Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Saba (Kaum Saba’) – surah 34 ayat 13 [QS. 34:13]

یَعۡمَلُوۡنَ لَہٗ مَا یَشَآءُ مِنۡ مَّحَارِیۡبَ وَ تَمَاثِیۡلَ وَ جِفَانٍ کَالۡجَوَابِ وَ قُدُوۡرٍ رّٰسِیٰتٍ ؕ اِعۡمَلُوۡۤا اٰلَ دَاوٗدَ شُکۡرًا ؕ وَ قَلِیۡلٌ مِّنۡ عِبَادِیَ الشَّکُوۡرُ
Ya’maluuna lahu maa yasyaa-u min mahaariiba watamaatsiila wajifaanin kal jawaabi waquduurin raasiyaatin a’maluu aala daawuda syukran waqaliilun min ‘ibaadiyasy-syakuur(u);
Mereka (para jin itu) bekerja untuk Sulaiman sesuai dengan apa yang dikehendakinya di antaranya (membuat) gedung-gedung yang tinggi, patung-patung, piring-piring yang (besarnya) seperti kolam dan periuk-periuk yang tetap (berada di atas tungku).
Bekerjalah wahai keluarga Dawud untuk bersyukur (kepada Allah).
Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang bersyukur.
―QS. Saba [34]: 13

They made for him what he willed of elevated chambers, statues, bowls like reservoirs, and stationary kettles.
(We said),
"Work, O family of David, in gratitude."
And few of My servants are grateful.
― Chapter 34. Surah Saba [verse 13]

يَعْمَلُونَ mereka bekerja

They worked
لَهُۥ untuknya (Sulaiman)

for him
مَا apa

what
يَشَآءُ yang dikehendaki

he willed
مِن dari

of
مَّحَٰرِيبَ gedung-gedung yang tinggi

elevated chambers
وَتَمَٰثِيلَ dan patung-patung

and statues
وَجِفَانٍ dan pinggan-pinggan

and bowls
كَٱلْجَوَابِ seperti kolam

like reservoirs
وَقُدُورٍ dan periuk-periuk

and cooking-pots
رَّاسِيَٰتٍ tidak bergerak

fixed.
ٱعْمَلُوٓا۟ bekerjalah

"Work,
ءَالَ (hai) keluarga

O family
دَاوُۥدَ Daud

(of) Dawood!
شُكْرًا bersyukur

(in) gratitude."
وَقَلِيلٌ dan sedikit

But few
مِّنْ dari

of
عِبَادِىَ hamba-hamba-Ku

My slaves
ٱلشَّكُورُ bersyukur

(are) grateful.

Tafsir

Alquran

Surah Saba
34:13

Tafsir QS. Saba (34) : 13. Oleh Kementrian Agama RI


Oleh sebab itu, mereka dengan giat sekali melaksanakan apa yang diperintahkan Sulaiman, seperti membangun tempat-tempat beribadah, arca-arca yang indah yang terbuat dari kayu, tembaga, kaca, dan batu pualam, serta belanga-belanga besar untuk memasak makanan yang cukup untuk berpuluh-puluh orang.
Karena besar dan luasnya, bejana-bejana itu kelihatan seperti kolam-kolam air.

Mereka juga membuatkan untuk Sulaiman periuk yang besar pula yang karena besarnya tidak dapat diangkat dan dipindahkan.
Karena jin mempunyai kekuatan yang dahsyat, dengan mudah mereka membuat semua yang dikehendaki Sulaiman seperti membangun istana yang megah dan mewah, serta menggali selokan-selokan untuk irigasi sehingga kerajaan Sulaiman menjadi masyhur sebagai suatu kerajaan besar dan paling makmur, tidak ada suatu kerajaan pun di waktu itu yang dapat menandinginya.

Hal ini ialah sebagai realisasi dari doanya yang dikabulkan Tuhan seperti tersebut dalam firman-Nya.


Dia berkata,
"Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh siapa pun setelahku.

Sungguh, Engkaulah Yang Maha Pemberi."
Kemudian Kami tundukkan kepadanya angin yang berhembus dengan baik menurut perintahnya ke mana saja yang dikehendakinya, dan (Kami tundukkan pula kepadanya) setan-setan, semuanya ahli bangunan dan penyelam.
(Kemudian Allah memerintahkan kepada Sulaiman sebagai keluarga Daud supaya bersyukur atas nikmat yang dilimpahkan Allah kepadanya.
Mensyukuri nikmat Allah itu bukanlah sekadar mengucapkan, tetapi harus diiringi dengan amal saleh dan mempergunakan nikmat itu untuk hal-hal yang diridai-Nya.


Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi bahwa Nabi Muhammad naik ke atas mimbar lalu membaca ayat ini.
Lalu beliau bersabda,
"Ada tiga sifat bila dipunyai oleh seseorang berarti dia telah diberi karunia seperti karunia yang diberikan kepada keluarga Daud.
"
Kami bertanya kepada beliau,
"Sifat-sifat apakah itu?"
Rasulullah menjawab,
"Pertama:
Berlaku adil, baik dalam keadaan marah maupun dalam keadaan senang.
Kedua:
Selalu hidup sederhana baik di waktu miskin maupun kaya.
Ketiga:
Selalu takut kepada Allah baik di waktu sendirian maupun di hadapan orang banyak.



Allah mengiringi perintah-Nya supaya Sulaiman bersyukur atas nikmat yang diterimanya dengan menjelaskan bahwa sedikit sekali di antara hamba-hamba-Nya yang benar-benar bersyukur kepada-Nya.
Bagaimana seorang hamba bersyukur kepada Tuhannya dapat dilihat dari cara bersyukur Nabi ﷺ kepada Allah.



Dari ‘aisyah bahwa Rasulullah salat di malam hari sampai kedua telapak kakinya bengkak, maka aku (‘Aisyah), berkata kepadanya,
"Mengapa engkau berbuat seperti ini padahal Allah telah mengampuni dosamu yang sekarang dan dosamu yang akan datang?"
Rasulullah menjawab,
"Bukankah aku ini seorang hamba yang bersyukur?"
(Riwayat Muslim)

Tafsir QS. Saba (34) : 13. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Bangsa jin itu bekerja menurut perintah Sulaiman.
Mereka membangun rumah-rumah peribadatan, bermacam-macam arca, bejana-bejana raksasa seperti kolam air dan perabot-perabot memasak yang tidak dapat dipindah-pindah karena ukurannnya yang sangat besar.


Kami perintahkan kepada para pengikut Dawud,
"Berbuatlah sesuatu sebagai cara kalian untuk bersyukur kepada Allah."
Tetapi, sedikit sekali hamba-Ku yang mau mengingat dan bersyukur kepada-Ku. "

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Jin membuat untuk Sulaiman apa yang dikehendakinya berupa tempat-tempat ibadah, gambar-gambar dari kaca dan tembaga, nampan-nampan besar seperti telaga tempat air dan bejana-bejana yang menetap di suatu tempat dan tidak bergerak karena besarnya.
Dan Kami berfirman:
Wahai keluarga Dawud, beramallah dengan mensyukuri Allah yang telah memberikan kepada kalian, dan hal itu dengan menaati-Nya dan menjalankan perintah-perintah-Nya.


Hanya sedikit dari hamba-hamba-Ku yang banyak bersyukur dan Dawud beserta keluarganya termasuk yang sedikit itu.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Para jin itu membuat untuk Sulaiman apa yang dikehendakinya dari gedung-gedung yang tinggi) bangunan-bangunan tinggi yang memakai tangga untuk orang yang mau memasukinya


(dan patung-patung) lafal Tamaatsiil adalah bentuk jamak dari lafal Timtsaalun, yaitu segala sesuatu yang dibuat menurut gambaran objek yang dipahatnya.
Maksudnya adalah patung-patung yang terbuat dari tembaga, ada pula yang terbuat dari kaca serta batu pualam.
Perlu diketahui bahwa membuat patung atau gambar tidak diharamkan menurut syariat Nabi Sulaiman


(dan piring-piring besar) lafal Jifaanin bentuk jamak dari lafal Jafnah


(yang besarnya seperti kolam) lafal Jawaabii bentuk jamak dari lafal Jaabiyah artinya kolam yang besar, piring besar itu dapat dipakai untuk makan seribu orang


(dan periuk yang tetap) berada di atas tungkunya serta tidak bergerak dari tempatnya karena saking besarnya.
Periuk tersebut terbuat dari bukit negeri Yaman dan bagi orang yang memasak harus menaiki tangga, demikian pula bagi orang yang mau mengambil makanan daripadanya.
Dan Kami berfirman,


("Bekerjalah kalian) hai


(keluarga Daud) untuk taat kepada Allah


(sebagai tanda syukur) kepada-Nya atas apa yang telah Dia limpahkan kepada kalian berupa nikmat-nikmat.


(Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang berterima kasih.") yang mau bekerja untuk taat kepada-Ku sebagai ungkapan rasa syukurnya kepada-Ku atas nikmat-nikmat yang telah Kuberikan kepadanya.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Para jin itu membuat untuk Sulaiman apa yang dikehendakinya dari gedung-gedung yang tinggi dan patung-patung.
(QS. Saba‘ [34]: 13)

Yang dimaksud dengan maharib ialah bagian yang paling baik dan paling mewah di dalam rumah (tempat tinggal).

Mujahid mengatakan bahwa yang dimaksud dengan maharib ialah bangunan-bangunan, tetapi bukan berupa istana.


Ad-Dahhak mengatakan maharib adalah masjidmasjid.
Qatadah mengatakan bahwa maharib ialah gedung-gedung dan masjidmasjid.
Menurut Ibnu Zaid adalah tempat-tempat tinggal.

Adapun yang dimaksud dengan tamasil menurut Atiyyah Al-Aufi, Ad-Dahhak, dan As-Saddi artinya patung-patung.
Menurut Mujahid patung-patung yang terbuat dari tembaga, sedangkan menurut Qatadah patung-patung yang terbuat dari tanah liat dan kaca.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

dan piring-piring yang (besarnya) seperti kolam dan periuk-periuk yang tetap (berada di atas tungkunya).
(QS. Saba‘ [34]: 13)

Jawab adalah bentuk jamak dari jabiyah, artinya kolam tempat penampungan air.
Sebagaimana pengertian yang diucapkan oleh Maimun ibnu Qais alias Al-A’sya dalam salah satu bait syairnya:

Dikirimkan kepada Ali Al-Muhallaq periuk besar di petang hari, yang besarnya seperti tempat penampungan air milik Syekh Iraqi yang penuh dengan air.

Ali ibnu Abu Talhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya
"Al-jawab
"yakni seperti kubangan.


Al-Aufi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa makna yang dimaksud ialah seperti kolam-kolam besarnya.


Hal yang sama telah dikatakan pula oleh Mujahid, Al-Hasan, Qatadah, Ad-Dahhak dan lain-lainnya.

Yang dimaksud dengan al-qudurur rasiyat ialah periuk-periuk yang sangat besar sehingga harus tetap berada di atas tungkunya, tidak dipindah-pindahkan karena sangat berat.


Hal yang sama telah dikatakan oleh Mujahid, Ad-Dahhak, dan selain keduanya.


Menurut Ikrimah termasuk ke dalam pengertian qudurur rasiyat ialah belanga.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Bekerjalah, hai keluarga Daud, untuk bersyukur (kepada Allah).
(QS. Saba‘ [34]: 13)

Yakni dan Kami katakan kepada mereka,
"Bekerjalah sebagai ungkapan rasa syukur yang telah dilimpahkan Allah kepada kalian untuk kepentingan agama dan dunia kalian."

Syukran adalah bentuk masdar tanpa fi’il, atau menjadi maf’ullah.
Berdasarkan kedua hipotesis ini terkandung pengertian yang menunjukkan bahwa syukur itu adakalanya dengan perbuatan, adakala­nya pula dengan lisan dan niat, sebagaimana yang dikatakan oleh salah seorang penyair:

Telah kulimpahkan tiga macam nikmat dariku kepada kalian (sebagai rasa terima kasihku), yaitu melalui tanganku, lisanku, dan hatiku yang tidak kelihatan.

Abu Abdur Rahman As-Sulami telah mengatakan bahwa salat adalah ungkapan rasa syukur, puasa juga ungkapan rasa syukur, serta semua amal kebaikan yang engkau kerjakan karena Allah subhanahu wa ta’ala merupakan ungkapan rasa syukurmu (kepada-Nya).
Dan syukur yang paling utama ialah membaca Hamdalah.
Demikianlah menurut apa yang diriwayatkan oleh Ibnu Jarir.

Ibnu Jarir dan Ibnu Abu Hatim telah meriwayatkan sebuah asar yang bersumber dari Muhammad ibnu Ka’b Al-Qurazi yang mengatakan bahwa syukur ialah bertakwa kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan mengerjakan amal saleh.
Hal ini dikatakan terhadap orang yang mengungkapkannya melalui perbuatan.
Dan demikianlah keadaan yang dilakukan oleh keluarga Nabi DaudIbnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Abu Bakar, telah menceritakan kepada kami Ja’far ibnu Sulaiman, dari Sabit Al-Bannani yang mengatakan bahwa Daudsalat kepada keluarganya, anak-anaknya, dan istri-istrinya.
Dan tersebutlah bahwa tiada suatu saat pun, baik di malam hari atau siang hari, melainkan ada seseorang dari keluarga Daudmenunaikan salat, sehingga rahmat terlimpahkan kepada mereka melalui apa yang disebutkan oleh firman-Nya:
Bekerjalah, hai keluarga Daud, untuk bersyukur (kepada Al­lah).
Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang berterima kasih.
(QS. Saba‘ [34]: 13)

Di dalam kitab Sahihain disebutkan dari Rasulullah ﷺ yang telah bersabda:

Sesungguhnya salat yang paling disukai oleh Allah adalah salatnya Nabi Daud, dia tidur hingga pertengahan malam, lalu berdiri (salat) sepertiganya dan tidur seperenamnya.
Dan puasa yang paling disukai Allah adalah puasanya Nabi Daud, dia puasa sehari dan berbuka sehari, dan apabila berperang Daud tidak pernah lari dari medan perang.

Abu Abdullah ibnu Majah telah meriwayatkan melalui hadis Sa’id ibnu Daud.
Disebutkan bahwa telah menceritakan kepada kami Yunus ibnu Muhammad ibnul Munkadir, dari ayahnya, dari Jabir r.a. yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
Ibu Nabi Sulaiman ibnu DaudSulaiman,
"Wahai anakku, janganlah kamu memperbanyak tidur di malam hari, karena sesungguhnya banyak tidur di malam hari membiarkan seseorang (pelakunya) menjadi orang fakir kelak di hari kiamat."

Ibnu Abu Hatim sehubungan dengan hal ini telah meriwayatkan sebuah asar yang garib lagi panjang sekali menceritakan perihal Nabi DaudIbnu Abu Hatim mengatakan pula, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Imran ibnu Musa, telah menceritakan kepada kami Abu Zaid Qubaisah ibnu Ishaq Ar-Ruqqi yang mengatakan bahwa Fudail pernah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:
Bekerjalah, hai keluarga Daud, untuk bersyukur (kepada Allah).
(QS. Saba‘ [34]: 13).
Bahwa Daudfirman-Nya,
"Sekarang engkau telah bersyukur kepada-Ku karena engkau telah mengetahui bahwa nikmat itu dari-Ku."

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang berterima kasih.
(QS. Saba‘ [34]: 13)

Hal ini merupakan berita tentang kenyataannya.

Kata Pilihan Dalam Surah Saba (34) Ayat 13

JIFAAN
جِفَان

Lafaz jifaan adalah bentuk jamak dari jafnah yang bermakna piring yang digunakan untuk makanan.

Di dalam Al Qur’an hanya menyebut bentuk jamak dari kata ini yaitu jifaan.
Ia hanya di sebutkan sekali saja yaitu dalam surah Saba‘ (34), ayat 13.

Ayat ini berada dalam rangkaian ayat yang menceritakan tentang anugerah dan nikmat Allah yang diberikan kepada keluarga Nabi Daud.
Ayat ini menceritakan tentang nikmat yang diberikan kepada putera Nabi Daud yaitu Nabi Sulaiman.
Diantara nikmat yang disebutkan dalam ayat ini adalah Nabi Sulaiman mempunyai pekerja-pekerja dari kalangan jin.
Jinjin itu melakukan apa yang diperintahkan Nabi Sulaiman seperti membuat bangunan yang tinggi, membuat patung-patung, piring-piring (jifaan) yang besarnya seperti kolam dan periuk yang tetap berada di atas tungku.
Dengan nikmat yang besar ini baik itu nikmat agama maupun nikmat dunia Allah menyuruh keluarga Nabi Daud supaya bersyukur.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal: 157

Unsur Pokok Surah Saba (سبأ)

Surat Saba‘ terdiri atas 54 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Luqman.

Dinamakan Saba‘ karena di dalamnya terdapat kisah kaum Saba.
"Saba" adalah nama suatu kabilah dari kabilahkabilah Arab yang tinggal di daerah Yaman sekarang ini.
Mereka mendirikan kerajaan yang terkenal dengan nama kerajaan Sabaiyyah, ibukotanya Ma’rib, telah dapat membangun suatu bendungan raksasa, yang bemama "Bendungan Ma’rib",
sehingga negeri mereka subur dan makmur.

Kemewahan dan kemakmuran ini menyebabkan kaum Saba‘ lupa dan ingkar kepada Allah yang telah melimpahkan nikmatNya kepada mereka, serta mereka mengingkari pula seruan para rasul.
Karena keingkaran mereka ini Allah menimpakan kepada mereka azab berupa "sailul ‘arim" (banjir yang besar) yang ditimbulkan oleh bobolnya bendungan Ma’rib.
Setelah bendungan Ma’rib bobol, negeri Saba‘ menjadi kering dan kerajaan mereka hancur.

Keimanan:

▪ Ilmu Allah meliputi segala yang ada di langit dan segala yang ada di bumi.
▪ Kebenaran adanya hari berbangkit dan hari pembalasan.
Nabi Muhammad ﷺ adalah pemberi peringatan.
▪ Pada hari kiamat berhalaberhala itu tidak dapat memberi manfa’at sedikitpun.
▪ Kalau seorang sesat maka akibat kesesatannya itu menimpa dirinya sendiri, dan kalau ia menemui jalan yang benar adalah berkat petunjuk Allah.

Kisah:

▪ Kisah Nabi Daud `alaihis salam dan Nabi Sulaiman `alaihis salam.
▪ Kisah kaum Saba‘.

Lain-lain:

▪ Celaan kepada kaum musyrikin yang menyembah berhala.
▪ Tuduh menuduh antara pemimpin-pemimpin yang menyesatkan dengan pengikut-pengikutnya di hari kiamat.
▪ Sikap orang-orang musryik di waktu mendengar Alquran.
Rasulrasul tidak meminta upah dalam melaksanakan dakwahnya.
▪ Orang-orang musyrik mendoa kepada Allah agar dikembalikan ke dunia untuk melaksanakan perintah dan menjauhi larangan Allah.
▪ Orang yang hidup berlebih-lebihan dan sewenang-wenang selalu memusuhi Nabi.

Audio

QS. Saba (34) : 1-54 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 54 + Terjemahan Indonesia

QS. Saba (34) : 1-54 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 54

Gambar Kutipan Ayat

Surah Saba ayat 13 - Gambar 1 Surah Saba ayat 13 - Gambar 2 Surah Saba ayat 13 - Gambar 3
Statistik QS. 34:13
  • Rating RisalahMuslim
4.4

Ayat ini terdapat dalam surah Saba.

Surah Saba’ (bahasa Arab:سورة سبأ) adalah surah ke-34 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Makkiyah yang terdiri atas 54 ayat.
Dinamakan Saba’ karena dalam surah terdapat kisah kaum Saba’.
Saba’ adalah nama suatu kabilah dari kabilah-kabilah Arab yang tinggal di daerah Yaman.
Mereka mendirikan kerajaan yang terkenal dengan nama kerajaan Saba yang ibukotanya Ma’rib; telah dapat membangun suatu bendungan raksasa yang bernama Bendungan Ma’rib, sehingga negeri mereka subur dan makmur.
Kemewahan dan kemakmuran ini menyebabkan kaum Saba’ lupa dan ingkar kepada Allah yang telah melimpahkan nikmatnya kepada mereka, serta mereka mengingkari pula seruan para rasul.
Karena keingkaran mereka ini, Allah menimpahkan kepada mereka azab berupa banjir yang besar yang ditimbulkan oleh bobolnya bendungan Ma’rib.
Setelah bendungan ma’rib bobol negeri Saba’ menjadi kering dan kerajaan mereka hancur.

Nomor Surah34
Nama SurahSaba
Arabسبأ
ArtiKaum Saba’
Nama lainDaud
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu58
JuzJuz 21 & 22
Jumlah ruku’6 ruku’
Jumlah ayat54
Jumlah kata887
Jumlah huruf3596
Surah sebelumnyaSurah Al-Ahzab
Surah selanjutnyaSurah Fatir
Sending
User Review
4.4 (14 votes)
Tags:

34:13, 34 13, 34-13, Surah Saba 13, Tafsir surat Saba 13, Quran Saba’ 13, Surah Saba ayat 13

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. Al Qamar (Bulan) – surah 54 ayat 54 [QS. 54:54]

54-55. Bila orang-orang musyrik diseret pada wajahnya ke arah neraka, maka sungguh, orang-orang yang benar-benar bertakwa secara tulus berada di taman-taman dan sungai-sungai yang beragam. Mereka ting … 54:54, 54 54, 54-54, Surah Al Qamar 54, Tafsir surat AlQamar 54, Quran Al-Qamar 54, Surah Al Qomar ayat 54

QS. Thaa Haa (Ta Ha) – surah 20 ayat 35 [QS. 20:35]

33-35. Ya Allah, aku ajukan permohonan itu kepada-Mu agar kami banyak bertasbih kepada-Mu, menyucikan-Mu dari segala hal yang tidak layak bagi-Mu, dan banyak mengingat-Mu atas anugerah dan nikmat yang … 20:35, 20 35, 20-35, Surah Thaa Haa 35, Tafsir surat ThaaHaa 35, Quran Thoha 35, Thaha 35, Ta Ha 35, Surah Toha ayat 35

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Berikut adalah contoh bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala Maha Mendahulukan.

Benar! Kurang tepat!

Setelah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam wafat maka diganti oleh sahabat sebagai pemimpin ummat disebut ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Kekhalifahan Rasyidin adalah kekhalifahan yang berdiri setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW pada tahun 632 M, atau tahun 11 H. Kekhalifahan ini terdiri atas empat khalifah pertama dalam sejarah Islam, yang disebut sebagai Khulafaur Rasyidin.

Jasa khalifah Umar bin Khatab yang sampai saat ini masih dipergunakan, yaitu ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Yang termasuk mustahiq (orang berhak menerima zakat) berikut yaitu ...

Benar! Kurang tepat!

Zakat menurut bahasa زكة , yang bermakna ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #20
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #20 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #20 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #24

Salah satu cara mengagungkan tanda-tanda kebesaran Allah Subhanahu Wa Ta`ala yaitu dengan … menjauhi perintah-Nya melaksanakan larangan-Nya berbuat baik terhadap

Pendidikan Agama Islam #6

Alquran adalah panduan dan pedoman manusia bagi mereka yang beriman. Ini dikonfirmasikan oleh Allah dalam surah … QS. Ali Imran

Pendidikan Agama Islam #23

Percaya kepada Allah dan Rasulnya termasuk rukun … rasul shalat islam ihsan iman Benar! Kurang tepat! Meja, kursi, manusia, hewan

Instagram