Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Saba

Saba (Kaum Saba’) surah 34 ayat 10


وَ لَقَدۡ اٰتَیۡنَا دَاوٗدَ مِنَّا فَضۡلًا ؕ یٰجِبَالُ اَوِّبِیۡ مَعَہٗ وَ الطَّیۡرَ ۚ وَ اَلَنَّا لَہُ الۡحَدِیۡدَ
Walaqad aatainaa daawuda minnaa fadhlaa yaa jibaalu au-wibii ma’ahu wath-thaira wa-alannaa lahul hadiid(a);

Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Daud kurnia dari Kami.
(Kami berfirman):
“Hai gunung-gunung dan burung-burung, bertasbihlah berulang-ulang bersama Daud”,
dan Kami telah melunakkan besi untuknya,
―QS. 34:10
Topik ▪ Jin ditundukkan untuk taat kepada nabi Sulaiman as.
34:10, 34 10, 34-10, Saba 10, Saba 10, Saba’ 10
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Saba (34) : 10. Oleh Kementrian Agama RI

Di antara nikmat dan karunia Allah yang dianugerahkan kepada Nabi Daud as., ialah suaranya yang sangat merdu.
Diriwayatkan bahwa Nabi Daud as., adalah seorang komponis pencipta nyanyian yang bersifat keagamaan.
Ketika Daud as., menyanyikan lagu-lagu itu dengan suaranya yang merdu apalagi lagu-lagu itu menggambarkan pula kebesaran Tuhan kemuliaan dan keagungan-Nya, maka alam sekitarnya bergema turut mengikuti irama suaranya seakan-akan bukit-bukit, pohon-pohon, burung-burung dan sebagainya ingat mengingat supaya mengikuti irama yang dinyanyikan itu.
Kita tidak mengetahui bagaimana alam sekitarnya bertasbih dan bernyanyi bersama Daud sebagaimana diperintahkan Allah kepadanya.
Hal itu memang tidak dapat diketahui oleh manusia sebagai tersebut dalam firman-Nya:

Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah.
Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka.
Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.

(Q.S.
Al Isra': 44)

Mengenai keindahan dan kemerduan suara Daud as diriwayatkan dalam sebuah hadis sahih bahwa Rasulullah ﷺ ketika mendengar suara Abu Musa Asy'ary r.a membaca Alquran di waktu malam, beliau berdiri mendengarkan bacaannya, Kemudian beliau berkata: "Sesungguhnya orang ini telah dikaruniai Allah suara merdu seperti keluarga Daud.

Di antara nikmat yang dikaruniakan Allah kepadanya ialah dia dapat menjadikan besi yang keras itu menjadi lunak seperti lilin dapat dibentuk menurut kemauannya untuk membuat alat-alat terutama alat peperangan tanpa dipanaskan dengan api sebagaimana yang bisa dilaksanakan orang, karena ini adalah mukjizat dari Allah yang dikaruniakan kepadanya.

Saba (34) ayat 10 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Saba (34) ayat 10 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Saba (34) ayat 10 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Demi Allah, Kami telah memberikan karunia kepada Dawud berupa hikmah dan kitab suci.
Kami berkata, "Wahai gunung, bertasbihlah bersama Dawud!" Kami menundukkan bangsa burung yang selalu bertasbih KEpada Allah demi kepentingannya.
Kami melunakkan besi baginya sehingga dengan mudah dapat dibentuk sesuai keinginannya[1].

[1] Dawud a.
s.
adalah salah seorang nabi dan raja Bani Israil yang hidup antara tahun 1010-970 S.
M.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Daud karunia dari Kami) berupa kenabian dan Kitab Zabur.
Dan Kami berfirman, ("Hai gunung-gunung! Lakukanlah berulang-ulang) yakni ulang-ulanglah (bersama Daud) melakukan tasbih, maksudnya bertasbihlah berulang-ulang bersamanya (dan burung-burung") dibaca Nashab karena di'athafkan secara Mahall pada lafal Al Jibaalu maksudnya Kami menyeru mereka supaya bertasbih bersamanya (dan Kami telah melunakkan besi untuknya) sehingga besi di tangan Nabi Daud bagaikan adonan roti lunaknya.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Sungguh Kami telah memberi Dawud kenabian, kitab dan ilmu, dan Kami berfirman kepada gunung-gunung dan burung-burung :
Bertasbihlah bersamanya.
Dan Kami melunakkan besi baginya, sehingga besi itu layaknya adonan yang dia bisa buat sebagaimana yang dia kehendaki.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta'ala menceritakan tentang nikmat yang telah Dia karuniakan kepada hamba dan rasul-Nya Daud 'alaihis salam, yaitu Dia telah memberinya keutamaan yang jelas, menghimpunkan baginya antara kenabian dan kerajaan yang kokoh, dan bala tentara yang berperalatan lengkap serta banyak bilangan­nya, Allah juga telah memberinya suara yang indah apabila ia bertasbih, maka ikut bertasbih pula bersamanya gunung-gunung yang terpancang dengan kokohnya lagi tinggi-tinggi itu, dan semua burung yang terbang terhenti karenanya, lalu menjawab tasbihnya dengan berbagai bahasa.

Di dalam kitab sahih disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ mendengar suara Abu Musa Al-Asy'ari r.a.
di malam hari sedang membaca Al-Qur'an.
Maka beliau berhenti dan mendengarkan bacaannya, kemudian bersabda:

Sesungguhnya orang ini benar-benar telah dianugrahi sebagian dari suara merdunya keluarga Daud.

Abu Usman An-Nahdi mengatakan bahwa ia belum pernah mendengar suara alat musik apa pun (di masanya) yang lebih indah dan lebih merdu daripada suara Abu Musa Al-Asy'ari r a.

Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

bertasbihlah berulang-ulang.
(Saba':10)

Menurut Ibnu Abbas, Mujahid, dan lain-lainnya yang bukan hanya seorang artinya ialah bertasbihlah.

Abu Maisarah menduga bahwa awwibi berasal dari bahasa Habsyah yang artinya bertasbihlah, tetapi kebenarannya masih diragukan, karena ta-wib menurut istilah bahasa Arab artinya menjawab, yakni gunung-gunung dan burung-burung diperintahkan untuk menjawab tasbihnya Nabi Daud menurut caranya masing-masing.

Abul Qasim alias Abdur Rahman Ibnu Ishaq Az-Zujaji mengatakan di dalam kitabnya yang berjudul Al-Jumal, Bab "Nida",
sehubungan dengan makna firman-Nya: Hai gunung-gunung dan burung-burung, bertasbihlah berulang-ulang bersama Daud.
(Saba':10) Yakni berjalanlah bersamanya di siang hari sepenuhnya, karena makna التَّأْوِيبُ ialah berjalan di siang hari seluruhnya, sedangkan kebalikannya ialah الْإِسْآدُ yang artinya berjalan di malam hari seluruhnya.

Demikianlah teks pendapat Abul Qasim.
Tetapi pendapatnya ini aneh sekali, kami tidak menemukannya pada yang lain, sekalipun bila ditinjau dari segi lugah (bahasa) ada alasan yang mendukungnya.
Akan tetapi, jauh dari makna yang dimaksud oleh ayat ini.
Pendapat yang benar adalah makna yang pertama tadi, yaitu bertasbihlah bersama Daud.
Hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.

Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

dan kami telah melunakkan besi untuknya.
(Saba':10)

Al-Hasan Al-Basri, Qatadah, Al-A'masy, dan lain-lainnya mengatakan bahwa untuk melunakkan besi bagi Nabi Daud tidak perlu memasukkannya ke dalam tungku api, dan tidak perlu palu untuk membentuknya, tetapi Daud dapat memintalnya dengan tangannya seperti halnya memintal kapas untuk menjadi benang.

Kata Pilihan Dalam Surah Saba (34) Ayat 10

HADIID
حَدِيد

Lafaz hadiid dalam bahasa Arab berarti logam besi, bentuk jamaknya adalah hadaaid. Logam besi dinamakan hadiid karena mempunyai sifat menahan, menghalang dan kuat berarti al hadd. Namun lafaz hadiid dalam bentuk jamaknya (hidaad) mempunyai arti lain yaitu runcing dan tajam apabila ada orang mengatakan saifun hadiid atau suufun hidaad artinya pedang atau pedang-pedang yang tajam. Apabila dilafazkan basharun hadiid artinya penglihatan yang terbuka luas, terbelalak atau tercengang.

Di dalam Al Qur'an, lafaz hadiid ini diulang sebanyak enam kali yaitu dalam surah:
-Al Israa (17), ayat 50;
-Al Kahfi (18), ayat 96;
-Al Hajj (22), ayat 21;
-Saba' (34), ayat 10;
-Qaf (50), ayat 22;
-Al Hadid (57), ayat 25.

Empat daripadanya menerangkan perkara di dunia, sedangkan dua lagi menerangkan perkara di akhirat khususnya di neraka.

Dalam surah Al Hadid (57), ayat 25, Allah menerangkan, Dia menurunkan kitab untuk menjadi petunjuk dan juga menganugerahkan besi yang kuat dan memberi banyak manfaat dalam hidup manusia. Besi dapat diguna­kan untuk berjuang membela agama Allah dan dapat juga dijadikan alat membuat kerusakan di muka bumi sehingga dengan manfaat dari besi dapat menjadi penentu manusia siapa diantara mereka yang berada dalam kebenaran dan siapa yang berada dalam kesesatan.

Dalam surah Al Kahfi, lafaz hadiid di­dahului dengan lafaz zubar jamak dari lafaz zubrah dan menjadi zubaral hadiid artinya potongan-potongan besi. Potongan-potongan besi adalah salah satu bahan yang dipakai oleh Dzul Qarnain untuk membuat benteng besar dan tinggi yang dapat menghalang Ya'juj dan Ma'juj dari membuat kerusakan. Ini adalah salah satu manfaat besi yang di­ gunakan untuk tujuan kebaikan dan kemaslahatan manusia.

Sedangkan lafaz hadiid dalam surah Saba' ayat 10 dikaitkan dengan salah satu anugerah Allah kepada Nabi Daud. Beliau mampu mencairkan besi dan memanfaatkan­nya menjadi baju perang, pedang dan sebagai­nya. Ini adalah salah satu mukjizat beliau.

Lafaz hadiid dalam surah Al Israk (17), ayat 50 digunakan di dalam Al Qur'an untuk mengejek kaum kafir yang tidak percaya pada hari kebangkitan. Dalam ayat itu, Nabi Muhammad diperintahkan oleh Allah supaya berkata kepada orang kafir, "Jadilah kalian batu atau besi" Batu dan besi dipilih dalam ayat ini karena kedua benda itu begitu kuat dan keras sehingga apabila rusak, menurut perkiraan akal manusia sukar di­ kembalikan semula. Namun, Allah tetap ber­kuasa bagi mengembalikan ciptaanNya.

Sedangkan dalam surah Al Hajj (22), ayat 21 berarti tali bertangkai dari besi, salah satu alat yang digunakan oleh malaikat untuk menyiksa pen­duduk neraka.

Lafaz hadiid dalam surah Qaf (50), ayat 22 dijadikan sifat bagi lafaz al bashar sehingga arti gabungan kedua lafaz itu ialah mata yang terbuka luas dan terbelalak karena tercengang. Keadaan ini dialami oleh orang yang mendustakan kehidupan akhirat. Akhirnya, mereka tercengang ketika melihat dahsyatnya siksa di neraka.

Sumber : Kamus Al Qur'an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:176-177

Informasi Surah Saba (سبأ)
Surat Saba' terdiri atas 54 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesu­ dah surat Luqman.

Dinamakan Saba' karena di dalamnya terdapat kisah kaum Saba.
"Saba" adalah nama suatu kabilah dari kabilah-kabilah 'Arab yang tinggal di daerah Yaman sekarang ini.
Mereka mendiri­ kan kerajaan yang terkenal dengan nama kerajaan Sabaiyyah, ibukotanya Ma'rib telah dapat membangun suatu bendungan raksasa, yang bemama "Bendungan Ma'rib",
sehingga negeri mereka subur dan makmur.
Kemewahan dan kemakmuran ini menyebabkan kaum Saba' lupa dan ingkar kepada Allah yang telah melimpahkan ni'matNya kepada mereka, serta mereka meng­ingkari pula seruan para rasul.
Karena keingkaran mereka ini Allah menimpakan kepada mereka azab berupa "sailul 'arim" (banjir yang besar) yang ditimbulkan oleh bobolnya bendungan Ma'rib.
Setelah bendungan Ma'rib bobol negeri Saba' menjadi kering dan kerajaan mereka hancur.

Keimanan:

Ilmu Allah meliputi segala yang ada di langit dan segala yang ada di bumi
kebenar­an adanya hari berbangkit dan hari pembalasan
Nabi Muhammad ﷺ adalah pemberi peringatan
pada hari kiamat berhala-berhala itu tidak dapat memberi man­ fa'at sedikitpun
kalau seorang sesat maka akibat kesesatannya itu menimpa dirinya sendiri, dan kalau ia menemui jalan yang benar adalah berkat petunjuk Allah.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Kisah Nabi Daud a.s. dan Nabi Sulaiman a.s.
kisah kaum Saba'.

Lain-lain:

Celaan kepada kaum musyrikin yang menyembah berhala
tuduh menuduh antara pemimpin-pemimpin yang menyesatkan dengan pengikut-pengikutnya di hari kia­ mat
sikap orang-orang musryik di waktu rnendengar Al Qur 'an
rasul-rasul tidak meminta upah dalam melaksanakan da'wahnya
orang-orang musyrik mendo'a kepada Allah agar dikembalikan ke dunia untuk melaksanakan perintah dan men­ jauhi larangan Allah
orang yang hidup berlebih-lebihan dan sewenang-wenang selalu memusuhi Nabi.


Gambar Kutipan Surah Saba Ayat 10 *beta

Surah Saba Ayat 10



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Saba

Surah Saba' (bahasa Arab:سورة سبأ) adalah surah ke-34 dalam al-Qur'an.
Surah ini tergolong surah Makkiyah yang terdiri atas 54 ayat.
Dinamakan Saba' karena dalam surah terdapat kisah kaum Saba'.
Saba' adalah nama suatu kabilah dari kabilah-kabilah Arab yang tinggal di daerah Yaman.
Mereka mendirikan kerajaan yang terkenal dengan nama kerajaan Saba yang ibukotanya Ma'rib; telah dapat membangun suatu bendungan raksasa yang bernama Bendungan Ma'rib, sehingga negeri mereka subur dan makmur.
Kemewahan dan kemakmuran ini menyebabkan kaum Saba' lupa dan ingkar kepada Allah yang telah melimpahkan nikmatnya kepada mereka, serta mereka mengingkari pula seruan para rasul.
Karena keingkaran mereka ini, Allah menimpahkan kepada mereka azab berupa banjir yang besar yang ditimbulkan oleh bobolnya bendungan Ma'rib.
Setelah bendungan ma'rib bobol negeri Saba' menjadi kering dan kerajaan mereka hancur.

Nomor Surah 34
Nama Surah Saba
Arab سبأ
Arti Kaum Saba'
Nama lain Daud
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 58
Juz Juz 21 & 22
Jumlah ruku' 6 ruku'
Jumlah ayat 54
Jumlah kata 887
Jumlah huruf 3596
Surah sebelumnya Surah Al-Ahzab
Surah selanjutnya Surah Fatir
4.7
Rating Pembaca: 4.9 (11 votes)
Sending








Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku