Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Thaa Haa

Thaa Haa (Ta Ha) surah 20 ayat 104


نَحۡنُ اَعۡلَمُ بِمَا یَقُوۡلُوۡنَ اِذۡ یَقُوۡلُ اَمۡثَلُہُمۡ طَرِیۡقَۃً اِنۡ لَّبِثۡتُمۡ اِلَّا یَوۡمًا
Nahnu a’lamu bimaa yaquuluuna idz yaquulu amtsaluhum thariiqatan in labitstum ilaa yauman;

Kami lebih mengetahui apa yang mereka katakan, ketika berkata orang yang paling lurus jalannya di antara mereka:
“Kamu tidak berdiam (di dunia), melainkan hanyalah sehari saja”.
―QS. 20:104
Topik ▪ Zuhud ▪ Singkatnya umur dunia ▪ Falak diciptakan untuk kepentingan manusia
20:104, 20 104, 20-104, Thaa Haa 104, ThaaHaa 104, Thoha 104, Thaha 104, Ta Ha 104
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Thaa Haa (20) : 104. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini Allah menegaskan bahwa Dia mengetahui semua yang mereka perbincangkan dengan cara berbisik-bisik itu, ketika salah seorang yang paling pandai dan paling cendekiawan di antara mereka mengatakan bahwa mereka tinggal di bumi hanya satu hari saja.
Mungkin maksudnya mengatakan satu hari saja agar mereka dibebaskan dari siksa kedurhakaan mereka dan dari balasan amal perbuatan mereka karena mereka hanya sebentar saja tinggal di dunia, tidak diberi kesempatan lebih lama untuk bertobat dan mengerjakan amal saleh.
Tetapi tak ada gunanya lagi membicarakan yang demikian, karena yang sebenarnya mereka telah diberi kesempatan yang luas sekali semasa hidup di dunia untuk kembali kepada kebenaran, tetapi kesempatan itu tidak mereka pergunakan sama sekali.
Pada ayat lain Allah menerangkan keadaan mereka yaitu:

Dan pada hari terjadinya kiamat, bersumpahlah orang-orang yang berdosa; "mereka tidak berdiam (dalam kubur) kecuali sesaat (saja)
(Q.S Ar Rum: 55)

Dan firman-Nya:

"Dan (ingatlah) akan hari (yang di waktu itu) Allah mengumpulkan mereka, (mereka merasa di hari itu) seakan-akan mereka tidak pernah berdiam (di dunia) hanya sesaat saja di siang hari, (di waktu itu) mereka saling berkenalan.
Sesungguhnya rugilah orang-orang yang mendustakan pertemuan mereka dengan Allah dan mereka tidak mendapat petunjuk".

(Q.S Yunus: 45)

Thaa Haa (20) ayat 104 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Thaa Haa (20) ayat 104 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Thaa Haa (20) ayat 104 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Namun bisik-bisik mereka itu terdengar pula.
Kami lebih tahu tentang apa yang mereka bisikkan dan tentang apa yang dikatakan oleh salah seorang di antara mereka yang paling dekat menggambarkan perasaannya mengenai dunia, yang mengatakan bahwa mereka tinggal di dunia hanya sehari saja.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Kami lebih mengetahui apa yang mereka katakan) dalam bisikan mereka itu.
Maksudnya, keadaannya tidaklah seperti apa yang mereka katakan (ketika berkata orang yang paling tepat di antara mereka) yakni paling lurus (penilaiannya) sehubungan dengan hal ini, ("Kalian tidak berdiam di dunia melainkan hanya sehari saja") mereka menilai minim sekali masa tinggal mereka di dunia, hal ini disebabkan kengerian-kengerian yang mereka saksikan di alam akhirat.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Kami lebih mengetahui apa yang mereka katakan dan apa yang mereka rahasiakan, ketika orang yang paling mengerti dan paling sempurna akalnya di antara mereka berkata :
Kalian tidak tinggal di dunia melainkan hanya sehari saja, karena pendeknya masa dunia dalam hati mereka pada Hari Kiamat.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

Kami lebih mengetahui apa yang mereka katakan.

Saat mereka melakukan bisik-bisik di antara sesama mereka,

ketika berkata orang yang paling lurus jalannya di antara mereka.

Makna yang dimaksud ialah orang yang paling sehat akalnya di antara mereka.

Kalian tidak berdiam (di dunia) melainkan hanyalah sehari saja.

karena pendeknya masa hidup di dunia menurut mereka di hari kiamat itu.
Kehidupan di dunia ini, sekalipun waktunya terus berulang dan silih berganti malam dan siang harinya, keadaannya seakan-akan sama dengan satu hari.
Karena itulah orang-orang kafir pada hari kiamat nanti merasa kehidupan mereka di dunia sangat pendek.
Tujuan mereka mengatakan demikian ialah untuk menolak tegaknya hujah terhadap diri mereka, yaitu dengan mengemukakan alasan bahwa masa hidup mereka di dunia amatlah pendek.
Karena itulah disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala dalam ayat yang lain melalui firman-Nya:

Dan pada hari terjadinya kiamat, bersumpahlah orang-orang yang berdosa, bahwa mereka tidak berdiam (di dunia) melainkan hanya sesaat (Ar Ruum:55)

sampai dengan firman-Nya:

akan tetapi kamu sekalian selalu tidak meyakini{nya).
(Ar Ruum:56)

Demikian pula firman Allah subhanahu wa ta'ala yang mengatakan:

Dan apakah Kami tidak memanjangkan umur kalian dengan masa yang cukup untuk berpikir bagi orang yang mau berpikir, dan (apakah tidak) datang kepada kalian pemberi peringatan?
(Faathir':37), hingga akhir ayat.

Dan firman Allah subhanahu wa ta'ala:

Berapa tahunkah lamanya kalian tinggal di bumi?
Mereka menjawab, "Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung.” Allah berfirman, "Kalian tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kalian sesungguhnya mengetahui.” (Al-Mu’minun : 112-114)

Yakni sesungguhnya masa tinggal kalian di dunia hanyalah sebentar.
Kalau kalian sesungguhnya mengetahui, tentulah kalian akan memilih kehidupan yang kekal daripada kehidupan yang fana.
Tetapi kalian telah diberi kebebasan untuk memilih, dan ternyata kalian salah memilih karena kalian lebih memprioritaskan kehidupan yang fana dan melalaikan kehidupan yang kekal dan abadi.

Kata Pilihan Dalam Surah Thaa Haa (20) Ayat 104

THARIIQAH
لطَّرِيقَة

Lafaz ini bisa digunakan untuk mufrad dan jamak contohnya huwa thaariqah qaumihi dan hum thaariqah qaumihim artinya, dia adalah pemuka kaumnya dan mereka adalah pemuka kaum mereka.

Lafaz ini juga mengandung makna jalan, mazhab, darjat atau kelas, keadaan atau situasi, garis pada sesuatu, pemuka kaum.

Lafaz tahariqah disebut tiga kali di dalam Al Qur'an yaitu dalam surah:
-Tha Ha (20), ayat 104 dan 63;
-Al Jinn (72), ayat 16.

Lafaz ini mempunyai dua makna:

1. Berarti pemuka kaum yang menjadi qudwah atau ikutan dan mazhab. Makna ini terdapat dalam surah Tha Ha ayat 63 dan 104.

Al Kafawi berkata,
"Makna dari amtsaaluhum thaariqah ialah yang paling adil dikalangan mereka dan yang sama dari mereka dengan ahli kebenaran serta yang lebih berpengetahuan dari dirinya pada apa yang dikatakan."

Dalam Mu'jam Alfaz Al Qur'an makna kalimat bi thaariqatikumul mutshla ialah dengan golongan mereka yang dipandang lagi mulia.

Asy Syaukani menyatakan dari Al Kisa'i makna ayat bi thaariqatikum adalah bi sunnatikum (dengan mazhab kamu). Orang Arab menyatakan fulan di atas thaariqatul mutsla berarti hidayah dan jalan yang lurus, makna ayat ini ialah apabila mereka berdua (Musa dan Harun) menang dengan mukjizat yang diberi, yang mulia dari kalangan mereka akan mengikuti keduanya atau mereka berdua akan bermazhab dengan mazhab kamu yang merupakan mazhab yang patut diikuti lagi mulia.

Sedangkan dalam ayat 104, beliau mentafsirkan amtsaaluhum thaariqah dengan yang lebih baik akalnya dan lebih mengetahui pada dirinya.

2. Bermakna jalan kebenaran atau kesesatan. Pengertian ini terdapat dalam surah Al Jinn. Ibn Katsir menyatakan pendapat pakar di mana tafsiran bagi lafaz wa allawistaqamu 'ala thaariqah mencakup dua pengertian yaitu:

- Sekiranya orang yang adil beristiqamah di atas jalan Islam, ketaatan dan kebenaran, kembali kepadanya dan berterusan ke atasnya, pasti kami akan memberi mereka rezeki yang melimpah ruah seperti yang disebutkan dalam firman Allah dalam surah Al Maa'idah (5), ayat 66 dan surah Al Ar'aaf (7), ayat 96. Mereka yang berpendapat demikian adalah Al Aufi dari Ibn Abbas, Sa'id bin Jubair, Sa'id bin Al Musayyab, 'Ata, As Suddi, Muhammad bin Ka'ab, Qatadah, Mujahid dan Ad Dahhak.

- Jalan kesesatan, yaitu sekiranya mereka istiqamah di atas kesesatan maka kami akan meluaskan rezeki mereka sebagai azab (istidraj) seperti yang disebut dalam firman Allah dalam surah Al An'aam (6), ayat 41 dan surah Al Mu'mimuun (23), ayat 55 dan 56.

Pendapat ini adalah pendapat Abi Majlaz Lahiq bin Hamid dan riwayat dari Ibn Jarir serta Ibn Abi Hatim, Didukung oleh ayat berikutnya dengan perkataan Ii naftinahum artinya bagi menguji mereka.

Sumber : Kamus Al Qur'an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:345-346

Informasi Surah Thaa Haa (طه)
Surat Thaahaa terdiri atas 135 ayat, diturunkan sesudah diturunkannya surat Maryam, ter­masuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Surat ini dinamai "Thaahaa",
diambil dari perkataan yang berasal dari ayat pertama surat ini.
Sebagaimana yang lazim terdapat pada surat-surat yang memakai huruf-huruf abjad pada permulaannya, di mana huruf tersebut seakan-akan merupakan pemberitahuan Allah kepada orang-orang yang membacanya, bahwa sesudah huruf itu akan dikemukakan hal-hal yang sangat penting diketahui, maka demikian pula halnya dengan ayat-ayat yang terdapat sesudah huruf "thaahaa" dalam surat ini.
Allah menerangkan bahwa Al Qur'an merupakan peringatan bagi manusia, wahyu dari Allah, Pencipta semesta alam.
Kemudian Allah menerangkan kisah bebe­rapa orang nabi akibat-akibat yang telah ada akan dialami oleh orang-orang yang percaya ke­pada Allah dan orang-orang yang mengingkari-Nya, baik di dunia maupun di akhirat.
Selain hal­ hal tersebut di atas, maka surat ini mengandung pokok-pokok isi sebagai berikut:

Keimanan:

Al Qur'an adalah peringatan bagi manusia terutama bagi orang-orang yang ber­ takwa
Musa a.s. langsung menerima wahyu dari Allah, tanpa perantara Jibril
Allah bersemayam di atas 'Arsy, mengetahui sesuatu yang samar dan yang lebih samar
ke­adaan orang berdosa dihimpunkan di hari kiamat
syafa 'at tidak bermanfaa'at di hari kiamat, kecuali syafa'at dari orang-orang yang dapat izin dari Allah.

Hukum:

Perintah mengerjakan shalat dan keutamaan waktu-waktunya
kewajiban menyuruh keluarga melakukan shalat.

Kisah:

Kisah Musa a.s. dan Harun a.s. dalam menghadapi Fir'aun dan Bani Israil
kisah Nabi Adam a.s. dan iblis.

Lain-lain:

Perintah Allah kepada Nabi Muhammad ﷺ supaya dia meminta tambahan ilmu kepada Allah sekalipun sudah menjadi rasul
Allah tidak akan mengazab sesuatu kaum sebelum diutus rasul kepada mereka
jangan terpengaruh oleh kesenangan kehidupan dunia.


Gambar Kutipan Surah Thaa Haa Ayat 104 *beta

Surah Thaa Haa Ayat 104



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Thaa Haa

Surah Ta Ha (Arab: طه , Tā-Hā, "Ta Ha") adalah surah ke-20 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 135 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah.
Surah ini dinamai Ta Ha, diambil ayat pertama surah ini.
Sebagaimana juga yang lazim terdapat pada surah-surah yang memakai huruf-huruf abjad pada permulaannya, di mana huruf tersebut seakan-akan merupakan pemberitahuan Allah kepada orang-orang yang membacanya, bahwa sesudah huruf itu akan dikemukakan hal-hal yang sangat penting diketahui, maka demikian pula halnya dengan ayat-ayat yang terdapat sesudah huruf Ta Ha dalam surah ini.
Allah menerangkan bahwa Al-Quran merupakan peringatan bagi manusia, wahyu dari Allah, Pencipta semesta alam.
Kemudian Allah menerangkan kisah beberapa nabi; akibat-akibat yang telah ada akan dialami oleh orang-orang yang percaya kepada Allah dan orang-orang yang mengingkari-Nya, baik di dunia maupun di akhirat.

Nomor Surah 20
Nama Surah Thaa Haa
Arab طه
Arti Ta Ha
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 45
Juz Juz 16
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 135
Jumlah kata 1534
Jumlah huruf 5399
Surah sebelumnya Surah Maryam
Surah selanjutnya Surah Al-Anbiya
4.7
Rating Pembaca: 4.5 (9 votes)
Sending








Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku