QS. Shaad (Shaad) – surah 38 ayat 71 [QS. 38:71]

اِذۡ قَالَ رَبُّکَ لِلۡمَلٰٓئِکَۃِ اِنِّیۡ خَالِقٌۢ بَشَرًا مِّنۡ طِیۡنٍ
Idz qaala rabbuka lilmalaa-ikati innii khaaliqun basyaran min thiinin;

(Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat:
“Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah”.
―QS. 38:71
Topik ▪ Tugas-tugas malaikat
38:71, 38 71, 38-71, Shaad 71, Shaad 71, Shad 71, Sad 71

Tafsir surah Shaad (38) ayat 71

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Shaad (38) : 71. Oleh Kementrian Agama RI

Para malaikat dan Iblis saling berbantahan dan berdebat setelah Allah menyampaikan kepada mereka bahwa Dia akan menciptakan seorang manusia dari tanah.
Yang mereka perbantahkan itu ialah faedah dari adanya manusia yang akan diciptakan Allah itu.
Perbantahan ini diterangkan dalam firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”.
Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau.

(Q.S. Al-Baqarah [2]: 30)

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Ingatkanlah mereka ketika Tuhanmu berkata kepada malaikat, “Sesungguhnya Aku telah menciptakan seorang manusia, yaitu Adam a.
s., dari tanah.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

Ingatlah (ketika Rabbmu berfirman kepada malaikat, “Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah) yaitu Adam.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Katakan kepada mereka wahai Rasul saat Rabbmu berfirman kepada para malaikat : Sesungguhnya aku menciptakan manusia dari tanah basah.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Kisah ini telah disebutkan di dalam surat Al-Baqarah, permulaan surat Al-A’raf, surat Al-Hijr, surat Al-Isra, dan surat Al-Kahfi serta dalam surat ini.

Allah subhanahu wa ta’ala sebelum menciptakan Adam ‘alaihis salam memberitahukan kepada malaikat-malaikat-Nya bahwa Dia akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat yang berasal dari lumpur hitam yang diberi bentuk.
Dan Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan kepada mereka bahwa apabila Adam telah diciptakan dan telah disempurnakan bentuknya, hendaklah mereka bersujud kepadanya sebagai penghormatan buat Adam, sekaligus sebagai pengamalan dari perintah Allah subhanahu wa ta’ala

Semua malaikat mengerjakan perintah Allah itu kecuali iblis, sebenarnya iblis bukan termasuk jenis malaikat, dia termasuk golongan jin.
Kemudian watak dan kejadiannya membuat dirinya sombong dan takabur, maka dia menolak bersujud kepada Adam dan mendebat Tuhannya dalam masalah ini.
Iblis mengira bahwa dirinya lebih baik daripada Adam karena ia diciptakan dari api, sedangkan Adam diciptakan dari tanah liat, menurut dugaan iblis, api lebih baik daripada tanah.

Dengan demikian, berarti iblis bersikap keliru dan menentang perintah Allah subhanahu wa ta’ala yang menyebabkan dia kafir.
Karena itulah maka Allah subhanahu wa ta’ala menjauhkan iblis dari rahmat-Nya, menjauhkannya dari hadapan Allah subhanahu wa ta’ala Yang Mahasuci, serta menjadikannya terhina.
Allah subhanahu wa ta’ala menamainya iblis karena dijauhkan dari rahmat-Nya, dan Allah mengusirnya dari langit dalam keadaan tercela lagi hina ke bumi.
Maka iblis meminta kepada Allah agar diberi masa tangguh sampai hari kiamat, dan Allah Yang Maha Penyantun mengabulkan permintaannya; Dia tidak segera menurunkan azab-Nya terhadap orang yang durhaka kepada­Nya.


Informasi Surah Shaad (ص)
Surat Shaad terdiri atas 88 ayat termasuk golongan surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Qamar.

Dinamai dengan “Shaad” karena surat ini dimulai dengan “Shaad” (selanjutnya lihat no 10).

Dalam surat ini Allah bersumpah dengan Al Qur’an, untuk menunjukkan bahwa Al Qur’an itu suatu kitab yang agung dan bahwa siapa saja yang mengikutinya akan mendapat kebahagiaan dunia dan akhirat dan untuk menunjukkan bahwa Al Qur’an ini adalah mu’jizat Nabi Muham­ mad s.a.
w.
yang menyatakan kebenarannya dan ketinggian akhlaknya.

Keimanan:

Dalil-dalil tentang kenabian Muhammad ﷺ yaitu bahwa dia mengetahui hal­ hal yang hanya dapat diketahui dengan jalan wahyu
sumpah iblis untuk menye­satkan manusia seluruhnya kecuali hamba-hamba Allah yang ikhlas
Al Qur’an diturunkan untuk menjadi pelajaran bagi jin dan manusia seluruhnya.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Kisah Daud a.s. dan kisah Sulaiman a.s.
kisah Ayyub a.s.

Lain-lain:

Kaum musyrikin tercengang mendengar pengakuan Nabi Muhammad ﷺ
bahwa Allah adalah Maha Esa
rahasia yang terdapat pada kejadian alam
pertengkaran antara orang-orang yang sesat dan pengikut mereka di neraka
ni’mat·ni’mat yang dilimpahkan kepada penduduk surga dan azab yang ditimpakan atas isi neraka

Ayat-ayat dalam Surah Shaad (88 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Shaad (38) ayat 71 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Shaad (38) ayat 71 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Shaad (38) ayat 71 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Shaad - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 88 & Terjemahan


Gambar

no images were found



Statistik Q.S. 38:71
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Shaad.

Surah Sad (Arab: ص , "Ṣad") adalah surah ke-38 dalam al-Qur'an.
Surah yang terdiri atas 88 ayat ini termasuk golongan surah Makkiyah dan diturunkan sesudah surah Al-Qamar.
Dinamai dengan Sad karena surah ini dimulai dengan huruf Shaad.

Nomor Surah 38
Nama Surah Shaad
Arab ص
Arti Shaad
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 38
Juz Juz 23
Jumlah ruku' 5 ruku'
Jumlah ayat 88
Jumlah kata 735
Jumlah huruf 3061
Surah sebelumnya Surah As-Saffat
Surah selanjutnya Surah Az-Zumar
4.6
Ratingmu: 4.2 (16 orang)
Sending







Pembahasan ▪ Qs 38:71

Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta