Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Qaaf (Qaaf) – surah 50 ayat 22 [QS. 50:22]

لَقَدۡ کُنۡتَ فِیۡ غَفۡلَۃٍ مِّنۡ ہٰذَا فَکَشَفۡنَا عَنۡکَ غِطَآءَکَ فَبَصَرُکَ الۡیَوۡمَ حَدِیۡدٌ
Laqad kunta fii ghaflatin min hadzaa fakasyafnaa ‘anka ghithaa-aka fabasharukal yauma hadiidun;
Sungguh, kamu dahulu lalai tentang (peristiwa) ini, maka Kami singkapkan tutup (yang menutupi) matamu, sehingga penglihatanmu pada hari ini sangat tajam.

―QS. Qaaf [50]: 22

Daftar isi

(It will be said),
"You were certainly in unmindfulness of this, and We have removed from you your cover, so your sight, this Day, is sharp."
― Chapter 50. Surah Qaaf [verse 22]

لَّقَدْ sesungguhnya

"Certainly
كُنتَ adalah kamu

you were
فِى dalam

in
غَفْلَةٍ kelalaian

heedlessness
مِّنْ dari

of
هَٰذَا ini

this.
فَكَشَفْنَا maka Kami singkapkan

So We have removed
عَنكَ dari padamu

from you
غِطَآءَكَ tabirmu

your cover,
فَبَصَرُكَ maka pandanganmu

so your sight
ٱلْيَوْمَ hari ini

today
حَدِيدٌ amat tajam

(is) sharp."

Tafsir

Alquran

Surah Qaaf
50:22

Tafsir QS. Qaaf (50) : 22. Oleh Kementrian Agama RI


Allah menegaskan kepada manusia yang ketika hidupnya di dunia penuh dengan kelengahan dalam menghadapi hari Kiamat yang hebat dan dahsyat,
"Sesungguhnya manusia berada dalam kelalaian tentang adanya hari Kiamat yang hebat dan dahsyat ini.
Allah menyingkapkan dinding dan tabir yang selalu menghalanghalangi pandangannya, sekarang ini ia dapat melihat dengan matanya sendiri, apa yang dahulu selalu ia ingkari.

Pandangan manusia pada hari itu amat tajam, menghilangkan segala keragu-raguan, akan tetapi apa gunanya kesadaran dan keinsafan ini, setelah ia berada di akhirat?"
Mestinya kesadaran dan keinsafan mereka miliki dahulu ketika masih berada di dunia.

Tafsir QS. Qaaf (50) : 22. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Kemudian, sebagai celaan bagi orang-orang yang mendustakan, dikatakanlah kepada mereka,
"Sesungguhnya, ketika di dunia, kalian telah melalaikan apa yang kalian rasakan sekarang.
Kami telah membuka tabir yang menutupi mata kalian untuk melihat masalah-masalah keakhiratan, sehingga pada hari ini penglihatan kalian menjadi tajam dan kuat. "

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Sungguh kamu dahulu lalai akan hal ini.
Pada hari ini Aku jelaskan semua kepadamu.


Kami bukakan bagimu penutup yang menutupi hatimu dan hilanglah sifat lalai itu dari dirimu.
Dan pada hari ini, penglihatanmu bisa menyaksikannya dengan jelas dan tajam.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



("Sesungguhnya kamu) sewaktu di dunia


(berada dalam keadaan lalai dari hal ini) yang sekarang menimpa kamu


(maka Kami singkapkan daripadamu tutupmu) maksudnya, Kami lenyapkan kelalaianmu dengan apa yang kamu saksikan sekarang ini


(maka penglihatanmu pada hari ini tajam") yakni menjadi terang dan dapat melihat apa yang kamu ingkari sewaktu di dunia.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Ibnu Jarir telah meriwayatkan tiga pendapat sehubungan dengan makna yang dimaksud oleh firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Sesungguhnya kamu berada dalam keadaan lalai dari (hal) ini, maka Kami singkapkan darimu tutup (yang menutupi) matamu, maka penglihatanmu pada hari itu amat tajam.
(QS. Qaaf [50]: 22)

Siapakah lawan bicara yang dimaksud dalam ayat ini.
Salah satunya mengatakan bahwa yang dimaksud adalah orang kafir, ini menurut riwayat Ali ibnu Abu Talhah dari Ibnu Abbas r.a. Hal yang sama dikatakan oleh Ad- Dahhak ibnu Muzahim dan Saleh ibnu Kaisan.

Pendapat yang kedua mengatakan bahwa lawan bicara yang dimaksud adalah semua orang, baik yang bertakwa maupun yang durhaka;
karena sesungguhnya negeri akhirat itu bila dibandingkan dengan dunia sama dengan melek (bangun), sedangkan negeri dunia sama dengan tidur.
Pendapat inilah yang dipilih oleh Ibnu Jarir, dia menukilnya dari Husain ibnu Abdullah ibnu Ubaidillah, dari Abdullah ibnu Abbas r.a.
Pendapat yang ketiga menyebutkan bahwa lawan bicaranya adalah Nabi ﷺ Pendapat ini dikatakan oleh Zaid ibnu Aslam dan anaknya.
Makna ayat menurut pendapat keduanya adalah seperti berikut:
Sesungguhnya sebelumnya kami dalam keadaan lalai dari Alquran ini, yaitu sebelum ia diturunkan kepadamu, lalu Kami bukakan darimu penutup yang menutupi dirimu dengan menurunkan Alquran kepadamu, maka sekarang penglihatanmu menjadi sangat tajam.

Akan tetapi, makna lahiriah ayat yang tersimpulkan dari konteksnya berbeda dengan pengertian tersebut, bahkan lawan bicara yang dimaksud adalah manusia itu sendiri.
Makna yang dimaksud oleh firman-Nya:

Sesungguhnya kamu berada dalam keadaan lalai dari (hal) ini.
(QS. Qaaf [50]: 22)

Yakni dari hari ini alias hari kiamat.

maka Kami singkapkan terhadapmu tutup (yang menutupi) matamu, maka penglihatanmu pada hari ini amat tajam.
(QS. Qaaf [50]: 22)

Yaitu amat kuat karena tiap-tiap orang di hari kiamat mempunyai penglihatan yangtajam;
sehingga orang-orang kafir ketika di dunia, maka di hari kiamat mereka berada pada jalan yang lurus, tetapi hal itu tidak dapat memberi manfaat sedikit pun bagi diri mereka (karena alam akhirat adalah bukan alam ujian, melainkan alam pembalasan).
Dalam ayat lain disebutkan oleh firman-Nya:

Alangkah terangnya pendengaran mereka dan alangkah tajamnya penglihatan mereka pada hari mereka datang kepada Kami.
(QS. Maryam [19]: 38)

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan (alangkah ngerinya), jika sekiranya kamu melihat ketika orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya, (mereka berkata),
"Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami (ke dunia), kami akan mengerjakan amal saleh, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin."
(QS. As-Sajdah [32]: 12)

Kata Pilihan Dalam Surah Qaaf (50) Ayat 22

HADIID
حَدِيد

Arab berarti logam besi, bentuk jamaknya adalah hadaaid. Logam besi dinamakan hadiid karena mempunyai sifat menahan, menghalang dan kuat berarti al hadd.
Namun Al Israa (17), ayat 50;
Al Kahfi (18), ayat 96;
Al Hajj (22), ayat 21;
Saba‘ (34), ayat 10;
Qaf (50), ayat 22;
Al Hadid (57), ayat 25.
Empat daripadanya menerangkan perkara di dunia, sedangkan dua lagi menerangkan perkara di akhirat khususnya di neraka.

Dalam surah Al Hadid (57), ayat 25, Allah menerangkan, Dia menurunkan kitab untuk menjadi petunjuk dan juga menganugerahkan besi yang kuat dan memberi banyak manfaat dalam hidup manusia.
Besi dapat digunakan untuk berjuang membela agama Allah dan dapat juga dijadikan alat membuat kerusakan di muka bumi sehingga dengan manfaat dari besi dapat menjadi penentu manusia siapa diantara mereka yang berada dalam kebenaran dan siapa yang berada dalam kesesatan.

Dalam surah Al Kahfi, jamak dari Saba‘ ayat 10 dikaitkan dengan salah satu anugerah Allah kepada Nabi Daud.
Beliau mampu mencairkan besi dan memanfaatkannya menjadi baju perang, pedang dan sebagainya.
Ini adalah salah satu mukjizat beliau.

kafir yang tidak percaya pada hari kebangkitan.
Dalam ayat itu, Nabi Muhammad diperintahkan oleh Allah supaya berkata kepada orang kafir, "Jadilah kalian batu atau besi" Batu dan besi dipilih dalam ayat ini karena kedua benda itu begitu kuat dan keras sehingga apabila rusak, menurut perkiraan akal manusia sukar di kembalikan semula.
Namun, Allah tetap berkuasa bagi mengembalikan ciptaanNya.

Sedangkan dalam surah Al Hajj (22), ayat 21 berarti tali bertangkai dari besi, salah satu alat yang digunakan oleh malaikat untuk menyiksa penduduk neraka.

Qaf (50), ayat 22 dijadikan sifat bagi bashar sehingga arti gabungan kedua akhirat.
Akhirnya, mereka tercengang ketika melihat dahsyatnya siksa di neraka.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal:176-177

Unsur Pokok Surah Qaaf (ق)

Surat Qaaf terdiri atas 45 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah diturunkan sesudah surat Al Mursalaat.

Dinamai "Qaaf" karena surat ini dirnulai dengan huruf Hijaiyyah "Qaaf".

Menurut hadits yang diriwayatkan Iman Muslim, bahwa Rasulullah ﷺ senang membaca surat ini pada rakaat pertama shalat subuh dan pada shalat hari raya.
Sedang menurut riwayat Abu Daud, Al Baihaqi dan lbnu Majah bahwa Rasulullah ﷺ membaca surat ini pada tiap-tiap membaca Khutbah pada hari Jum’at.

Kedua riwayat ini menunjukkan bahwa surat QAAF, sering dibaca Nabi Muhammad ﷺ di tempat-tempat umum, untuk memperingatkan manusia tentang kejadian mereka dan nikmat­nikmat yang diberikan kepadanya, begitu pula tentang hari berbangkit, hari berhisab, surga, neraka, pahala, dosa dan sebagainya.

Surat ini dinamai juga "Al Baasiqaat",
diambil dari perkataan "Al Baasiqaat" yang terdapat pada ayat 10 surat ini.

Keimanan:

▪ Setiap manusia pada hari kiamat akan hadir di padang mahsyar diiringkan oleh dua orang malaikat, yang seorang sebagai pengiringnya dan yang seorang lagi sebagai saksi atas segala perbuatannya di dunia.
▪ Kebangkitan manusia dari kubur digambarkan sebagai tanah yang kering, setelah disirami hujan hidup kembali.
▪ Allah lebih dekat kepada manusia dari urat lehernya sendiri.
▪ Tiap-tiap manusia didampingi oleh malaikat yang selalu mencatat segala perbuatannya.
▪ Allah menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa.

Hukum:

▪ Anjuran bertasbih dan bertahmid kepada Tuhan pada waktu-waktu malam sebelum terbit dan terbenam matahari dan sesudah mengerjakan shalat.
▪ Perintah Allah kepada Rasul-Nya agar memberi peringatan dengan ayat-ayat Alquran kepada orang yang beriman.
▪ Anjuran memperhatikan kejadian langit dan bumi.

Lain-lain:

▪ Keingkaran orang-orang musyrik terhadap kenabian dan hari berbangkit.
▪ Hiburan kepada Nabi Muhammad ﷺ agar jangan berputus asa dalam menghadapi keingkaran orang-orang kafir Mekah, karena rasulrasul dahulu juga menghadapi keingkaran kaumnya masing-masing.
Alquran adalah sebagai peringatan bagi orang-orang yang takut kepada ancaman Allah.

Audio

QS. Qaaf (50) : 1-45 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 45 + Terjemahan Indonesia



QS. Qaaf (50) : 1-45 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 45

Gambar Kutipan Ayat

Surah Qaaf ayat 22 - Gambar 1 Surah Qaaf ayat 22 - Gambar 2
Statistik QS. 50:22
  • Rating RisalahMuslim
4.5

Ayat ini terdapat dalam surah Qaaf.

Surah Qaf (Arab: ق , “Qaf”) adalah surah ke-50 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Makkiyah yang terdiri atas 45 ayat.
Dinamakan Qaf karena surah ini dimulai dengan huruf Qaf.
Menurut hadits yang diriwayatkan Imam Muslim, bahwa Nabi Muhammad senang membaca surah ini pada raka’at pertama salat subuh dan pada salat hari raya.
Sedang menurut riwayat Abu Daud, Al-Baihaqi dan Ibnu Majah bahwa Nabi Muhammad membaca surat ini pada tiap-tiap membaca Kotbah pada salat Jumat.
Kedua riwayat ini menunjukkan bahwa surah Qaf sering dibaca Nabi Muhammad di tempat-tempat umum, untuk memperingatkan manusia tentang kejadian mereka dan nikmat-nikmat yang diberikan kepadanya, begitu pula tentang hari berbangkit, hari berhisab, surga, neraka, pahala, dosa, dsb.
Surah ini dinamai juga Al-Basiqat diambil dari perkataan Al-Basiqat yang terdapat pada ayat 10 surah ini.

Nomor Surah 50
Nama Surah Qaaf
Arab ق
Arti Qaaf
Nama lain al-Basiqat
(Yang Tinggi-Tinggi)
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 34
Juz Juz 26
Jumlah ruku’ 3 ruku’
Jumlah ayat 45
Jumlah kata 373
Jumlah huruf 1507
Surah sebelumnya Surah Al-Hujurat
Surah selanjutnya Surah Az-Zariyat
Sending
User Review
4.5 (11 suara)
Bagikan ke FB
Bagikan ke TW
Bagikan ke WA
Tags:

50:22, 50 22, 50-22, Surah Qaaf 22, Tafsir surat Qaaf 22, Quran Qaf 22, Surah Qof ayat 22

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Kandungan Surah Qaaf

۞ QS. 50:2 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 50:3 • Cobaan kubur • Mengingkari hari kebangkitan

۞ QS. 50:4 • Keluasan ilmu Allah • Cobaan kubur • Penentuan takdir sebelum penciptaan

۞ QS. 50:5 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 50:6 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah

۞ QS. 50:7 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 50:9 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah

۞ QS. 50:10 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 50:11 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan • Manusia dibangkitkan dari kubur

۞ QS. 50:12 • Sikap manusia terhadap kitab samawi

۞ QS. 50:14 • Allah menepati janji • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat •

۞ QS. 50:15 • Kekuasaan Allah • Mengingkari hari kebangkitan • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan

۞ QS. 50:16 • Keluasan ilmu Allah • Tugas-tugas malaikat • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 50:17 • Tugas-tugas malaikat • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 50:18 • Tugas-tugas malaikat • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 50:19 • Kematian pasti terjadi pada setiap makhluk hidup

۞ QS. 50:20 • Allah menepati janji • Nama-nama hari kiamat • Peniupan sangkakala

۞ QS. 50:21 • Tugas-tugas malaikat • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka • Manusia bersaksi atas dirinya • Sifat hari penghitungan •

۞ QS. 50:22 • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 50:23 • Tugas-tugas malaikat • Sifat hari penghitungan • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 50:24 • Tugas-tugas malaikat • Sifat hari penghitungan • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 50:25 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka

۞ QS. 50:26 • Sifat hari penghitungan • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Siksa orang kafir

۞ QS. 50:27 Ar Rabb (Tuhan) • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Sifat iblis dan pembantunya • Jin yang berteman dengan manusia • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 50:28 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan

۞ QS. 50:29 • Sifat hari penghitungan • Keadilan Allah dalam menghakimi • Menanggung dosa orang lain

۞ QS. 50:30 • Sifat hari penghitungan • Nama-nama neraka • Sifat neraka

۞ QS. 50:31 • Pahala iman • Sifat hari penghitungan • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga

۞ QS. 50:32 • Allah menepati janji • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga

۞ QS. 50:33 Al Rahman (Maha Pengasih) • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga

۞ QS. 50:34 • Keabadian surga • Memasuki surga

۞ QS. 50:35 • Sifat surga dan kenikmatannya

۞ QS. 50:36 • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 50:38 • Sifat Kamal (sempurna) • Kekuasaan Allah

۞ QS. 50:39 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 50:41 • Tugas-tugas malaikat • Manusia dibangkitkan dari kubur • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 50:42 • Peniupan sangkakala • Manusia dibangkitkan dari kubur • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 50:43 • Kekuasaan Allah • Manusia dibangkitkan dari kubur • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 50:44 • Kekuasaan Allah • Kedahsyatan hari kiamat • Manusia dibangkitkan dari kubur • Kebenaran hari penghimpunan • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 50:45 • Keluasan ilmu Allah • Hikmah penurunan kitab-kitab samawi • Sifat hari penghitungan • Allah menggerakkan hati manusia •

Ayat Pilihan

Dan barang siapa yang dihinakan Allah maka tidak seorangpun yang memuliakannya.
Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki.
QS. Al-Hajj [22]: 18

Maka berlomba-lombalah (dalam membuat) kebaikan.
Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat).
Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
QS. Al-Baqarah [2]: 148

Maka berpegang teguhlah kamu kepada agama yang telah diwahyukan kepadamu.
Sesungguhnya kamu berada di atas jalan yang lurus.
QS. Az-Zukhruf [43]: 43

Allah yang ciptakanmu, memberi rezeki, kemudian mematikanmu, kemudian menghidupkanmu. Adakah di antara yang kamu sekutukan dengan Allah itu dapat berbuat sesuatu yang demikian?
Maha Sucilah Dia & Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan.
QS. Ar-Rum [30]: 40

Hadits Shahih

Podcast

Doa

Soal & Pertanyaan

Berikut adalah contoh bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala Maha Mendahulukan.

Benar! Kurang tepat!

Yang termasuk mustahiq (orang berhak menerima zakat) berikut yaitu ...

Benar! Kurang tepat!

Setelah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam wafat maka diganti oleh sahabat sebagai pemimpin ummat disebut ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Kekhalifahan Rasyidin adalah kekhalifahan yang berdiri setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW pada tahun 632 M, atau tahun 11 H. Kekhalifahan ini terdiri atas empat khalifah pertama dalam sejarah Islam, yang disebut sebagai Khulafaur Rasyidin.

+

Array

Jasa khalifah Umar bin Khatab yang sampai saat ini masih dipergunakan, yaitu ...

Benar! Kurang tepat!

Zakat menurut bahasa زكة , yang bermakna ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #20
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #20 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #20 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #24

Allah Subhanahu Wa Ta`ala Melihat semua apa yang di lakukan oleh hambanya, karena Allah bersifat … Dalam memutuskan suatu perkara, Dinda sangat adil karena Dinda meneladani sifat Allah … Salah satu cara mengagungkan tanda-tanda kebesaran Allah Subhanahu Wa Ta`ala yaitu … dengan … Tata cara membaca Alquran dimulai dengan … Dalam surah Alquran, At-Tin artinya …

Pendidikan Agama Islam #18

Turunnya surah Ad-Dhuha menunjukkan… ..kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.Surah Ad-Dhuha ayat ke-enam menunjukkan salah satu masa Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu … sebagai … Berikut ini yang bukan kandungan surah Ad-Dhuha adalah… .. Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.Arti al-Kaafirun adalah … Arti dari lafal لَكُمْ دِينُكُمْ yaitu …

Pendidikan Agama Islam #8

Sumber kedua hukum dalam menetapkan Hukum tentang Alquran adalah … Hukum penggunaan hadis sebagai dasar hukum adalah … Orang yang menceritakan hadits disebut … Undang-undang tentang penggunaan Hadits-Maudu adalah … Berikut adalah hadits yang rusak, kecuali …

Kamus

Baitulmukadas

Apa itu Baitulmukadas? Bai.tul.mu.ka.das nama masjid yang terkenal yang menjadi tempat persinggahan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam pada malam Isra dan Mikraj, terletak di Yerusalem (Pa...

Ubaidillah bin Abdullah

Siapa itu Ubaidillah bin Abdullah? Abu Abdullah Ubaidillah bin Abdullah bin Utbah bin Mas’ud al-Hadzali (bahasa Arab: أبو عبد الله عبيد الله بن عبد الله بن عتبة ...

Al-Insan

Apa itu Al-Insan? Surah Al-Insan (Arab: الْاٍنسان , “Manusia”) adalah surah ke-76 dalam Alquran. Surah ini tergolong surah Madaniyah yang terdiri atas 31 ayat. Dinamakan Al-Insan ...