QS. Shaad (Shaad) – surah 38 ayat 1 [QS. 38:1]

صٓ وَ الۡقُرۡاٰنِ ذِی الذِّکۡرِ ؕ
Shaad wal quraani dziidz-dzikr(i);

Shaad, demi Al Quran yang mempunyai keagungan.
―QS. 38:1
Topik ▪ Keutamaan Al Qur’an ▪ Keutamaan kalam Allah ▪ Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir
38:1, 38 1, 38-1, Shaad 1, Shaad 1, Shad 1, Sad 1

Tafsir surah Shaad (38) ayat 1

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Shaad (38) : 1. Oleh Kementrian Agama RI

Allah memulai firman-Nya dengan Fawatih as-Suwar “shad.”,
seperti halnya Dia memulai beberapa surah yang diturunkan di Mekah dan dua buah surah yang diturunkan di Medinah.
Mengenai penafsiran Fawatih as-Suwar telah dikemukakan secara luas pada penafsiran ayat yang pertama surah yang kedua (al-Baqarah dalam Al-Qur’an dan Tafsirnya Jilid 1).

Kemudian Allah bersumpah dengan Al-Qur’an yang mempunyai keagungan isinya, kemuliaan martabatnya serta kesempurnaan hukumnya yang mengagungkan dan menakjubkan.
Al-Qur’an disifati dengan “yang mempunyai keagungan” agar manusia memahami bahwa Al-Qur’an yang diturunkan kepada rasul-Nya itu benar-benar dari Allah, dan mengandung ajaran yang benar yang disampaikan oleh Rasulullah kepada seluruh manusia.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Shad adalah huruf yang mengawali surat ini yang merupakan salah satu cara Al Quran mengawali sebagian surat-suratnya dengan beberapa huruf fonemis.
Aku bersumpah dengan Al Quran yang mempunyai kemuliaan dan keagungan bahwa Al Quran itu adalah benar dan tidak ada keraguan di dalamnya.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Shaad) hanya Allahlah yang mengetahui artinya (demi Alquran yang mempunyai keagungan) yakni penjelasan atau kemuliaan.

Jawab dari qasamnya tidak disebutkan, yaitu, bahwa perkaranya tidak seperti apa yang dikatakan oleh orang-orang kafir Mekah, tuhan itu bermacam-macam.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Shaad. Pembicaraan tentang huruf-huruf penggalan telah hadir di awal surat al-Baqarah. Allah bersumpah dengan al-Qur’an yang berisi peringatan kepada manusia terhadap sesuatu dimana mereka lalai darinya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Penjelasan mengenai huruf-huruf hijaiah ini telah disebutkan di dalam permulaan tafsir surat Al-Baqarah dengan keterangan yang sudah cukup hingga tidak perlu diulangi lagi di sini.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

demi Al-Qur’an yang mempunyai keagungan.
(Q.S. Shaad [38]: 1)

Yakni Al-Qur’an yang mengandung peringatan bagi hamba-hamba-Nya dan manfaat bagi kehidupan mereka di dunia dan di hari kemudian nanti.

Ad-Dahhak telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya, “Ziz zikr” bahwa makna yang dimaksud sama dengan apa yang disebutkan oleh ayat lain melalui firman-Nya:

Sesungguhnya telah Kami turunkan kepada kamu sebuah kitab yang di dalamnya terdapat sebab-sebab kemuliaan bagimu.
(Q.S. Al-Anbiyaa [21]: 10)

Yaitu peringatan bagi kalian.

Hal yang sama telah dikatakan oleh Qatadah dan dipilih oleh Ibnu Jarir.

Ibnu Abbas r.a., Sa’id ibnu Jubair, Ismail ibnu Abu Khalid, Ibnu Uyaynah, Abu Husain, Abu Saleh, dan As-Saddi telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya, “Ziz zikr” bahwa makna yang dimaksud ialah yang mempunyai keagungan, kemuliaan, dan kehormatan.

Tidak ada pertentangan di antara kedua pendapat tersebut, karena memang sesungguhnya Al-Qur’an itu adalah Kitab yang mulia yang di dalamnya terkandung peringatan, alasan, dan pelajaran.

Para ulama tafsir berbeda pendapat sehubungan dengan jawab dari qasam-nya, sebagian di antara mereka mengatakan bahwa jawab qasam-nya adalah firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Semua mereka itu tidak lain hanyalah mendustakan rasul-rasul, maka pastilah (bagi mereka) azab-Ku.
(Q.S. Shaad [38]: 14)

Menurut pendapat lain, jawab qasam-nya adalah firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Sesungguhnya yang demikian itu pasti terjadi, (yaitu) pertengkaran penghuni neraka.
(Q.S. Shaad [38]: 64)

Kedua pendapat ini diriwayatkan oleh Ibnu Jarir, dan pendapat yang kedua ini jauh dari kebenaran, dan dinilai da’if oIeh Ibnu jarir.

Qatadah mengatakan bahwa jawab qasam-nya ialah:

Sebenarnya orang-orang kafir itu (berada) dalam kesombongan dan permusuhan yang sengit.
(Q.S. Shaad [38]: 2)

Ibnu Jarir memillih pendapat ini.

Kemudian Ibnu Jarir meriwayatkan dari sebagian ahli bahasa yang telah mengatakan sehubungan dengan jawab qasam ini, bahwa jawab-nya adalah Shad yang artinya benar lagi hak.

Menurut pendapat yang lainnya lagi, jawab-nya adalah apa yang terkandung di dalam surat ini secara keseluruhan, hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.


Asbabun Nuzul
Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Shaad (38) Ayat 1

Diriwayatkan oleh Ahmad, at-Tirmidzi, an-Nasa-i, dan al-Hakim, yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas.
Menurut al-Hakim, riwayat ini sahih.
Bahwa ketika Abu Thalib sakit, datanglah kaum Quraisy mengadu perihal ajakan Rasulullah.
Pada waktu itu Rasulullah datang juga menengoknya.
Berkatalah Abu Thalib kepada Nabi ﷺ :”Apa yang engkau inginkan dari kaummu, hai keponakanku?” Rasulullah menjawab:
“Aku ingin agar mereka mengucapkan satu kalimat yang menyebabkan mereka beragama, sedang orang-orang yang keras hatinya harus membayar jizyah.” Abu Thalib berkata: “Apakah kalimat itu?” Sabda Rasulullah ﷺ: “Laa ilaaha illallaah (tidak ada tuhan selain Allah).” Kaum Quraisy berkata: “Sangat aneh Tuhan hanya satu.” Berkenaan dengan peristiwa ini, turunlah ayat di atas (Shaad: 1-8) sebagai ancaman siksa terhadap orang-orang yang menolak.

Sumber : Asbabun Nuzul-K.H.Q.Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Informasi Surah Shaad (ص)
Surat Shaad terdiri atas 88 ayat termasuk golongan surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Qamar.

Dinamai dengan “Shaad” karena surat ini dimulai dengan “Shaad” (selanjutnya lihat no 10).

Dalam surat ini Allah bersumpah dengan Al Qur’an, untuk menunjukkan bahwa Al Qur’an itu suatu kitab yang agung dan bahwa siapa saja yang mengikutinya akan mendapat kebahagiaan dunia dan akhirat dan untuk menunjukkan bahwa Al Qur’an ini adalah mu’jizat Nabi Muham­ mad s.a.
w.
yang menyatakan kebenarannya dan ketinggian akhlaknya.

Keimanan:

Dalil-dalil tentang kenabian Muhammad ﷺ yaitu bahwa dia mengetahui hal­ hal yang hanya dapat diketahui dengan jalan wahyu
sumpah iblis untuk menye­satkan manusia seluruhnya kecuali hamba-hamba Allah yang ikhlas
Al Qur’an diturunkan untuk menjadi pelajaran bagi jin dan manusia seluruhnya.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Kisah Daud a.s. dan kisah Sulaiman a.s.
kisah Ayyub a.s.

Lain-lain:

Kaum musyrikin tercengang mendengar pengakuan Nabi Muhammad ﷺ
bahwa Allah adalah Maha Esa
rahasia yang terdapat pada kejadian alam
pertengkaran antara orang-orang yang sesat dan pengikut mereka di neraka
ni’mat·ni’mat yang dilimpahkan kepada penduduk surga dan azab yang ditimpakan atas isi neraka

Ayat-ayat dalam Surah Shaad (88 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Shaad (38) ayat 1 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Shaad (38) ayat 1 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Shaad (38) ayat 1 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Shaad - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 88 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 38:1
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Shaad.

Surah Sad (Arab: ص , "Ṣad") adalah surah ke-38 dalam al-Qur'an.
Surah yang terdiri atas 88 ayat ini termasuk golongan surah Makkiyah dan diturunkan sesudah surah Al-Qamar.
Dinamai dengan Sad karena surah ini dimulai dengan huruf Shaad.

Nomor Surah 38
Nama Surah Shaad
Arab ص
Arti Shaad
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 38
Juz Juz 23
Jumlah ruku' 5 ruku'
Jumlah ayat 88
Jumlah kata 735
Jumlah huruf 3061
Surah sebelumnya Surah As-Saffat
Surah selanjutnya Surah Az-Zumar
4.8
Ratingmu: 4.4 (16 orang)
Sending

URL singkat: risalahmuslim.id/38-1









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta