QS. Shaad (Shaad) – surah 38 ayat 39 [QS. 38:39]

ہٰذَا عَطَآؤُنَا فَامۡنُنۡ اَوۡ اَمۡسِکۡ بِغَیۡرِ حِسَابٍ
Hadzaa ‘athaa’unaa faamnun au amsik bighairi hisaabin;

Inilah anugerah Kami, maka berikanlah (kepada orang lain) atau tahanlah (untuk dirimu sendiri) dengan tiada pertanggungan jawab.
―QS. 38:39
Topik ▪ Sikap manusia terhadap kitab samawi
38:39, 38 39, 38-39, Shaad 39, Shaad 39, Shad 39, Sad 39

Tafsir surah Shaad (38) ayat 39

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Shaad (38) : 39. Oleh Kementrian Agama RI

Sesudah itu Allah subhanahu wa ta’ala menjelaskan segala macam nikmat itu adalah anugerah Allah yang diberikan kepada Sulaiman secara khusus.
Nikmat itu meliputi kerajaan yang besar, kekayaan yang berlimpah-limpah dan kekuasaan yang tak pernah akan diberikan kepada yang lain.
Nikmat-nikmat itu dianugerahkan kepadanya agar dipergunakannya sebagaimana mestinya.

Pada penghujung ayat, Allah menandaskan bahwa nikmat-nikmat itu diberikan kepada Sulaiman tanpa pertanggungjawaban, karena Sulaiman telah diberi kemampuan untuk mengendalikan segala macam nikmat itu.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Allah mewahyukan kepadanya, “Sesungguhnya yang Kami berikan kepadamua adalah anugerah Kami.
Maka berikanlah dan cegahlah orang yang kamu kehendaki.
Tidak ada dosa bagimu untuk memberikan dan menahannya.”

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

Dan Kami berfirman kepada Sulaiman (Inilah anugerah Kami, maka berikanlah) maksudnya, berikanlah sebagian daripadanya kepada orang yang kamu sukai (atau tahanlah) maksudnya, tidak memberikannya (dengan tiada pertanggungjawaban) tanpa ada hisab bagimu dalam hal ini.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Kerajaan besar itu dan penundukkan khusus tersebut adalah pemberian dari Kami kepadamu wahai Sulaiman. Berilah siapa yang kamu inginkan dan tolaklah, tidak ada perhitungan atasmu.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan setan yang lain terikat dalam belenggu.
(Q.S. Shaad [38]: 39 )

Mereka dibelenggu dan diikat karena membangkang, durhaka dan tidak mau bekerja, atau karena berbuat buruk dalam pekerjaannya dan menimbulkan kerusakan.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Inilah anugerah Kami, maka berikanlah (kepada orang lain) atau tahanlah (untuk dirimu sendiri) dengan tiada pertanggungjawaban (Q.S. Shaad [38]: 39)

Yaitu apa yang telah Kami berikan kepadamu berupa kerajaan yang lengkap dan kekuasaan yang sempurna, sesuai dengan apa yang kamu minta, maka kamu dapat memberikannya kepada siapa yang kamu kehendaki, dan kamu haramkan ia atas siapa yang kamu kehendaki, tiada hisab bagimu.
Dengan kata lain, apa saja yang kamu lakukan terhadapnya diperbolehkan: putuskanlah menurut yang kamu kehendaki, maka itu adalah yang benar.

Di dalam kitab Sahihain disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ ketika disuruh memilih antara menjadi seorang hamba lagi seorang rasul —yang artinya sebagai pelaksana dari apa yang diperintahkan kepadanya, dan sesungguhnya dia hanyalah sebagai pembagi yang membagi-bagikan di antara manusia sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh Allah— dan antara menjadi nabi lagi seorang raja —yang dapat memberi siapa yang disukainya dan dapat mencegah terhadap siapa yang dikehendakinya, tanpa ada pertanggungjawaban dan juga tanpa dosa—, maka Rasulullah ﷺ memilih pilihan yang pertama setelah bermusyawarah dengan Jibril ‘alaihis salam Jibril mengatakan kepadanya, “Berendah dirilah!” Maka Rasulullah ﷺ memilih pilihan pertama.

Demikian itu karena pilihan yang pertama lebih tinggi kedudukannya di sisi Allah subhanahu wa ta’ala dan lebih tinggi derajatnya kelak di hari kemudian, sekalipun pilihan yang kedua (yaitu kenabian dan kerajaan) termasuk hal yang agung pula di dunia dan akhirat.
Karena itulah setelah menyebutkan tentang apa yang telah Allah berikan kepada Sulaiman ‘alaihis salam di dunia ini, maka Allah mengingatkan bahwa Sulaiman adalah seorang yang mempunyai bagian yang besar di sisi Allah kelak di hari kiamat.


Informasi Surah Shaad (ص)
Surat Shaad terdiri atas 88 ayat termasuk golongan surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Qamar.

Dinamai dengan “Shaad” karena surat ini dimulai dengan “Shaad” (selanjutnya lihat no 10).

Dalam surat ini Allah bersumpah dengan Al Qur’an, untuk menunjukkan bahwa Al Qur’an itu suatu kitab yang agung dan bahwa siapa saja yang mengikutinya akan mendapat kebahagiaan dunia dan akhirat dan untuk menunjukkan bahwa Al Qur’an ini adalah mu’jizat Nabi Muham­ mad s.a.
w.
yang menyatakan kebenarannya dan ketinggian akhlaknya.

Keimanan:

Dalil-dalil tentang kenabian Muhammad ﷺ yaitu bahwa dia mengetahui hal­ hal yang hanya dapat diketahui dengan jalan wahyu
sumpah iblis untuk menye­satkan manusia seluruhnya kecuali hamba-hamba Allah yang ikhlas
Al Qur’an diturunkan untuk menjadi pelajaran bagi jin dan manusia seluruhnya.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Kisah Daud a.s. dan kisah Sulaiman a.s.
kisah Ayyub a.s.

Lain-lain:

Kaum musyrikin tercengang mendengar pengakuan Nabi Muhammad ﷺ
bahwa Allah adalah Maha Esa
rahasia yang terdapat pada kejadian alam
pertengkaran antara orang-orang yang sesat dan pengikut mereka di neraka
ni’mat·ni’mat yang dilimpahkan kepada penduduk surga dan azab yang ditimpakan atas isi neraka

Ayat-ayat dalam Surah Shaad (88 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Shaad (38) ayat 39 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Shaad (38) ayat 39 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Shaad (38) ayat 39 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Shaad - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 88 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 38:39
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Shaad.

Surah Sad (Arab: ص , "Ṣad") adalah surah ke-38 dalam al-Qur'an.
Surah yang terdiri atas 88 ayat ini termasuk golongan surah Makkiyah dan diturunkan sesudah surah Al-Qamar.
Dinamai dengan Sad karena surah ini dimulai dengan huruf Shaad.

Nomor Surah 38
Nama Surah Shaad
Arab ص
Arti Shaad
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 38
Juz Juz 23
Jumlah ruku' 5 ruku'
Jumlah ayat 88
Jumlah kata 735
Jumlah huruf 3061
Surah sebelumnya Surah As-Saffat
Surah selanjutnya Surah Az-Zumar
4.4
Ratingmu: 4.2 (12 orang)
Sending







Pembahasan ▪ qs 38 ▪ QS shad 39 ▪ surah 38-39

Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim