Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Thaa Haa

Thaa Haa (Ta Ha) surah 20 ayat 39


اَنِ اقۡذِفِیۡہِ فِی التَّابُوۡتِ فَاقۡذِفِیۡہِ فِی الۡیَمِّ فَلۡیُلۡقِہِ الۡیَمُّ بِالسَّاحِلِ یَاۡخُذۡہُ عَدُوٌّ لِّیۡ وَ عَدُوٌّ لَّہٗ ؕ وَ اَلۡقَیۡتُ عَلَیۡکَ مَحَبَّۃً مِّنِّیۡ ۬ۚ وَ لِتُصۡنَعَ عَلٰی عَیۡنِیۡ
Aniiqdzifiihi fiittaabuuti faaqdzifiihi fiil yammi falyulqihil yammu bissaahili ya’khudzhu ‘aduu-wun lii wa’aduu-wun lahu wa-alqaitu ‘alaika mahabbatan minnii walitushna’a ‘ala ‘ainii;

Yaitu:
“Letakkanlah ia (Musa) didalam peti, kemudian lemparkanlah ia ke sungai (Nil), maka pasti sungai itu membawanya ke tepi, supaya diambil oleh (Fir’aun) musuh-Ku dan musuhnya.
Dan Aku telah melimpahkan kepadamu kasih sayang yang datang dari-Ku, dan supaya kamu diasuh di bawah pengawasan-Ku,
―QS. 20:39
Topik ▪ Iman ▪ Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala ▪ Islam agama para nabi
20:39, 20 39, 20-39, Thaa Haa 39, ThaaHaa 39, Thoha 39, Thaha 39, Ta Ha 39
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Thaa Haa (20) : 39. Oleh Kementrian Agama RI

Ketika ibu Musa di dalam keadaan panik maka diperintahkanlah ia oleh Allah subhanahu wa ta'ala supaya menaruh anaknya di dalam suatu peti yang di buat rapi dan kuat kemudian melemparkannya ke sungai Nil.
Perintah ini dilaksanakan oleh ibu Musa dengan segera yang akhirnya peti itu jatuh ke tangan Firaun, musuh Allah dan musuh Musa sendiri di hari mendatang.
Diriwayatkan bahwa pada suatu senja Firaun dan istrinya duduk santai di tepi sungai Nil, tiba-tiba terlihat olehnya satu peti tidak jauh dari tempatnya.
Disuruhnyalah dayang-dayangnya mengambil peti itu dan membawanya kepadanya.
Ketika peti itu dibuka kelihatanlah seorang bayi laki-laki yang rupawan.
Alangkah senangnya Firaun melihat bayi itu.
Kasih sayang dan cintanyapun kepada bayi itu sangat mendalam.
Maka diambilnyalah bayi itu dan dipelihara serta di didik di istananya.
inilah karunia yang pertama, Karunia yang kedua ialah, bahwa Allah telah melimpahkan kasih sayang yang tulus kepada Musa dan kasih itu telah ditanamkan ke dalam setiap hati orang.
Setiap orang yang memandang kepada Musa akan merasa kasih sayang kepadanya.
Jadi tidak heran kalau Firaun dan istrinya merasa sayang dan cinta kepada Musa, sehingga istrinya berkata kepada suaminya, sebagaimana tercantum di dalam Alquran:

"(Ia) adalah penyejuk mata hati bagiku dan bagimu.
Janganlah kamu membunuhnya, mudah-mudahan ia bermanfaat kepada kita, atau kita ambil ia menjadi anak".

Q.S Al Qasas: 9)

Karunia ketiga ialah diasuhnya Musa di istana Firaun di bawah pengawasan Allah subhanahu wa ta'ala Allah subhanahu wa ta'ala selalu mengamat-amati dan memelihara Musa segala hal yang akan mengganggunya ketika ia diasuh oleh keluarga Firaun manusia kejam yang tidak mengenal peri kemanusiaan itu.

Thaa Haa (20) ayat 39 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Thaa Haa (20) ayat 39 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Thaa Haa (20) ayat 39 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Kepada ibumu, Kami mengilhamkan agar ia meletakkanmu--ketika kamu masih seorang bayi dan menyusu--ke dalam peti dan melemparkannya ke sungai Nil, agar kamu selamat dan tidak dibunuh oleh Fir'aun.
Sebab, saat itu, Fir'aun selalu membunuh semua bayi laki-laki yang lahir dari kalangan Bani Israil.
Air sungai itu pun Kami tundukkan untuk membawa peti sampai ke tepian.
Kemudian, atas kehendak Kami, Fir'aun yang menjadi musuhmu dan musuh-Ku itu mengambil peti tersebut.
Aku mencintaimu dengan penuh kasih sayang, supaya kamu dicintai oleh setiap orang yang melihat, dan supaya kamu diasuh secara terhormat di bawah pengawasan-Ku.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Yaitu, "Letakkanlah ia) tarohlah ia (di dalam sebuah peti, kemudian lemparkanlah ia) yakni peti itu (ke sungai) yakni sungai Nil (maka pasti sungai itu membawanya ke tepi) ke pinggirnya.
Kata perintah di sini mengandung makna kalimat berita (supaya diambil oleh musuh-Ku dan musuhnya) yaitu raja Firaun.
(Dan Aku telah melimpahkan) sesudah Firaun mengambil anakmu darimu (kepadamu kasih sayang yang datang daripada-Ku) supaya semua orang merasa kasih sayang kepadamu, lalu Firaun akan merasa sayang kepadamu, demikian pula setiap orang yang melihatmu (dan supaya kamu diasuh di bawah pengawasan-Ku) kamu dipelihara di bawah asuhan dan penjagaan-Ku.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Taruhlah anakmu Musa setelah dilahirkan, di dalam peti, kemudian lemparkanlah di sungai Nil, maka pasti Nil itu akan membawanya ke tepi, lalu akan di ambil Fir’aun, musuh-Ku dan musuhnya.
Aku telah memasukkan padamu kecintaan dari-Ku, sehingga dengan hal itu kamu menjadi dicintai di tengah manusia, dan agar kamu diasuh di bawah pengawasan dan perlindungan-Ku.
Ayat ini berisikan penetapan sifat ‘Ain (mata) bagi Allah sebagaimana yang pantas dengan kebesaran dan kesempurnaan-Nya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Dalam ayat ini disebutkan oleh firman-Nya:

...supaya diambil oleh (Fir'aun) musuh-Ku dan musuhmu.
Dan Aku telah melimpahkan kepadamu kasih sayang yang datang dari-Ku.

Maksudnya, kasih sayang itu tertanam di dalam hati musuhmu sehingga ia mencintaimu.

Salamah ibnu Kahil telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:

Dan Aku telah melimpahkan kepadamu kasih sayang yang datang dari-Ku.
Yakni Aku jadikan engkau disukai oleh hamba-hamba-Ku.

...dan supaya kamu diasuh di bawah pengawasan-Ku

Menurut Abu Imran Al-Juni, makna ayat ialah agar Musa dipelihara di bawah pengawasan Allah subhanahu wa ta'ala

Qatadah mengatakan agar Musa diberi makan di bawah pengawasan Allah subhanahu wa ta'ala

Ma'mar ibnul Musanna mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:

...dan supaya kamu diasuh di bawah pengawasan-Ku.
Artinya, selalu berada di bawah penglihatan dan pengawasan Allah subhanahu wa ta'ala

Abdur Rahman ibnu Zaid ibnu Aslam mengatakan bahwa Allah menjadikan Musa berada di dalam istana raja, hidup mewah dan senang, serta makanannya sama dengan makanan raja.
Hal inilah yang dimaksud dengan pengertian lafaz sun'ah dalam ayat.

Kata Pilihan Dalam Surah Thaa Haa (20) Ayat 39

TAABUUT
لتَّابُوت

Az Zamakhsyari berpendapat bahwa wazan taabuut adalah "fa'aluuna" atau "fa'uula" dan bukan dari fa'uula karena jarang kedengaran dan digunakan. Jadi ia dari "fa'aluuna" yaitu dari al tuut yang berarti ar rujuu atau kembali karena ia adalah tempat meletakkan sesuatu di dalamnya dan mengamankannya dan pemiliknya akan kembali kepadanya apabila ia memerlukan apa yang ia letakkan di dalamnya.

Kata taabuut disebut dua kali di dalam Al Qur'an yaitu dalam surah Al Baqarah (2) ayat 248 dan surah Tha Ha (20) ayat 39.

Ar Razi berkata "Kedatangan taabuut bisa berari mukjizat dan bisa juga tidak. Apabila dikatakan mukjizat maknanya kedatangan "taabuut" adalah luar biasa sehingga dapat dibenarkan ia adalah ayat atau bukti di sisi Allah sebagai dalil atas kebenaran dakwaan itu.

Para perawi berkata "Sesungguhnya Allah menurunkan tabut kepada Adam. Di dalamnya terdapat gambar-gambar para nabi dari keturunannya lalu diwarisi oleh anak-anaknya hingga sampai kepada Ya'qub. Kemudian ia kekal di tangan Bani Israil. Apabila mereka berselisih mengenai suatu perkara, maka ia dibacakan dan ia mengadili perselisihan diantara mereka. Apabila berhadapan dengan peperangan mereka menunjukkannya kepada musuh-musuh mereka ketika malaikat membawanya kepada tentara-tentara mereka sedang mereka memerangi musuh.

Apabila mendengar dari tabut satu teriakan, pasti mereka akan menang. Ketika mereka berbuat maksiat dan kerusakan, dengan izin Allah, kaum Amaaliqah menguasai mereka dan berhasil merampas tabut.

Ketika mereka menanyakan bukti atas Raja Thalut, nabi itu berkata,
"Sesungguhnya tanda kerajaannya ialah kamu akan men­dapati Tabut di dalam rumahnya. Orang kafir yang merampas Tabut itu meletakkan­ nya di tandas, lalu pada masa itu, nabi berdoa ke atas mereka sehingga Allah menimpakan bala ke atas mereka. Bagi yang membuang hajatnya di tandas itu akan terkena wasir dan orang kafir tadi tahu penyakit itu disebabkan mereka merendahkan Tabut itu, lalu mereka mengeluarkannya dari tandas dan meletakkannya di atas dua ekor sapi jantan. Kedua sapi itu pun berjalan. Pada waktu itu, Allah mengutus empat malaikat mengiringinya hingga mereka tiba di rumah Thalut. Ketika kaum nabi itu melihat Tabut di sisi Thalut, maka mereka tahu ia adalah bukti dia adalah raja mereka. Kedatangan ini ada­lah majaz karena kedatangannya melalui per­antara.

Pada riwayat kedua, Tabut ialah kotak di mana Nabi Musa meletakkan Taurat di dalam­nya. Ia terbuat dari kayu dan mereka tahu akan hal itu. Kemudian, Allah meng­angkatnya setelah kematian Nabi Musa disebab­ kan kemarahannya kepada Bani Israil lalu nabi kaum itu berkata,
"Sesungguhnya tanda kerajaan Thalut adalah kedatangan Tabut dari langit yang tidak dibawa oleh malaikat mau­pun dua ekor sapi jantan, namun ia turun dari langit ke bumi sedangkan malaikat menjag­anya. Kaum itu melihat kepadanya sehingga ia turun ke sisi Thalut, Ini adalah kata-kata Ibn Abbas. Kedatangan Tabut ini dalam bentuk nyata.

Apabila ia tidak dikatakan sebagai mukjizat, tetapi apa yang terdapat di dalam­nya adalah mukjizat. Maknanya, mereka me­lihat di dalam Tabut itu kosong, lalu nabi itu meletakkannya di hadapan kaumnya di dalam rumah yang pintunya dikunci. Kemudian, nabi itu mengatakan Allah Ta'ala menciptakan apa yang ada di dalamnya yang menunjuk­kan apa yang berlaku di antara kita. Apabila mereka membuka pintu rumah dan melihat Tabut itu, mereka melihat sebuah kitab di dalamnya yang menunjukkan raja mereka adalah Thalut. Allah Ta'ala akan menolong mereka menghadapi musuh-musuh mereka. Ini adalah mukjizat yang jelas, sebagai bukti ia datang dari Allah.

Kesimpulannya, Tabut ialah sebuah peti yang mengandung barang-barang peninggalan para nabi dari keluarga Musa dan Harun. Mengandung naskhah loh-loh Taurat yang dikaruniakan Allah ke­pada Musa di atas bukit Tursina.Ia adalah mukjizat dan bukti kerajaan Thalut dan menjadi penenang hati Bani Israil, bagai­kan simbol dalam peperangan yang sedang mereka hadapi serta rahmat dari Allah yang dibawa oleh para malaikat.

Sedangkan dalam surah Tha Ha, Muqatil berkata,
"Seorang Mukmin dari keluarga Fir'aun yang membuat Tabut dan mengukir­nya, ia bernama Hizqail dan Tabut berasal dari pohon yang bernama Jummayz."

Yang dimaksudkan Tabut disini ialah se­buah kotak yang diukir, tempat Nabi Musa diletakkan di dalamnya dan dialirkan di Sungai Nil, lalu dijumpai oleh wanita Fir'aun dan dijadikan anak angkatnya.

Sumber : Kamus Al Qur'an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:107-108

Informasi Surah Thaa Haa (طه)
Surat Thaahaa terdiri atas 135 ayat, diturunkan sesudah diturunkannya surat Maryam, ter­masuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Surat ini dinamai "Thaahaa",
diambil dari perkataan yang berasal dari ayat pertama surat ini.
Sebagaimana yang lazim terdapat pada surat-surat yang memakai huruf-huruf abjad pada permulaannya, di mana huruf tersebut seakan-akan merupakan pemberitahuan Allah kepada orang-orang yang membacanya, bahwa sesudah huruf itu akan dikemukakan hal-hal yang sangat penting diketahui, maka demikian pula halnya dengan ayat-ayat yang terdapat sesudah huruf "thaahaa" dalam surat ini.
Allah menerangkan bahwa Al Qur'an merupakan peringatan bagi manusia, wahyu dari Allah, Pencipta semesta alam.
Kemudian Allah menerangkan kisah bebe­rapa orang nabi akibat-akibat yang telah ada akan dialami oleh orang-orang yang percaya ke­pada Allah dan orang-orang yang mengingkari-Nya, baik di dunia maupun di akhirat.
Selain hal­ hal tersebut di atas, maka surat ini mengandung pokok-pokok isi sebagai berikut:

Keimanan:

Al Qur'an adalah peringatan bagi manusia terutama bagi orang-orang yang ber­ takwa
Musa a.s. langsung menerima wahyu dari Allah, tanpa perantara Jibril
Allah bersemayam di atas 'Arsy, mengetahui sesuatu yang samar dan yang lebih samar
ke­adaan orang berdosa dihimpunkan di hari kiamat
syafa 'at tidak bermanfaa'at di hari kiamat, kecuali syafa'at dari orang-orang yang dapat izin dari Allah.

Hukum:

Perintah mengerjakan shalat dan keutamaan waktu-waktunya
kewajiban menyuruh keluarga melakukan shalat.

Kisah:

Kisah Musa a.s. dan Harun a.s. dalam menghadapi Fir'aun dan Bani Israil
kisah Nabi Adam a.s. dan iblis.

Lain-lain:

Perintah Allah kepada Nabi Muhammad ﷺ supaya dia meminta tambahan ilmu kepada Allah sekalipun sudah menjadi rasul
Allah tidak akan mengazab sesuatu kaum sebelum diutus rasul kepada mereka
jangan terpengaruh oleh kesenangan kehidupan dunia.


Gambar Kutipan Surah Thaa Haa Ayat 39 *beta

Surah Thaa Haa Ayat 39



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Thaa Haa

Surah Ta Ha (Arab: طه , Tā-Hā, "Ta Ha") adalah surah ke-20 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 135 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah.
Surah ini dinamai Ta Ha, diambil ayat pertama surah ini.
Sebagaimana juga yang lazim terdapat pada surah-surah yang memakai huruf-huruf abjad pada permulaannya, di mana huruf tersebut seakan-akan merupakan pemberitahuan Allah kepada orang-orang yang membacanya, bahwa sesudah huruf itu akan dikemukakan hal-hal yang sangat penting diketahui, maka demikian pula halnya dengan ayat-ayat yang terdapat sesudah huruf Ta Ha dalam surah ini.
Allah menerangkan bahwa Al-Quran merupakan peringatan bagi manusia, wahyu dari Allah, Pencipta semesta alam.
Kemudian Allah menerangkan kisah beberapa nabi; akibat-akibat yang telah ada akan dialami oleh orang-orang yang percaya kepada Allah dan orang-orang yang mengingkari-Nya, baik di dunia maupun di akhirat.

Nomor Surah20
Nama SurahThaa Haa
Arabطه
ArtiTa Ha
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu45
JuzJuz 16
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat135
Jumlah kata1534
Jumlah huruf5399
Surah sebelumnyaSurah Maryam
Surah selanjutnyaSurah Al-Anbiya
4.8
Rating Pembaca: 4.4 (14 votes)
Sending







✔ text surah at thoha ayat 107 dan arti, Qs 20:39, surah 20 ayat 39, surat ke 20 ayat 39