QS. Saba (Kaum Saba’) – surah 34 ayat 48 [QS. 34:48]

قُلۡ اِنَّ رَبِّیۡ یَقۡذِفُ بِالۡحَقِّ ۚ عَلَّامُ الۡغُیُوۡبِ
Qul inna rabbii yaqdzifu bil haqqi ‘alaamul ghuyuub(i);

Katakanlah,
“Sesungguhnya Tuhanku mewahyukan kebenaran.
Dia Maha Mengetahui segala yang gaib.”
―QS. 34:48
Topik ▪ Permusuhan antara syetan dan manusia
34:48, 34 48, 34-48, Saba 48, Saba 48, Saba’ 48
English Translation - Sahih International
Say,
“Indeed, my Lord projects the truth.
Knower of the unseen.”
―QS. 34:48

 

Tafsir surah Saba (34) ayat 48

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Saba (34) : 48. Oleh Kementrian Agama RI

Selanjutnya Nabi Muhammad diminta oleh Allah menegaskan kepada kaum kafir bahwa Allah selalu melontarkan kebenaran, yaitu menanamkan wahyu-Nya, ke dalam hati para rasul-Nya.
Hal itu juga sebagaimana difirmankan-Nya dalam ayat lain:

رَفِيْعُ الدَّرَجٰتِ ذُو الْعَرْشِ يُلْقِى الرُّوْحَ مِنْ اَمْرِهٖ عَلٰى مَنْ يَّشَاۤءُ مِنْ عِبَادِهٖ لِيُنْذِرَ يَوْمَ التَّلَاقِ

(Dialah) Yang Mahatinggi derajat-Nya, yang memiliki Arsy, yang menurunkan wahyu dengan perintah-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya, agar memperingatkan (manusia) tentang hari pertemuan (hari Kiamat). (al-Mu’min [40]: 15)

Rasul-rasul itu adalah orang-orang yang dipilih Allah.
Ia Maha Mengetahui siapa yang pantas untuk dipilih-Nya.
Dengan demikian, manusia tidak berwenang mempersoalkannya, sebagaimana difirmankan-Nya:

وَاِذَا جَاۤءَتْهُمْ اٰيَةٌ قَالُوْا لَنْ نُّؤْمِنَ حَتّٰى نُؤْتٰى مِثْلَ مَآ اُوْتِيَ رُسُلُ اللّٰهِ اَللّٰهُ اَعْلَمُ حَيْثُ يَجْعَلُ رِسٰلَتَهٗ سَيُصِيْبُ الَّذِيْنَ اَجْرَمُوْا صَغَارٌ عِنْدَ اللّٰهِ وَعَذَابٌ شَدِيْدٌۢ بِمَا كَانُوْا يَمْكُرُوْنَ

Dan apabila datang suatu ayat kepada mereka, mereka berkata,
“Kami tidak akan percaya (beriman) sebelum diberikan kepada kami seperti apa yang diberikan kepada rasul-rasul Allah.”
Allah lebih mengetahui di mana Dia menempatkan tugas kerasulan-Nya.
Orang-orang yang berdosa, nanti akan ditimpa kehinaan di sisi Allah dan azab yang keras karena tipu daya yang mereka lakukan.
(al-An’am [6]: 124)

Karena wahyu itu dari Allah dan yang menerimanya adalah orang-orang yang terpilih, maka rasul-rasul itu pasti pula benar.
Begitu juga ajaran-ajaran yang disampaikannya, sehingga manusia tidak selayaknya membantahnya.