Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Thaa Haa

Thaa Haa (Ta Ha) surah 20 ayat 62


فَتَنَازَعُوۡۤا اَمۡرَہُمۡ بَیۡنَہُمۡ وَ اَسَرُّوا النَّجۡوٰی
Fatanaaza’uu amrahum bainahum wa-asarruunnajw(a);

Maka mereka berbantah-bantahan tentang urusan mereka di antara mereka dan mereka merahasiakan percakapan (mereka).
―QS. 20:62
Topik ▪ Sifat iblis dan pembantunya
20:62, 20 62, 20-62, Thaa Haa 62, ThaaHaa 62, Thoha 62, Thaha 62, Ta Ha 62
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Thaa Haa (20) : 62. Oleh Kementrian Agama RI

Setelah ahli-ahli sihir Firaun itu mendengar peringatan dan ancaman Musa, mereka menjadi bingung, masing-masing mempunyai tanggapan sendiri-sendiri yang berbeda-beda.
Lalu mereka mengadakan rapat khusus, bertukar pikiran, apa yang kira-kira seharusnya mereka perbuat.
Percakapan mereka sangat dirahasiakan supaya jangan bocor.
Memang begitulah pada galibnya, sesuatu rapat diadakan untuk mencari taktik mengalahkan lawan, percakapan dan keputusan rapat itu, harus dirahasiakan, jangan sampai lawan mengetahuinya.
Demikian pula halnya ahli-ahli Firaun, karena khawatir kalau-kalau percakapan mereka didengar dan diketahui oleh Musa dan Harun, lalu keduanya mengadakan persiapan, dan perlengkapan yang cukup tangguh untuk menghadapi sihirnya yang sukar untuk dikalahkan.

Thaa Haa (20) ayat 62 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Thaa Haa (20) ayat 62 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Thaa Haa (20) ayat 62 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Mereka terperanjat ketakutan dengan peringatan Musa itu, lalu berembuk secara rahasia di antara mereka dengan saling bertukar pendapat.
Masing-masing mengemukakan pendapat tentang apa yang akan ditimpakan kepada Musa.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Maka mereka berbantah-bantahan di antara mereka tentang urusannya) yakni mengenai Nabi Musa dan saudaranya itu (dan mereka merahasiakan percakapan) mereka yang menyangkut Nabi Musa dan Nabi Harun.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Maka para penyihir itu berbantah-bantahan satu sama lain tentang urusan mereka, dan mereka bercakap-cakap secara rahasia.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Menurut suatu pendapat, mereka bersengketa di antara sesama mereka, sebagian dari mereka ada yang mengatakan bahwa ucapan yang dikemukakan oleh Musa ini bukanlah ucapan seorang penyihir, melainkan ucapan seorang nabi.
Sebagian dari mereka mengatakan bahwa Musa adalah seorang tukang sihir, dan sebagian lainnya lagi mengatakan yang lainnya.
Hanya Allah-lah yang mengetahui kebenarannya.

Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

dan mereka merahasiakan percakapan (mereka).

Yaitu mereka berbisik-bisik di antara sesama mereka.

Mereka berkata, "Sesungguhnya dua orang ini adalah benar-benar ahli sihir."

Menurut dialek sebagian orang Arab dibaca inna ha'zani (yakni inna tidak ber-mal atau malgiyah), sedangkan menurut qiraat yang terkenal dibaca inna hazaini.
Ulama Nahu sehubungan dengan kebolehan membaca ayat ini dengan bacaan pertama telah mengemukakan analisisnya yang cukup panjang, tetapi pembahasannya bukan di kitab ini.

Makna ayat, para ahli sihir Fir'aun mengatakan di antara sesama mereka, "Tahukah kalian bahwa lelaki ini dan saudaranya (yakni Musa dan Harun) adalah dua orang tukang sihir yang ahli dalam bidang ilmu sihir.
Keduanya bertujuan mengalahkan kalian dan kaum kalian pada hari ini, lalu keduanya dapat merebut hati manusia, dan kalangan awam nanti banyak yang akan mengikuti keduanya.
Lalu keduanya memerangi Fir'aun dan balatentaranya.
Setelah keduanya beroleh kemenangan atas Fir'aun, maka keduanya akan mengusir kalian dari tanah air kalian ini."

Kata Pilihan Dalam Surah Thaa Haa (20) Ayat 62

NAJWAA
نَّجْوَىٰ

Arti lafaz najwaa ialah pembicaraan yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi atau berbisik-bisik. Lafaz najwaa diulang sebelas kali di dalam Al Qur'an yaitu dalam surah:
-Al Mujadalah (58), ayat 7, 8, 10, 12, 13;
-An Nisaa (4), ayat 114;
-At Taubah (9), ayat 78;
-Al Israa (17), ayat 47;
-Tha Ha (20), ayat 62;
-Al Anbiyaa (21), ayat 3.

Dalam ayat-ayat ini, Allah menerangkan beberapa permasalahan yang berhubungan erat dengan ucapan yang dilakukan secara perlahan-perlahan atau berbisik-bisik. Allah menerangkan, diantara bisikan-bisikan yang dilakukan oleh manusia ada yang buruk seperti pembicaraan yang mendorong untuk berbuat dosa, menimbulkan permusuhan dan durhaka kepada rasul sebagaimana dinyatakan dalam surah Al Mujadalah (58), ayat 8.

Bisikan-bisikan ini seperti yang dilakukan oleh para penyihir pada zaman Nabi Musa, di mana mereka saling berbisik kepada yang lain untuk meyakinkan Nabi Musa hanya seorang penyihir dan bukan nabi. Ini disebut dalam surah Tha Ha (20), ayat 62.

Begitu juga dengan bisikan-bisikan yang dilakukan oleh orang kafir Quraisy yang berusaha meragukan kenabian Muhammad dan menyebarkan berita berkenaan Muhammad hanya manusia biasa. Ini diceritakan dalam surah Al Anbiyaak, (21), ayat 3. Allah menegaskan, bisikan-bisikan yang penuh dengan dosa seperti ini sumbernya adalah dari syaitan yang terkutuk dan tidak membahayakan keimanan orang yang imannya kuat. Ini dijelaskan dalam surah Al Mujadalah (58), ayat 10.

Selain itu, bisikan-bisikan yang dilakukan oleh manusia juga ada yang baik, yaitu bisikan-bisikan yang mendorong seseorang melakukan kebaikan dan ketakwaan, bukan bisikan yang menyebabkan dosa, permusuhan dan kedurhakaan kepada Allah. Bisikan jenis ini diperintahkan oleh Allah kepada orang beriman sebagaimana disebut dalam surah Al Mujadalah (58), ayat 9

Dalam surah An Nisaa (4), ayat 114, Allah menjelaskan bentuk-bentuk bisikan yang baik yaitu:
(1) Menyuruh manusia memberi sedekah;
(2) Menyuruh manusia berbuat kebaikan;
(3) Menyuruh manusia mengadakan perdamaian antara mereka.

Allah menegaskan, Dia mengetahui dan mendengar semua jenis bisikan-bisikan itu, yang baik maupun yang buruk dan Dia akan membalas semua yang dikatakan oleh manusia tersebut. Ini diterangkan dalam surah Al Mujadalah (58), ayat 7; At Taubah (9), ayat 78; Az Zukhruf (43), ayat 80 dan Al Israa (17), ayat 47.

Selain itu, dalam surah Al Mujadalah (58): 12 dan 13, Allah pula menerangkan adab berbicara dengan Rasulullah terutamanya perbicaraan khusus mengenai masalah yang dihadapi. Allah menganjurkan kepada orang yang hendak berbicara dengan rasul secara khusus supaya memberikan sedekah terlebih dahulu kepada orang miskin. Orang yang memberi sedekah sebelum berbicara kepada rasul hendaklah jangan takut menjadi fakir.

Sumber : Kamus Al Qur'an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:591-592

Informasi Surah Thaa Haa (طه)
Surat Thaahaa terdiri atas 135 ayat, diturunkan sesudah diturunkannya surat Maryam, ter­masuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Surat ini dinamai "Thaahaa",
diambil dari perkataan yang berasal dari ayat pertama surat ini.
Sebagaimana yang lazim terdapat pada surat-surat yang memakai huruf-huruf abjad pada permulaannya, di mana huruf tersebut seakan-akan merupakan pemberitahuan Allah kepada orang-orang yang membacanya, bahwa sesudah huruf itu akan dikemukakan hal-hal yang sangat penting diketahui, maka demikian pula halnya dengan ayat-ayat yang terdapat sesudah huruf "thaahaa" dalam surat ini.
Allah menerangkan bahwa Al Qur'an merupakan peringatan bagi manusia, wahyu dari Allah, Pencipta semesta alam.
Kemudian Allah menerangkan kisah bebe­rapa orang nabi akibat-akibat yang telah ada akan dialami oleh orang-orang yang percaya ke­pada Allah dan orang-orang yang mengingkari-Nya, baik di dunia maupun di akhirat.
Selain hal­ hal tersebut di atas, maka surat ini mengandung pokok-pokok isi sebagai berikut:

Keimanan:

Al Qur'an adalah peringatan bagi manusia terutama bagi orang-orang yang ber­ takwa
Musa a.s. langsung menerima wahyu dari Allah, tanpa perantara Jibril
Allah bersemayam di atas 'Arsy, mengetahui sesuatu yang samar dan yang lebih samar
ke­adaan orang berdosa dihimpunkan di hari kiamat
syafa 'at tidak bermanfaa'at di hari kiamat, kecuali syafa'at dari orang-orang yang dapat izin dari Allah.

Hukum:

Perintah mengerjakan shalat dan keutamaan waktu-waktunya
kewajiban menyuruh keluarga melakukan shalat.

Kisah:

Kisah Musa a.s. dan Harun a.s. dalam menghadapi Fir'aun dan Bani Israil
kisah Nabi Adam a.s. dan iblis.

Lain-lain:

Perintah Allah kepada Nabi Muhammad ﷺ supaya dia meminta tambahan ilmu kepada Allah sekalipun sudah menjadi rasul
Allah tidak akan mengazab sesuatu kaum sebelum diutus rasul kepada mereka
jangan terpengaruh oleh kesenangan kehidupan dunia.


Gambar Kutipan Surah Thaa Haa Ayat 62 *beta

Surah Thaa Haa Ayat 62



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Thaa Haa

Surah Ta Ha (Arab: طه , Tā-Hā, "Ta Ha") adalah surah ke-20 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 135 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah.
Surah ini dinamai Ta Ha, diambil ayat pertama surah ini.
Sebagaimana juga yang lazim terdapat pada surah-surah yang memakai huruf-huruf abjad pada permulaannya, di mana huruf tersebut seakan-akan merupakan pemberitahuan Allah kepada orang-orang yang membacanya, bahwa sesudah huruf itu akan dikemukakan hal-hal yang sangat penting diketahui, maka demikian pula halnya dengan ayat-ayat yang terdapat sesudah huruf Ta Ha dalam surah ini.
Allah menerangkan bahwa Al-Quran merupakan peringatan bagi manusia, wahyu dari Allah, Pencipta semesta alam.
Kemudian Allah menerangkan kisah beberapa nabi; akibat-akibat yang telah ada akan dialami oleh orang-orang yang percaya kepada Allah dan orang-orang yang mengingkari-Nya, baik di dunia maupun di akhirat.

Nomor Surah20
Nama SurahThaa Haa
Arabطه
ArtiTa Ha
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu45
JuzJuz 16
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat135
Jumlah kata1534
Jumlah huruf5399
Surah sebelumnyaSurah Maryam
Surah selanjutnyaSurah Al-Anbiya
4.7
Rating Pembaca: 4.3 (9 votes)
Sending