QS. Shaad (Shaad) – surah 38 ayat 69 [QS. 38:69]

مَا کَانَ لِیَ مِنۡ عِلۡمٍۭ بِالۡمَلَاِ الۡاَعۡلٰۤی اِذۡ یَخۡتَصِمُوۡنَ
Maa kaana liya min ‘ilmin bil mala-il a’la idz yakhtashimuun(a);

Aku tiada mempunyai pengetahuan sedikitpun tentang al mala’ul a’la (malaikat) itu ketika mereka berbantah-bantahan.
―QS. 38:69
Topik ▪ Sifat neraka
38:69, 38 69, 38-69, Shaad 69, Shaad 69, Shad 69, Sad 69

Tafsir surah Shaad (38) ayat 69

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Shaad (38) : 69. Oleh Kementrian Agama RI

Selanjutnya Rasulullah ﷺ diperintahkan Allah subhanahu wa ta’ala menyatakan kepada orang-orang musyrik Mekah: “Seandainya Allah subhanahu wa ta’ala tidak menurunkan wahyu kepadaku, tentulah aku tidak akan mengetahui para malaikat yang selalu tunduk dan patuh kepada Allah, tidak pula mengetahui pembicaraan yang dilakukan para malaikat, Iblis dan Adam di hadapan Allah.
Malaikat dan Adam tunduk dan patuh kepada Allah, sedang Iblis menjadi orang yang ingkar dan durhaka kepada Nya.

Pada akhir ayat ini Rasulullah ﷺ menegaskan lagi tugas yang diberikan Allah subhanahu wa ta’ala: “Aku ini hanyalah seorang Rasul yang memberi petunjuk dan peringatan, bukanlah seorang yang dapat memaksa manusia masuk agama Islam”.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Aku tidak pernah tahu berita tentang para malaikat ketika mereka berselisih mengenai ihwal Adam.
Sebab aku tidak menempuh jalan yang biasa digunakan orang untuk memperoleh pengetahuan, seperti membaca buku atau berguru kepada seseorang.
Cara yang aku tempuh untuk memperoleh pengetahuan adalah melalui wahyu.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Aku tiada mempunyai pengetahuan sedikit pun tentang Al-Mala’ul A’la) yakni para malaikat itu
(ketika mereka berbantah-bantahan) tentang perihal Nabi Adam, ketika Allah berfirman, ‘Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi…’
(Q.S. Al-Baqarah, 30)

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Saya tidak memiliki ilmu tentang perselisihan malaikat langit tentang urusan penciptaan Adam, kalua sekiranya Allah tidak menyampaikannya kepadaku dan mewahyukannya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Aku tiada mempunyai pengetahuan sedikit pun tentang al-mala-ul a’la (malaikat) itu ketika mereka berbantah-bantahan.
(Q.S. Shaad [38]: 69)

Yakni seandainya tidak ada wahyu, maka dari manakah aku dapat mengetahui perselisihan yang terjadi di kalangan mala-ul a’la Yakni tentang Adam ‘alaihis salam dan membangkangnya iblis tidak mau bersujud kepadanya, juga tentang resolusi iblis yang menentang Tuhannya karena Dia lebih mengutamakan Adam daripada dirinya.

Adapun mengenai hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, yaitu bahwa:

telah menceritakan kepada kami Abu Sa’id maula Bani Hasyim, telah menceritakan kepada kami Jahdam Al-Yamami, dari Yahya ibnu Abu Kasir, dari Zaid ibnu Abu Salam, dari Abu Salam, dari Abdur Rahman ibnu Aisy, dari Malik ibnu Yukhamir, dari Mu’az r.a.
yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ menahan dirinya tidak menemui kami di suatu pagi hari dalam salat Subuh, hingga kami hampir melihat sinar mentari akan terbit.
Tiba-tiba Rasulullah ﷺ keluar dengan cepat, lalu diiqamahkanlah salat Subuhnya.
Beliau mengerjakan salat Subuhnya dengan ringan (cepat).
Setelah bersalam, beliau ﷺ bersabda, “Tetaplah di tempat.” – Kemudian beliau menghadapkan wajahnya ke arah kami dan bersabda: Sesungguhnya tadi malam aku bangun, lalu salat sebagaimana biasanya kulakukan, dan aku mengantuk dalam salatku hingga aku sadar, tiba-tiba aku melihat Tuhanku dengan penampilan yang sangat baik, lalu Dia berfirman, ‘Hai Mumammad, tahukah kamu, mengapa mala-ul a’la berbantah-bantahan?” Aku menjawab.”Ya Tuhanku, aku tidak megetahui, ” sebanyak tiga kali.
Lalu kulihat Dia meletakkan telapak tangan-Nya di antara dua tulang belikatku, sehingga aku dapat merasakan kesejukan jari-jemari-Nya menembus dadaku.
Maka Dia menampakkan kepadaku segala sesuatu sehingga aku mengetahui.
Lalu Dia bertanya.”Hai Muhammad, apakah yang diperselisihkan oleh al-mala-ul a’la?” Aku menjawab, “Tentang perbuatan-perbuatan yang menghapuskan dosa-dosa.” Allah subhanahu wa ta’ala bertanya, “Apakah yang dimaksud dengan hal-hal yang menghapuskan dosa itu?” Aku menjawab, “Melangkahkan kaki menuju ke salat berjamaah, duduk di dalam masjid sesudah mengerjakan salat, dan mengerjakan wudu dengan sempurna di saat-saat yang sulit.” Allah subhanahu wa ta’ala bertanya.”Apakah yang dimaksud dengan amal-amal yang meninggikan derajat itu?”
Aku menjawab, “Memberi makan (fakir miskin), bertutur kata dengan lemah lembut, dan mengerjakan salat di saat manusia lelap dalam tidurnya.” Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, “Mintalah.” Aku memohon, “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada Engkau (agar aku dapat) mengerjakan perbuatan-perbuatan yang baik dan meninggalkan perbuatan-perbuatan yang munkar, dan cinta kepada kaum miskin.
Dan aku memohon kepada-Mu, ampunilah bagiku dan berilah aku rahmat.
Dan apabila Engkau hendak menimpakan suatu cobaan terhadap suatu kaum, maka matikanlah aku dalam keadaan tidak terkena cobaan.
Dan aku memohon kepada Engkau kecintaan kepada-Mu, kecintaan kepada orang yang mencintai-Mu, dan kecintaan kepada amal yang mendekatkan diriku kepada kecintaan kepada-Mu.” Lalu Rasulullah ﷺ bersabda: Sesungguhnya ini adalah hak, maka hafalkanlah dan amalkanlah.

Ini adalah hadis mimpi yang terkenal, dan orang yang menganggapnya terjadi saat beliau ﷺ dalam keadaan terbangun merupakan suatu kekeliruan.
Hadis ini ada di dalam kitab-kiab sunan diriwayatkan melalui berbagai jalur.
Hadis yang sama telah diriwayatkan oleh Imam Turmuzi melalui riwayat Jahdam ibnu Abdullah Al-Yamami dengan sanad yang sama.
Imam Turmuzi mengatakan bahwa hadis ini hasan sahih.

Bantah-bantahan ini bukanlah bantah-bantahan yang disebutkan di dalam Al-Qur’an, karena bantah-bantahan ini telah ditafsirkan.
Sedangkan mengenai bantah-bantahan yang disebutkan di dalam Al-Qur’an akan ditafsirkan dalam penjelasan berikutnya, yaitu:


Informasi Surah Shaad (ص)
Surat Shaad terdiri atas 88 ayat termasuk golongan surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Qamar.

Dinamai dengan “Shaad” karena surat ini dimulai dengan “Shaad” (selanjutnya lihat no 10).

Dalam surat ini Allah bersumpah dengan Al Qur’an, untuk menunjukkan bahwa Al Qur’an itu suatu kitab yang agung dan bahwa siapa saja yang mengikutinya akan mendapat kebahagiaan dunia dan akhirat dan untuk menunjukkan bahwa Al Qur’an ini adalah mu’jizat Nabi Muham­ mad s.a.
w.
yang menyatakan kebenarannya dan ketinggian akhlaknya.

Keimanan:

Dalil-dalil tentang kenabian Muhammad ﷺ yaitu bahwa dia mengetahui hal­ hal yang hanya dapat diketahui dengan jalan wahyu
sumpah iblis untuk menye­satkan manusia seluruhnya kecuali hamba-hamba Allah yang ikhlas
Al Qur’an diturunkan untuk menjadi pelajaran bagi jin dan manusia seluruhnya.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Kisah Daud a.s. dan kisah Sulaiman a.s.
kisah Ayyub a.s.

Lain-lain:

Kaum musyrikin tercengang mendengar pengakuan Nabi Muhammad ﷺ
bahwa Allah adalah Maha Esa
rahasia yang terdapat pada kejadian alam
pertengkaran antara orang-orang yang sesat dan pengikut mereka di neraka
ni’mat·ni’mat yang dilimpahkan kepada penduduk surga dan azab yang ditimpakan atas isi neraka

Ayat-ayat dalam Surah Shaad (88 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Shaad (38) ayat 69 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Shaad (38) ayat 69 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Shaad (38) ayat 69 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Shaad - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 88 & Terjemahan


Gambar

no images were found



Statistik Q.S. 38:69
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Shaad.

Surah Sad (Arab: ص , "Ṣad") adalah surah ke-38 dalam al-Qur'an.
Surah yang terdiri atas 88 ayat ini termasuk golongan surah Makkiyah dan diturunkan sesudah surah Al-Qamar.
Dinamai dengan Sad karena surah ini dimulai dengan huruf Shaad.

Nomor Surah 38
Nama Surah Shaad
Arab ص
Arti Shaad
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 38
Juz Juz 23
Jumlah ruku' 5 ruku'
Jumlah ayat 88
Jumlah kata 735
Jumlah huruf 3061
Surah sebelumnya Surah As-Saffat
Surah selanjutnya Surah Az-Zumar
4.4
Ratingmu: 5 (1 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta