Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Saba (Kaum Saba’) – surah 34 ayat 46 [QS. 34:46]

قُلۡ اِنَّمَاۤ اَعِظُکُمۡ بِوَاحِدَۃٍ ۚ اَنۡ تَقُوۡمُوۡا لِلّٰہِ مَثۡنٰی وَ فُرَادٰی ثُمَّ تَتَفَکَّرُوۡا ۟ مَا بِصَاحِبِکُمۡ مِّنۡ جِنَّۃٍ ؕ اِنۡ ہُوَ اِلَّا نَذِیۡرٌ لَّکُمۡ بَیۡنَ یَدَیۡ عَذَابٍ شَدِیۡدٍ
Qul innamaa a’izhukum biwaahidatin an taquumuu lillahi matsna wafuraada tsumma tatafakkaruu maa bishaahibikum min jinnatin in huwa ilaa nadziirun lakum baina yadai ‘adzaabin syadiidin;
Katakanlah,
“Aku hendak memperingatkan kepadamu satu hal saja, yaitu agar kamu menghadap Allah (dengan ikhlas) berdua-dua atau sendiri-sendiri;
kemudian agar kamu pikirkan (tentang Muhammad).
Kawanmu itu tidak gila sedikit pun.
Dia tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan bagi kamu sebelum (menghadapi) azab yang keras.”
―QS. Saba [34]: 46

Daftar isi

Say,
"I only advise you of one (thing) – that you stand for Allah, (seeking truth) in pairs and individually, and then give thought."
There is not in your companion any madness.
He is only a warner to you before a severe punishment.
― Chapter 34. Surah Saba [verse 46]

قُلْ katakanlah

Say,
إِنَّمَآ sesungguhnya hanyalah

"Only
أَعِظُكُم aku memberi nasihat kepadamu

I advise you
بِوَٰحِدَةٍ dengan satu (perkara)

for one (thing),
أَن bahwa

that
تَقُومُوا۟ kamu berdiri/menghadap

you stand
لِلَّهِ kepada Allah

for Allah
مَثْنَىٰ berdua-dua

(in) pairs
وَفُرَٰدَىٰ dan sendiri-sendiri

and (as) individuals,
ثُمَّ kemudian

then
تَتَفَكَّرُوا۟ kamu berfikir

reflect."
مَا tidaklah

Not
بِصَاحِبِكُم kawanmu itu

(is in) your companion
مِّن dari

any
جِنَّةٍ penyakit gila

madness.
إِنْ tak lain

Not
هُوَ dia

he
إِلَّا kecuali

(is) except
نَذِيرٌ seorang pemberi peringatan

a warner
لَّكُم bagi kalian

for you
بَيْنَ diantara

before *[meaning includes next or prev. word]
يَدَىْ dihadapannya/sebelumnya

before *[meaning includes next or prev. word]
عَذَابٍ azab

a punishment
شَدِيدٍ keras

severe."

Tafsir Quran

Surah Saba
34:46

Tafsir QS. Saba’ (34) : 46. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini, Allah meminta Nabi Muhammad agar mengajak kaum kafir untuk melakukan satu hal saja, yaitu benar-benar berupaya mendekatkan diri kepada Allah untuk mencari kebenaran.
Mendekatkan diri untuk mencari kebenaran dapat dilakukan sendiri-sendiri atau bersama dengan orang lain supaya dapat bertukar pikiran.

Setelah itu, mereka diminta untuk merenungkan kebenaran ajaran-ajaran dalam Alquran, secara tenang, objektif, dan tulus tanpa dipengaruhi hawa nafsu atau kedengkian.
Setelah mereka renungkan secara objektif, masih jugakah mereka akan menuduh bahwa yang menyampaikan kebenaran itu, yaitu Nabi Muhammad, tidak benar?
Bukankah ajaran Alquran itu amat benar?
Bila benar, pembawa ajaran itu juga benar.

Seharusnya mereka sampai kepada kesimpulan bahwa beliau sejatinya adalah seorang yang tulus.
Ia hanya ingin mengingatkan dan memperingatkan manusia agar tidak sesat di dunia dan merugi nanti di akhirat.

Beliau hanya ingin agar manusia beriman dan menjadi manusia yang baik, agar di dunia bahagia dan di akhirat terhindar dari neraka.
Oleh karena itu, mereka seharusnya berterima kasih kepadanya, dan tidak menuduhnya yang bukan-bukan.



Fungsi beliau sebagai pemberi peringatan ini juga disampaikan beliau dalam sebuah hadis:

Sesungguhnya aku ini pemberi peringatan bagimu sekalian sebelum menghadapi azab yang keras.
(Riwayat Bukhari dari Ibnu ‘Abbas)

Tafsir QS. Saba (34) : 46. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Katakanlah, wahai Muhammad, kepada mereka,
"Hanyasanya aku memerintahkan kalian untuk memiliki satu sikap dasar.
Yaitu agar kalian–dengan mengikhlaskan diri kepada Allah dan menjauhi sikap taklid–melakukan pencarian dan perenungan secara tulus ikhlas, baik hal itu kalian lakuan secara terpisah–berdua-dua–agar kalian saling membantu dalam permenungan, ataupun secara sendiri-sendiri agar kalian dapat mencermatinya secara lebih objektif dan mendalam.


Setelah itu, pikirkanlah mengenai hal-ihwal kawan kalian (Muhammad) yang berada di tengah-tengah kalian dan kalian ketahui sendiri kenormalan akalnya.
Sama sekali Muhammad tidak menderita penyakit gila saat menyampaikan pesan-pesan suci ini.


Sungguh, Muhammad tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan akan siksa yang pedih yang ada di hadapan kalian."

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Katakanlah (wahai Rasul) kepada orang-orang yang mendustakan lagi menentang itu:
Aku hanya menasihatkan satu perkara kepada kalian:
Hendaknya kalian menegakkan ketaatan kepada Allah, dua dua dan satu satu, kemudian renungkanlah keadaan teman kalian, Rasulullah dan apa yang dituduhkan kepadanya.
Ternyata dia tidak gila, karena dia hanya pemberi peringatan kepada kalian, yang mengingatkan kalian terhadap azab Jahanam sebelum kalian mencicipi panasnya.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Katakanlah!
"Sesungguhnya aku hendak memperingatkan kepada kalian suatu hal saja) yaitu


(supaya kalian menghadap Allah) dengan ikhlas hanya karena-Nya


(dua-dua) yakni berduaan


(atau sendiri-sendiri) satu persatu


(kemudian kalian pikirkan tentang -Muhammad-) sehingga kalian mengetahui


(tidak ada pada diri kawan kalian ini) yakni Nabi Muhammad


(penyakit gila sedikit pun) yakni kegilaan


(tidak lain dia hanyalah pemberi peringatan bagi kalian sebelum) kalian menghadapi


(azab yang keras.") di akhirat nanti jika kalian mendurhakainya.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Katakanlah.
(QS. Saba’ [34]: 46)

Hai Muhammad, kepada orang-orang kafir itu yang mengiramu sebagai orang gila,

Sesungguhnya aku hendak memperingatkan kepadamu suatu hal saja.
(QS. Saba’ [34]: 46)

Sesungguhnya aku hanya memperingatkan kalian suatu hal saja, yaitu:

supaya kamu menghadap Allah (dengan ikhlas) berdua-dua atau sendiri-sendiri, kemudian kamu pikirkan (tentang Muhammad) tidak ada penyakit gila sedikit pun pada kawanmu itu.
(QS. Saba’ [34]: 46)

Hendaknya kamu bersatu dan membulatkan niat secara tulus karena Allah tanpa dipengaruhi oleh kecenderungan dan juga tanpa fanatisme.
Lalu sebagian kamu menanyakan kepada sebagian yang lain,
"Apakah Muhammad mempunyai penyakit gila?"
kemudian sebagian kamu menjawab sebagian lain dengan tulus.

Kemudian kamu pikirkan (tentang Muhammad).
(QS. Saba’ [34]: 46)

Yakni hendaklah seseorang merenungkan perihal Nabi Muhammad dan menanyakannya kepada orang lain tentang perihalnya jika ia sulit untuk menilainya.
Hendaknya pula ia memandang kepada dirinya sendiri.
Karena itu, disebutkan oleh firman Allah subhanahu wa ta’ala:

yaitu supaya kamu menghadap Allah (dengan ikhlas) berdua-dua atau sendiri-sendiri, kemudian kamu pikirkan (tentang Muhammad) tidak ada penyakit gila sedikit pun pada kawanmu itu.
(QS. Saba’ [34]: 46)

Demikianlah menurut apa yang tersimpulkan dari pendapat yang dikemukakan oleh Mujahid, Muhammad ibnu Ka’b, As-Saddi.
Qatadah, dan lain-lainnya.
Dan inilah yang dimaksud oleh ayat.


Adapun mengenai apa yang diriwayatkan oleh Ibnu Abu Hatim sehubungan dengan tafsir ayat ini, yaitu bahwa:


telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Hisyam ibnu Ammar, telah menceritakan kepada kami Sadaqah ibnu Khalid, telah menceritakan kepada kami Usman ibnu Abul Atikah, dari Ali ibnu Yazid, dari Al-Qasim, dari Abu Umamah r.a. yang mengatakan bahwa sesungguhnya Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
Aku dianugerahi tiga perkara yang belum pernah diberikan kepada seorang pun sebelumku, bukan karena sombong.
Yaitu dihalalkan bagiku ganimah, padahal ia belum pernah dihalalkan bagi orang-orang sebelumku, mereka dahulu sebelumku mengumpulkan ganimah itu, lalu mereka bakar, dan aku diutus untuk semua makhluk yang berkulit merah dan yang berkulit hitam (yakni jin dan manusia), sedangkan dahulu setiap nabi diutus hanya khusus untuk kaumnya, dan bumi ini dijadikan bagiku masjid lagi suci dan menyucikan, aku dapat bertayamum memakai debu dan salat di mana saja bila waktu salat telah masuk.
Allah subhanahu wa ta’ala telah berfirman,
"Supaya kalian berdiri menghadap Allah berdua-dua atau sendiri-sendiri,
"
dan aku diberi pertolongan melalui rasa gentar (yang mencekam musuhku) dalam jarak perjalanan satu bulan di hadapanku.

Hadis ini daif sanadnya, dan mengenai tafsir ayat yang ditakwilkan dengan pengertian berdiri dalam salat—baik jamaah maupun sendiri-sendiri— jauh dari kebenaran.


Barangkali kalimat ini disisipkan oleh sebagian perawi ke dalam hadis, karena sesungguhnya asal hadis ini telah termaktub di dalam kitab-kitab sahih dan lainnya (tanpa memakai tafsir ayat tersebut), hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan tidak lain dia hanyalah pemberi peringatan bagi kamu sebelum (menghadapi) azab yang keras.
(QS. Saba’ [34]: 46)

Imam Bukhari sehubungan dengan tafsir ayat ini mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ali ibnu Abdullah, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Hazim, telah menceritakan kepada kami Al-A’masy, dari Amr ibnu Murrah, dari Sa’id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas r.a. yang mengatakan bahwa pada suatu hari Nabi ﷺ mendaki bukit Safa, lalu berseru,
"Hai orang-orang yang ada di pagi hari ini, berkumpullah!"
Maka orang-orang Quraisy datang berkumpul kepadanya, lalu mereka bertanya,
"Mengapa kamu?"
Nabi ﷺ bersabda:
Bagaimanakah pendapat kalian seandainya aku beritakan kepada kalian bahwa musuh akan datang menyerang kalian di pagi hari atau di petang hari ini, apakah kalian percaya kepadaku?"
Mereka menjawab,
"Tentu percaya."
Nabi ﷺ bersabda,
"Maka sesungguhnya aku memberi peringatan kepada kalian sebelum (menghadapi) azab yang keras."
Maka Abu Lahab berkata,
"Celakalah kamu, apakah hanya untuk itu engkau mengumpulkan kami?"
Lalu Allah subhanahu wa ta’ala menurunkan firman-Nya:
Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa.
(QS. Al-Lahab [111]: 1)

Hal ini telah dijelaskan dalam tafsir firman-Nya:

Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat.
(QS. Asy-Syu’ara’ [26]: 214)

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Na’im, telah menceritakan kepada kami Basyir ibnul Muhajir, telah menceritakan kepadaku Abdullah ibnu Buraidah, dari ayahnya r.a. yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ keluar menemui kami di suatu hari, lalu beliau berseru sebanyak tiga kali dan bersabda,
"Tahukah kalian, seperti apakah perumpamaan antara aku dan kalian?"
Mereka menjawab,
"Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui."
Rasulullah ﷺ bersabda:
Sesungguhnya perumpamaan aku dan kalian bagaikan suatu kaum yang merasa khawatir akan kedatangan musuh yang menyerang mereka.
Lalu mereka mengirim seorang lelaki untuk memata-matai kedatangan musuh.
Ketika ia telah berada di posisinya, tiba-tiba ia melihat musuh datang.
Maka segera ia kembali untuk memperingatkan mereka dengan penuh kekhawatiran akan tersusul oleh musuh sebelum ia menyampaikan peringatan dini kepada kaumnya, untuk itu ia melepaskan bajunya dan mengibar-ngibarkannya seraya berseru,
"Hai kaumku, kalian akan diserang.
Hai kaumku, kalian akan diserang,
"
sebanyak tiga kali.

Masih dalam sanad yang sama disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

Aku diutus, sedangkan jarak antara aku dengan hari kiamat berbarengan, hampir saja hari kiamat benar-benar mendahuluiku.

Hadis diriwayatkan secara tunggal oleh Imam Ahmad di dalam kitab musnadnya.

Kata Pilihan Dalam Surah Saba (34) Ayat 46

FURAADA
فُرَٰدَى

Kata fard adalah sesuatu yang tidak bersama dengan yang lain atau sesuatu yang tidak ada yang menyamainya.
Bentuk jamaknya adalah furaada dan afraad.

Kata tunggal (fard) diulang tiga kali dalam Al Qur’an, yaitu dalam surah:
Maryam (19), ayat 80 dan 95;
Al Anbiyaa’ (21), ayat 89.
Sedangkan bentuk jamak yang disebut dalam Al Qur’an hanya furaada dan ianya diulang dua kali saja, yaitu dalam surah:
• Al An’aam (6), ayat 94;
Saba’ (34), ayat 46.
Kata ini dalam Al Qur’an digunakan untuk menerangkan keadaan kesendirian manusia, di mana dia tidak bersama dengan orang yang lain, baik semasa di dunia maupun di akhirat.

Pada surah Al Anbiyaa’ (21), ayat 89 kata fard terdapat dalam rangkaian doa yang diucapkan oleh Nabi Zakariyya `alaihis salam ketika umur beliau sudah tua.
Doa tersebut adalah

رَبِّ لَا تَذَرْنِى فَرْدًا وَأَنتَ خَيْرُ ٱلْوَٰرِثِينَ

"Ya Tuhanku janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri dan Engkaulah Waris Yang Paling Baik.

Maksudnya adalah hidup tanpa ada keturunan (anak). Beliau mengucapkan doa ini karena khawatir apabila beliau meninggal tidak ada lagi orang yang melanjutkan tugas dakwahnya.

Pada surah Saba’ (34), ayat 46 diceritakan bahwa orang-orang kafir yang hidup pada masa Nabi Muhammad ﷺ mengatakan bahwa beliau adalah orang gila.
Oleh karena itu Allah menyuruh Nabi supaya menasihati mereka dengan satu nasihat, yaitu hendaklah mereka berniat dengan sungguh-sungguh dan ikhlas karena Allah memikirkan apakah benar Nabi Muhammad mempunyai sifat dan perilaku yang dimiliki oleh orang gila.
Dan hendaklah mereka memikirkan perkara itu secara kumpulan (matsnaa) dan secara persendirian (furaada).
Imam As Suddi dan Al Qurtubi turut menjelaskan bahwa yang dimaksudkan matsnaa adalah memikirkan perkara itu dengan cara bermusyawarah bersama orang lain, sedangkan furaada adalah memikirkannya sendiri.
Apabila mereka mau melakukannya dengan tulus ikhlas dan mendengarkan suara hati nurani maka mereka akan menyadari bahwa Nabi Muhammad bukanlah orang gila

Sedangkan keadaan keseorangan di akhirat diterangkan dalam surah Al An’aam (6), ayat 94 dan surah Maryam (19), ayat 80 dan 95, di mana diterangkan bahwa di akhirat nanti semua manusia akan menghadap Allah secara sendiri-sendiri (fard) atau (furaada). Mereka tidak akan membawa perkara-pereka yang mereka bangga-banggakan semasa hidup di dunia, seperti harta, anak, keluarga, kawan sekutu atau yang lainnya.
Mereka akan mempertanggung jawabkan semua perbuatannya sendiri dan tidak ada yang dapat membantu dan menolongnya.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal:416-417

Unsur Pokok Surah Saba (سبأ)

Surat Saba’ terdiri atas 54 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Luqman.

Dinamakan Saba’ karena di dalamnya terdapat kisah kaum Saba.
"Saba" adalah nama suatu kabilah dari kabilah-kabilah Arab yang tinggal di daerah Yaman sekarang ini.
Mereka mendirikan kerajaan yang terkenal dengan nama kerajaan Sabaiyyah, ibukotanya Ma’rib, telah dapat membangun suatu bendungan raksasa, yang bemama "Bendungan Ma’rib",
sehingga negeri mereka subur dan makmur.

Kemewahan dan kemakmuran ini menyebabkan kaum Saba’ lupa dan ingkar kepada Allah yang telah melimpahkan nikmatNya kepada mereka, serta mereka mengingkari pula seruan para rasul.
Karena keingkaran mereka ini Allah menimpakan kepada mereka azab berupa "sailul ‘arim" (banjir yang besar) yang ditimbulkan oleh bobolnya bendungan Ma’rib.
Setelah bendungan Ma’rib bobol, negeri Saba’ menjadi kering dan kerajaan mereka hancur.

Keimanan:

▪ Ilmu Allah meliputi segala yang ada di langit dan segala yang ada di bumi.
▪ Kebenaran adanya hari berbangkit dan hari pembalasan.
▪ Nabi Muhammad ﷺ adalah pemberi peringatan.
▪ Pada hari kiamat berhala-berhala itu tidak dapat memberi manfa’at sedikitpun.
▪ Kalau seorang sesat maka akibat kesesatannya itu menimpa dirinya sendiri, dan kalau ia menemui jalan yang benar adalah berkat petunjuk Allah.

Kisah:

▪ Kisah Nabi Daud `alaihis salam dan Nabi Sulaiman `alaihis salam.
▪ Kisah kaum Saba’.

Lain-lain:

▪ Celaan kepada kaum musyrikin yang menyembah berhala.
▪ Tuduh menuduh antara pemimpin-pemimpin yang menyesatkan dengan pengikut-pengikutnya di hari kiamat.
▪ Sikap orang-orang musryik di waktu mendengar Alquran.
▪ Rasul-rasul tidak meminta upah dalam melaksanakan dakwahnya.
▪ Orang-orang musyrik mendoa kepada Allah agar dikembalikan ke dunia untuk melaksanakan perintah dan menjauhi larangan Allah.
▪ Orang yang hidup berlebih-lebihan dan sewenang-wenang selalu memusuhi Nabi.

Audio Murottal

QS. Saba (34) : 1-54 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 54 + Terjemahan Indonesia



QS. Saba (34) : 1-54 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 54

Gambar Kutipan Ayat

Surah Saba ayat 46 - Gambar 1 Surah Saba ayat 46 - Gambar 2
Statistik QS. 34:46
  • Rating RisalahMuslim
4.7

Ayat ini terdapat dalam surah Saba.

Surah Saba’ (bahasa Arab:سورة سبأ) adalah surah ke-34 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Makkiyah yang terdiri atas 54 ayat.
Dinamakan Saba’ karena dalam surah terdapat kisah kaum Saba’.
Saba’ adalah nama suatu kabilah dari kabilah-kabilah Arab yang tinggal di daerah Yaman.
Mereka mendirikan kerajaan yang terkenal dengan nama kerajaan Saba yang ibukotanya Ma’rib; telah dapat membangun suatu bendungan raksasa yang bernama Bendungan Ma’rib, sehingga negeri mereka subur dan makmur.
Kemewahan dan kemakmuran ini menyebabkan kaum Saba’ lupa dan ingkar kepada Allah yang telah melimpahkan nikmatnya kepada mereka, serta mereka mengingkari pula seruan para rasul.
Karena keingkaran mereka ini, Allah menimpahkan kepada mereka azab berupa banjir yang besar yang ditimbulkan oleh bobolnya bendungan Ma’rib.
Setelah bendungan ma’rib bobol negeri Saba’ menjadi kering dan kerajaan mereka hancur.

Nomor Surah 34
Nama Surah Saba
Arab سبأ
Arti Kaum Saba’
Nama lain Daud
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 58
Juz Juz 21 & 22
Jumlah ruku’ 6 ruku’
Jumlah ayat 54
Jumlah kata 887
Jumlah huruf 3596
Surah sebelumnya Surah Al-Ahzab
Surah selanjutnya Surah Fatir
Sending
User Review
4.5 (29 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

34:46, 34 46, 34-46, Surah Saba 46, Tafsir surat Saba 46, Quran Saba’ 46, Surah Saba ayat 46

Video Surah

34:46


Load More

Kandungan Surah Saba

۞ QS. 34:1 • Segala sesuatu milik Allah • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al Khabir (Maha Waspada)

۞ QS. 34:2 • Keluasan ilmu Allah • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) •

۞ QS. 34:3 • Allah memiliki kunci alam ghaib • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Nama-nama hari kiamat • Mengingkari hari kebangkitan

۞ QS. 34:4 • Pahala iman • Ampunan Allah yang luas • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Keutamaan iman •

۞ QS. 34:5 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Maksiat dan dosa •

۞ QS. 34:6 Ar Rabb (Tuhan) • Al Hamid (Maha Terpuji) • Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Hidayah (petunjuk) dari Allah •

۞ QS. 34:7 • Mengingkari hari kebangkitan

۞ QS. 34:8 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 34:9 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah

۞ QS. 34:11 • Keluasan ilmu Allah • Al Bashir (Maha Melihat) • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Kewajiban hamba pada Allah •

۞ QS. 34:12 Ar Rabb (Tuhan) • Pahala jin dan balasannya • Jin ditundukkan untuk taat kepada nabi Sulaiman as.

۞ QS. 34:13 Jin ditundukkan untuk taat kepada nabi Sulaiman as.

۞ QS. 34:14 • Allah memiliki kunci alam ghaib • Para utusan Allah pun tidak mengetahui alam ghaib • Jin ditundukkan untuk taat kepada nabi Sulaiman as.

۞ QS. 34:15 • Ampunan Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan) • Al Ghafur (Maha Pengampun)

۞ QS. 34:16 • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 34:17 • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 34:19 Ar Rabb (Tuhan) • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 34:20 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Sifat iblis dan pembantunya

۞ QS. 34:21 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Ar Rabb (Tuhan) • Al Hafiz (Maha Penjaga) • Menjaga diri dari syetan •

۞ QS. 34:22 Tauhid Uluhiyyah • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Mendustai Allah • Segala sesuatu milik Allah • Mensucikan Allah dari segala sekutu

۞ QS. 34:23 • Syafaat hak Allah semata • Memperoleh syafaat dengan izin Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Al ‘Aliyy (Maha Tinggi) • Al Kabir (Maha Besar)

۞ QS. 34:24 Tauhid Uluhiyyah • Al Razzaq (Maha Pemberi rezeki) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Cacian Allah terhadap orang kafir

۞ QS. 34:25 • Keadilan Allah dalam menghakimi • Menanggung dosa orang lain

۞ QS. 34:26 Ar Rabb (Tuhan) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Al Fattah (Maha Pembuka) • Kebenaran hari penghimpunan • Keadilan Allah dalam menghakimi

۞ QS. 34:27 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Mensucikan Allah dari segala sekutu • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Cacian Allah terhadap orang kafir

۞ QS. 34:29 • Mengingkari hari kebangkitan

۞ QS. 34:30 • Kebenaran hari penghimpunan • Segala sesuatu ada takdirnya • Maksiat dan dosa

۞ QS. 34:31 Ar Rabb (Tuhan) • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Terputusnya hubungan antara sesama pada hari kiamat • Mengingkari hari kebangkitan • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan

۞ QS. 34:32 • Terputusnya hubungan antara sesama pada hari kiamat • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 34:33 Tauhid Uluhiyyah • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Keadilan Allah dalam menghakimi • Azab orang kafir

۞ QS. 34:34 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 34:35 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 34:36 • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Ar Rabb (Tuhan) • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir

۞ QS. 34:37 • Pahala iman • Sifat surga dan kenikmatannya • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Pelipatgandaan pahala bagi orang mukmin

۞ QS. 34:38 • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 34:39 • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Ar Rabb (Tuhan) • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir

۞ QS. 34:40 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan

۞ QS. 34:41 • Al Wali (Maha Pelindung) • Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan • Usaha jin untuk melalaikan manusia dalam beribadah

۞ QS. 34:42 • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Kelemahan tuhan selain Allah •

۞ QS. 34:43 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 34:45 • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 34:46 Rasul diutus dan wafat saat kiamat telah dekat

۞ QS. 34:47 • Al Syahid (Maha Menyaksikan) • Balasan dan pahala dari Allah • Ikhlas dalam berbuat

۞ QS. 34:48 • Allah memiliki kunci alam ghaib • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 34:50 Ar Rabb (Tuhan) • Al Sami’ (Maha Pendengar) • Al Qarib (Maha Dekat) • Hikmah penurunan kitab-kitab samawi • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 34:51 • Kedahsyatan hari kiamat

۞ QS. 34:52 • Beriman ketika datang hari kiamat

۞ QS. 34:53 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 34:54 • Mengingkari hari kebangkitan • Azab orang kafir

Ayat Pilihan

Perlakuan seperti itu (membalas kejelekan dengan kebaikan) hanya diberikan kepada orang yang mempunyai sifat sabar & orang yang mempunyai banyak kebaikan & kesempurnaan jiwa.
QS. Fussilat [41]: 35


orang-orang yang taubat & mengadakan perbaikan & berpegang teguh pada (agama) Allah & tulus ikhlas beragama karena Allah …
QS. An-Nisa’ [4]: 146

Tuhanku menyuruh jalankan keadilan. Luruskan muka (diri)mu di setiap sembahyang & sembahlah Allah dengan ikhlaskan ketaatanmu kepada-Nya.
Sebagaimana Dia telah ciptakan kamu pada permulaan (demikian pulalah kamu akan kembali kepada-Nya)
QS. Al-A’raf [7]: 29

Allah berfirman kepada keduanya (Adam & Hawa) & juga kepada setan,
“Turunlah kalian, sebagian menjadi musuh bagi yang lain. Di bumi, kalian akan menemukan ketenangan & kesenangan sampai datangnya waktu yang telah ditentukan untuk kalian
QS. Al-A’raf [7]: 24

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Selain berisi kisah-kisah umat terdahulu, dalam Alquran juga terdapat tamsil sebagai peringatan bagi manusia. Tamsil artinya ...

Correct! Wrong!

Alquran adalah mukjizat terbesar bagi Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam. Di bawah ini merupakan bukti bahwa Alquran adalah mukjizat yang terbesar adalah ...

Correct! Wrong!

Yang berarti ''menggabungkan sesuatu dengan yang lain'' adalah lafaz ...

Correct! Wrong!

+

Array

Al-Lihyaniy berpendapat bahwa Alquran secara etimologi memiliki arti ...

Correct! Wrong!

Fungsi utama kandungan Alquran yang menjelaskan kisah umat terdahulu adalah sebagai ...

Correct! Wrong!

Pendidikan Agama Islam #16
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #16 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #16 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #28

Siapa nama ayah Nabi muhammad shallallahu alaihi wasallam? … Siapa nama Nabi setelah Nabi Isa ‘Alaihissalam? … Setiap umat Islam wajib menuntut ilmu. Bagaimana hukum mempelajari Ilmu Agama? … Kewajiban menuntut ilmu terdapat pada Alquran surah … Ada berapa syarat dalam menuntut ilmu? …

Pendidikan Agama Islam #30

Yang diajarkan oleh Rasulullah adalah jika kita melihat kemungkaran untuk mencegahnya pertama kali dengan … بَلِّغُوا عَنِّى وَلَوْ آيَةً Arti dari hadist diatas adalah …Di bawah ini adalah cara untuk menjadikan semangat mengamalkan ilmu dalam kehidupan kecuali …كادَ الفَقْرُ أنْ يَكُوْنَ كُفْرًا Arti dari kalimat di atas adalah …Siapakah ilmuan muslim yang pertama menjadi penemu Al-Jabar?

Pendidikan Agama Islam #2

Salah satu Asmaul Husna, Allah memiliki sifat Al ‘Adl, yang berarti bahwa Allah … Allah memiliki sifat Yang Maha Mengumpulkan, yang artinya … Sifat adil Allah berlaku untuk … Salah satu Asmaul Husna adalah Al Akhir, yang berarti … Keberadaan Asmaul Husna, dijelaskan dalam Alquran surah …

Kamus Istilah Islam

mengislamkan

Apa itu mengislamkan? meng.is.lam.kan menjadikan beragama Islam; para wali telah mengislamkan penduduk negeri itu; mengkhitankan; ia hendak mengislamkan anaknya pada akhir bulan ini … •

Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di

Siapa itu Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di? As-Sa’di atau As-Si’di adalah seorang Ulama Ahlussunnah, Ahli bahasa Arab, Ahli Fiqih dan Ahli Tafsir, Syaikh yang terkenal dengan kitab tafsir Al-Qur’annya yang ringan dan mudah bagi tingkat pemula, yaitu Taisir Karimirrahman fi Tafsiri Kalamil Mannan yang lebih dikenal sebagai Tafsir As-Sa’di. Kehidupannya Nama lengkapnya ad … • As-Saddi, As-Sa’di

Al Waali

Apa itu Al Waali? Allah itu Al-Waliy ◀ Artinya adalah Allah itu Maha Memerintah segala ciptaan-Nya. Allah memerintahkan alam dan segala isinya dan mengelola itu semua tanpa ada yang mengganggu-Nya. Segala sesuatu yang diciptakan Allah Ta’ala yang ada dialam semesta ini, ditundukkan dan diperintahkan oleh Allah Ta’ala untuk membantu dan melayani manusia di dal … • Al-Waali, Al-Wali