QS. Shaad (Shaad) – surah 38 ayat 36 [QS. 38:36]

فَسَخَّرۡنَا لَہُ الرِّیۡحَ تَجۡرِیۡ بِاَمۡرِہٖ رُخَآءً حَیۡثُ اَصَابَ
Fasakh-kharnaa lahurriiha tajrii biamrihi rukhaa-an haitsu ashaab(a);

Kemudian Kami tundukkan kepadanya angin yang berhembus dengan baik menurut ke mana saja yang dikehendakinya,
―QS. 38:36
Topik ▪ Para rasul diutus untuk memberi petunjuk
38:36, 38 36, 38-36, Shaad 36, Shaad 36, Shad 36, Sad 36

Tafsir surah Shaad (38) ayat 36

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Shaad (38) : 36. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala menjelaskan beberapa nikmat yang diberikan kepada Nabi Sulaiman, sebagai jawaban dari pada doanya.

Pertama:
Allah subhanahu wa ta’ala menganugerahkan kepada Sulaiman kekuasaan menundukkan angin, atas izin Allah angin berhembus dengan kencang atau gemulai menurut kehendaknya pula.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Dan (telah Kami tundukkan) untuk Sulaiman angin yang sangat kencang tiupnya, yang berhembus dengan perintahnya ke negeri yang Kami telah memberkatinya.
Dan adalah Kami Maha Mengetahui segala sesuatu.

(Q.S. Al-Anbiyaa [21]: 81)

Kedua:
Allah subhanahu wa ta’ala menganugerahkan kepadanya menundukkan setan-setan yang ahli bangunan dan ahli selam, yang melakukan tugas sesuai dengan perintah Sulaiman.
Apabila ia memerintahkan kepada mereka membangun sesuatu bangunan seperti gedung-gedung pertemuan istana, benteng pertahanan atau gedung-gedung tempat menyimpan harta kekayaan Sulaiman dan lain-lain, maka tugas itu dapat mereka selesaikan dalam waktu yang sangat singkat.
Juga apabila Sulaiman memerintahkan mereka untuk mengumpulkan mutiara dan merjan serta kekayaan laut lainnya, tugas itu dapat diselesaikan dengan cepat pula.

Ketiga:
Allah subhanahu wa ta’ala menganugerahkan kepadanya kekuasaan menundukkan setan yang menentang perintahnya.
Tangan dan kaki mereka terikat dalam belenggu, agar tidak berbahaya kepada yang lain, dan sebagai hukuman atas pembangkangannya itu.

Mengenai kekuasaan yang diberikan Allah kepada Sulaiman untuk menundukkan setan, ialah kekuasaan yang menggerakkan mereka untuk melakukan tugas-tugas berat, yaitu tugas-tugas membangun gedung-gedung dan menyelam mengeluarkan kekayaan laut.
Demikian pula tidak ada keterangan secara pasti mengenai bagaimana Sulaiman membelenggu setan itu.
Sikap yang paling utama ialah kita menerima saja keterangan yang terdapat dalam Alquran dengan keterangan bahwa kita serahkan kepada ilmu pengetahuan hingga dapat mengungkapkan pengertiannya.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Kemudian Kami menundukkan baginya angin yang berhembus dengan baik dan mudah, ke mana saja dia ingini.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Kemudian Kami tundukkan kepadanya angin yang berembus dengan baik menurut perintahnya) yakni berembus dengan lembut (ke mana saja yang ia kehendaki) sesuai dengan keinginan Nabi Sulaiman.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Kami menundukkan angin untuknya sehingga ia berhembus sesuai dengan keinginannya, ia taat kepada Sulaiman sekalipun ia keras lagi kuat.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Kemudian Kami tundukkan kepadanya angin berembus dengan baik menurut perintahnya ke mana saja yang dikehendakinya.
(Q.S. Shaad [38]: 36)

Al-Hasan Al-Basri rahimahullah mengatakan bahwa setelah Sulaiman menyembelih semua kuda miliknya karena marah demi Allah subhanahu wa ta’ala, maka Allah menggantinya dengan sesuatu yang jauh lebih baik dan jauh lebih cepat daripada kuda-kuda itu.
Yaitu angin yang perjalanannya di waktu pagi sama dengan perjalanan satu bulan, dan perjalanannya di waktu petang sama dengan perjalanan satu bulan.


Kata Pilihan Dalam Surah Shaad (38) Ayat 36

RUKHAA’A
رُخَآء

Lafaz ini dalam bentuk mashdar, berasal dari kata rakhuwa-yarkhu yang bermakna lunak, lembut dan kemewahan hidup. Oleh karena itu, rakhaa’ asy ‘aisy bermaksud hidup senang atau mewah.

Dalam Mu’jam Alfaz Al Qur’an, rukhaa’ ialah angin yang bertiup semilir dan tidak merusakkan sesuatu atau disebut juga angin sepoi-sepoi.

Disebut sekali saja di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah Shad (38), ayat 36. Allah berfirman:

فَسَخَّرْنَا لَهُ ٱلرِّيحَ تَجْرِى بِأَمْرِهِۦ رُخَآءً حَيْثُ أَصَابَ

Lafaz rukhaa’ dalam ayat ini dihubungkan dengan lafaz ar riih yang bermakna angin.

Ibn Qutaibah dan Al Yazidi berkata,
maksud lafaz rukhaa’ ialah angin yang bertiup lembut dan lunak. Ia seakan-akan bertiup kencang jika berkehendak dan bertiup perlahan-lahan jika berkehendak.

Menurut Al Qurtubi, lafazrukhaa’ bermakna angin yang bertiup lembut yang diiringi dengan cepat dan laju, tetapi tidak memudaratkan siapa pun, membawa Sulaiman dan bala tentaranya, pasukannya serta tunggangannya.

Kesimpulannya, lafaz rukhaa’ bermakna angin yang bertiup sepoi-sepoi.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:253-254

Informasi Surah Shaad (ص)
Surat Shaad terdiri atas 88 ayat termasuk golongan surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Qamar.

Dinamai dengan “Shaad” karena surat ini dimulai dengan “Shaad” (selanjutnya lihat no 10).

Dalam surat ini Allah bersumpah dengan Al Qur’an, untuk menunjukkan bahwa Al Qur’an itu suatu kitab yang agung dan bahwa siapa saja yang mengikutinya akan mendapat kebahagiaan dunia dan akhirat dan untuk menunjukkan bahwa Al Qur’an ini adalah mu’jizat Nabi Muham­ mad s.a.
w.
yang menyatakan kebenarannya dan ketinggian akhlaknya.

Keimanan:

Dalil-dalil tentang kenabian Muhammad ﷺ yaitu bahwa dia mengetahui hal­ hal yang hanya dapat diketahui dengan jalan wahyu
sumpah iblis untuk menye­satkan manusia seluruhnya kecuali hamba-hamba Allah yang ikhlas
Al Qur’an diturunkan untuk menjadi pelajaran bagi jin dan manusia seluruhnya.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Kisah Daud a.s. dan kisah Sulaiman a.s.
kisah Ayyub a.s.

Lain-lain:

Kaum musyrikin tercengang mendengar pengakuan Nabi Muhammad ﷺ
bahwa Allah adalah Maha Esa
rahasia yang terdapat pada kejadian alam
pertengkaran antara orang-orang yang sesat dan pengikut mereka di neraka
ni’mat·ni’mat yang dilimpahkan kepada penduduk surga dan azab yang ditimpakan atas isi neraka

Ayat-ayat dalam Surah Shaad (88 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Shaad (38) ayat 36 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Shaad (38) ayat 36 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Shaad (38) ayat 36 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Shaad - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 88 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 38:36
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Shaad.

Surah Sad (Arab: ص , "Ṣad") adalah surah ke-38 dalam al-Qur'an.
Surah yang terdiri atas 88 ayat ini termasuk golongan surah Makkiyah dan diturunkan sesudah surah Al-Qamar.
Dinamai dengan Sad karena surah ini dimulai dengan huruf Shaad.

Nomor Surah 38
Nama Surah Shaad
Arab ص
Arti Shaad
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 38
Juz Juz 23
Jumlah ruku' 5 ruku'
Jumlah ayat 88
Jumlah kata 735
Jumlah huruf 3061
Surah sebelumnya Surah As-Saffat
Surah selanjutnya Surah Az-Zumar
4.7
Ratingmu: 4.7 (9 orang)
Sending







Pembahasan ▪ saad Shaad 36 Kemudian Kami tundukkan kepadanya angin yang berhembus dengan baik menurut ke mana saja yang dikehendakinya ▪ surat shad 36-38

Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim