Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Qaaf (Qaaf) – surah 50 ayat 22 [QS. 50:22]

لَقَدۡ کُنۡتَ فِیۡ غَفۡلَۃٍ مِّنۡ ہٰذَا فَکَشَفۡنَا عَنۡکَ غِطَآءَکَ فَبَصَرُکَ الۡیَوۡمَ حَدِیۡدٌ
Laqad kunta fii ghaflatin min hadzaa fakasyafnaa ‘anka ghithaa-aka fabasharukal yauma hadiidun;
Sungguh, kamu dahulu lalai tentang (peristiwa) ini, maka Kami singkapkan tutup (yang menutupi) matamu, sehingga penglihatanmu pada hari ini sangat tajam.

―QS. Qaaf [50]: 22

(It will be said),
"You were certainly in unmindfulness of this, and We have removed from you your cover, so your sight, this Day, is sharp."
― Chapter 50. Surah Alquran Arti Perkata (Indonesia & English)

لَّقَدْ sesungguhnya

"Certainly
كُنتَ adalah kamu

you were
فِى dalam

in
غَفْلَةٍ kelalaian

heedlessness
مِّنْ dari

of
هَٰذَا ini

this.
فَكَشَفْنَا maka Kami singkapkan

So We have removed
عَنكَ dari padamu

from you
غِطَآءَكَ tabirmu

your cover,
فَبَصَرُكَ maka pandanganmu

so your sight
ٱلْيَوْمَ hari ini

today
حَدِيدٌ amat tajam

(is) sharp."

Tafsir

Alquran

Surah Qaaf
50:22

Tafsir QS. Qaaf (50) : 22. Oleh Kementrian Agama RI


Allah menegaskan kepada manusia yang ketika hidupnya di dunia penuh dengan kelengahan dalam menghadapi hari Kiamat yang hebat dan dahsyat,
"Sesungguhnya manusia berada dalam kelalaian tentang adanya hari Kiamat yang hebat dan dahsyat ini.
Allah menyingkapkan dinding dan tabir yang selalu menghalanghalangi pandangannya, sekarang ini ia dapat melihat dengan matanya sendiri, apa yang dahulu selalu ia ingkari.

Pandangan manusia pada hari itu amat tajam, menghilangkan segala keragu-raguan, akan tetapi apa gunanya kesadaran dan keinsafan ini, setelah ia berada di akhirat?"
Mestinya kesadaran dan keinsafan mereka miliki dahulu ketika masih berada di dunia.

Tafsir QS. Qaaf (50) : 22. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Kemudian, sebagai celaan bagi orang-orang yang mendustakan, dikatakanlah kepada mereka,
"Sesungguhnya, ketika di dunia, kalian telah melalaikan apa yang kalian rasakan sekarang.
Kami telah membuka tabir yang menutupi mata kalian untuk melihat masalah-masalah keakhiratan, sehingga pada hari ini penglihatan kalian menjadi tajam dan kuat. "

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Sungguh kamu dahulu lalai akan hal ini.
Pada hari ini Aku jelaskan semua kepadamu.


Kami bukakan bagimu penutup yang menutupi hatimu dan hilanglah sifat lalai itu dari dirimu.
Dan pada hari ini, penglihatanmu bisa menyaksikannya dengan jelas dan tajam.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



("Sesungguhnya kamu) sewaktu di dunia


(berada dalam keadaan lalai dari hal ini) yang sekarang menimpa kamu


(maka Kami singkapkan daripadamu tutupmu) maksudnya, Kami lenyapkan kelalaianmu dengan apa yang kamu saksikan sekarang ini


(maka penglihatanmu pada hari ini tajam") yakni menjadi terang dan dapat melihat apa yang kamu ingkari sewaktu di dunia.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Ibnu Jarir telah meriwayatkan tiga pendapat sehubungan dengan makna yang dimaksud oleh firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Sesungguhnya kamu berada dalam keadaan lalai dari (hal) ini, maka Kami singkapkan darimu tutup (yang menutupi) matamu, maka penglihatanmu pada hari itu amat tajam.
(QS. kafir, ini menurut riwayat Ali ibnu Abu Talhah dari Ibnu Abbas r.a. Hal yang sama dikatakan oleh Ad- Dahhak ibnu Muzahim dan Saleh ibnu Kaisan.

Pendapat yang kedua mengatakan bahwa lawan bicara yang dimaksud adalah semua orang, baik yang bertakwa maupun yang durhaka;
karena sesungguhnya negeri akhirat itu bila dibandingkan dengan dunia sama dengan melek (bangun), sedangkan negeri dunia sama dengan tidur.
Pendapat inilah yang dipilih oleh Ibnu Jarir, dia menukilnya dari Husain ibnu Abdullah ibnu Ubaidillah, dari Abdullah ibnu Abbas r.a.
Pendapat yang ketiga menyebutkan bahwa lawan bicaranya adalah Nabi ﷺ Pendapat ini dikatakan oleh Zaid ibnu Aslam dan anaknya.
Makna ayat menurut pendapat keduanya adalah seperti berikut:
Sesungguhnya sebelumnya kami dalam keadaan lalai dari Alquran ini, yaitu sebelum ia diturunkan kepadamu, lalu Kami bukakan darimu penutup yang menutupi dirimu dengan menurunkan Alquran kepadamu, maka sekarang penglihatanmu menjadi sangat tajam.

Akan tetapi, makna lahiriah ayat yang tersimpulkan dari konteksnya berbeda dengan pengertian tersebut, bahkan lawan bicara yang dimaksud adalah manusia itu sendiri.
Makna yang dimaksud oleh firman-Nya:

Sesungguhnya kamu berada dalam keadaan lalai dari (hal) ini.
(QS. kafir ketika di dunia, maka di hari kiamat mereka berada pada jalan yang lurus, tetapi hal itu tidak dapat memberi manfaat sedikit pun bagi diri mereka (karena alam akhirat adalah bukan alam ujian, melainkan alam pembalasan).
Dalam ayat lain disebutkan oleh firman-Nya:

Alangkah terangnya pendengaran mereka dan alangkah tajamnya penglihatan mereka pada hari mereka datang kepada Kami.
(QS. Maryam [19]: 38)

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan (alangkah ngerinya), jika sekiranya kamu melihat ketika orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya, (mereka berkata),
"Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami (ke dunia), kami akan mengerjakan amal saleh, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin."
(QS. As-Sajdah [32]: 12)

Kata Pilihan Dalam Surah Qaaf (50) Ayat 22

HADIID
حَدِيد

Lafaz hadiid dalam bahasa Arab berarti logam besi, bentuk jamaknya adalah hadaaid. Logam besi dinamakan hadiid karena mempunyai sifat menahan, menghalang dan kuat berarti al hadd.
Namun lafaz hadiid dalam bentuk jamaknya (hidaad) mempunyai arti lain yaitu runcing dan tajam apabila ada orang mengatakan saifun hadiid atau suufun hidaad artinya pedang atau pedang-pedang yang tajam.
Apabila dilafazkan basharun hadiid artinya penglihatan yang terbuka luas, terbelalak atau tercengang.

Di dalam Al Qur’an, lafaz hadiid ini diulang sebanyak enam kali yaitu dalam surah:
Al Israa (17), ayat 50;
Al Kahfi (18), ayat 96;
Al Hajj (22), ayat 21;
Saba‘ (34), ayat 10;
Al Hadid (57), ayat 25.
Empat daripadanya menerangkan perkara di dunia, sedangkan dua lagi menerangkan perkara di akhirat khususnya di neraka.

Dalam surah Al Hadid (57), ayat 25, Allah menerangkan, Dia menurunkan kitab untuk menjadi petunjuk dan juga menganugerahkan besi yang kuat dan memberi banyak manfaat dalam hidup manusia.
Besi dapat digunakan untuk berjuang membela agama Allah dan dapat juga dijadikan alat membuat kerusakan di muka bumi sehingga dengan manfaat dari besi dapat menjadi penentu manusia siapa diantara mereka yang berada dalam kebenaran dan siapa yang berada dalam kesesatan.

Dalam surah Al Kahfi, lafaz hadiid didahului dengan lafaz zubar jamak dari lafaz zubrah dan menjadi zubaral hadiid artinya potongan-potongan besi.
Potongan-potongan besi adalah salah satu bahan yang dipakai oleh Dzul Qarnain untuk membuat benteng besar dan tinggi yang dapat menghalang Ya’juj dan Ma’juj dari membuat kerusakan.
Ini adalah salah satu manfaat besi yang di gunakan untuk tujuan kebaikan dan kemaslahatan manusia.

Sedangkan lafaz hadiid dalam surah Saba‘ ayat 10 dikaitkan dengan salah satu anugerah Allah kepada Nabi Daud.
Beliau mampu mencairkan besi dan memanfaatkannya menjadi baju perang, pedang dan sebagainya.
Ini adalah salah satu mukjizat beliau.

Lafaz hadiid dalam surah Al Israk (17), ayat 50 digunakan di dalam Al Qur’an untuk mengejek kaum kafir yang tidak percaya pada hari kebangkitan.
Dalam ayat itu, Nabi Muhammad diperintahkan oleh Allah supaya berkata kepada orang kafir, "Jadilah kalian batu atau besi" Batu dan besi dipilih dalam ayat ini karena kedua benda itu begitu kuat dan keras sehingga apabila rusak, menurut perkiraan akal manusia sukar di kembalikan semula.
Namun, Allah tetap berkuasa bagi mengembalikan ciptaanNya.

Sedangkan dalam surah Al Hajj (22), ayat 21 berarti tali bertangkai dari besi, salah satu alat yang digunakan oleh malaikat untuk menyiksa penduduk neraka.

Lafaz hadiid dalam surah lafaz al bashar sehingga arti gabungan kedua lafaz itu ialah mata yang terbuka luas dan terbelalak karena tercengang.
Keadaan ini dialami oleh orang yang mendustakan kehidupan akhirat.
Akhirnya, mereka tercengang ketika melihat dahsyatnya siksa di neraka.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal: 176-177

Unsur Pokok Surah Qaaf (ق)

Surat Makkiyyah diturunkan sesudah surat Al Mursalaat.

Dinamai "hadits yang diriwayatkan Iman Muslim, bahwa Rasulullah ﷺ senang membaca surat ini pada rakaat pertama shalat subuh dan pada shalat hari raya.
Sedang menurut riwayat Abu Daud, Al Baihaqi dan lbnu Majah bahwa Rasulullah ﷺ membaca surat ini pada tiap-tiap membaca Khutbah pada hari Jum’at.

Kedua riwayat ini menunjukkan bahwa surat Nabi Muhammad ﷺ di tempat-tempat umum, untuk memperingatkan manusia tentang kejadian mereka dan nikmat­nikmat yang diberikan kepadanya, begitu pula tentang hari berbangkit, hari berhisab, surga, neraka, pahala, dosa dan sebagainya.

Surat ini dinamai juga "Al Baasiqaat",
diambil dari perkataan "Al Baasiqaat" yang terdapat pada ayat 10 surat ini.

Keimanan:

▪ Setiap manusia pada hari kiamat akan hadir di padang mahsyar diiringkan oleh dua orang malaikat, yang seorang sebagai pengiringnya dan yang seorang lagi sebagai saksi atas segala perbuatannya di dunia.
▪ Kebangkitan manusia dari kubur digambarkan sebagai tanah yang kering, setelah disirami hujan hidup kembali.
▪ Allah lebih dekat kepada manusia dari urat lehernya sendiri.
▪ Tiap-tiap manusia didampingi oleh malaikat yang selalu mencatat segala perbuatannya.
▪ Allah menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa.

Hukum:

▪ Anjuran bertasbih dan bertahmid kepada Tuhan pada waktu-waktu malam sebelum terbit dan terbenam matahari dan sesudah mengerjakan shalat.
▪ Perintah Allah kepada Rasul-Nya agar memberi peringatan dengan ayat-ayat Alquran kepada orang yang beriman.
▪ Anjuran memperhatikan kejadian langit dan bumi.

Lain-lain:

▪ Keingkaran orang-orang musyrik terhadap kenabian dan hari berbangkit.
▪ Hiburan kepada Nabi Muhammad ﷺ agar jangan berputus asa dalam menghadapi keingkaran orang-orang kafir Mekah, karena rasulrasul dahulu juga menghadapi keingkaran kaumnya masing-masing.
Alquran adalah sebagai peringatan bagi orang-orang yang takut kepada ancaman Allah.

Ayat-ayat dalam Surah

QS. Qaaf (50) : 1-45 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 45

Gambar Kutipan Ayat

Surah Qaaf ayat 22 - Gambar 1 Surah Qaaf ayat 22 - Gambar 2
Statistik QS. 50:22
  • Rating RisalahMuslim
4.5

Ayat ini terdapat dalam surah Qaaf.

Surah Qaf (Arab: ق , “Qaf”) adalah surah ke-50 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Makkiyah yang terdiri atas 45 ayat.
Dinamakan Qaf karena surah ini dimulai dengan huruf Qaf.
Menurut hadits yang diriwayatkan Imam Muslim, bahwa Nabi Muhammad senang membaca surah ini pada raka’at pertama salat subuh dan pada salat hari raya.
Sedang menurut riwayat Abu Daud, Al-Baihaqi dan Ibnu Majah bahwa Nabi Muhammad membaca surat ini pada tiap-tiap membaca Kotbah pada salat Jumat.
Kedua riwayat ini menunjukkan bahwa surah Qaf sering dibaca Nabi Muhammad di tempat-tempat umum, untuk memperingatkan manusia tentang kejadian mereka dan nikmat-nikmat yang diberikan kepadanya, begitu pula tentang hari berbangkit, hari berhisab, surga, neraka, pahala, dosa, dsb.
Surah ini dinamai juga Al-Basiqat diambil dari perkataan Al-Basiqat yang terdapat pada ayat 10 surah ini.

Nomor Surah50
Nama SurahQaaf
Arabق
ArtiQaaf
Nama lainal-Basiqat
(Yang Tinggi-Tinggi)
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu34
JuzJuz 26
Jumlah ruku’3 ruku’
Jumlah ayat45
Jumlah kata373
Jumlah huruf1507
Surah sebelumnyaSurah Al-Hujurat
Surah selanjutnyaSurah Az-Zariyat
Sending
User Review
4.5 (11 votes)
Tags:

50:22, 50 22, 50-22, Surah Qaaf 22, Tafsir surat Qaaf 22, Quran Qaf 22, Surah Qof ayat 22

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. Al Qalam (Pena) – surah 68 ayat 51 [QS. 68:51]

51-52.Setelah perintah bersabar kepada Nabi Muhammad ayat ini melanjutkan penjelasannya mengapa Nabi Muhammad harus tabah dan menguatkan kesabarannya. Dan sungguh, orang-orang kafir itu hampir-hampir … 68:51, 68 51, 68-51, Surah Al Qalam 51, Tafsir surat AlQalam 51, Quran Al-Qalam 51, Surah Al Qolam ayat 51

QS. Asy Syu’araa (Penyair) – surah 26 ayat 192 [QS. 26:192]

192. dan sungguh Al-Qur’an ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan pemilik dan pemelihara seluruh alam, Tuhan yang sangat menyayangi makhluk-Nya, bukan berasal dari yang lain-Nya, sebagaimana yang ditu … 26:192, 26 192, 26-192, Surah Asy Syu’araa 192, Tafsir surat AsySyuaraa 192, Quran Asy Syuara 192, Asy Syu’ara 192, Asy-Syu’ara 192, Surah Asy Syuara ayat 192

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Ayat ke 5 dari surah al-Falaq yaitu ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
وَ مِنۡ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ

'dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.'
--QS. Al Falaq [113] : 5

Qada dan qadar termasuk rukun iman yang ke ...

Benar! Kurang tepat!

Meja, kursi, manusia, hewan dan tumbuhan adalah merupakan salah satu cara mengenal Allah Subhanahu Wa Ta`ala melalui ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Al Falaq artinya ...

Benar! Kurang tepat!

Percaya kepada Allah dan Rasulnya termasuk rukun ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #23
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #23 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #23 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #19

Hari kiamat di jelaskan dalam Alquran, surah …. al-Humazah al-Kautsar al-Ma’un al-Qari’ah Ali Imron Benar! Kurang tepat! Berakhirnya seluruh kehidupan

Pendidikan Agama Islam #17

Kata berikut yang mempunyai arti orang yang meminta-minta adalah … عَاۤىِٕلًا السَّاۤىِٕلَ قرن ضَاۤلًّا يَتِيْمًا Benar! Kurang tepat! اَلَمْ يَجِدْكَ

Pendidikan Agama Islam #2

Salah satu Asmaul Husna adalah Al Akhir, yang berarti … Maha Pemberi Balasan Maha Kuasa Maha Akhir Maha Pemberi Nikmat

Instagram