QS. Muhammad (Nabi Muhammad) – surah 47 ayat 13 [QS. 47:13]

وَ کَاَیِّنۡ مِّنۡ قَرۡیَۃٍ ہِیَ اَشَدُّ قُوَّۃً مِّنۡ قَرۡیَتِکَ الَّتِیۡۤ اَخۡرَجَتۡکَ ۚ اَہۡلَکۡنٰہُمۡ فَلَا نَاصِرَ لَہُمۡ
Waka-ai-yin min qaryatin hiya asyaddu quu-watan min qaryatikallatii akhrajatka ahlaknaahum falaa naashira lahum;

Dan betapa banyak negeri yang (penduduknya) lebih kuat dari (penduduk) negerimu (Muhammad) yang telah mengusirmu itu.
Kami telah membinasakan mereka;
maka tidak ada seorang pun yang menolong mereka.
―QS. 47:13
Topik ▪ Kisah-kisah ▪ Hikmah dari kisah umat-umat terdahulu ▪ Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka
47:13, 47 13, 47-13, Muhammad 13, Muhammad 13, Muhamad 13
English Translation - Sahih International
And how many a city was stronger than your city (Makkah) which drove you out?
We destroyed them;
and there was no helper for them.
―QS. 47:13

 

Tafsir surah Muhammad (47) ayat 13

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Muhammad (47) : 13. Oleh Kementrian Agama RI

Diriwayatkan oleh ‘Abd bin humaid, Abu Ya’la, Ibnu Abi hatim, dan Ibnu Mardawaih dari Ibnu ‘Abbas, bahwa tatkala Nabi Muhammad akan meninggalkan Mekah, sebelum hijrah ke Madinah, beliau menoleh ke belakang melihat negeri Mekah dan berkata,
“Engkau (Mekah) adalah negeri Allah yang paling aku cintai, dan kalau penduduknya tidak mengusirku, tentu aku tidak akan meninggalkan engkau.”
Maka turunlah ayat ini.

Dalam ayat ini, Allah memberikan perbandingan sebagai penghibur hati Nabi Muhammad yang telah digundahkan oleh sikap dan tindakan orang-orang musyrik Mekah.
Diterangkan bahwa berapa banyak negeri yang penduduknya lebih kuat badannya, lebih banyak pengetahuannya, lebih mampu membangun negerinya, lebih banyak tentaranya sehingga dapat menaklukkan negeri sekitar mereka dibandingkan dengan orang-orang musyrik Mekah.
Semuanya itu telah dihancurkan Allah dengan berbagai macam malapetaka yang menimpa mereka.
Dalam menghadapi malapetaka itu, mereka tidak mempunyai seorang penolong pun.
Semua kekuatan, kekuasaan, dan tentara yang gagah perkasa tidak ada artinya sedikit pun dalam menghadapi malapetaka itu.
Orang-orang musyrik Mekah akan mengalami nasib yang demikian pula seandainya mereka tetap mengingkari seruan Nabi Muhammad.
Oleh karena itu, Nabi dihimbau untuk bersabar dan tabah menghadapi sikap dan tindakan mereka dan Allah pasti menolong dan memenangkan hamba-hamba yang taat kepada-Nya.