QS. Thaa Haa (Ta Ha) – surah 20 ayat 120 [QS. 20:120]

فَوَسۡوَسَ اِلَیۡہِ الشَّیۡطٰنُ قَالَ یٰۤـاٰدَمُ ہَلۡ اَدُلُّکَ عَلٰی شَجَرَۃِ الۡخُلۡدِ وَ مُلۡکٍ لَّا یَبۡلٰی
Fawaswasa ilaihisy-syaithaanu qaala yaa aadamu hal adulluka ‘ala syajaratil khuldi wamulkin laa yabl(a);

Kemudian syaitan membisikkan pikiran jahat kepadanya, dengan berkata:
“Hai Adam, maukah saya tunjukkan kepada kamu pohon khuldi dan kerajaan yang tidak akan binasa?”
―QS. 20:120
Topik ▪ Penciptaan ▪ Pohon yang buahnya dimakan oleh Adam as. ▪ Usia dan rezeki sesuai dengan takdir
20:120, 20 120, 20-120, Thaa Haa 120, ThaaHaa 120, Thoha 120, Thaha 120, Ta Ha 120

Tafsir surah Thaa Haa (20) ayat 120

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Thaa Haa (20) : 120. Oleh Kementrian Agama RI

Memang itulah yang diingini dan dicita-citakan oleh Adam dan istrinya Hawa, maka tanpa mengingat amanat Tuhannya bahwa Iblis itu adalah musuhnya yang ingin mencelakakannya dan bahwa dia dilarang Allah memakan buah khuldi itu, Adam dan Hawa memetik buah itu dan langsung memakannya dengan penuh harapan bahwa ia bersama istrinya akan hidup kekal di dalam surga.
Tidak lama setelah Adam dan Hawa memakan buah khuldi itu tampaklah oleh mereka aurat mereka masing-masing, padahal sebelum memakan buah khuldi itu tidak ada sedikitpun perhatian mereka terhadap aurat itu, lalu mereka merasa malu dan cepat-cepat memetik daun-daunan dalam surga untuk menutupinya.
Sebagian ahli tafsir berpendapat bahwa akibat memakan buah khuldi timbullah pada Adam dan Hawa dorongan (instink) seksual, karena itu mereka merasa malu melihat aurat masing-masing.
Demikianlah karena didorong oleh keinginan yang sangat, Adam lupa akan amanat Tuhannya sampai ia melanggar perintah-Nya.
Ia gagal menghadapi ujian Tuhannya, menjadi lemah tekad dan kemaunnya disebabkan godaan Iblis dan disebabkan godaan nafsu dan keinginannya sendiri dan jatuhlah dia ke jurang pelanggaran.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Lalu setan membisikkan bujukan kepada Adam dan istrinya untuk memakan buah pohon yang terlarang dengan berkata, “Hai Adam, aku akan menunjukkan kepadamu sebuah pohon.
Siapa yang memakan buahnya akan mendapat nikmat keabadian dan kerajaan yang tak akan pernah punah di dalam surga.”

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Kemudian setan membisikkan pikiran jahat kepadanya seraya berkata, “Hai Adam! Maukah saya tunjukkan kepada kamu pohon keabadian) yaitu pohon yang barang siapa memakan buahnya akan hidup kekal (dan kerajaan yang tidak akan binasa?”) yakni kerajaan yang kekal.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Setan membisikkan kepada Adam dan mengatakan kepadanya :
Maukah kamu aku tunjukkan pada sebuah pohon yang jika kamu memakannya, kamu akan abadi tidak akan pernah mati, dan kamu memiliki kerajaan yang tidak akan habis dan tiada putus-putusnya??

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Kemudian setan membisikkan pikiran jahat kepadanya, dengan berkata, “Hai Adam, maukah saya tunjukkan kepada kamu pohon khuldi dan kerajaan yang tidak akan binasa?”‘

Dalam pembahasan yang lalu telah disebutkan bahwa setan merayunya dengan bujukan yang menjerumuskan.

Dan dia (setan) bersumpah kepada keduanya, “Sesungguhnya saya adalah termasuk orang yang memberi nasihat pada kamu berdua.” (Q.S. Al-A’raf [7]: 21)

Dalam pembahasan terdahulu telah disebutkan bahwa Allah subhanahu wa ta’ala telah memerintahkan kepada Adam dan istrinya untuk memakan semua buah-buahan yang ada di dalam surga, tetapi keduanya tidak boleh mendekati suatu pohon tertentu di dalam surga itu.
Iblis terus-menerus menggoda dan merayu keduanya sehingga keduanya memakan buah terlarang itu.
Buah terlarang itu berasal dari pohon khuldi, yang barang siapa memakan buahnya ia akan hidup kekal dan abadi.
Di dalam sebuah hadis telah disebutkan kisah tentang pohon khuldi ini.

Imam Abu Daud At-Tayalisi mengatakan, telah menceritakan kepada kami Syu’bah, dari Abud Dahhak, bahwa ia pernah mendengar Abu Hurairah menceritakan’hadis berikut dari Nabi ﷺ yang telah bersabda: Sesungguhnya di dalam surga terdapat sebuah pohon, bila seorang pengendara berjalan di bawah naungannya selama seratus tahun, ia masih belum menempuhnya.
Pohon itu adalah pohon khuldi.

Imam Ahmad juga telah meriwayatkan hadis ini.


Informasi Surah Thaa Haa (طه)
Surat Thaahaa terdiri atas 135 ayat, diturunkan sesudah diturunkannya surat Maryam, ter­masuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Surat ini dinamai “Thaahaa”,
diambil dari perkataan yang berasal dari ayat pertama surat ini.
Sebagaimana yang lazim terdapat pada surat-surat yang memakai huruf-huruf abjad pada permulaannya, di mana huruf tersebut seakan-akan merupakan pemberitahuan Allah kepada orang-orang yang membacanya, bahwa sesudah huruf itu akan dikemukakan hal-hal yang sangat penting diketahui, maka demikian pula halnya dengan ayat-ayat yang terdapat sesudah huruf “thaahaa” dalam surat ini.
Allah menerangkan bahwa Al Qur’an merupakan peringatan bagi manusia, wahyu dari Allah, Pencipta semesta alam.
Kemudian Allah menerangkan kisah bebe­rapa orang nabi akibat-akibat yang telah ada akan dialami oleh orang-orang yang percaya ke­pada Allah dan orang-orang yang mengingkari-Nya, baik di dunia maupun di akhirat.
Selain hal­ hal tersebut di atas, maka surat ini mengandung pokok-pokok isi sebagai berikut:

Keimanan:

Al Qur’an adalah peringatan bagi manusia terutama bagi orang-orang yang ber­ takwa
Musa a.s. langsung menerima wahyu dari Allah, tanpa perantara Jibril
Allah bersemayam di atas ‘Arsy, mengetahui sesuatu yang samar dan yang lebih samar
ke­adaan orang berdosa dihimpunkan di hari kiamat
syafa ‘at tidak bermanfaa’at di hari kiamat, kecuali syafa’at dari orang-orang yang dapat izin dari Allah.

Hukum:

Perintah mengerjakan shalat dan keutamaan waktu-waktunya
kewajiban menyuruh keluarga melakukan shalat.

Kisah:

Kisah Musa a.s. dan Harun a.s. dalam menghadapi Fir’aun dan Bani Israil
kisah Nabi Adam a.s. dan iblis.

Lain-lain:

Perintah Allah kepada Nabi Muhammad ﷺ supaya dia meminta tambahan ilmu kepada Allah sekalipun sudah menjadi rasul
Allah tidak akan mengazab sesuatu kaum sebelum diutus rasul kepada mereka
jangan terpengaruh oleh kesenangan kehidupan dunia.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Thaa-Haa (20) ayat 120 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Thaa-Haa (20) ayat 120 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Thaa-Haa (20) ayat 120 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Thaa-Haa - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 135 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 20:120
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Thaa Haa.

Surah Ta Ha (Arab: طه , Tā-Hā, "Ta Ha") adalah surah ke-20 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 135 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah.
Surah ini dinamai Ta Ha, diambil ayat pertama surah ini.
Sebagaimana juga yang lazim terdapat pada surah-surah yang memakai huruf-huruf abjad pada permulaannya, di mana huruf tersebut seakan-akan merupakan pemberitahuan Allah kepada orang-orang yang membacanya, bahwa sesudah huruf itu akan dikemukakan hal-hal yang sangat penting diketahui, maka demikian pula halnya dengan ayat-ayat yang terdapat sesudah huruf Ta Ha dalam surah ini.
Allah menerangkan bahwa Al-Quran merupakan peringatan bagi manusia, wahyu dari Allah, Pencipta semesta alam.
Kemudian Allah menerangkan kisah beberapa nabi; akibat-akibat yang telah ada akan dialami oleh orang-orang yang percaya kepada Allah dan orang-orang yang mengingkari-Nya, baik di dunia maupun di akhirat.

Nomor Surah 20
Nama Surah Thaa Haa
Arab طه
Arti Ta Ha
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 45
Juz Juz 16
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 135
Jumlah kata 1534
Jumlah huruf 5399
Surah sebelumnya Surah Maryam
Surah selanjutnya Surah Al-Anbiya
4.5
Ratingmu: 4.5 (11 orang)
Sending







Pembahasan ▪ thaha 120-121

Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim