Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Thaa Haa (Ta Ha) – surah 20 ayat 2 [QS. 20:2]

مَاۤ اَنۡزَلۡنَا عَلَیۡکَ الۡقُرۡاٰنَ لِتَشۡقٰۤی ۙ
Maa anzalnaa ‘alaikal quraana litasyq(a);
Kami tidak menurunkan Alquran ini kepadamu (Muhammad) agar engkau menjadi susah;
―QS. Thaa Haa [20]: 2

We have not sent down to you the Qur’an that you be distressed
― Chapter 20. Surah Thaa Haa [verse 2]

مَآ tidak

Not
أَنزَلْنَا Kami menurunkan

We (have) sent down
عَلَيْكَ atasmu

to you
ٱلْقُرْءَانَ Al-Qur’an

the Quran
لِتَشْقَىٰٓ supaya kamu celaka

that you be distressed

Tafsir

Alquran

Surah Thaa Haa
20:2

Tafsir QS. Thaa Haa (20) : 2. Oleh Kementrian Agama RI


Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa Alquran itu diturunkan bukanlah untuk menyusahkan dan mencelakakan.
Bagi Nabi Muhammad ﷺ, ayat ini adalah sebagai hiburan.

Ditegaskan bahwa Alquran itu diturunkan kepadanya bukanlah untuk menyusahkan, juga bukan untuk dipaksakan kepada orang-orang yang keras kepala, tetapi Alquran diturunkan kepadanya untuk disampaikan kepada umatnya dan untuk menjadi peringatan kepada mereka tentang perbuatannya yang sesat.
Kalau tugas Nabi Muhammad itu telah dilaksanakan dan dakwahnya telah dilakukan, tetapi umatnya masih juga membangkang dan tidak mau taat kepadanya, maka itu diserserahkan kepada Allah, karena kewajiban Nabi hanya menyampaikan apa yang menjadi tugasnya, sebagaimana firman Allah:

فَاِنْ تَوَلَّوْا فَاِنَّمَا عَلَيْكَ الْبَلٰغُ الْمُبِيْنُ

Maka jika mereka berpaling, maka ketahuilah kewajiban yang dibebankan atasmu (Muhammad) hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan terang.
(an-Nahl [16]: 82)


Oleh karena itu, Nabi Muhammad tidak perlu merasa gelisah, apalagi menghancurkan diri sendiri karena manusia tidak mau mengikuti seruannya, sebagaimana digambarkan Allah di dalam firman-Nya:

فَلَعَلَّكَ بَاخِعٌ نَّفْسَكَ عَلٰٓى اٰثَارِهِمْ اِنْ لَّمْ يُؤْمِنُوْا بِهٰذَا الْحَدِيْثِ اَسَفًا

Maka barangkali engkau (Muhammad) akan mencelakakan dirimu karena bersedih hati setelah mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (Alquran). (al-Kahf [18]: 6)


Begitu juga Nabi Muhammad tidak perlu merasa susah dalam menyampaikan Alquran kepada manusia, sebagaimana firman Allah:

كِتٰبٌ اُنْزِلَ اِلَيْكَ فَلَا يَكُنْ فِيْ صَدْرِكَ حَرَجٌ مِّنْهُ لِتُنْذِرَ بِهٖ وَذِكْرٰى لِلْمُؤْمِنِيْنَ

(Inilah) Kitab yang diturunkan kepadamu (Muhammad);
maka janganlah engkau sesak dada karenanya, agar engkau memberi peringatan dengan (Kitab) itu dan menjadi pelajaran bagi orang yang beriman.
(al-A’raf [7]: 2)


Al-Qurthubi menjelaskan tentang masuk Islamnya Umar bin al-Khaththab, saat itu Umar bin al-Khaththab masuk ke rumah iparnya Sa’id bin Zaid, ia sedang membaca Surah thaha bersama isterinya Fatimah binti al-Khaththab (adik Umar), dan Umar memintanya namun tidak diberikan sehingga ia marah dan merampas naskah tersebut.
Ketika Umar membacanya, lunak dan lembutlah hatinya untuk menerima Islam.


Tafsir QS. Thaa Haa (20) : 2. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Wahai Rasulullah, sesungguhnya Kami tidak menurunkan Alquran ini untuk menyusahkan dirimu karena ditinggalkan oleh orang-orang yang berpaling darimu.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Kami tidak menurunkan Alquran ini kepadamu, wahai Rasul, agar kamu menjadi susah karena kamu tidak sanggup mengamalkannya.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Kami tidak menurunkan Alquran ini kepadamu) hai Muhammad


(agar kamu menjadi susah) supaya kamu letih dan payah disebabkan apa yang kamu kerjakan sesudah ia diturunkan, sehingga kamu harus berkepanjangan berdiri di dalam melakukan salat malam.
Maksudnya berilah kesempatan istirahat bagi dirimu.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


(2-3)
Abu Saleh mengatakan bahwa Thaha adalah kalimat yang telah diarahkan dari bahasa lain.


Al-Qadi Iyad di dalam kitabnya Asy-Syifa telah meriwayatkan melalui jalur Abdu ibnu Humaid di dalam kitab tafsirnya, bahwa telah menceritakan kepada kami Hasyim ibnul Qasim.
Dari Ibnu Ja’far, dari Ar-Rabi’ ibnu Anas yang mengatakan bahwa Nabi ﷺ apabila hendak salat beliau berdiri dengan satu kaki, sedangkan kaki lainnya diangkat.
Maka Allah subhanahu wa ta’ala menurunkan firman-Nya:
Thaha.
(QS. Thaa haa [20]: 1)
Yakni hai Muhammad, jejakkanlah kedua kakimu ke bumi.
Kami tidak menurunkan Alquran ini kepadamu agar kamu menjadi susah.
(QS. Thaa haa [20]: 2)
Kemudian Al-Qadi Iyad mengatakan,
"Tidak samar lagi bahwa sikap tersebut mengandung pengertian yang menunjukkan penghormatan dan etika yang baik."

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Kami tidak menurunkan Alquran ini kepadamu agar kamu menjadi susah.

Juwaibir telah meriwayatkan dari Ad-Dahhak, bahwa ketika Allah subhanahu wa ta’ala menurunkan Alquran kepada Rasul-Nya, dan Rasul beserta para sahabatnya mengamalkannya, maka orang-orang musyrik berkata bahwa tidak sekali-kali Allah menurunkan Alquran ini kepada Muhammad me­lainkan agar dia menjadi susah.
Maka Allah subhanahu wa ta’ala menurunkan firman-Nya:

Thaha.
Kami tidak menurunkan Alquran ini kepadamu agar kamu menjadi susah, tetapi sebagai peringatan bagi orang-orang yang takut (kepada Allah).


Padahal duduk perkara yang sebenarnya tidaklah seperti apa yang didugakan oleh orang-orang yang tidak percaya kepada Alquran, bahkan barang siapa yang di beri ilmu oleh Allah, maka sesungguhnya Allah menghendaki baginya kebaikan yang banyak, dan ilmu itu adalah wahyu Alquran.
Seperti yang telah disebutkan di dalam kitab Sahihain melalui Mu’awiyah, bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda.

Barang siapa yang dikehendaki baik oleh Allah, maka Allah menjadikannya pandai dalam agama.

Alangkah baiknya hadis yang diriwayatkan oleh Al-Hafiz Abul Qasim At-Tabrani sehubungan dengan hal ini.
Ia mengatakan:


telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Zuhair, telah menceritakan kepada kami Al-Ala ibnu Salim, telah menceritakan kepada kami Ibrahim At-Taliqani, telah menceritakan kepada kami Ibnul Mubarak, dari Sufyan, dari Sammak ibnu Harb, dari Sa’labah ibnul Hakam yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ telah bersabda:
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman kepada para ulama kelak di hari kiamat, yaitu bilamana Dia telah duduk di atas Kursi-Nya untuk menjalankan peradilan terhadap hamba-hamba-Nya,
"Sesungguhnya Aku tidak sekali-kali menganugerahkan ilmu dan hikmah-Ku kepada kalian, melainkan dengan maksud Aku hendak memberikan ampunan kepada kalian terhadap semua (dosa) yang kalian lakukan tanpa peduli."

Sanad hadis berpredikat jayyid (baik), dan Sa’labah ibnul Hakam yang disebutkan dalam sanad hadis adalah Al-Laisi, disebutkan dengan sebutan yang baik oleh Abu Amr di dalam kitab Isti’ab-nya.
Ia mengatakan bahwa ia tinggal di Basrah, kemudian pindah ke Kufah, dan telah mengambil riwayat darinya Sammak ibnu Harb.

Mujahid telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:

Kami tidak menurunkan Alquran ini kepadamu agar kamu menjadi susah.
Ayat ini semakna dengan firman-Nya dalam ayat yang lain, yaitu:

karena itu bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Alquran.
(QS. Al-Muzzammil [73]: 20)

Tersebutlah bahwa sebelumnya mereka menggantungkan tali pada dada mereka dalam salatnya (agar jangan mengantuk).

Qatadah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:
Kami tidak menurunkan Alquran ini kepadamu agar kamu menjadi susah.
(QS. Thaa haa [20]: 2)
Tidak, demi Allah, Allah tidak menjadikan Alquran baginya sebagai kesusahan.
Tetapi Allah menjadikannya sebagai rahmat, cahaya, dan petunjuk ke surga.

…tetapi sebagai peringatan bagi orang yang takut (kepada Allah).

Sesungguhnya Allah telah menurunkan Kitab (Al Qur’an)-Nya dan mengutus Rasul-Nya sebagai rahmat buat hamba-hamba-Nya, agar orang ingat kepada-Nya, dan mengambil manfaat dari apa yang ia dengar dari Kitabullah.
Alquran adalah peringatan yang diturunkan oleh Allah, di dalamnya disebutkan halal dan haram.

Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Thaa Haa (20) Ayat 2

Diriwayatkan oleh Ibnu Marduwaih yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas, bahwa pada permulaan turun wahyu, Nabi ﷺ suka shalat dengan berdiri pada kedua ujung jari kakinya (berjingkat).
Maka sehubungan dengan tekanan badannya yang berganti-ganti di atas kedua ujuk jari kakinya (yang memberatkan beliau itu), turunlah ayat ini (Thaahaa: 1-2) sebagai petunjuk agar tidak tersiksa dalam melakukan shalat.

Diriwayatkan oleh ‘Abd bin Humaid di dalam tafsir-nya, yang bersumber dari ar-Rabi’ bin Anas bahwa apabila Nabi ﷺ berdiri shalat, beliau suka berganti-ganti tekanan badannya di atas kedua kakinya untuk menghilangkan rasa penat.
Maka turunlah ayat ini (Thaahaa: 1-2) sebagai petunjuk kepada beliau.

Diriwayatkan oleh Ibnu Marduwaih dari al-‘Aufi yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas bahwa kaum kafir Quraisy berkata: “Orang ini (Muhammad) telah disusahkan oleh Rabb-nya.” Maka turunlah ayat ini (Thaahaa: 1-2) sebagai bantahan atas ucapan mereka.

Sumber : Asbabun Nuzul – K.H.Q Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Unsur Pokok Surah Thaa Haa (طه)

Surat Thaa haa terdiri atas 135 ayat, diturunkan sesudah diturunkannya surat Maryam, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Surat ini dinamai "Thaahaa",
diambil dari perkataan yang berasal dari ayat pertama surat ini.
Sebagaimana yang lazim terdapat pada surat-surat yang memakai huruf-huruf abjad pada permulaannya, di mana huruf tersebut seakan-akan merupakan pemberitahuan Allah kepada orang-orang yang membacanya, bahwa sesudah huruf itu akan dikemukakan hal-hal yang sangat penting diketahui, maka demikian pula halnya dengan ayat-ayat yang terdapat sesudah huruf "thaahaa" dalam surat ini.

Allah menerangkan bahwa Alquran merupakan peringatan bagi manusia, wahyu dari Allah, Pencipta semesta alam.
Kemudian Allah menerangkan kisah beberapa orang nabi, akibat-akibat yang telah ada akan dialami oleh orang-orang yang percaya kepada Allah dan orang-orang yang mengingkari-Nya, baik di dunia maupun di akhirat.
Selain hal-hal tersebut di atas, maka surat ini mengandung pokok-pokok isi sebagai berikut:

Keimanan:

Alquran adalah peringatan bagi manusia terutama bagi orang-orang yang bertakwa.
Musa `alaihis salam langsung menerima wahyu dari Allah, tanpa perantara Jibril.
▪ Allah bersemayam di atas ‘Arsy, mengetahui sesuatu yang samar dan yang lebih samar.
▪ Keadaan orang berdosa dihimpunkan di hari kiamat.
Syafaat tidak bermanfaa’at di hari kiamat, kecuali syafa’at dari orang-orang yang dapat izin dari Allah.

Hukum:

▪ Perintah mengerjakan shalat dan keutamaan waktu-waktunya.
▪ Kewajiban menyuruh keluarga melakukan shalat.

Kisah:

▪ Kisah Musa `alaihis salam dan Harun `alaihis salam dalam menghadapi Fir’aun dan Bani Israil.
▪ Kisah Nabi Adam `alaihis salam dan iblis.

Lain-lain:

▪ Perintah Allah kepada Nabi Muhammad ﷺ supaya dia meminta tambahan ilmu kepada Allah sekalipun sudah menjadi rasul.
▪ Allah tidak akan mengazab sesuatu kaum sebelum diutus rasul kepada mereka.
▪ Jangan terpengaruh oleh kesenangan kehidupan dunia.

Audio

QS. Thaa-Haa (20) : 1-135 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 135 + Terjemahan Indonesia

QS. Thaa-Haa (20) : 1-135 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 135

Gambar Kutipan Ayat

Surah Thaa Haa ayat 2 - Gambar 1 Surah Thaa Haa ayat 2 - Gambar 2
Statistik QS. 20:2
  • Rating RisalahMuslim
4.7

Ayat ini terdapat dalam surah Thaa Haa.

Surah Ta Ha (Arab: طه , Tā-Hā, “Ta Ha”) adalah surah ke-20 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 135 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah.
Surah ini dinamai Ta Ha, diambil ayat pertama surah ini.
Sebagaimana juga yang lazim terdapat pada surah-surah yang memakai huruf-huruf abjad pada permulaannya, di mana huruf tersebut seakan-akan merupakan pemberitahuan Allah kepada orang-orang yang membacanya, bahwa sesudah huruf itu akan dikemukakan hal-hal yang sangat penting diketahui, maka demikian pula halnya dengan ayat-ayat yang terdapat sesudah huruf Ta Ha dalam surah ini.
Allah menerangkan bahwa Alquran merupakan peringatan bagi manusia, wahyu dari Allah, Pencipta semesta alam.
Kemudian Allah menerangkan kisah beberapa nabi; akibat-akibat yang telah ada akan dialami oleh orang-orang yang percaya kepada Allah dan orang-orang yang mengingkari-Nya, baik di dunia maupun di akhirat.

Nomor Surah20
Nama SurahThaa Haa
Arabطه
ArtiTa Ha
Nama lain
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu45
JuzJuz 16
Jumlah ruku’0
Jumlah ayat135
Jumlah kata1534
Jumlah huruf5399
Surah sebelumnyaSurah Maryam
Surah selanjutnyaSurah Al-Anbiya
Sending
User Review
4.7 (29 votes)
Tags:

20:2, 20 2, 20-2, Surah Thaa Haa 2, Tafsir surat ThaaHaa 2, Quran Thoha 2, Thaha 2, Ta Ha 2, Surah Toha ayat 2

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Ayat Lainnya

QS. Yunus (Nabi Yunus) – surah 10 ayat 49 [QS. 10:49]

Setelah mendengar permintaan orang-orang kafir sebagaimana terungkap pada ayat di atas, lalu Allah memerintahkan: Katakanlah wahai Nabi Muhammad, “Aku hanyalah seorang utusan yang tidak kuasa menolak … 10:49, 10 49, 10-49, Surah Yunus 49, Tafsir surat Yunus 49, Quran Yunus 49, Surah Yunus ayat 49

QS. Ibrahim (Nabi Ibrahim) – surah 14 ayat 5 [QS. 14:5]

Di antara para rasul yang Kami utus itu adalah Nabi Musa. Dan sungguh, Kami telah mengutus Nabi Musa kepada Bani Israil dengan membawa tanda-tanda Kami, yakni berbagai mukjizat yang membuktikan kebena … 14:5, 14 5, 14-5, Surah Ibrahim 5, Tafsir surat Ibrahim 5, Quran Ibrahim 5, Surah Ibrahim ayat 5

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Dalam Islam, teladan yang baik disebut juga dengan istilah ...

Benar! Kurang tepat!

Dalam Islam, pengendalian diri atau kontrol terhadap diri, disebut juga dengan ...

Benar! Kurang tepat!

Pengertian Mujahadah An-Nafs adalah ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda bahwa berjihad (berjuang) yang paling utama adalah melawan ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
أَفْضَلُ الْجِهَادِ أَنْ يُجَاهَدَ الرَّجُلُ نَفْسَهَ وَ هَوَاهُ

(Jihad yang paling utama adalah seseorang berjihad [berjuang] melawan dirinya dan hawa nafsunya),
Hadits ini derajatnya shahih. Diriwayatkan oleh Ibnu An-Najjar dari Abu Dzarr Radhiyallahu anhu. Juga diriwayatkan oleh Abu Nu'aim dan Ad-Dailami. Hadits ini juga dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani di dalam Shahih Al-Jami'ush-Shaghîr, no 1099, dan beliau menjelaskannya secara rinci dalam Silsilah Ash-Shâhihah, no. 1496.

Ketika Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam masih remaja, baginda telah bekerja mengambil upah sebagai pengembala binatang ternak. Apakah binatang tersebut?

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #14
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #14 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #14 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #28

Siapa nama ayah Nabi muhammad shallallahu alaihi wasallam? Yusuf Abdullah Abu Bakar Imran Abu Lahab Benar! Kurang tepat! Ada berapa

Pendidikan Agama Islam #18

Turunnya surah Ad-Dhuha menunjukkan…..kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. musibah dari Allah SWT kasih sayang Allah SWT cobaan Allah

Pendidikan Agama Islam #20

Setelah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam wafat maka diganti oleh sahabat sebagai pemimpin ummat disebut … al Faruq Abi Khufaha

Instagram