QS. Qaaf (Qaaf) – surah 50 ayat 38 [QS. 50:38]

وَ لَقَدۡ خَلَقۡنَا السَّمٰوٰتِ وَ الۡاَرۡضَ وَ مَا بَیۡنَہُمَا فِیۡ سِتَّۃِ اَیَّامٍ ٭ۖ وَّ مَا مَسَّنَا مِنۡ لُّغُوۡبٍ
Walaqad khalaqnaas-samaawaati wal ardha wamaa bainahumaa fii sittati ai-yaamin wamaa massanaa min lughuubin;

Dan sesungguhnya telah Kami ciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa, dan Kami sedikitpun tidak ditimpa keletihan.
―QS. 50:38
Topik ▪ Penciptaan ▪ Penciptaan langit dan bumi ▪ Watak-watak Yahudi
50:38, 50 38, 50-38, Qaaf 38, Qaaf 38, Qaf 38

Tafsir surah Qaaf (50) ayat 38

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Qaaf (50) : 38. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini Allah mengemukakan dalil atas kekuasaanNya yaitu bahwa Dia telah menciptakan langit dan bumi dan segala yang berada di antara keduanya dalam enam masa, dan dalam menciptakan benda-benda yang besar yang penuh dengan berbagai keajaiban itu.
Dia sama sekali tidak menjadi letih dan lemah.
Sebaiknya manusia menjadikan alam kosmos itu untuk bahan pemikiran dan tafakur tentang keindahan dan kesempurnaannya, agar dijadikan media perantaraan untuk mengenal keagungan penciptanya.
Dengan ayat ini, Allah menyatakan kesalahan anggapan orang-orang Yahudi yang mengatakan bahwa Allah telah menciptakan langit dan bumi dalam enam hari dimulai dengan hari Ahad dan diakhiri dengan hari Jumat dan istirahat pada hari Sabtu, lalu berbaring di atas ‘Arsy singgasana-Nya karena merasa letih.
Maka Allah membantah anggapan itu dengan penjelasan bahwa Dia tidak merasakan keletihan sedikit pun.
Mahasuci Allah dari segala sifat kekurangan atau kelemahan.

Ayat ini sejalan dengan ayat berikut:

Dan tidakkah mereka memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah yang menciptakan langit dan bumi dan Dia tidak merasa payah karena menciptakannya, dan Dia kuasa menghidupkan yang mati?
Begitulah; sungguh, Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.

(Q.S. Al-Ahqaaf [46]: 33)

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Aku bersumpah, “Sesungguhnya Kami telah menciptakan langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya dalam enam hari, dan Kami tidak ditimpa keletihan sedikit pun.
[1]

[1] Untuk penjelasan tentang “hari” pada ayat ini, lihat catatan kaki ayat 9-12 dari surat Fushshilat.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan sesungguhnya telah Kami ciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam hari) pada permulaannya adalah hari Ahad dan selesai pada hari Jumat
(dan Kami sedikit pun tidak ditimpa keletihan) kepayahan.

Ayat ini diturunkan sebagai sanggahan terhadap orang-orang Yahudi yang telah mengatakan bahwa Allah subhanahu wa ta’ala pada hari Sabtu-Nya beristirahat.

Ditiadakannya sifat lebih daripada-Nya karena memang Dia Maha Suci dari sifat-sifat yang dimiliki oleh makhluk-Nya, dan pula karena tiada kesamaan antara Allah dan selain-Nya.

Di dalam ayat lain sehubungan dengan masalah penciptaan ini disebutkan melalui firman-Nya, “Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya, ‘Jadilah!’ Maka terjadilah ia.”
(Q.S. Yaasin, 82)

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan sesungguhnya telah Kami ciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa, dan Kami sedikit pun tidak ditimpa keletihan.
(Q.S. Qaaf [50]: 38)

Di dalam makna ayat ini terkandung pengertian yang menyatakan adanya hari kemudian, karena Tuhan yang mampu menciptakan langit dan bumi tanpa sedikit pun mengalami keletihan, tentu mampu pula menghidupkan orang-orang yang telah mati (di hari berbangkit nanti).

Orang-orang Yahudi la’natullah, menurut Qatadah, telah mengatakan bahwa Allah menciptakan langit dan bumi dalam enam hari, kemudian Dia beristirahat pada hari yang ketujuhnya; hari itu adalah hari Sabtu, karena itu mereka menamakannya dengan hari istirahat (libur).
Maka Allah subhanahu wa ta’ala menurunkan ayat ini yang mendustakan perkataan mereka itu.

dan Kami sedikit pun tidak ditimpa keletihan.
(Q.S. Qaaf [50]: 38)

Yakni tiada keletihan atau kecapaian yang dialami-Nya dalam hal tersebut, semakna dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah yang menciptakan langit dan bumi dan Dia tidak merasa payah karena menciptakannya, kuasa menghidupkan orang-orang mati?
Ya (bahkan) sesungguhnya Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.
(Q.S. Al-Ahqaaf [46]: 33)

Sesungguhnya penciptaan langit dan bumi lebih besar daripada penciptaan manusia.
(Q.S. Al-Mu’min [40]: 57)

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Apakah kamu yang lebih sulit penciptaannya ataukah langit7 Allah telah membangunnya.
(Q.S. An-Nazi’at [79]: 27)


Asbabun Nuzul
Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Qaaf (50) Ayat 38

Diriwayatkan oleh al-Hakim, yang menganggap hadits ini sahih, yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas bahwa orang-orang Yahudi menghadap Rasulullah ﷺ dan bertanya tentang pembuatan langit dan bumi.
Rasulullah ﷺ menjawab:
“Allah membuat bumi pada hari Ahad dan Senin serta membuat gunung-gunung dan segala yang memberi manfaat pada hari Selasa.
Pada hari Rabu, Allah membuat pohon-pohon, air, kota-kota, keramaian, dan keruntuhannya.
Allah membuat langit pada hari Kamis, serta membuat bintang-bintang, matahari, bulan, dan malaikat pada hari Jum’at, dan hanya bersisa tiga jam.
Pada jam pertama Allah membuat ajal bagi yang mati, jam kedua melemparkan penyakit-penyakit kepada segala sesuatu yang bermanfaat bagi manusia, dan pada jam ketiga menciptakan Adam dan menempatkannya di surga serta memerintahkan Iblis supaya sujud kepada Adam.
Allah mengeluarkan Adam dari surga pada akhir jam ketiga itu.”

Berkatalah orang-orang Yahudi: “Terus apalagi, hai Muhammad ?” Rasulullah ﷺ menjawab:
“Allah bersemayam di atas Arasy.” Kaum Yahudi berkata: “Engkau benar, dan sekiranya engkau meneruskan cerita itu, tentu engkau akan mengatakan bahwa kemudian Allah beristirahat.” Maka Nabi ﷺ sangat marah, maka turunlah ayat ini (Qaaf: 38-39) yang membantah anggapan kaum Yahudi bahwa Allah perlu istirahat, serta menasehati beliau agar bersabar.

Sumber : Asbabun Nuzul-K.H.Q.Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Kata Pilihan Dalam Surah Qaaf (50) Ayat 38

SITTAH
سِتَّة

Lafaz ini mengisyaratkan bilangan antara tujuh dan lima, digunakan untuk mudzakkar dan sitt untuk mu’annats.

Lafaz sittah disebut tujuh kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah:
-Al A’raaf (7), ayat 54;
-Yunus (10), ayat 3;
-Hud (11), ayat 7;
-Al Furqaan (25), ayat 59;
-As Sajadah (32), ayat 4;
-Qaf (50), ayat 38 ;
-Al Hadid (57), ayat 4.

Keseluruhan lafaz sittah di dalam Al Qur’an dihubungkan dengan lafaz ayyaam yaitu hari dan kesemuanya bercerita mengenai penciptaan langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya. Maksudnya, Allah mencipta langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya selama enam hari.

Muhammad Rasyid Rida berkata,
“Enam hari adalah hari-hari Allah sebagai batasan penciptaan Nya dan tidak masuk akal enam hari itu bermaksud seperti hari­hari manusia di muka bumi ini yang dibatasi malam dan siang yang terdiri dari 24 jam. Ini karena, hari-hari itu ada setela Allah menjadikan bumi ini.”

Mengenai zaman dan unsur penciptaan langit dan bumi, ia diterangkan dalam surah Fushshilat (41) ayat 9-12 yang artinya,

Katakanlah: “Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada Yang menciptakan bumi dalam dua masa dan kamu adakan sekutu-sekutu bagi-Nya? (Yang bersifat) demikian itu adalah Rabb semesta alam”. Dan dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuni)nya dalam empat masa. (Penjelasan itu sebagai jawaban) bagi orang-orang yang bertanya. Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: “Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa”. Keduanya menjawab:
“Kami datang dengan suka hati”. Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa. Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.

Allah juga menjelaskan asal penciptaan dan keadaan unsur keduanya dalam surah Al Anbiyaa (21) ayat 30 yang artinya,

Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?

Dari sini diketahui, hari pertama atau masa pertama dari hari-hari bumi diciptakan adalah masa atau zaman yang ada di dalamnya seperti asap ketika dipisahkan dari satu benda atau unsur yang bercantum. Dijadikan darinya segala sesuatu secara langsung maupun tidak langsung. Hari kedua adalah zaman di mana dalam bentuk air setela ia menjadi asap atau uap. Hari ketiga adalah zaman yang terbentuk di dalamnya sesuatu yang kering dan gunung­gunang yang menetap. Hari keempat adalah zaman yang tampak darinya jenis-jenis yang hidup dari air yaitu tumbuh-tumbuhan dan hewan.

Sedangkan langit secara umumnya menurut ahli bumi diciptakan dari unsurnya yang berbentuk uap atau asap pada dua masa atau dua hari seperti dua masa dalam penciptaan bentuk bumi.

Kesimpulannya, makna sittah ialah enam.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:300-301

Informasi Surah Qaaf (ق)
Surat Qaaf terdiri atas 45 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah diturunkan sesudah surat Al Mursalaat.

Dinamai “QAAF” karena surat ini dirnulai dengan huruf Hijaiyyah “Qaaf”.

Menurut hadits yang diriwayatkan Iman Muslim, bahwa Rasulullah ﷺ senang membaca surat ini pada rakaat pertama shalat subuh dan pada shalat hari raya.
Sedang menurut riwayat Abu Daud, Al Baihaqy dan lbnu Majah bahwa Rasulullah ﷺ membaca surat ini pada tiap-tiap membaca Khutbah pada hari Jum’at.

Kedua riwayat ini menunjukkan bahwa surat QAAF, sering dibaca Nabi Muhammad ﷺ di tempat-tempat umum, untuk memperingatkan manusia tentang kejadian mereka dan ni’mat­ni’mat yang diberikan kepadanya, begitu pula tentang hari berbangkit, hari berhisab, surga, neraka, pahala, dosa dan sebagainya.

Surat ini dinamai juga “Al Baasiqaat”,
diambil dari perkataan “Al Baasiqaat” yang terdapat pada ayat 10 surat ini.

Keimanan:

Setiap manusia pada hari kiamat akan hadir di padang mahsyar diiringkan oleh dua orang malaikat, yang seorang sebagai pengiringnya dan yang seorang lagi sebagai saksi atas segala perbuatannya di dunia.
Kebangkitan manusia dari kubur digambarkan sebagai tanah yang kering, setelah disirami hujan hidup kembali
Allah lebih dekat kepada manusia dari urat lehernya sendiri
tiap-tiap manusia didampingi oleh malaikat yang selalu mencatat segala perbuatannya
Allah menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa.

Hukum:

Anjuran bertasbih dan bertahmid kepada Tuhan pada waktu-waktu malam sebelum terbit dan terbenam matahari dan sesudah mengerjakan shalat.
Perintah Allah kepada Rasul-Nya agar memberi peringatan dengan ayat-ayat Al Qur’an kepada orang yang beriman
anjuran memperhatikan kejadian langit dan bumi.

Lain-lain:

Keingkaran orang-orang musyrik terhadap kenabian dan hari berbangkit
hiburan kepada Nabi Muhammad ﷺ agar jangan berputus asa dalam menghadapi keingkaran orang-orang kafir Mekah, karena rasul-rasul dahulu juga menghadapi keingkaran kaumnya masing-masing
Al Qur’an adalah sebagai peringatan bagi orang­ orang yang takut kepada ancaman Allah.

Ayat-ayat dalam Surah Qaaf (45 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Qaaf (50) ayat 38 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Qaaf (50) ayat 38 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Qaaf (50) ayat 38 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Qaaf - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 45 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 50:38
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Qaaf.

Surah Qaf (Arab: ق , "Qaf") adalah surah ke-50 dalam al-Qur'an.
Surah ini tergolong surah Makkiyah yang terdiri atas 45 ayat.
Dinamakan Qaf karena surah ini dimulai dengan huruf Qaf.
Menurut hadits yang diriwayatkan Imam Muslim, bahwa Nabi Muhammad senang membaca surah ini pada raka'at pertama salat subuh dan pada salat hari raya.
Sedang menurut riwayat Abu Daud, Al-Baihaqi dan Ibnu Majah bahwa Nabi Muhammad membaca surat ini pada tiap-tiap membaca Kotbah pada salat Jumat.
Kedua riwayat ini menunjukkan bahwa surah Qaf sering dibaca Nabi Muhammad di tempat-tempat umum, untuk memperingatkan manusia tentang kejadian mereka dan nikmat-nikmat yang diberikan kepadanya, begitu pula tentang hari berbangkit, hari berhisab, surga, neraka, pahala, dosa, dsb.
Surah ini dinamai juga Al-Basiqat diambil dari perkataan Al-Basiqat yang terdapat pada ayat 10 surah ini.

Nomor Surah 50
Nama Surah Qaaf
Arab ق
Arti Qaaf
Nama lain al-Basiqat
(Yang Tinggi-Tinggi)
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 34
Juz Juz 26
Jumlah ruku' 3 ruku'
Jumlah ayat 45
Jumlah kata 373
Jumlah huruf 1507
Surah sebelumnya Surah Al-Hujurat
Surah selanjutnya Surah Az-Zariyat
4.9
Ratingmu: 4.5 (13 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta