QS. Muhammad (Nabi Muhammad) – surah 47 ayat 6 [QS. 47:6]

وَ یُدۡخِلُہُمُ الۡجَنَّۃَ عَرَّفَہَا لَہُمۡ
Wayudkhiluhumul jannata ‘arrafahaa lahum;

dan memasukkan mereka ke dalam jannah yang telah diperkenankan-Nya kepada mereka.
―QS. 47:6
Topik ▪ Sifat surga dan kenikmatannya
47:6, 47 6, 47-6, Muhammad 6, Muhammad 6, Muhamad 6

Tafsir surah Muhammad (47) ayat 6

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Muhammad (47) : 6. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini diterangkan bahwa Allah akan membimbing orang-orang yang beriman dalam melaksanakan pekerjaan yang diridai-Nya sehingga pekerjaan itu berhasil dengan baik, dan memelihara mereka agar tidak melakukan maksiat dan perbuatan dosa.
Allah juga menyediakan bagi mereka tempat kembali di surga yang telah mereka ketahui karena Allah menunjukkan tempat-tempat itu kepada mereka.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Apabila kalian bertemu dengan orang-orang kafir di medan perang, pancunglah batang leher mereka.
Apabila kalian berhasil melemahkan dan mengalahkan mereka dengan banyak membunuh pasukan mereka, tawanlah mereka.
Sesudah perang, kalian boleh membebaskan mereka tanpa tebusan apapun atau meminta harta atau tawanan kaum Muslimin sebagai tebusan.
Hendaknya seperti itulah sikap kalian terhadap orang-orang kafir sampai perang berakhir.
Begitulah ketentuan Allah yang berlaku untuk mereka.
Seandainya Allah menghendaki, niscaya Dia akan memenangkan kaum Muslimin tanpa melalui perang.
Tetapi, karena Allah ingin menguji orang-orang Mukmin melalui orang-orang kafir, Dia menetapkan jihad.
Orang-orang yang terbunuh di jalan Allah, amal perbuatannya tidak akan disia-siakan oleh Allah.
Mereka akan diberi petunjuk, keadaan mereka akan diperbaiki, dan mereka akan dimasukkan ke dalam surga yang telah diperkenalkan kepada mereka.

[1] Dalam ayat yang berbicara mengenai perintah membunuh ini digunakan kata riqab yang berarti ‘batang leher’, karena cara membunuh yang paling cepat dan tidak menyakitkan adalah dengan memenggal leher.
Secara ilmiah telah terbukti bahwa leher merupakan jaringan penghubung antara kepala dan seluruh organ tubuh.
Maka, apabila jaringan urat saraf manusia terputus, semua fungsi utama organ tubuh akan melemah.
Dan apabila jaringan urat nadi telah putus, maka darah akan berhenti dan tidak dapat memberi makan ke otak.
Begitu pula, apabila saluran pernapasan telah putus, maka manusia tidak lagi dapat bernapas.
Dalam kondisi seperti ini manusia akan cepat mati.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan memasukkan mereka ke dalam surga yang telah diperkenalkan) telah dijelaskan (kepada mereka) sehingga mereka mengetahui tempat-tempat tinggal mereka dalam surga itu dan mereka telah mengenal istri-istri mereka dan telah mengenal pelayan-pelayan yang akan melayani mereka tanpa membutuhkan petunjuk lagi.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Adapun firman Allah subhanahu wa ta’ala:

dan memperbaiki keadaan mereka.
(Q.S. Muhammad [47]: 5)

Yaitu akan memperbaiki urusan dan keadaan mereka.

dan memasukkan mereka ke dalam surga yang telah diperkenalkan-Nya kepada mereka.
(Q.S. Muhammad [47]: 6)

Allah telah memperkenalkannya kepada mereka dan membimbing mereka kepadanya.
Mujahid mengatakan bahwa penghuni surga mengetahui rumah dan tempat tinggalnya masing-masing, mengingat Allah telah membagi-bagikannya kepada mereka.
Mereka tidak akan keliru atau salah masuk, seakan-akan mereka adalah penghuninya sejak mereka diciptakan, tidak seorang pun yang menunjukkan mereka kepadanya.
Hal yang semisal telah diriwayatkan oleh Malik, dari zaid ibnu Aslam.

Muhammad ibnu Ka’b mengatakan, “Apabila mereka masuk surga, mereka mengetahui rumah-rumah mereka sebagaimana kalian mengetahui rumah-rumah kalian (sewaktu di dunia) bila pulang dari salat Jumat.”

Muqatil ibnu Hayyan mengatakan bahwa malaikat yang telah ditugaskan mencatat amal perbuatannya sewaktu di dunia berjalan di hadapannya di dalam surga, sedangkan Anak Adam yang bersangkutan mengikutinya hingga sampailah ke tempat tinggal yang telah disediakan untuknya.
Kemudian malaikat itu memperkenalkan kepadanya segala sesuatu yang diberikan oleh Allah untuknya di dalam surga.
Apabila telah sampai ke tempat tinggalnya, maka masuklah ia ke dalamnya dan menemui istri-istrinya, lalu malaikat itu pergi meninggalkannya.
Demikianlah menurut apa yang telah disebutkan oleh Ibnu Abu Hatim.

Hal yang sama telah disebutkan di dalam hadis sahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari melalui hadis Qatadah, dari Abul Mutawakkil An-Naji, dari Abu Sa’id Al-Khudri r.a., bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

Apabila orang-orang mukmin telah dikeluarkan dari neraka, mereka ditahan di sebuah jembatan yang terletak di antara surga dan neraka dalam rangka saling melakukan hukum qisas (pembalasan) yang ada di antara mereka sewaktu di dunia; hingga manakala mereka telah dibersihkan dan disucikan, barulah diizinkan bagi mereka masuk surga.
Demi Tuhan yang jiwaku berada di dalam genggaman kekuasaan-Nya, sesungguhnya seseorang dari mereka lebih mengetahui tempat tinggalnya di surga ketimbang tempat tinggalnya di dunia dahulu.


Informasi Surah Muhammad (محمد)
Surat Muhammad terdiri atas 38 ayat, termasuk golongan surat-surat Madaniyyah, diturunkan sesudah surat Al Hadiid,

Nama “Muhammad” sebagai nama surat ini diambil dari perkataan Muhammad yang terdapat pada ayat 2 surat ini.

Pada ayat 1, 2 dan 3 surat ini Allah membandingkan antara hasil yang diperoleh oleh orang­ orang yang percaya kepada apa yang diturunkan kepada Nabi Muhammad ﷺ dan hasil yang diperoleh oleh orang-orang yang tidak percaya kepadanya.
Orang-orang yang percaya kepada apa yang dibawa Muhammad ﷺ merekalah orang-orang yang beriman dan mengikuti jejak yang hak, diterima Allah semua amalnya, diampuni segala kesalahannya.
Adapun orang-orang yang tidak percaya kepada Muhammad ﷺ adalah orang-orang yang mengikuti kebatilan, amalnya tidak diterirna, dosa mereka tidak diampuni, kepada mereka dijanjikan azab di dunia dan di akhirat.

Dinamai juga dengan “Al Qital” (peperangan), karena sebahagian besar surat ini mengutarakan tentang peperangan dan pokok-pokok hukumnya, serta bagairnana seharusnya sikap orang­orang mu’min terhadap orang-orang kafir.

Keimanan:

Orang yang mati syahid akan masuk surga
balasan-balasan yang disediakan di akhirat bagi orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang durhaka
keesaan Allah.

Hukum:

Menumpas musuh pada permulaan peperangan (sebelum gejala-gejala kemenangan)
menawan mereka kalau telah kelihatan gejala-gejala kemenangan
membebaskan tawanan itu dengan menerima tebusan atau tidak.
Larangan mengajak damai apabila telah nyata kemenangan

Lain-lain:

Allah selalu memberi cobaan kepada orang-orang mu’min, untuk mengetahui siapa yang berjihad dan siapa yang sabar
kehidupan dunia adalah permainan belaka dan bahwa iman dan takwalah yang menghasilkan pahala
Allah akan menolong orang yang menolong agama-Nya.

Ayat-ayat dalam Surah Muhammad (38 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Muhammad (47) ayat 6 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Muhammad (47) ayat 6 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Muhammad (47) ayat 6 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Muhammad - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 38 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 47:6
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Muhammad.

Surah Muhammad (Arab: محمّد‎) adalah surah ke-47 dalam al-Qur'an.
Surah ini tergolong surah Madaniyah yang terdiri atas 38 ayat.
Nama Muhammad sebagai nama surah ini diambil dari perkataan Muhammad yang terdapat pada ayat 2 surah ini.

Pada ayat 1, 2 dan 3 surah ini, Allah membandingkan antara hasil yang diperoleh oleh orang-orang yang tidak percaya kepada apa yang diturunkan kepada Nabi Muhammad S.A.W dan hasil yang diperoleh oleh orang-orang yang tidak percaya kepadanya.
Orang-orang yang percaya kepada apa yang dibawa oleh Muhammad S.A.W merekalah orang-orang yang beriman dan mengikuti yang hak, diterima Allah semua amalnya, diampuni segala kesalahannya.
Adapun orang-orang yang tidak percaya kepada Muhammad S.A.W adalah orang-orang yang mengikuti kebatilan, amalnya tidak diterima, dosa mereka tidak diampuni, kepada mereka dijanjikan azab di dunia dan di akhirat.

Surah ini dinamakan juga dengan Al-Qital yang berarti Peperangan, karena sebagian besar surah ini mengutarakan tentang peperangan dan pokok-pokok hukumnya, serta bagaimana seharusnya sikap orang-orang mukmin terhadap orang-orang kafir.

Nomor Surah 47
Nama Surah Muhammad
Arab محمد
Arti Nabi Muhammad
Nama lain -
Tempat Turun Madinah
Urutan Wahyu 95
Juz Juz 26
Jumlah ruku' 4 ruku'
Jumlah ayat 38
Jumlah kata 542
Jumlah huruf 2424
Surah sebelumnya Surah Al-Ahqaf
Surah selanjutnya Surah Al-Fath
4.6
Ratingmu: 4.8 (8 orang)
Sending

URL singkat: risalahmuslim.id/47-6









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim