QS. Thaa Haa (Ta Ha) – surah 20 ayat 36 [QS. 20:36]

قَالَ قَدۡ اُوۡتِیۡتَ سُؤۡلَکَ یٰمُوۡسٰی
Qaala qad uutiita su’laka yaa muus(a);

Allah berfirman:
“Sesungguhnya telah diperkenankan permintaanmu, hai Musa”.
―QS. 20:36
Topik ▪ Pahala Iman
20:36, 20 36, 20-36, Thaa Haa 36, ThaaHaa 36, Thoha 36, Thaha 36, Ta Ha 36

Tafsir surah Thaa Haa (20) ayat 36

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Thaa Haa (20) : 36. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala menjelaskan bahwa Dia telah memperkenankan semua permohonan Musa yaitu supaya dilapangkan dadanya, dimudahkan urusannya dihilangkan kekakuan lidahnya, dijadikan Harun kakaknya pembantu baginya, kekuatan dan kemampuannya bertambah mantap, serta bahu membahu dengan Harun di dalam melaksanakan tugasnya.
Enam macam permohonan tersebut, diperkenankan oleh Allah subhanahu wa ta’ala demi suksesnya pelaksanaan amanatnya yang berat dun sulit itu.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Allah berfirman kepada Musa, “Sesungguhnya Aku telah mengabulkan apa yang kamu minta.
Ini adalah sebuah karunia untukmu.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Allah berfirman, “Sesungguhnya telah dikabulkan permintaanmu, hai Musa) sebagai anugerah Kami kepadamu.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Allah berfirman :
Sesungguhnya Aku telah memberikan semua permintaanmu, wahai Musa.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Ini merupakan perkenan dari Allah subhanahu wa ta’ala kepada rasul-Nya (Musa ‘alaihis salam) yang telah mengabulkan semua permintaannya, sekaligus mengingatkan Musa akan semua nikmat yang telah dilimpahkan kepadanya di masa silam berkaitan dengan apa yang dialami oleh ibunya saat ibunya masih menyusukannya dan bersikap mawas diri terhadap Fir’aun dan bala tentaranya agar mereka jangan membunuhnya.
Musa dilahirkan di masa Fir’aun dan bala tentaranya membunuh semua bayi yang lahir tahun itu.
Maka ibu Musa membuat sebuah peti untuk Musa yang masih disusukannya, lalu meletakkan Musa di dalam peti itu dan menghanyut­kannya ke Sungai Nil, tetapi dalam keadaan diikat dengan tali yang dihubungkan ke rumahnya.

Dan pada suatu hari ibu Musa pergi untuk memperbaharui ikatan talinya, tetapi ternyata peti yang berisikan Musa terlepas dan terbawa hanyut oleh arus Sungai Nil.
Karena itu, hati ibu Musa dirundung rasa duka cita yang sangat mendalam dan kesedihan yang tak terperi kan.
Hal ini di ungkapkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala melalui firman-Nya dalam ayat yang lain, yaitu:

Dan menjadi kosonglah hati ibu Musa.
Sesungguhnya hampir saja ia menyatakan rahasia tentang Musa, seandainya tidak Kami teguhkan hatinya.
(Q.S. Al-Qashash [28]: 10)

Arus Sungai Nil membawa peti yang berisikan Musa itu ke istana Fir’aun yang terletak di pinggir Sungai Nil.

Maka dipungutlah ia oleh keluarga Fir’aun yang akibatnya dia menjadi musuh dan kesedihan bagi mereka.
(Q.S. Al-Qashash [28]: 8)

Yakni sebagai suatu takdir yang telah ditetapkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala Dalam saat yang sama mereka membunuh bayi-bayi kaum Bani Israil karena mereka takut akan kelahiran Musa.
Maka Allah memutuskan hal yang lain, karena Dialah yang memi liki kekuasaan Yang Mahabesar dan takdir yang sempurna, bahwa tidaklah Musa dipelihara kecuali di dalam asuhan Fir’aun dan makan serta minum dari makanan dan minumannya setelah Allah menanamkan rasa kasih sayang kepada Musa di dalam hati Fir’aun dan istrinya.


Kata Pilihan Dalam Surah Thaa Haa (20) Ayat 36

SU’L
سُؤْل

Lafaz ini dalam wazan fu’lun dari maa sa’alta artinya engkau diberi apa yang engkau minta

Ia hanya disebut sekali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah Tha Ha (20), ayat 36.

Az Zamakhsyari berkata,
“Lafaz ini dalam bentuk fu’lun mengandung makna maf’ul seperti hubs yang berarti makbuz yaitu roti yang dimakan. Begitu juga aklun yang bermakna ma’kul yaitu yang dimakan. Jadi, su’lak bermakna permintaan kamu.

Ibn Qutaibah berkata,
“Maknasu’lak ialah permintaan kamu'”

At Tabari mentafsirkan ayat ini, ”Allah berfirman kepada Musa, ”Aku telah mem­berikan apa yang engkau minta wahai Musa yaitu melapangkan dadamu, memudahkan urusanmu, melepaskan ikatan pada lidah­mu, menjadikan saudaramu Harun sebagai pendamping kamu, menguatkanmu dengan­nya dan menyertaimu dalam menyampaikan risalah.

Kesimpulannya su’lak bermakna permintaanmu (wahai Musa).

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:302

Informasi Surah Thaa Haa (طه)
Surat Thaahaa terdiri atas 135 ayat, diturunkan sesudah diturunkannya surat Maryam, ter­masuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Surat ini dinamai “Thaahaa”,
diambil dari perkataan yang berasal dari ayat pertama surat ini.
Sebagaimana yang lazim terdapat pada surat-surat yang memakai huruf-huruf abjad pada permulaannya, di mana huruf tersebut seakan-akan merupakan pemberitahuan Allah kepada orang-orang yang membacanya, bahwa sesudah huruf itu akan dikemukakan hal-hal yang sangat penting diketahui, maka demikian pula halnya dengan ayat-ayat yang terdapat sesudah huruf “thaahaa” dalam surat ini.
Allah menerangkan bahwa Al Qur’an merupakan peringatan bagi manusia, wahyu dari Allah, Pencipta semesta alam.
Kemudian Allah menerangkan kisah bebe­rapa orang nabi akibat-akibat yang telah ada akan dialami oleh orang-orang yang percaya ke­pada Allah dan orang-orang yang mengingkari-Nya, baik di dunia maupun di akhirat.
Selain hal­ hal tersebut di atas, maka surat ini mengandung pokok-pokok isi sebagai berikut:

Keimanan:

Al Qur’an adalah peringatan bagi manusia terutama bagi orang-orang yang ber­ takwa
Musa a.s. langsung menerima wahyu dari Allah, tanpa perantara Jibril
Allah bersemayam di atas ‘Arsy, mengetahui sesuatu yang samar dan yang lebih samar
ke­adaan orang berdosa dihimpunkan di hari kiamat
syafa ‘at tidak bermanfaa’at di hari kiamat, kecuali syafa’at dari orang-orang yang dapat izin dari Allah.

Hukum:

Perintah mengerjakan shalat dan keutamaan waktu-waktunya
kewajiban menyuruh keluarga melakukan shalat.

Kisah:

Kisah Musa a.s. dan Harun a.s. dalam menghadapi Fir’aun dan Bani Israil
kisah Nabi Adam a.s. dan iblis.

Lain-lain:

Perintah Allah kepada Nabi Muhammad ﷺ supaya dia meminta tambahan ilmu kepada Allah sekalipun sudah menjadi rasul
Allah tidak akan mengazab sesuatu kaum sebelum diutus rasul kepada mereka
jangan terpengaruh oleh kesenangan kehidupan dunia.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Thaa-Haa (20) ayat 36 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Thaa-Haa (20) ayat 36 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Thaa-Haa (20) ayat 36 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Thaa-Haa - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 135 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 20:36
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Thaa Haa.

Surah Ta Ha (Arab: طه , Tā-Hā, "Ta Ha") adalah surah ke-20 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 135 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah.
Surah ini dinamai Ta Ha, diambil ayat pertama surah ini.
Sebagaimana juga yang lazim terdapat pada surah-surah yang memakai huruf-huruf abjad pada permulaannya, di mana huruf tersebut seakan-akan merupakan pemberitahuan Allah kepada orang-orang yang membacanya, bahwa sesudah huruf itu akan dikemukakan hal-hal yang sangat penting diketahui, maka demikian pula halnya dengan ayat-ayat yang terdapat sesudah huruf Ta Ha dalam surah ini.
Allah menerangkan bahwa Al-Quran merupakan peringatan bagi manusia, wahyu dari Allah, Pencipta semesta alam.
Kemudian Allah menerangkan kisah beberapa nabi; akibat-akibat yang telah ada akan dialami oleh orang-orang yang percaya kepada Allah dan orang-orang yang mengingkari-Nya, baik di dunia maupun di akhirat.

Nomor Surah20
Nama SurahThaa Haa
Arabطه
ArtiTa Ha
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu45
JuzJuz 16
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat135
Jumlah kata1534
Jumlah huruf5399
Surah sebelumnyaSurah Maryam
Surah selanjutnyaSurah Al-Anbiya
4.5
Ratingmu: 4.9 (11 orang)
Sending









Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di




Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta