QS. Nuh (Nabi Nuh) – surah 71 ayat 26 [QS. 71:26]

وَ قَالَ نُوۡحٌ رَّبِّ لَا تَذَرۡ عَلَی الۡاَرۡضِ مِنَ الۡکٰفِرِیۡنَ دَیَّارًا
Waqaala nuuhun rabbi laa tadzar ‘alal ardhi minal kaafiriina dai-yaaran;

Nuh berkata:
“Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan seorangpun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi.
―QS. 71:26
Topik ▪ Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga
71:26, 71 26, 71-26, Nuh 26, Nuh 26, Nuh 26

Tafsir surah Nuh (71) ayat 26

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Nuh (71) : 26. Oleh Kementrian Agama RI

Pada waktu terjadinya banjir itu, Nabi Nuh berdoa kepada Allah agar Dia memusnahkan seluruh orang-orang kafir dengan menenggelamkan mereka.
Permohonan Nuh ini dikabulkan Allah.
Alasan Nabi Nuh berdoa kepada Allah agar memusnahkan seluruh orang-orang kafir adalah:

1.
Jika di antara mereka ada yang dibiarkan hidup, mereka tetap akan berusaha menyesatkan manusia.
2.
Jika di antara mereka ada yang dibiarkan hidup, mereka akan menurunkan anak-anak yang kafir pula dan akan berusaha menjadikan orang-orang lain menjadi kafir.

Nabi Nuh berkesimpulan bahwa orang-orang kafir yang berada di zamannya itu tidak mungkin lagi akan beriman.
Kesimpulannya ini didasarkan pada pengalamannya menyeru mereka selama 950 tahun.
Oleh karena itulah, dia berdoa kepada Tuhan agar seluruh orang kafir itu ditenggelamkan tanpa meninggalkan seorang pun di antara mereka.
Pada ayat yang lain, Allah berfirman:

Dan Kami menolongnya dari orang-orang yang telah mendustakan ayat-ayat Kami.
Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang jahat, maka Kami tenggelamkan mereka semuanya.

(Q.S. Al-Anbiyaa [21]: 77)

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Setelah putus harapan melihat kaumnya, Nuh berdoa, “Ya Tuhanku, Janganlah Engkau sisakan seorang pun dari mereka hidup di muka bumi ini.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Nuh berkata, “Ya Rabbku! Janganlah Engkau biarkan seorang pun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi) bertempat tinggal, makna yang dimaksud ialah jangan biarkan seorang pun di antara mereka.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Adapun firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Nuh berkata, “Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan seorang pun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi.
(Q.S. Nuh [71]: 26)

Maksudnya, janganlah Engkau biarkan di muka bumi ini seorang pun dari mereka dan jangan pula suatu tempat tinggal pun bagi mereka.
Lafaz dayyaran termasuk ungkapan yang mengukuhkan nafi, menurut Ad-Dahhak artinya sebuah tempat tinggal pun (bagi mereka).
As-Saddi mengatakan bahwa ad-dayyar artinya orang yang menghuni rumah.
Maka Allah memperkenankan doanya dan membinasakan semua manusia yang ada di muka bumi dari kalangan orang-orang kafir hingga anak Nuh sendiri yang memisahkan diri dari ayahnya dan bergabung dengan kaumnya dalam kekafiran.
Anaknya itu mengatakan seperti yang diceritakan oleh Allah subhanahu wa ta’ala melalui firman-Nya:

Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat memeliharaku dari air bah.
Nuh berkata, “Tidak ada yang melindungi hari ini dari azab Allah selain Allah (saja) Yang Maha Penyayang.” Dan gelombang menjadi penghalang antara keduanya; maka jadilah anak itu termasuk orang-orang yang ditenggelamkan.
(Q.S. Hud [11]: 43)

Ibnu Abu Hatim mengatakan bahwa Yunus ibnu Abdul A’la membacakan kepadaku bahwa telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahb, telah menceritakan kepadaku Syabib ibnu Sa’id, dari Abul Jauza, dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda: Seandainya Allah mengasihani seseorang dari kaum Nuh, tentulah Allah mengasihani seorang wanita yang ketika melihat air bah datang ia menggendong anaknya dan menaiki bukit.
Dan setelah air bah mencapai bukit, ia naikkan anaknya ke pundaknya.
Dan ketika air mencapai pundaknya, ia letakkan anaknya di atas kepalanya.
Dan ketika air mencapai kepalanya, ia mengangkat anaknya dengan kedua tangannya.
Seandainya Allah mengasihani seseorang dari mereka, tentulah Dia mengasihani wanita ini.

Hadis ini garib, tetapi semua perawinya berpredikat tsiqat.
Akhirnya Allah subhanahu wa ta’ala menyelamatkan orang-orang yang ada di dalam bahtera bersama Nuh ‘alaihis salam, yaitu mereka yang beriman kepadanya, dan Allah telah memerintahkan kepada Nuh ‘alaihis salam sebelumnya untuk menaikkan mereka ke dalam bahteranya.


Informasi Surah Nuh (نوح)
Surat ini terdiri atas 28 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat An Nahl.

Dinamakan dengan surat “Nuh” karena surat ini seluruhnya menjelaskan da’wah dan do’a Nabi Nuh ‘alaihis salam

Keimanan:

Ajakan Nabi Nuh a.s. kepada kaumnya untuk beriman kepada Allah s.w. t. serta bertobat kepada-Nya
perintah memperhatikan kejadian alam semesta,
dan kejadian manusia yang merupakan manifestasi kebesaran Allah
siksaan Allah di dunia dan akhirat bagi kaum Nuh yang tetap kafir
do’a Nabi Nuh a.s.

Ayat-ayat dalam Surah Nuh (28 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Nuh (71) ayat 26 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Nuh (71) ayat 26 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Nuh (71) ayat 26 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Nuh - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 28 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 71:26
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Nuh.

Surah Nuh (bahasa Arab:نوح, "Nuh") adalah surah ke-71 dalam al-Qur'an.
Surah ini tergolong surah Makkiyah yang terdiri atas 28 ayat.
Dinamakan dengan surat Nuh karena surat ini seluruhnya menjelaskan ajakan, pengaduan dan doa Nabi Nuh terhadap kaumnya.

Nomor Surah 71
Nama Surah Nuh
Arab نوح
Arti Nabi Nuh
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 71
Juz Juz 28
Jumlah ruku' 2 ruku'
Jumlah ayat 28
Jumlah kata 227
Jumlah huruf 965
Surah sebelumnya Surah Al-Ma’arij
Surah selanjutnya Surah Al-Jinn
4.6
Ratingmu: 4.6 (20 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta