QS. Saba (Kaum Saba’) – surah 34 ayat 9 [QS. 34:9]

اَفَلَمۡ یَرَوۡا اِلٰی مَا بَیۡنَ اَیۡدِیۡہِمۡ وَ مَا خَلۡفَہُمۡ مِّنَ السَّمَآءِ وَ الۡاَرۡضِ ؕ اِنۡ نَّشَاۡ نَخۡسِفۡ بِہِمُ الۡاَرۡضَ اَوۡ نُسۡقِطۡ عَلَیۡہِمۡ کِسَفًا مِّنَ السَّمَآءِ ؕ اِنَّ فِیۡ ذٰلِکَ لَاٰیَۃً لِّکُلِّ عَبۡدٍ مُّنِیۡبٍ
Afalam yarau ila maa baina aidiihim wamaa khalfahum minassamaa-i wal ardhi in nasya’ nakhsif bihimul ardha au nusqith ‘alaihim kisafan minassamaa-i inna fii dzalika li-aayatan likulli ‘abdin muniibin;

Maka apakah mereka tidak melihat langit dan bumi yang ada di hadapan dan di belakang mereka?
Jika Kami menghendaki, niscaya Kami benamkan mereka di bumi atau Kami jatuhkan kepada mereka gumpalan dari langit.
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Tuhan) bagi setiap hamba yang kembali (kepada-Nya).
―QS. 34:9
Topik ▪ Jin ditundukkan untuk taat kepada nabi Sulaiman as.
34:9, 34 9, 34-9, Saba 9, Saba 9, Saba’ 9

Tafsir surah Saba (34) ayat 9

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Saba (34) : 9. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini Allah memberikan peringatan kepada orang-orang yang tidak percaya akan terjadinya hari kiamat dan menyuruh mereka memperhatikan kenyataan-kenyataan dan kejadian-kejadian alam yang mereka ketahui bahkan yang mereka saksikan sendiri.
Betapa banyaknya bencana-bencana alam yang terjadi di beberapa negeri seperti gempa yang keras dan dahsyat yang menghancurkan ribuan bangunan menimbulkan korban jiwa dan harta benda yang sukar menilainya, banjir besar yang melanda dengan menghanyutkan ribuan rumah, manusia, binatang dan tanaman.
Di dalam sejarah orang dapat membaca bagaimana Allah menghancurkan beberapa umat yang bekas-bekas peninggalan mereka masih dapat dilihat sampai sekarang.
Apakah semua ini tidak menginsafkan mereka bahwa bila Dia menghendaki dapat membenamkan kampung halaman mereka ke dalam tanah, dan dapat pula mengirimkan benda langit seperti meteor atau planet, untuk membentur bumi dan dengan demikian terjadilah malapetaka yang tidak dapat dibayangkan bagaimana dahsyatnya dan bagaimana besar daya penghancurannya.
Tidakkah mereka mengambil pelajaran dari kejadian-kejadian alam itu atau dari kejadian yang tertulis dalam sejarah dan bekas-bekas peninggalan yang masih dapat mereka saksikan sendiri?
Bagi orang yang hatinya disinari iman, kejadian-kejadian itu menambah keimanan mereka dan menjadikan mereka meyakini dengan sepenuh hati bahwa Allah Maha Kuasa dan bahwa mereka pada hakikatnya akan kembali kepada Allah Pemilik dan Penguasa langit dan bumi Yang Maha Bijaksana dan Maha Adil.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Apakah pandangan mereka buta dan tidak memperhatikan apa yang ada di langit dan di bumi, di dapan dan di belakang mereka agar dapat melihat dengan jelas kekuasaan Kami untuk berbuat segala sesuatu?
Jika Kami berkehendak, Kami dapat saja memerintahkan bumi untuk menelan mereka.
Kami sanggup menjatuhkan langit di atas kepala mereka.
Apa yang telah Kami terangkan merupakan bukti nyata bagi orang yang mau kembali kepada Tuhan dalam setiap urusan.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Maka, apakah mereka tidak melihat) tidak memperhatikan (kepada apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka) maksudnya apa yang ada di atas dan di bawah mereka (yaitu langit dan bumi?
Jika Kami menghendaki, niscaya Kami benamkan mereka di bumi atau Kami jatuhkan kepada mereka gumpalan) dapat dibaca Kisfan atau Kisafan artinya gumpalan-gumpalan (dari langit) menurut qiraat yang lain lafal Nasya’, Nakhsif, dan Nusqith dibaca Yasya’, Yakhsif dan Yusqith.

(Sesungguhnya pada yang demikian itu) hal-hal yang terlihat itu (benar-benar terdapat tanda bagi setiap hamba yang kembali.”) kepada Rabbnya, yaitu tanda yang menunjukkan akan kekuasaan Allah yang mampu membangkitkan hidup kembali dan menciptakan apa yang dikehendaki-Nya.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Apakah orang-orang kafir yang tidak beriman kepada Hari Akhirat itu tidak melihat keagungan kuasa Allah yang ada di depan mereka dan di belakang mereka, berupa langit dan bumi yang mencengangkan akal, dan bahwa keduanya telah mengelilingi mereka??
Bila Kami berkehendak, maka Kami membenamkan bumi sebagaimana yang Kami lakukan kepada Qarun, atau menurunkan potongan adzab atas mereka sebagaimana yang Kami lakukan kepada kaum Syu’aib, sungguh langit telah menghujani mereka dengan api yang membakar mereka.
Sesungguhnya kuasa Kami yang Kami sebutkan di atas mengandung petunjuk yang nyata bagi setiap hamba yang kembali kepada Rabbnya dengan bertaubat, mengakui Tauhid-Nya dan mengikhlaskan ibadah untuk-Nya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala mengingatkan kepada mereka akan kekuasaan­Nya yang mampu menciptakan langit dan bumi.
Untuk itu Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Maka apakah mereka tidak melihat langit dan bumi yang ada di hadapan dan di belakang mereka?
(Saba’:9)

Yakni ke mana pun mereka pergi, langit tetap menaungi mereka dan bumi berada di bawah mereka.
Semakna dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya dalam ayat lain, yaitu:

Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa.
Dan bumi itu Kami hamparkan, maka sebaik-baik yang menghamparkan (adalah Kami).
(Az-Zariyat: 47-48)

Abdu ibnu Humaid mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abdur Razzaq, dari Ma’mar, dari Qatadah sehubungan dengan makna firman-Nya: Maka apakah mereka tidak melihat langit dan bumi yang ada di hadapan dan di belakang mereka?
(Saba’:9) Bahwa jika engkau melihat ke arah kanan atau arah kirimu atau memandang ke depanmu atau ke belakangmu, niscaya kamu melihat langit dan bumi.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Jika Kami menghendaki, niscaya Kami benamkan mereka di bumi atau Kami jatuhkan kepada mereka gumpalan dari langit.
(Saba’:9)

Yakni seandainya Kami menghendaki hal tersebut, tentulah Kami dapat melakukannya disebabkan kezaliman mereka dan kekuasaan Kami atas mereka.
Tetapi Kami sengaja menangguhkan hal tersebut karena sifat penyantun Kami dan sifat pemaaf Kami.
Selanjutnya disebutkan oleh firman-Nya:

Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Tuhan) bagi setiap hamba yang kembali (kepada-Nya).
(Saba’:9)

Menurut Ma’mar dari Qatadah, makna munib ialah bertobat.
Sufyan dari Qatadah mengatakan bahwa al-munib artinya kembali kepada jalan Allah subhanahu wa ta’ala

Dengan kata lain, sesungguhnya seorang hamba yang cerdik pandai lagi banyak mengingat Allah bila memperhatikan penciptaan langit dan bumi benar-benar dapat menyimpulkan kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala yang dapat membangkitkan jasad-jasad yang telah mati dan menghidupkan mereka kembali.
Karena sesungguhnya Tuhan yang mampu menciptakan langit yang begitu tinggi lagi luas, dan yang menciptakan bumi yang terhampar luas, benar-benar mampu pula untuk mengembalikan tubuh dan tulang belulang yang telah bercerai-berai menjadi satu, lalu menghidupkannya kembali.
Sebagaimana yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Dan Tidakkah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi itu berkuasa menciptakan yang serupa dengan itu?
Benar, Dia berkuasa.
(Yaa Siin:81)

Dan Firman-Nya:

Sesungguhnya penciptaan langit dan bumi lebih besar daripada penciptaan manusia, akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.
(Al-Mu-min: 57)


Informasi Surah Saba (سبأ)
Surat Saba’ terdiri atas 54 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesu­ dah surat Luqman.

Dinamakan Saba’ karena di dalamnya terdapat kisah kaum Saba.
“Saba” adalah nama suatu kabilah dari kabilah-kabilah ‘Arab yang tinggal di daerah Yaman sekarang ini.
Mereka mendiri­ kan kerajaan yang terkenal dengan nama kerajaan Sabaiyyah, ibukotanya Ma’rib telah dapat membangun suatu bendungan raksasa, yang bemama “Bendungan Ma’rib”,
sehingga negeri mereka subur dan makmur.
Kemewahan dan kemakmuran ini menyebabkan kaum Saba’ lupa dan ingkar kepada Allah yang telah melimpahkan ni’matNya kepada mereka, serta mereka meng­ingkari pula seruan para rasul.
Karena keingkaran mereka ini Allah menimpakan kepada mereka azab berupa “sailul ‘arim” (banjir yang besar) yang ditimbulkan oleh bobolnya bendungan Ma’rib.
Setelah bendungan Ma’rib bobol negeri Saba’ menjadi kering dan kerajaan mereka hancur.

Keimanan:

Ilmu Allah meliputi segala yang ada di langit dan segala yang ada di bumi
kebenar­an adanya hari berbangkit dan hari pembalasan
Nabi Muhammad ﷺ adalah pemberi peringatan
pada hari kiamat berhala-berhala itu tidak dapat memberi man­ fa’at sedikitpun
kalau seorang sesat maka akibat kesesatannya itu menimpa dirinya sendiri, dan kalau ia menemui jalan yang benar adalah berkat petunjuk Allah.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Kisah Nabi Daud a.s. dan Nabi Sulaiman a.s.
kisah kaum Saba’.

Lain-lain:

Celaan kepada kaum musyrikin yang menyembah berhala
tuduh menuduh antara pemimpin-pemimpin yang menyesatkan dengan pengikut-pengikutnya di hari kia­ mat
sikap orang-orang musryik di waktu rnendengar Al Qur ‘an
rasul-rasul tidak meminta upah dalam melaksanakan da’wahnya
orang-orang musyrik mendo’a kepada Allah agar dikembalikan ke dunia untuk melaksanakan perintah dan men­ jauhi larangan Allah
orang yang hidup berlebih-lebihan dan sewenang-wenang selalu memusuhi Nabi.

Ayat-ayat dalam Surah Saba (54 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Saba (34) ayat 9 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Saba (34) ayat 9 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Saba (34) ayat 9 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Saba - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 54 & Terjemahan


Gambar



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Baqarah

Surah Saba' (bahasa Arab:سورة سبأ) adalah surah ke-34 dalam al-Qur'an.
Surah ini tergolong surah Makkiyah yang terdiri atas 54 ayat.
Dinamakan Saba' karena dalam surah terdapat kisah kaum Saba'.
Saba' adalah nama suatu kabilah dari kabilah-kabilah Arab yang tinggal di daerah Yaman.
Mereka mendirikan kerajaan yang terkenal dengan nama kerajaan Saba yang ibukotanya Ma'rib; telah dapat membangun suatu bendungan raksasa yang bernama Bendungan Ma'rib, sehingga negeri mereka subur dan makmur.
Kemewahan dan kemakmuran ini menyebabkan kaum Saba' lupa dan ingkar kepada Allah yang telah melimpahkan nikmatnya kepada mereka, serta mereka mengingkari pula seruan para rasul.
Karena keingkaran mereka ini, Allah menimpahkan kepada mereka azab berupa banjir yang besar yang ditimbulkan oleh bobolnya bendungan Ma'rib.
Setelah bendungan ma'rib bobol negeri Saba' menjadi kering dan kerajaan mereka hancur.

Nomor Surah34
Nama SurahSaba
Arabسبأ
ArtiKaum Saba'
Nama lainDaud
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu58
JuzJuz 21 & 22
Jumlah ruku'6 ruku'
Jumlah ayat54
Jumlah kata887
Jumlah huruf3596
Surah sebelumnyaSurah Al-Ahzab
Surah selanjutnyaSurah Fatir
4.6
Ratingmu: 4.8 (10 orang)
Sending

✅ URL singkat halaman ini: https://risalahmuslim.id/34-9









Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  







Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta