengan bala tentaranya mengejar mereka, lalu mereka ditutup oleh laut yang menenggelamkan mereka.
―QS. 20:78
Topik ▪ Keluasan ilmu Allah
20:78, 20 78, 20-78, Thaa Haa 78, ThaaHaa 78, Thoha 78, Thaha 78, Ta Ha 78

Tafsir surah Thaa Haa (20) ayat 78

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Thaa Haa (20) : 78. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala menerangkan bahwa setelah Firaun mengetahui kepergian Musa bersama Bani Israil meninggalkan Mesir ia mengirimkan orang-orang ke kota-kota untuk mengumpulkan tentaranya dengan maksud untuk menyusul Musa dan romhongannya.
Firaun berkata: “Kejarlah mereka itu, bilangannya tidak banyak.
Mereka selalu berbuat yang menyebabkan kita marah sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Kemudian Firaun mengirimkan orang yang mengumpulkan (tentaranya) ke kota-kota.
(Firaun berkata) : “Sesungguhnya mereka (Bani Israil) benar-benar golongan kecil.
Dan sesungguhnya mereka membuat hal-hal yang menimbulkan amarah kita!”.

(Q.S. Asy-Syu’ara’ [26]: 53-54 dan 55)

Setelah itu, Firaun dan bala tentaranya segera mengejar Musa dan rombongannya.
Setelah sampai di pinggir laut dan melihat terbentang banyak jalanan, dengan tidak ada kecurigaan sedikitpun mereka melalui jalan-jalan yang telah dilalui Musa dengan rombongannya, karena disangkanya jalanan umum.
Setelah Firaun dengan bala tentaranya berada di tengah-tengah lautan, sedang Musa bersama rombongannya telah sampai ke seberang dan telah mendarat dengan selamat, tiba-tiba air laut bersatu kembali menutupi Firaun dan bala tentaranya, dan tenggelamlah mereka semuanya.
Firaun sebelum tenggelam, dan ketika melihat keadaan gawat dan tidak dapat menyelamatkan diri dari bahaya tenggelam, baru ia sadar dan mengucapkan kata-kata yang menunjukkan bahwa ia mengaku dan percaya bahwa tiada tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan ia adalah orang yang berserah diri kepada Allah”.
Pengakuan Firaun itu tidak berguna lagi, karena ia terlalu besar berbuat dosa dan kerusakan di bumi.
Sekalipun demikian tubuhnya diselamatkan untuk menjadi bukti atas kekuasaan Allah bagi generasi yang akan datang, sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala

Hingga bila Firaun itu telah hampir tenggelam berkatalah dia : “Saya percaya bahwa tidak ada tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”.
Apakah sekarang (baru kamu percaya) padahal sesungguhnya kamu telah durhaka sejak dahulu dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan.
Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami”.

(Q.S. Yunus [10]: 90-91 dan 92)

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Musa pun melaksanakan perintah Allah itu.
Sementara itu, Fir’aun keluar dengan balatentaranya mengejar di belakang mereka hingga akhirnya berhasil melihat Musa dan kaumnya telah berada di tengah laut.
Fir’aun dan pengikutnya pun mengejar melalui jalan yang dilalui Musa dan kaumnya.
Terjadilah kemudian satu mukjizat yang lain lagi:
laut yang terbelah itu menyatu kembali sehingga menenggelamkan Fir’aun dan seluruh pengikutnya.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Maka Firaun dengan bala tentaranya mengejar mereka) Firaun pun ikut bersama dengan bala tentaranya (lalu mereka ditutup oleh laut) yakni laut itu melanda mereka (yang menenggelamkan mereka) akhirnya Firaun bersama dengan balatentaranya tenggelam.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Musa pun membawa pergi Bani Israil pada malam hari, dan membawa mereka menyeberangi jalan di lautan.
Maka Fir’aun dan pasukannya mengejar mereka, lalu mereka ditutup oleh air yang kadarnya hanya diketahui oleh Allah.
Akibatnya, mereka semua tenggelam, sementara Musa dan kaumnya selamat.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Kemudian disebutkan dalam ayat selanjutnya:

Maka Fir’aun dengan bala tentaranya mengejar mereka, lalu mereka ditutup oleh laut yang menenggelamkan mereka.

Al-yamm artinya laut.
Lafaz ma Ghasyiyahum diucapkan terhadap apa yang sudah terkenal dan diketahui, seperti pengertian yang terdapat di dalam firman Allah subhanahu wa ta’ala:

dan negeri-negeri kaum Lut yang telah dihancurkan Allah, lalu Allah menimpakan atas negeri itu azab besar yang menimpanya.
(Q.S. An-Najm [53]: 53-54)

Yakni sesuatu yang telah dikenal dan termasyhur.
Dan sebagaimana Fir’aun berada di depan tentaranya, lalu membawa mereka ke dalam laut, sehingga mereka sesat, dia tidak memberi mereka petunjuk ke jalan yang benar.
Maka demikian pula kelak keadaannya di hari kiamat, Fir’aun berada di depan mereka dan membimbing mereka ke dalam neraka.
Sesungguhnya neraka itu adalah seburuk-buruk tempat yang didatangi.


Informasi Surah Thaa Haa (طه)
Surat Thaahaa terdiri atas 135 ayat, diturunkan sesudah diturunkannya surat Maryam, ter­masuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Surat ini dinamai “Thaahaa”,
diambil dari perkataan yang berasal dari ayat pertama surat ini.
Sebagaimana yang lazim terdapat pada surat-surat yang memakai huruf-huruf abjad pada permulaannya, di mana huruf tersebut seakan-akan merupakan pemberitahuan Allah kepada orang-orang yang membacanya, bahwa sesudah huruf itu akan dikemukakan hal-hal yang sangat penting diketahui, maka demikian pula halnya dengan ayat-ayat yang terdapat sesudah huruf “thaahaa” dalam surat ini.
Allah menerangkan bahwa Al Qur’an merupakan peringatan bagi manusia, wahyu dari Allah, Pencipta semesta alam.
Kemudian Allah menerangkan kisah bebe­rapa orang nabi akibat-akibat yang telah ada akan dialami oleh orang-orang yang percaya ke­pada Allah dan orang-orang yang mengingkari-Nya, baik di dunia maupun di akhirat.
Selain hal­ hal tersebut di atas, maka surat ini mengandung pokok-pokok isi sebagai berikut:

Keimanan:

Al Qur’an adalah peringatan bagi manusia terutama bagi orang-orang yang ber­ takwa
Musa a.s. langsung menerima wahyu dari Allah, tanpa perantara Jibril
Allah bersemayam di atas ‘Arsy, mengetahui sesuatu yang samar dan yang lebih samar
ke­adaan orang berdosa dihimpunkan di hari kiamat
syafa ‘at tidak bermanfaa’at di hari kiamat, kecuali syafa’at dari orang-orang yang dapat izin dari Allah.

Hukum:

Perintah mengerjakan shalat dan keutamaan waktu-waktunya
kewajiban menyuruh keluarga melakukan shalat.

Kisah:

Kisah Musa a.s. dan Harun a.s. dalam menghadapi Fir’aun dan Bani Israil
kisah Nabi Adam a.s. dan iblis.

Lain-lain:

Perintah Allah kepada Nabi Muhammad ﷺ supaya dia meminta tambahan ilmu kepada Allah sekalipun sudah menjadi rasul
Allah tidak akan mengazab sesuatu kaum sebelum diutus rasul kepada mereka
jangan terpengaruh oleh kesenangan kehidupan dunia.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Thaa-Haa (20) ayat 78 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Thaa-Haa (20) ayat 78 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Thaa-Haa (20) ayat 78 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Thaa-Haa - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 135 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 20:78
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Thaa Haa.

Surah Ta Ha (Arab: طه , Tā-Hā, "Ta Ha") adalah surah ke-20 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 135 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah.
Surah ini dinamai Ta Ha, diambil ayat pertama surah ini.
Sebagaimana juga yang lazim terdapat pada surah-surah yang memakai huruf-huruf abjad pada permulaannya, di mana huruf tersebut seakan-akan merupakan pemberitahuan Allah kepada orang-orang yang membacanya, bahwa sesudah huruf itu akan dikemukakan hal-hal yang sangat penting diketahui, maka demikian pula halnya dengan ayat-ayat yang terdapat sesudah huruf Ta Ha dalam surah ini.
Allah menerangkan bahwa Al-Quran merupakan peringatan bagi manusia, wahyu dari Allah, Pencipta semesta alam.
Kemudian Allah menerangkan kisah beberapa nabi; akibat-akibat yang telah ada akan dialami oleh orang-orang yang percaya kepada Allah dan orang-orang yang mengingkari-Nya, baik di dunia maupun di akhirat.

Nomor Surah 20
Nama Surah Thaa Haa
Arab طه
Arti Ta Ha
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 45
Juz Juz 16
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 135
Jumlah kata 1534
Jumlah huruf 5399
Surah sebelumnya Surah Maryam
Surah selanjutnya Surah Al-Anbiya
4.5
Ratingmu: 4.3 (11 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim