Saba (Kaum Saba’) – surah 34 ayat 36 [QS. 34:36]

قُلۡ اِنَّ رَبِّیۡ یَبۡسُطُ الرِّزۡقَ لِمَنۡ یَّشَآءُ وَ یَقۡدِرُ وَ لٰکِنَّ اَکۡثَرَ النَّاسِ لَا یَعۡلَمُوۡنَ
Qul inna rabbii yabsuthurrizqa liman yasyaa-u wayaqdiru walakinna aktsarannaasi laa ya’lamuun(a);

Katakanlah:
“Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyempitkan (bagi siapa yang dikehendaki-Nya).
akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”.
―QS. 34:36
Topik ▪ Takdir ▪ Usia dan rezeki sesuai dengan takdir ▪ Tauhid Uluhiyyah
34:36, 34 36, 34-36, Saba 36, Saba 36, Saba’ 36

Tafsir surah Saba (34) ayat 36

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Saba (34) : 36. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala menyuruh Nabi Muhammad ﷺ.
membantah dan menolak paham orang-orang kafir itu, bahwa kekayaan dan banyak anak itu bukanlah ukuran bagi keridaan Allah terhadap seseorang.
Allah memudahkan rezeki bagi seseorang sesuai dengan kehendak dan kebijaksanaan-Nya dan menyempitkan rezeki yang lain, sesuai pula dengan kehendak dan kebijaksanaan-Nya.
Allah-lah Yang Maha Mengetahui hikmah melapangkan dan menyempitkan rezeki bagi seseorang.
Jadi penyempitan rezeki bagi seseorang bukanlah menjadi tanda bagi kemurkaan Allah terhadapnya, agar bertambah sesat dan terpedaya dengan kehidupannya bukan pula menjadi tanda bahwa orang itu dikasihi Allah.
Kadang-kadang Allah memberikan rezeki yang berlimpah ruah kepada seorang yang dimurkai-Nya karena kekafiran dan kedurhakaannya, agar bertambah sesat dan terpedaya dengan kehidupannya sehingga ia menjadi sombong dan takabur dan dengan kekayaan itu ia bertambah banyak berbuat maksiat dan kerusakan di muka bumi.

Kadang-kadang Dia menyempitkan rezeki bagi seseorang yang dimurkai-Nya agar ia dengan kesempitan hidup dan kemelaratan itu bertambah mengingkari nikmat Allah dan bertambah-tambah kejahatannya dengan menipu, mencuri, merampok dan perbuatan yang tidak diridai Allah.
Mungkin Allah memberikan rezeki yang melimpah ruah kepada seseorang yang diridai dan disayangi-Nya, karena dengan harta yang banyak itu ia bertambah syukur kepada Allah atas segala nikmat dan karunia-Nya dengan mempergunakan hartanya untuk hal-hal yang diridai Allah seperti memperbanyak amal bantuan kepada orang-orang yang memerlukannya.
Dengan demikian bertambah banyak amal kebaikannya.
Mungkin Allah menyempitkan rezeki bagi orang yang diridai dan disayangi-Nya, karena kesempitan rezeki dan penderitaan yang berat itu akan membuat orang bertambah imannya, bertambah kuat kesabarannya, karena menganggapnya sebagai cobaan dari Allah, ujian bagi keimanan dan ketabahan hatinya.
Demikianlah bertambah kuat tawakalnya kepada Allah dan bertambah dekat dirinya kepada Allah karena selalu berdoa dan munajat dengan Tuhannya, bahkan selalu mensyukuri-Nya karena walaupun ia hidup melarat, tetapi menganggap nikmat Allah kepadanya tetap besar dengan memberinya kehidupan yang kalau dinilai tak dapat dihargai dengan harta benda bagaimanapun banyaknya.
Jadi kekayaan harta benda, pangkat dan kedudukan, kemiskinan, kemelaratan dan penderitaan dapat pula diberikan kepada orang-orang yang dimurkai-Nya, sesuai dengan hikmah kebijaksanaan-Nya.
Tetapi banyak manusia yang tidak mengetahui dan menginsafi hal ini






Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta