Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Thaa Haa

Thaa Haa (Ta Ha) surah 20 ayat 2


مَاۤ اَنۡزَلۡنَا عَلَیۡکَ الۡقُرۡاٰنَ لِتَشۡقٰۤی ۙ
Maa anzalnaa ‘alaikal quraana litasyq(a);

Kami tidak menurunkan Al Quran ini kepadamu agar kamu menjadi susah,
―QS. 20:2
Topik ▪ Sifat neraka
20:2, 20 2, 20-2, Thaa Haa 2, ThaaHaa 2, Thoha 2, Thaha 2, Ta Ha 2
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Thaa Haa (20) : 2. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini Allah subhanahu wa ta'ala menerangkan bahwa Alquran itu diturunkan bukanlah untuk menyusahkan dan mencelakakan.
Bagi junjungan kita Nabi Besar Muhammad ﷺ, ayat ini adalah sebagai hiburan.
Allah subhanahu wa ta'ala menegaskan bahwa Alquran itu diturunkan kepadanya bukanlah untuk menyusahkan dan memayahkannya, juga bukan untuk dipaksakan kepada orang-orang yang keras kepala, tetapi Alquran diturunkan kepadanya untuk disampaikan kepada umatnya dan untuk menjadi peringatan kepada mereka tentang perbuatannya yang sesat itu.
Kalau tugas Nabi Muhammad itu telah dilaksanakan, dakwahnya telah dilakukan, tetapi umatnya masih juga membangkang dan tidak mau taat kepadanya, maka itu bukanlah urusan dia lagi, tetapi hal itu terserah kepada Allah subhanahu wa ta'ala, karena kewajiban yang dibebankan atasnya, hanya menyampaikan apa yang menjadi tugasnya, sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta'ala:

Jika mereka tetap berpaling, maka sesungguhnya kewajiban yang dibebankan atasmu (Muhammad) hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan terang.
(Q.S An Nahl: 82)

Oleh karena itu, Muhammad tidak perlu merasa susah dan payah serta gelisah, apalagi akan membunuh diri, karena dakwahnya belum berhasil, umatnya tetap saja tidak mau beriman kepada apa yang telah disampaikannya sebagaimana digambarkan Allah subhanahu wa ta'ala di dalam firman-Nya.

Maka (apakah) barangkali kamu akan membunuh dirimu, karena bersedih hati, sesudah mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (Alquran).
(Q.S Al Kahfi: 6)

Sejalan dengan ayat-ayat ini, firman Allah subhanahu wa ta'ala

Ini adalah sebuah kitab yang diturunkan kepadamu, maka janganlah ada kesempitan di dalam dadamu karenanya, supaya kamu memberi peringatan dengan kitab itu (kepada orang kafir) dan menjadi pelajaran bagi orang-orang yang beriman.
(Q.S Al A'raf: 2)

Thaa Haa (20) ayat 2 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Thaa Haa (20) ayat 2 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Thaa Haa (20) ayat 2 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Wahai Rasulullah, sesungguhnya Kami tidak menurunkan Al Quran ini untuk menyusahkan dirimu karena ditinggalkan oleh orang-orang yang berpaling darimu.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Kami tidak menurunkan Alquran ini kepadamu) hai Muhammad (agar kamu menjadi susah) supaya kamu letih dan payah disebabkan apa yang kamu kerjakan sesudah ia diturunkan, sehingga kamu harus berkepanjangan berdiri di dalam melakukan salat malam.
Maksudnya berilah kesempatan istirahat bagi dirimu.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Kami tidak menurunkan al-Qur’an ini kepadamu, wahai Rasul, agar kamu menjadi susah karena kamu tidak sanggup mengamalkannya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

(2-3) Abu Saleh mengatakan bahwa Thaha adalah kalimat yang telah diarahkan dari bahasa lain.

Al-Qadi Iyad di dalam kitabnya Asy-Syifa telah meriwayatkan melalui jalur Abdu ibnu Humaid di dalam kitab tafsirnya, bahwa telah menceritakan kepada kami Hasyim ibnul Qasim.
Dari Ibnu Ja'far, dari Ar-Rabi' ibnu Anas yang mengatakan bahwa Nabi ﷺ apabila hendak salat beliau berdiri dengan satu kaki, sedangkan kaki lainnya diangkat.
Maka Allah subhanahu wa ta'ala menurunkan firman-Nya: Thaha.
(Thaahaa:1) Yakni hai Muhammad, jejakkanlah kedua kakimu ke bumi.
Kami tidak menurunkan Al-Qur’an ini kepadamu agar kamu menjadi susah.
(Thaahaa:2) Kemudian Al-Qadi Iyad mengatakan, "Tidak samar lagi bahwa sikap tersebut mengandung pengertian yang menunjukkan penghormatan dan etika yang baik."

Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

Kami tidak menurunkan Al-Qur’an ini kepadamu agar kamu menjadi susah.

Juwaibir telah meriwayatkan dari Ad-Dahhak, bahwa ketika Allah subhanahu wa ta'ala menurunkan Al-Qur'an kepada Rasul-Nya, dan Rasul beserta para sahabatnya mengamalkannya, maka orang-orang musyrik berkata bahwa tidak sekali-kali Allah menurunkan Al-Qur'an ini kepada Muhammad me­lainkan agar dia menjadi susah.
Maka Allah subhanahu wa ta'ala menurunkan firman-Nya:

Thaha.
Kami tidak menurunkan Al-Qur’an ini kepadamu agar kamu menjadi susah, tetapi sebagai peringatan bagi orang-orang yang takut (kepada Allah).

Padahal duduk perkara yang sebenarnya tidaklah seperti apa yang didugakan oleh orang-orang yang tidak percaya kepada Al-Qur'an, bahkan barang siapa yang di beri ilmu oleh Allah, maka sesungguhnya Allah menghendaki baginya kebaikan yang banyak, dan ilmu itu adalah wahyu Al-Qur'an.
Seperti yang telah disebutkan di dalam kitab Sahihain melalui Mu'awiyah, bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda.

Barang siapa yang dikehendaki baik oleh Allah, maka Allah menjadikannya pandai dalam agama.

Alangkah baiknya hadis yang diriwayatkan oleh Al-Hafiz Abul Qasim At-Tabrani sehubungan dengan hal ini.
Ia mengatakan:

telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Zuhair, telah menceritakan kepada kami Al-Ala ibnu Salim, telah menceritakan kepada kami Ibrahim At-Taliqani, telah menceritakan kepada kami Ibnul Mubarak, dari Sufyan, dari Sammak ibnu Harb, dari Sa'labah ibnul Hakam yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ telah bersabda: Allah subhanahu wa ta'ala berfirman kepada para ulama kelak di hari kiamat, yaitu bilamana Dia telah duduk di atas Kursi-Nya untuk menjalankan peradilan terhadap hamba-hamba-Nya, "Sesungguhnya Aku tidak sekali-kali menganugerahkan ilmu dan hikmah-Ku kepada kalian, melainkan dengan maksud Aku hendak memberikan ampunan kepada kalian terhadap semua (dosa) yang kalian lakukan tanpa peduli.”

Sanad hadis berpredikat jayyid (baik), dan Sa'labah ibnul Hakam yang disebutkan dalam sanad hadis adalah Al-Laisi, disebutkan dengan sebutan yang baik oleh Abu Amr di dalam kitab Isti'ab-nya.
Ia mengatakan bahwa ia tinggal di Basrah, kemudian pindah ke Kufah, dan telah mengambil riwayat darinya Sammak ibnu Harb.

Mujahid telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:

Kami tidak menurunkan Al-Qur’an ini kepadamu agar kamu menjadi susah.
Ayat ini semakna dengan firman-Nya dalam ayat yang lain, yaitu:

karena itu bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al-Qur’an.
(Al Muzammil:20)

Tersebutlah bahwa sebelumnya mereka menggantungkan tali pada dada mereka dalam salatnya (agar jangan mengantuk).

Qatadah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: Kami tidak menurunkan Al-Qur’an ini kepadamu agar kamu menjadi susah.
(Thaahaa:2) Tidak, demi Allah, Allah tidak menjadikan Al-Qur'an baginya sebagai kesusahan.
Tetapi Allah menjadikannya sebagai rahmat, cahaya, dan petunjuk ke surga.

...tetapi sebagai peringatan bagi orang yang takut (kepada Allah).

Sesungguhnya Allah telah menurunkan Kitab (Al-Qur'an)-Nya dan mengutus Rasul-Nya sebagai rahmat buat hamba-hamba-Nya, agar orang ingat kepada-Nya, dan mengambil manfaat dari apa yang ia dengar dari Kitabullah.
Al-Qur'an adalah peringatan yang diturunkan oleh Allah, di dalamnya disebutkan halal dan haram.

Asbabun Nuzul
Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Thaa Haa (20) Ayat 2

Diriwayatkan oleh Ibnu Marduwaih yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas, bahwa pada permulaan turun wahyu, Nabi ﷺ suka shalat dengan berdiri pada kedua ujung jari kakinya (berjingkat).
Maka sehubungan dengan tekanan badannya yang berganti-ganti di atas kedua ujuk jari kakinya (yang memberatkan beliau itu), turunlah ayat ini (Thaahaa: 1-2) sebagai petunjuk agar tidak tersiksa dalam melakukan shalat.

Diriwayatkan oleh ‘Abd bin Humaid di dalam tafsir-nya, yang bersumber dari ar-Rabi’ bin Anas bahwa apabila Nabi ﷺ berdiri shalat, beliau suka berganti-ganti tekanan badannya di atas kedua kakinya untuk menghilangkan rasa penat.
Maka turunlah ayat ini (Thaahaa: 1-2) sebagai petunjuk kepada beliau.

Diriwayatkan oleh Ibnu Marduwaih dari al-‘Aufi yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas bahwa kaum kafir Quraisy berkata: “Orang ini (Muhammad) telah disusahkan oleh Rabb-nya.” Maka turunlah ayat ini (Thaahaa: 1-2) sebagai bantahan atas ucapan mereka.

Sumber : Asbabun Nuzul-K.H.Q.Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Informasi Surah Thaa Haa (طه)
Surat Thaahaa terdiri atas 135 ayat, diturunkan sesudah diturunkannya surat Maryam, ter­masuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Surat ini dinamai "Thaahaa",
diambil dari perkataan yang berasal dari ayat pertama surat ini.
Sebagaimana yang lazim terdapat pada surat-surat yang memakai huruf-huruf abjad pada permulaannya, di mana huruf tersebut seakan-akan merupakan pemberitahuan Allah kepada orang-orang yang membacanya, bahwa sesudah huruf itu akan dikemukakan hal-hal yang sangat penting diketahui, maka demikian pula halnya dengan ayat-ayat yang terdapat sesudah huruf "thaahaa" dalam surat ini.
Allah menerangkan bahwa Al Qur'an merupakan peringatan bagi manusia, wahyu dari Allah, Pencipta semesta alam.
Kemudian Allah menerangkan kisah bebe­rapa orang nabi akibat-akibat yang telah ada akan dialami oleh orang-orang yang percaya ke­pada Allah dan orang-orang yang mengingkari-Nya, baik di dunia maupun di akhirat.
Selain hal­ hal tersebut di atas, maka surat ini mengandung pokok-pokok isi sebagai berikut:

Keimanan:

Al Qur'an adalah peringatan bagi manusia terutama bagi orang-orang yang ber­ takwa
Musa a.s. langsung menerima wahyu dari Allah, tanpa perantara Jibril
Allah bersemayam di atas 'Arsy, mengetahui sesuatu yang samar dan yang lebih samar
ke­adaan orang berdosa dihimpunkan di hari kiamat
syafa 'at tidak bermanfaa'at di hari kiamat, kecuali syafa'at dari orang-orang yang dapat izin dari Allah.

Hukum:

Perintah mengerjakan shalat dan keutamaan waktu-waktunya
kewajiban menyuruh keluarga melakukan shalat.

Kisah:

Kisah Musa a.s. dan Harun a.s. dalam menghadapi Fir'aun dan Bani Israil
kisah Nabi Adam a.s. dan iblis.

Lain-lain:

Perintah Allah kepada Nabi Muhammad ﷺ supaya dia meminta tambahan ilmu kepada Allah sekalipun sudah menjadi rasul
Allah tidak akan mengazab sesuatu kaum sebelum diutus rasul kepada mereka
jangan terpengaruh oleh kesenangan kehidupan dunia.


Gambar Kutipan Surah Thaa Haa Ayat 2 *beta

Surah Thaa Haa Ayat 2



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Thaa Haa

Surah Ta Ha (Arab: طه , Tā-Hā, "Ta Ha") adalah surah ke-20 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 135 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah.
Surah ini dinamai Ta Ha, diambil ayat pertama surah ini.
Sebagaimana juga yang lazim terdapat pada surah-surah yang memakai huruf-huruf abjad pada permulaannya, di mana huruf tersebut seakan-akan merupakan pemberitahuan Allah kepada orang-orang yang membacanya, bahwa sesudah huruf itu akan dikemukakan hal-hal yang sangat penting diketahui, maka demikian pula halnya dengan ayat-ayat yang terdapat sesudah huruf Ta Ha dalam surah ini.
Allah menerangkan bahwa Al-Quran merupakan peringatan bagi manusia, wahyu dari Allah, Pencipta semesta alam.
Kemudian Allah menerangkan kisah beberapa nabi; akibat-akibat yang telah ada akan dialami oleh orang-orang yang percaya kepada Allah dan orang-orang yang mengingkari-Nya, baik di dunia maupun di akhirat.

Nomor Surah20
Nama SurahThaa Haa
Arabطه
ArtiTa Ha
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu45
JuzJuz 16
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat135
Jumlah kata1534
Jumlah huruf5399
Surah sebelumnyaSurah Maryam
Surah selanjutnyaSurah Al-Anbiya
4.7
Rating Pembaca: 4.7 (29 votes)
Sending







✔ QS Thaha (20) 2-3