Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Thaa Haa

Thaa Haa (Ta Ha) surah 20 ayat 71


قَالَ اٰمَنۡتُمۡ لَہٗ قَبۡلَ اَنۡ اٰذَنَ لَکُمۡ ؕ اِنَّہٗ لَکَبِیۡرُکُمُ الَّذِیۡ عَلَّمَکُمُ السِّحۡرَ ۚ فَلَاُقَطِّعَنَّ اَیۡدِیَکُمۡ وَ اَرۡجُلَکُمۡ مِّنۡ خِلَافٍ وَّ لَاُصَلِّبَنَّکُمۡ فِیۡ جُذُوۡعِ النَّخۡلِ ۫ وَ لَتَعۡلَمُنَّ اَیُّنَاۤ اَشَدُّ عَذَابًا وَّ اَبۡقٰی
Qaala aamantum lahu qabla an aadzana lakum innahu lakabiirukumul-ladzii ‘allamakumussihra fal-aqath-thi’anna aidiyakum waarjulakum min khilaafin wal-ashallibannakum fii judzuu’innakhli walata’lamunna ai-yunaa asyaddu ‘adzaaban wa-abq(a);

Berkata Fir’aun:
“Apakah kamu telah beriman kepadanya (Musa) sebelum aku memberi izin kepadamu sekalian.
Sesungguhnya ia adalah pemimpinmu yang mengajarkan sihir kepadamu sekalian.
Maka sesungguhnya aku akan memotong tangan dan kaki kamu sekalian dengan bersilang secara bertimbal balik, dan sesungguhnya aku akan menyalib kamu sekalian pada pangkal pohon kurma dan sesungguhnya kamu akan mengetahui siapa di antara kita yang lebih pedih dan lebih kekal siksanya”.
―QS. 20:71
Topik ▪ Tauhid Uluhiyyah
20:71, 20 71, 20-71, Thaa Haa 71, ThaaHaa 71, Thoha 71, Thaha 71, Ta Ha 71
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Thaa Haa (20) : 71. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini Allah subhanahu wa ta'ala menerangkan bahwa Firaun, setelah mengetahui bahwa ahli-ahli sihirnya telah menyerah kalah dan beriman kepada Tuhannya Musa dan Harun, sangat marahlah ia kepada mereka, karena mereka telah berbuat dua kesalahan yang besar.
Pertama, mereka dengan gegabah beriman kepada Musa, sebelum mereka memikirkan secara mendalam dan sebelum ada izin dari padanya.
Kedua, karena dia menyangka bahwa mereka adalah murid Musa dalam ilmu sihir, maka sepakatlah mereka menunjukkan kelemahannya, demi untuk menjadikan dakwah Musa semakin kuat dapat diterima orang banyak dan urusannya dipandang makin besar dan hebat.
Untuk membendung jangan sampai kelak ahli-ahli sihir itu diikuti orang banyak, Firaun mengancam mereka, akan memotong tangan dan kakinya dengan bersilang secara timbal balik, dengan demikian mereka tak dapat lagi berbuat apa-apa.
Juga Firaun mengancam akan menyalib mereka pada pangkal pohon kurma.
Firaun mengancam siksa yang begitu berat kepada ahli-ahli sihirnya yang telah beriman kepada Musa, supaya ahli-ahli sihir itu membandingkan antara siksanya dan siksa Tuhannya Musa yang tidak memotong tangan dan kaki dengan bersilang secara timbal balik, supaya mereka itu kembali lagi kepada kepercayaannya yang semula dan meninggalkan kepercayaannya kepada Musa, karena Firaun menyangka bahwa ahli-ahli sihirnya beriman kepada Musa, hanya karena takut kepada siksa dan azab Tuhannya Musa yang pedih dan berkepanjangan itu.

Thaa Haa (20) ayat 71 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Thaa Haa (20) ayat 71 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Thaa Haa (20) ayat 71 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Fir'aun berkata, "Mengapa kalian beriman kepadanya tanpa seizinku?
Musa hanyalah seorang ahli sihir yang unggul dan mengajarkan sihirnya kepada kalian.
Apa yang dilakukannya itu bukanlah mukjizat seperti kalian kira!" Fir'aun lalu mengancam mereka dengan berkata, "Akan aku potong tangan dan kaki kalian dengan cara bersilang:
tangan sebelah kanan dan kaki sebelah kiri.
Akan aku salib kalian pada pangkal pohon kurma, sehingga kalian akan mengetahui tuhan manakah yang paling pedih dan kekal siksaannya:
aku atau Tuhan Musa!"

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Berkatalah) Firaun, ("Apakah kalian telah beriman) dapat dibaca A-amantum dan Aamantum (kepada Musa sebelum aku memberi izin) sebelum aku mengizinkan (kepadamu sekalian.
Sesungguhnya ia adalah pemimpin kalian) guru kalian (yang mengajarkan sihir kepada kalian.
Maka sesungguhnya aku akan memotong tangan dan kaki kamu sekalian dengan bersilang secara bertimbal balik) lafal Min Khilaafin berkedudukan menjadi Hal, artinya secara bersilang, yaitu tangan kanan dengan kaki kiri (dan sesungguhnya aku akan menyalib kalian pada pangkal pohon kurma) yakni pada pohon kurma (dan sesungguhnya kalian akan mengetahui siapa di antara kita) yakni diri Firaun sendiri dan Rabb Nabi Musa (yang lebih pedih dan lebih kekal siksaannya") bila ada orang yang melanggar kepadanya.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Fir’aun berkata kepada para penyihir :
Apakah kalian akan percaya kepada Musa, mengikutinya, dan mengakuinya, sebelum aku mengizinkan hal itu kepada kalian??
Sesungguhnya Musa adalah pemimpin kalian yang telah mengajarkan sihir kepada kalian; karena itu kalian mengikutinya.
Sungguh aku akan memotong-motong tangan dan kaki kalian secara bersilang, tangan dari satu arah dan kaki dari arah yang lain.
Dan sungguh aku akan menyalib kalian dengan mengikat tubuh kalian pada pangkal pohon kurma.
Sungguh kalian akan mengetahui, wahai para penyihir, siapakah di antara kita:
aku atau Rabb Musa yang lebih keras dan lebih kekal siksanya daripada yang lain??

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta'ala menceritakan tentang kekufuran Fir'aun, keingkaran, kelewatbatasannya, dan kesombongannya terhadap perkara yang hak dengan kebatilan yang dipegangnya, setelah ia melihat mukjizat besar yang menakjubkannya dan melihat orang-orang yang tadinya membantu­nya kini berbalik menjadi orang-orang yang beriman kepada Tuhannya Musa.
Hal itu terjadi di hadapan mata orang banyak, bahkan seluruh rakyat negeri Mesir, Fir'aun mengalami kekalahan yang fatal.
Tetapi peristiwa itu tidaklah memudarkan kesombongan dan keingkarannya, bahkan ia menggunakan kekuasaan dan kedudukan serta pengaruhnya terhadap para ahli sihir, lalu ia mengancam dan memperingatkan mereka, seperti yang disebutkan oleh firman-Nya:

Apakah kalian telah beriman.

Maksudnya, apakah kalian mempercayai Musa sekarang.

sebelum aku memberi izin kepadamu sekalian.

Yakni aku tidak memerintahkan kepada kalian untuk itu yang berarti kalian membangkang terhadapku.
Fir'aun mengucapkan kata-kata yang ia sendiri, para ahli sihir, dan semua orang mengetahui bahwa ia dusta karena dikalahkan.

Sesungguhnya dia adalah pemimpin kalian yang mengajarkan sihir kepada kamu sekalian.

Yaitu kalian telah belajar ilmu sihir dari Musa dan kalian telah sepakat dengannya untuk melawanku —juga rakyatku— agar kalian menampak­kan kemenangan kalian terhadapku.
Sama halnya dengan apa yang disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala dalam ayat yang lain melalui firman-Nya:

sesungguhnya perbuatan ini adalah suatu muslihat yang telah kalian rencanakan di dalam kota ini, untuk mengeluarkan penduduknya darinya, maka kelak kalian akan mengetahui (akibat perbuatan kalian ini).
(Al A'raf:123)

Kemudian Fir'aun mulai mengancam mereka melalui ucapannya yang disitir oleh firman-Nya:

Maka sesungguhnya aku akan memotong tangan dan kaki kamu sekalian dengan bersilang secara bertimbal balik, dan sesungguhnya aku akan menyalib kamu sekalian pada pangkal pohon kurma

Yakni sungguh aku benar-benar akan mencincang kalian, membunuh kalian, dan memamerkan tubuh kalian.

Ibnu Abbas mengatakan bahwa Fir'aun adalah orang yang mula-mula melakukan hukuman seperti itu.
Demikianlah menurut riwayat Ibnu Abu Hatim.

Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

dan sesungguhnya kamu akan mengetahui siapa di antara kita yang lebih pedih dan lebih kekal siksanya.

Yakni kalian telah mengatakan bahwa aku dan kaumku berada dalam kesesatan, sedangkan kalian dan Musa beserta kaumnya berada pada jalan petunjuk.
Maka kelak kalian akan mengetahui siapa yang akan mendapat siksa dan siapa yang kekal dalam siksanya.
Setelah Fir'aun menyerang para ahli sihir dengan ancamannya itu, maka mereka dengan suka rela bersedia mengurbankan dirinya demi membela Allah subhanahu wa ta'ala

Kata Pilihan Dalam Surah Thaa Haa (20) Ayat 71

ARJUL
أَرْجُل

Lafaz ini berbentuk jamak, mufradnya adalah ar rijl, artinya al qadam (telapak kaki), dan makna asalnya ialah mulai dari paha hingga telapak kaki. Ia juga bermakna zaman, seluar, dan sebagainya. Rijl al-bahr artinya teluk, rijl al-sahm maknanya kedua­dua uujung panah.

Lafaz ini disebut sebanyak 13 kali di dalam Al Qur'an yaitu dalam surah:
-Al Maa'idah (5), ayat 6, 33, 66;
-Al An'aam (6), ayat 65;
-Al A'raaf (7), ayat 195, 124;
-Tha Ha (20), ayat 71;
-An Nuur (24), ayat 24, 31;
-Asy Syu'araa (26), ayat 49;
-Al Ankaabut (29), ayat 55;
-Yaa Siin (36), ayat 65;
-Al Mumtahanah (60), ayat 12.

Lafaz arjul dalam surah Al Maa'idah, ayat 66 dikaitkan dengan tahta.

Ibn Qutaibah berkata,
"Ia bermakna tumbuh­tumbuhan di bumi karena ia berada di bawah kaki mereka"

Dalam surah Al A'raaf, ayat 124, Ibn Katsir menafsirkannya dengan memotong tangan kanan seorang lelaki dan kaki kirinya atau sebaliknya.

Begitu juga dalam ayat 159 beliau berkata,
''Allah mengkhabarkan pengingkarannya pada sembahan orang musyrik dari berhala, patung dan tuhan-tuhan lain, karena mereka adalah makhluk bagi Allah yang dibuat, tidak memiliki kemudaratan atau manfaat, tidak melihat dan tidak dapat menolong penyembahnya, malah tidak bergerak (karena tidak mempunyai kaki), tidak mendengar dan tidak pula melihat, sedangkan penyembahnya lebih sempurna darinya dari aspek melihat, mendengar dan berbuat."

Dalam surah Al Mumtahanah, ayat 12, lafaz arjul dikaitkan dengan bain dan mempunyai hubungan dengan buhtan, makna baina arjulihinn ialah faraj-faraj mereka. Ada yang berpendapat ia bermakna jimak. Ayat ini adalah kinayah bagi anak karena perut yang mengandungkan di dalamnya anak berada di antara kedua-dua tangannya dan farajnya yang melahirkan anak adalah di antara kedua-dua kakinya. Jumhur ulama mengatakan makna lafaz buhtan ialah anak dan makna bagi ayat adalah apa yang dilahirkannya dari perbuatan zina.

Lafaz-lafaz arjul juga dikaitkan dengan al mash (membasuh atau mencuci), tahta (dibawah), al qath' (memotong), asy syahaadah (sebagai saksi), ad darb (menghentakkan). Semua ini mengisyaratkan lafaz arjul bermakna kaki yang bermula dari paha hingga ke telapak kaki.

Sumber : Kamus Al Qur'an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:66-67

Informasi Surah Thaa Haa (طه)
Surat Thaahaa terdiri atas 135 ayat, diturunkan sesudah diturunkannya surat Maryam, ter­masuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Surat ini dinamai "Thaahaa",
diambil dari perkataan yang berasal dari ayat pertama surat ini.
Sebagaimana yang lazim terdapat pada surat-surat yang memakai huruf-huruf abjad pada permulaannya, di mana huruf tersebut seakan-akan merupakan pemberitahuan Allah kepada orang-orang yang membacanya, bahwa sesudah huruf itu akan dikemukakan hal-hal yang sangat penting diketahui, maka demikian pula halnya dengan ayat-ayat yang terdapat sesudah huruf "thaahaa" dalam surat ini.
Allah menerangkan bahwa Al Qur'an merupakan peringatan bagi manusia, wahyu dari Allah, Pencipta semesta alam.
Kemudian Allah menerangkan kisah bebe­rapa orang nabi akibat-akibat yang telah ada akan dialami oleh orang-orang yang percaya ke­pada Allah dan orang-orang yang mengingkari-Nya, baik di dunia maupun di akhirat.
Selain hal­ hal tersebut di atas, maka surat ini mengandung pokok-pokok isi sebagai berikut:

Keimanan:

Al Qur'an adalah peringatan bagi manusia terutama bagi orang-orang yang ber­ takwa
Musa a.s. langsung menerima wahyu dari Allah, tanpa perantara Jibril
Allah bersemayam di atas 'Arsy, mengetahui sesuatu yang samar dan yang lebih samar
ke­adaan orang berdosa dihimpunkan di hari kiamat
syafa 'at tidak bermanfaa'at di hari kiamat, kecuali syafa'at dari orang-orang yang dapat izin dari Allah.

Hukum:

Perintah mengerjakan shalat dan keutamaan waktu-waktunya
kewajiban menyuruh keluarga melakukan shalat.

Kisah:

Kisah Musa a.s. dan Harun a.s. dalam menghadapi Fir'aun dan Bani Israil
kisah Nabi Adam a.s. dan iblis.

Lain-lain:

Perintah Allah kepada Nabi Muhammad ﷺ supaya dia meminta tambahan ilmu kepada Allah sekalipun sudah menjadi rasul
Allah tidak akan mengazab sesuatu kaum sebelum diutus rasul kepada mereka
jangan terpengaruh oleh kesenangan kehidupan dunia.


Gambar Kutipan Surah Thaa Haa Ayat 71 *beta

Surah Thaa Haa Ayat 71



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Thaa Haa

Surah Ta Ha (Arab: طه , Tā-Hā, "Ta Ha") adalah surah ke-20 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 135 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah.
Surah ini dinamai Ta Ha, diambil ayat pertama surah ini.
Sebagaimana juga yang lazim terdapat pada surah-surah yang memakai huruf-huruf abjad pada permulaannya, di mana huruf tersebut seakan-akan merupakan pemberitahuan Allah kepada orang-orang yang membacanya, bahwa sesudah huruf itu akan dikemukakan hal-hal yang sangat penting diketahui, maka demikian pula halnya dengan ayat-ayat yang terdapat sesudah huruf Ta Ha dalam surah ini.
Allah menerangkan bahwa Al-Quran merupakan peringatan bagi manusia, wahyu dari Allah, Pencipta semesta alam.
Kemudian Allah menerangkan kisah beberapa nabi; akibat-akibat yang telah ada akan dialami oleh orang-orang yang percaya kepada Allah dan orang-orang yang mengingkari-Nya, baik di dunia maupun di akhirat.

Nomor Surah20
Nama SurahThaa Haa
Arabطه
ArtiTa Ha
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu45
JuzJuz 16
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat135
Jumlah kata1534
Jumlah huruf5399
Surah sebelumnyaSurah Maryam
Surah selanjutnyaSurah Al-Anbiya
4.4
Rating Pembaca: 4.4 (28 votes)
Sending