Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Saba

Saba (Kaum Saba’) surah 34 ayat 46


قُلۡ اِنَّمَاۤ اَعِظُکُمۡ بِوَاحِدَۃٍ ۚ اَنۡ تَقُوۡمُوۡا لِلّٰہِ مَثۡنٰی وَ فُرَادٰی ثُمَّ تَتَفَکَّرُوۡا ۟ مَا بِصَاحِبِکُمۡ مِّنۡ جِنَّۃٍ ؕ اِنۡ ہُوَ اِلَّا نَذِیۡرٌ لَّکُمۡ بَیۡنَ یَدَیۡ عَذَابٍ شَدِیۡدٍ
Qul innamaa a’izhukum biwaahidatin an taquumuu lillahi matsna wafuraada tsumma tatafakkaruu maa bishaahibikum min jinnatin in huwa ilaa nadziirun lakum baina yadai ‘adzaabin syadiidin;

Katakanlah:
“Sesungguhnya aku hendak memperingatkan kepadamu suatu hal saja, yaitu supaya kamu menghadap Allah (dengan ikhlas) berdua-dua atau sendiri-sendiri, kemudian kamu fikirkan (tentang Muhammad) tidak ada penyakit gila sedikitpun pada kawanmu itu.
Dia tidak lain hanyalah pemberi peringatan bagi kamu sebelum (menghadapi) azab yang keras.
―QS. 34:46
Topik ▪ Asal terciptanya manusia
34:46, 34 46, 34-46, Saba 46, Saba 46, Saba’ 46
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Saba (34) : 46. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini Allah subhanahu wa ta'ala memerintahkan kepada Muhammad supaya memperingatkan dan menasihati kaumnya agar jangan cepat-cepat mendustakan kerasulan dan Alquran yang dibawanya.
Sebaiknya mereka itu mempergunakan waktunya untuk menghadap Allah dengan ikhlas, memikirkan dan merenungkan dengan sungguh-sungguh apa yang telah dibawa Muhammad baik sendiri-sendiri maupun bersama-sama, semoga dengan demikian mereka dapat mencapai kebenaran yang sebenarnya, menemukan jalan yang lurus yang diridai oleh Allah subhanahu wa ta'ala, menginsafi kebenaran yang dibawanya membuka selubung yang menutup mata mereka sehingga dengan rela dan penuh keikhlasan mengakui kebenaran apa yang dibawa oleh Rasulullah ﷺ itu.
Mereka dianjurkan berpikir dan merenung di dalam suasana tenang cukup hanya seorang, atau secara berduaan atau secara berkelompok, karena biasanya kalau banyak orang berkumpul beramai-ramai, pikiran sering terganggu, sehingga apa yang dipikirkan dan direnungkan itu tidak tentu arah tujuannya, tak dapat mengenai sasaran dan sampai kepada apa yang dicita-citakan.
Allah subhanahu wa ta'ala menegaskan juga di dalam ayat ini bahwa Muhammad teman mereka itu bukanlah seorang yang gila tidak ada sedikitpun penyakit gila padanya dan dia bukan pula seorang pembohong, tetapi Muhammad itu tiada lain hanyalah seorang pemberi peringatan agar mereka itu tidak ditimpa azab yang keras akibat keingkaran dan kedurhakaan mereka terhadap perintah-perintah Allah subhanahu wa ta'ala Hal ini ditegaskan juga dalam suatu hadis sabda Rasulullah ﷺ:

Sesungguhnya saya ini pemberi peringatan bagi engkau sekalian sebelum (menghadapi) azab yang keras.
(H.R.
Bukhari dari Ibnu Abbas)

Saba (34) ayat 46 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Saba (34) ayat 46 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Saba (34) ayat 46 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Katakanlah, wahai Muhammad, kepada mereka, "Hanyasanya aku memerintahkan kalian untuk memiliki satu sikap dasar.
Yaitu agar kalian--dengan mengikhlaskan diri kepada Allah dan menjauhi sikap taklid--melakukan pencarian dan perenungan secara tulus ikhlas, baik hal itu kalian lakuan secara terpisah--berdua-dua--agar kalian saling membantu dalam permenungan, ataupun secara sendiri-sendiri agar kalian dapat mencermatinya secara lebih objektif dan mendalam.
Setelah itu, pikirkanlah mengenai hal-ihwal kawan kalian (Muhammad) yang berada di tengah-tengah kalian dan kalian ketahui sendiri kenormalan akalnya.
Sama sekali Muhammad tidak menderita penyakit gila saat menyampaikan pesan-pesan suci ini.
Sungguh, Muhammad tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan akan siksa yang pedih yang ada di hadapan kalian."

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Katakanlah! "Sesungguhnya aku hendak memperingatkan kepada kalian suatu hal saja) yaitu (supaya kalian menghadap Allah) dengan ikhlas hanya karena-Nya (dua-dua) yakni berduaan (atau sendiri-sendiri) satu persatu (kemudian kalian pikirkan tentang -Muhammad-) sehingga kalian mengetahui (tidak ada pada diri kawan kalian ini) yakni Nabi Muhammad (penyakit gila sedikit pun) yakni kegilaan (tidak lain dia hanyalah pemberi peringatan bagi kalian sebelum) kalian menghadapi (azab yang keras.") di akhirat nanti jika kalian mendurhakainya.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Katakanlah (wahai Rasul) kepada orang-orang yang mendustakan lagi menentang itu :
Aku hanya menasihatkan satu perkara kepada kalian :
Hendaknya kalian menegakkan ketaatan kepada Allah, dua dua dan satu satu, kemudian renungkanlah keadaan teman kalian, Rasulullah dan apa yang dituduhkan kepadanya.
Ternyata dia tidak gila, karena dia hanya pemberi peringatan kepada kalian, yang mengingatkan kalian terhadap adzab Jahanam sebelum kalian mencicipi panasnya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

Katakanlah.
(Saba':46)

Hai Muhammad, kepada orang-orang kafir itu yang mengiramu sebagai orang gila,

Sesungguhnya aku hendak memperingatkan kepadamu suatu hal saja.
(Saba':46)

Sesungguhnya aku hanya memperingatkan kalian suatu hal saja, yaitu:

supaya kamu menghadap Allah (dengan ikhlas) berdua-dua atau sendiri-sendiri, kemudian kamu pikirkan (tentang Muhammad) tidak ada penyakit gila sedikit pun pada kawanmu itu.
(Saba':46)

Hendaknya kamu bersatu dan membulatkan niat secara tulus karena Allah tanpa dipengaruhi oleh kecenderungan dan juga tanpa fanatisme.
Lalu sebagian kamu menanyakan kepada sebagian yang lain, "Apakah Muhammad mempunyai penyakit gila?"
kemudian sebagian kamu menjawab sebagian lain dengan tulus.

Kemudian kamu pikirkan (tentang Muhammad).
(Saba':46)

Yakni hendaklah seseorang merenungkan perihal Nabi Muhammad dan menanyakannya kepada orang lain tentang perihalnya jika ia sulit untuk menilainya.
Hendaknya pula ia memandang kepada dirinya sendiri.
Karena itu, disebutkan oleh firman Allah subhanahu wa ta'ala:

yaitu supaya kamu menghadap Allah (dengan ikhlas) berdua-dua atau sendiri-sendiri, kemudian kamu pikirkan (tentang Muhammad) tidak ada penyakit gila sedikit pun pada kawanmu itu.
(Saba':46)

Demikianlah menurut apa yang tersimpulkan dari pendapat yang dikemukakan oleh Mujahid, Muhammad ibnu Ka'b, As-Saddi.
Qatadah, dan lain-lainnya.
Dan inilah yang dimaksud oleh ayat.

Adapun mengenai apa yang diriwayatkan oleh Ibnu Abu Hatim sehubungan dengan tafsir ayat ini, yaitu bahwa:

telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Hisyam ibnu Ammar, telah menceritakan kepada kami Sadaqah ibnu Khalid, telah menceritakan kepada kami Usman ibnu Abul Atikah, dari Ali ibnu Yazid, dari Al-Qasim, dari Abu Umamah r.a.
yang mengatakan bahwa sesungguhnya Rasulullah ﷺ pernah bersabda: Aku dianugerahi tiga perkara yang belum pernah diberikan kepada seorang pun sebelumku, bukan karena sombong.
Yaitu dihalalkan bagiku ganimah, padahal ia belum pernah dihalal­kan bagi orang-orang sebelumku, mereka dahulu sebelumku mengumpulkan ganimah itu, lalu mereka bakar, dan aku diutus untuk semua makhluk yang berkulit merah dan yang berkulit hitam (yakni jin dan manusia), sedangkan dahulu setiap nabi diutus hanya khusus untuk kaumnya, dan bumi ini dijadikan bagiku masjid lagi suci dan menyucikan, aku dapat bertayamum memakai debu dan salat di mana saja bila waktu salat telah masuk.
Allah subhanahu wa ta'ala telah berfirman, "Supaya kalian berdiri menghadap Allah berdua-dua atau sendiri-sendiri, " dan aku diberi pertolongan melalui rasa gentar (yang mencekam musuhku) dalam jarak perjalanan satu bulan di hadapanku.

Hadis ini daif sanadnya, dan mengenai tafsir ayat yang ditakwilkan dengan pengertian berdiri dalam salat—baik jamaah maupun sendiri-sendiri— jauh dari kebenaran.

Barangkali kalimat ini disisipkan oleh sebagian perawi ke dalam hadis, karena sesungguhnya asal hadis ini telah termaktub di dalam kitab-kitab sahih dan lainnya (tanpa memakai tafsir ayat tersebut), hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.

Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

Dan tidak lain dia hanyalah pemberi peringatan bagi kamu sebelum (menghadapi) azab yang keras.
(Saba':46)

Imam Bukhari sehubungan dengan tafsir ayat ini mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ali ibnu Abdullah, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Hazim, telah menceritakan kepada kami Al-A'masy, dari Amr ibnu Murrah, dari Sa'id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas r.a.
yang mengatakan bahwa pada suatu hari Nabi ﷺ mendaki bukit Safa, lalu berseru, "Hai orang-orang yang ada di pagi hari ini, berkumpullah!" Maka orang-orang Quraisy datang berkumpul kepadanya, lalu mereka bertanya, "Mengapa kamu?"
Nabi ﷺ bersabda: Bagaimanakah pendapat kalian seandainya aku beritakan kepada kalian bahwa musuh akan datang menyerang kalian di pagi hari atau di petang hari ini, apakah kalian percaya kepadaku?” Mereka menjawab, "Tentu percaya.” Nabi ﷺ bersabda, "Maka sesungguhnya aku memberi peringatan kepada kalian sebelum (menghadapi) azab yang keras.” Maka Abu Lahab berkata, "Celakalah kamu, apakah hanya untuk itu engkau mengumpulkan kami?"
Lalu Allah subhanahu wa ta'ala menurunkan firman-Nya: Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa.
(Al-Lahab: 1)

Hal ini telah dijelaskan dalam tafsir firman-Nya:

Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat.
(Asy Syu'ara:214)

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Na'im, telah menceritakan kepada kami Basyir ibnul Muhajir, telah menceritakan kepadaku Abdullah ibnu Buraidah, dari ayahnya r.a.
yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ keluar menemui kami di suatu hari, lalu beliau berseru sebanyak tiga kali dan bersabda, "Tahukah kalian, seperti apakah perumpamaan antara aku dan kalian?"
Mereka menjawab, "Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui." Rasulullah ﷺ bersabda: Sesungguhnya perumpamaan aku dan kalian bagaikan suatu kaum yang merasa khawatir akan kedatangan musuh yang menyerang mereka.
Lalu mereka mengirim seorang lelaki untuk memata-matai kedatangan musuh.
Ketika ia telah berada di posisinya, tiba-tiba ia melihat musuh datang.
Maka segera ia kembali untuk memperingatkan mereka dengan penuh kekhawatiran akan tersusul oleh musuh sebelum ia menyampai­kan peringatan dini kepada kaumnya, untuk itu ia melepaskan bajunya dan mengibar-ngibarkannya seraya berseru, "Hai kaumku, kalian akan diserang.
Hai kaumku, kalian akan diserang, " sebanyak tiga kali.

Masih dalam sanad yang sama disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

Aku diutus, sedangkan jarak antara aku dengan hari kiamat berbarengan, hampir saja hari kiamat benar-benar mendahuluiku.

Hadis diriwayatkan secara tunggal oleh Imam Ahmad di dalam kitab musnadnya.

Kata Pilihan Dalam Surah Saba (34) Ayat 46

FURAADA
فُرَٰدَى

Kata fard adalah sesuatu yang tidak bersama dengan yang lain atau sesuatu yang tidak ada yang menyamainya. Bentuk jamaknya adalah furaada dan afraad.

Kata tunggal (fard) diulang tiga kali dalam Al Qur'an, yaitu dalam surah:
-Maryam (19), ayat 80 dan 95;
-Al Anbiyaa' (21), ayat 89.

Sedangkan bentuk jamak yang disebut dalam Al Qur'an hanya furaada dan ianya diulang dua kali saja, yaitu dalam surah:
-Al An'aam (6), ayat 94;
-Saba' (34), ayat 46.

Kata ini dalam Al Qur'an digunakan untuk menerangkan keadaan kesendirian manusia, di mana dia tidak bersama dengan orang yang lain, baik semasa di dunia maupun di akhirat.

Pada surah Al Anbiyaa' (21), ayat 89 kata fard terdapat dalam rangkaian doa yang diucapkan oleh Nabi Zakariyya (a.s.) ketika umur beliau sudah tua. Doa tersebut adalah

رَبِّ لَا تَذَرْنِى فَرْدًا وَأَنتَ خَيْرُ ٱلْوَٰرِثِينَ

"Ya Tuhanku janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri dan Engkaulah Waris Yang Paling Baik.

Maksudnya adalah hidup tanpa ada keturunan (anak). Beliau mengucapkan doa ini karena khawatir apabila beliau meninggal tidak ada lagi orang yang melanjutkan tugas dakwahnya.

Pada surah Saba' (34), ayat 46 diceritakan bahwa orang-orang kafir yang hidup pada masa Nabi Muhammad (s.a.w.) mengatakan bahwa beliau adalah orang gila. Oleh karena itu Allah menyuruh Nabi supaya menasihati mereka dengan satu nasihat, yaitu hendaklah mereka berniat dengan sungguh-sungguh dan ikhlas karena Allah memikirkan apakah benar Nabi Muhammad mempunyai sifat dan perilaku yang dimiliki oleh orang gila. Dan hendaklah mereka memikirkan perkara itu secara kumpulan (matsnaa) dan secara persendirian (furaada).

Imam As Suddi dan Al Qurtubi turut menjelaskan bahwa yang dimaksudkan matsnaa adalah memikirkan perkara itu dengan cara bermusyawarah bersama orang lain, sedangkan furaada adalah memikirkannya sendiri. Apabila mereka mau melakukannya dengan tulus ikhlas dan mendengarkan suara hati nurani maka mereka akan menyadari bahwa Nabi Muhammad bukanlah orang gila

Sedangkan keadaan keseorangan di akhirat diterangkan dalam surah Al An'aam (6), ayat 94 dan surah Maryam (19), ayat 80 dan 95, di mana diterangkan bahwa di akhirat nanti semua manusia akan menghadap Allah secara sendiri-sendiri (fard) atau (furaada). Mereka tidak akan membawa perkara-pereka yang mereka bangga-banggakan semasa hidup di dunia, seperti harta, anak, keluarga, kawan sekutu atau yang lainnya. Mereka akan mempertanggung jawabkan semua perbuatannya sendiri dan tidak ada yang dapat membantu dan menolongnya.

Sumber : Kamus Al Qur'an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:416-417

Informasi Surah Saba (سبأ)
Surat Saba' terdiri atas 54 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesu­ dah surat Luqman.

Dinamakan Saba' karena di dalamnya terdapat kisah kaum Saba.
"Saba" adalah nama suatu kabilah dari kabilah-kabilah 'Arab yang tinggal di daerah Yaman sekarang ini.
Mereka mendiri­ kan kerajaan yang terkenal dengan nama kerajaan Sabaiyyah, ibukotanya Ma'rib telah dapat membangun suatu bendungan raksasa, yang bemama "Bendungan Ma'rib",
sehingga negeri mereka subur dan makmur.
Kemewahan dan kemakmuran ini menyebabkan kaum Saba' lupa dan ingkar kepada Allah yang telah melimpahkan ni'matNya kepada mereka, serta mereka meng­ingkari pula seruan para rasul.
Karena keingkaran mereka ini Allah menimpakan kepada mereka azab berupa "sailul 'arim" (banjir yang besar) yang ditimbulkan oleh bobolnya bendungan Ma'rib.
Setelah bendungan Ma'rib bobol negeri Saba' menjadi kering dan kerajaan mereka hancur.

Keimanan:

Ilmu Allah meliputi segala yang ada di langit dan segala yang ada di bumi
kebenar­an adanya hari berbangkit dan hari pembalasan
Nabi Muhammad ﷺ adalah pemberi peringatan
pada hari kiamat berhala-berhala itu tidak dapat memberi man­ fa'at sedikitpun
kalau seorang sesat maka akibat kesesatannya itu menimpa dirinya sendiri, dan kalau ia menemui jalan yang benar adalah berkat petunjuk Allah.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Kisah Nabi Daud a.s. dan Nabi Sulaiman a.s.
kisah kaum Saba'.

Lain-lain:

Celaan kepada kaum musyrikin yang menyembah berhala
tuduh menuduh antara pemimpin-pemimpin yang menyesatkan dengan pengikut-pengikutnya di hari kia­ mat
sikap orang-orang musryik di waktu rnendengar Al Qur 'an
rasul-rasul tidak meminta upah dalam melaksanakan da'wahnya
orang-orang musyrik mendo'a kepada Allah agar dikembalikan ke dunia untuk melaksanakan perintah dan men­ jauhi larangan Allah
orang yang hidup berlebih-lebihan dan sewenang-wenang selalu memusuhi Nabi.


Gambar Kutipan Surah Saba Ayat 46 *beta

Surah Saba Ayat 46



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Saba

Surah Saba' (bahasa Arab:سورة سبأ) adalah surah ke-34 dalam al-Qur'an.
Surah ini tergolong surah Makkiyah yang terdiri atas 54 ayat.
Dinamakan Saba' karena dalam surah terdapat kisah kaum Saba'.
Saba' adalah nama suatu kabilah dari kabilah-kabilah Arab yang tinggal di daerah Yaman.
Mereka mendirikan kerajaan yang terkenal dengan nama kerajaan Saba yang ibukotanya Ma'rib; telah dapat membangun suatu bendungan raksasa yang bernama Bendungan Ma'rib, sehingga negeri mereka subur dan makmur.
Kemewahan dan kemakmuran ini menyebabkan kaum Saba' lupa dan ingkar kepada Allah yang telah melimpahkan nikmatnya kepada mereka, serta mereka mengingkari pula seruan para rasul.
Karena keingkaran mereka ini, Allah menimpahkan kepada mereka azab berupa banjir yang besar yang ditimbulkan oleh bobolnya bendungan Ma'rib.
Setelah bendungan ma'rib bobol negeri Saba' menjadi kering dan kerajaan mereka hancur.

Nomor Surah34
Nama SurahSaba
Arabسبأ
ArtiKaum Saba'
Nama lainDaud
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu58
JuzJuz 21 & 22
Jumlah ruku'6 ruku'
Jumlah ayat54
Jumlah kata887
Jumlah huruf3596
Surah sebelumnyaSurah Al-Ahzab
Surah selanjutnyaSurah Fatir
4.7
Rating Pembaca: 4.5 (29 votes)
Sending