Search
Generic filters
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Langsung kunjungi https://risalahmuslim.id/2-255 atau cari dengan ketik nomer_surah:nomer_ayat. Contoh: 2:255

Maryam

Maryam (Maryam (Maria)) surah 19 ayat 77


اَفَرَءَیۡتَ الَّذِیۡ کَفَرَ بِاٰیٰتِنَا وَ قَالَ لَاُوۡتَیَنَّ مَالًا وَّ وَلَدًا
Afara-aital-ladzii kafara biaayaatinaa waqaala autayanna maaalan wawaladan;

Maka apakah kamu telah melihat orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami dan ia mengatakan:
“Pasti aku akan diberi harta dan anak”.
―QS. 19:77
Topik ▪ Islam agama para nabi
19:77, 19 77, 19-77, Maryam 77, Maryam 77, Maryam 77
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Maryam (19) : 77. Oleh Kementrian Agama RI

Sebab turunnya ayat ini menurut yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Muslim, Tirmizi Tabrani dan lbnu Hibban dari Khabab bin Aratt adalah sebagai berikut:

Khabab bin Aratt berkata, "Dahulu aku adalah seorang tukang besi.
Aku mempunyai piutang dari Ali Al `Aas-bin Waail.
Maka aku datang kepadanya untuk menagih piutang itu".
Dia menjawab, "Aku tidak akan membayar utang itu.
Demi Allah aku tidak akan membayarnya kecuali jika engkau kafir dengan Muhammad".
Aku menjawab, "Tidak! sekali-kali aku tidak akan kafir kepada Muhammad ﷺ.
sehingga engkau mati dan dibangkitkan nanti".
Ali Al `Aas menjawab, "Kalau aku telah mati dan dibangkitkan nanti engkau dapat menagih piutangmu itu karena aku di waktu itu mempunyai harta yang banyak dan anak-anak dan tentu aku akan melunasinya".
Maka turunlah ayat ini.

Pada ayat ini Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad ﷺ.
supaya memperhatikan bagaimana sombong dan angkuhnya orang kafir itu yang berani mengatakan bahwa dia di akhirat nanti akan dianugerahi harta dan anak yang banyak Meskipun ucapannya itu seakan-akan menunjukkan bahwa dia mempercayai terjadinya hari berbangkit nanti tetapi yang sebenarnya dia tidak percaya sama sekali akan adanya hari berbangkit itu.
Ucapan seperti itu hanya sebagai cemoohan dan olok-olokan terhadap kepercayaan orang mukmin dengan pengertian bahwa jika benar-benar Khabab bin Aratt percaya akan hari berbangkit biarlah utangnya itu dibayar di waktu itu saja.
Adapun sekarang dia tidak akan membayarnya kalau Khabab tidak kafir dengan Muhammad.
Cemoohan itu ditambah lagi dengan mengatakan bahwa dia akan kaya dan banyak anak nanti di akhirat.
Alangkah beraninya dia mengada-adakan sesuatu yang tidak diketahuinya sama sekali, sedang dia sendiri mengingkari hal-hal yang gaib itu.

Maryam (19) ayat 77 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Maryam (19) ayat 77 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Maryam (19) ayat 77 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Hendaknya kamu merasa heran, wahai Muhammad, terhadap orang kafir yang mengingkari ayat-ayat Allah dan tertipu oleh kehidupan dunia, sehingga mengingkari hari kebangkitan dan, dengan nada mengolok-olok, berkata, "Sesungguhnya di akhirat yang kalian yakini keberadaannya, Allah akan memberikan kepadaku harta dan anak yang dapat aku banggakan di sana." Ia mengira bahwa akhirat itu seperti dunia.
Ia lupa bahwa akhirat merupakan tempat pembalasan bagi kebaikan dan kejahatan.
Sesungguhnya kemuliaan di akhirat hanya dapat diperoleh dengan amal saleh.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Maka apakah kamu telah melihat orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami) maksudnya 'Ashi bin Wa'il (dan ia mengatakan,) kepada Khabbab bin Art yang mengatakan kepadanya, bahwa engkau kelak akan dibangkitkan hidup kembali sesudah mati.
Pada saat itu Khabbab sedang menagih utang kepadanya ("Pasti aku akan diberi) seandainya aku dibangkitkan hidup kembali (harta dan anak") maka pada saat itu aku akan membayar utangku kepadamu.
Allah berfirman menyanggahnya:

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Apakah kamu tahu, wahai Rasul, dan kamu heran terhadap orang kafir ini, yaitu al-Ash bin Wa”il dan orang yang semisalnya??
Sebab, ia kafir kepada ayat-ayat Allah dan mendustakannya seraya mengatakan :
Sungguh aku pasti akan diberi harta dan anak-anak di akhirat kelak.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Mu'awiyah, telah menceritakan kepada kami Al-A'masy, dari Muslim, dari Masruq, dari Khabbab ibnul Art yang mengatakan bahwa ia adalah seorang pandai besi, dan ia mengutangkan sesuatu kepada Al-As ibnu Wa-il.
Lalu ia datang untuk menagihnya, tetapi Al-As berkata, "Demi Tuhan, aku tidak akan membayarmu sebelum kamu kafir kepada Muhammad." Maka Khabbab berkata,"Tidak, demi Allah, aku tidak akan kafir kepada Muhammad sampai kamu mati pun, kemudian kamu dibangkitkan." Al-As ibnu Wa-il mengatakan, "Kalau demikian, biarlah saya mati, lalu saya dibangkitkan dan kamu datang kepadaku, karena saat itu aku mempunyai harta dan anak, dan aku akan membayarmu." Maka Allah subhanahu wa ta'ala menurunkan firman-Nya:

...Maka apakah kamu telah melihat orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami dan ia mengatakan, "Pasti aku akan diberi harta dan anak."
Sampai dengan firman-Nya:
...dan ia akan datang kepada Kami dengan seorang diri.

Imam Bukhari dan Imam Muslim serta lain-lainnya mengetengahkan hadis ini melalui berbagai jalur dari Al-A'masy dengan sanad yang sama.

Menurut lafaz hadis yang ada pada Imam Bukhari, ia adalah seorang pandai besi di Mekkah.
Lalu ia membuat sebilah pedang pesanan Al-As ibnu Wa-il.
Setelah selesai, ia datang untuk menagihnya, hingga akhir hadis.
Di dalamnya disebutkan firman Allah subhanahu wa ta'ala:

...atau ia telah membuat perjanjian di sisi Tuhan Yang Maha Pemurah?

Abdur Razzaq mengatakan, telah menceritakan kepada kami As-Sauri, dari Al-A'masy, dari Abud-Duha, dari Masruq yang mengatakan, Khabbab ibnul Art pernah mengatakan bahwa ia dahulu adalah seorang pandai besi di Mekah.
Ia mengerjakan sesuatu milik Al-As ibnu Wa-il.
Setelah pekerjaan selesai dan ongkosnya masih kurang sejumlah banyak uang dirham, maka ia datang untuk menagihnya.
Tetapi Al-As ibnu Wa-il mengatakan kepadanya, "Aku tidak mau membayarmu sebelum kamu mau kafir kepada Muhammad." Maka ia menjawab, "Aku tidak akan kafir kepada Muhammad sampai kamu mati pun, lalu dibangkitkan kembali." Al-As ibnu Wa-il berkata, "Apabila aku dibangkitkan lagi, aku pasti beroleh harta dan anak." Khabbab ibnul Art menceritakan hal itu kepada Rasulullah ﷺ Maka Allah menurunkan firman-Nya:

Maka apakah kamu telah melihat orang kafir kepada ayat-ayat Kami., hingga beberapa ayat berikutnya.

Al-Aufi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa sesungguhnya ada sejumlah sahabat Rasulullah ﷺ yang menagih utang kepada Al-As ibnu Wa-il As-Sahmi.
Mereka datang kepadanya untuk menagihnya, maka Al-As berkata, "Bukankah kalian percaya bahwa di dalam surga terdapat emas dan perak, kain sutra, dan segala macam buah-buahan?"
Mereka menjawab, "Memang benar." Al-As berkata, "Maka sesungguhnya janji untuk membayar kalian nanti di akhirat.
Demi Tuhan, aku benar-benar akan diberi harta dan anak, dan aku benar-benar akan diberi seperti kitab yang ada pada kalian." Maka Allah menjawabnya melalui firman-Nya: Maka apakah kamu telah melihat orang kafir kepada ayat-ayat Kami.
(Maryam:77) sampai dengan firman-Nya: dan ia akan datang kepada Kami dengan seorang diri.
(Maryam:80)

Hal yang sama telah dikatakan oleh Mujahid dan Qatadah serta lain-lainnya, bahwa sesungguhnya ayat ini diturunkan berkenaan dengan Al-As ibnu Wa-il.

Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

Pasti aku akan diberi harta dan anak.

Menurut pendapat yang lain, wuldan adalah bentuk jamak, sedangkan kalau dibaca waladun adalah bentuk tunggal, hal ini menurut dialek Bani Qais.

Hadits Shahih Yang Berhubungan Dengan Surah Maryam (19) ayat 77
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basysyar telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Adiy dari Syu'bah dari Sulaiman dari Abu Adh-Dhuha dari Masruq dari Khabbab berkata:
Pada masa Jahiliyyah aku adalah seorang tukang besi dan emas dan Al Ash bin Wa'il pernah punya hutang kepadaku lalu aku datang menemuinya untuk menagihnya. Dia berkata:
Aku tidak akan bayar kecuali kamu mau mengingkari (kufur) Muhammad shallallahu alaihi wasallam . Aku katakan: Aku tidak akan kufur sampai kamu dimatikan oleh Allah Ta'ala lalu kamu dibangkitkan. Dia berkata:
Biarkanlah aku sampai aku mati lalu dibangkitkan dan aku diberikan harta dan anak lalu aku bayar hutangku kepadamu. Maka turunlah QS Maryam ayat 77 yang artinya: Maka apakah kamu telah melihat orang yang kafir kepada ayat-ayat kami dan ia mengatakan: Pasti Aku akan diberi harta dan anak. Adakah ia melihat yang ghaib atau ia telah membuat perjanjian di sisi Tuhan yang Maha Pemurah?.

Shahih Bukhari, Kitab Jual Beli - Nomor Hadits: 1949

Asbabun Nuzul
Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Maryam (19) Ayat 77

Diriwayatkan oleh asy-Syaikhaan (al-Bukhari dan Muslim) dan lain-lain yang bersumber dari Kabbab bin al-Arat bahwa Kabbab bin al Arat datang kepada al-‘Ashi bin Wa-il as-Sahmi untuk menagih haknya, akan tetapi dijawab: “Aku tidak akan memberikan kepadamu sebelum engkau kufur kepada Muhammad.” Khabbab menjawab:
“Apakah engkau tidak akan memberikannya sampai engkau mati dan dibangkitkan kembali?” Ia berkata: “Apakah aku akan mati dan dibangkitkan kembali?” Khabbab menjawab:
“Benar.” Ia berkata: “Kalau demikian, aku akan membayarnya kelak di sana, karena di sana aku akan mempunyai harta dan anak.” Ayat ini (Maryam: 77) turun berkenaan dengan peristiwa tersebut.

Sumber : Asbabun Nuzul-K.H.Q.Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Informasi Surah Maryam (مريم)
Surat Maryam terdiri atas 98 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, karena ham­pir seluruh ayatnya diturunkan sebelum Nabi Muhammad ﷺ hijrah ke Madinah, bahkan se­belum sahabat-sahabat beliau hijrah ke negeri Habsyi.

Menurut riwayat Ibnu Mas'ud, Ja'far bin Abi Thalib membacakan permulaan surat Maryam ini kepada raja Najasyi dan pengikut-pengikut­nya diwaktu ia ikut hijrah bersama-sama sahabat-sahabat yang lain ke negeri Habsyi.

Surat ini dinamai "Maryam",
karena surat ini mengandung kisah Maryam, ibu Nabi Isa 'alaihis salam yang serba ajaib, yaitu melahirkan puteranya Isa 'alaihis salam, sedang ia sebelumnya belum pernah dika­wini atau dicampuri oleh seorang laki-laki pun.
Kelahiran Isa 'alaihis salam tanpa Bapak merupakan suatu bukti kekuasaan Allah subhanahu wa ta'ala Pengutaraan kisah Maryam sebagai kejadian yang luar biasa dan ajaib dalam surat ini, diawali dengan kisah kejadian yang luar biasa dan ajaib pula, yaitu dikabulkan­ nya do'a Zakariya 'alaihis salamoleh Allahsubhanahu wa ta'ala agar beliau dianugerahi seorang putera sebagai pewaris dan pelanjut cita-cita dan kepercayaan beliau, sedang usia beliau sudah sangat tua dan isteri beliau seorang yang mandul, yang menurut ukuran ilmu biologi tidak mungkin akan terjadi.

Keimanan:

Allah berbuat sesuatu menurut yang dikehendaki-Nya, kendatipun menyimpang dari hukum-hukum alam
Isa a.s. bukan anak Allah karena mustahil Allah mem­ punyai anak
Jibril a.s. turun kepada rasul-rasul membawa wahyu atas perintah Allah
di hari kiamat orang kafir menghadap Allah sendiri-sendiri semua manusia akan menghadap Tuhan sebagai hamba.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Allah mengabulkan do'a Zakariya a.s.untuk memperoleh anak, sekalipun usia be­ liau sudah sangat tua dan isteri beliau seorang yang mandul
kisah kelahiran Isa a.s. tanpa bapak
kisah Ibrahim a.s. dengan bapaknya
Musa a.s. seorang yang dipilih oleh Allah
Ismail a.s. seorang yang benar dalam janjinya
Idris a.s. seorang yang sangat kuat kepercayaannya.

Lain-lain:

Ancaman terhadap orang yang meninggalkan shalat dan mengikuti hawa nafsunya serta kabar gembira untuk orang-orang yang telah taubat dan mengerjakan amal-amal yang saleh
keadaan di surga
membiarkan orang yang sesat setelah diberi petunjuk bergelimang dalam kesesatannya adalah sunnah Allah.


Gambar Kutipan Surah Maryam Ayat 77 *beta

Surah Maryam Ayat 77



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Maryam

Surah Maryam (Arab: مريم‎, Maryam, "Maryam") adalah surah ke-19 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 98 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah karena hampir seluruh ayatnya diturunkan sebelum Nabi Muhammad ﷺ hijrah ke Madinah, bahkan sebelum sahabat-sahabat dia hijrah ke negeri Habsyi.
Menurut riwayat Ibnu Mas'ud, Ja'far bin Abi Thalib membacakan permulaan surah Maryam ini kepada raja Najasyi dan pengikut-pengikutnya di waktu ia ikut hijrah bersama-sama sahabat-sahabat yang lain ke negeri Habsyi.

Surah ini dinamai Maryam, karena surat ini mengandung kisah Maryam (atau Maria dalam agama Kristen), ibu dari Nabi Isa AS.
Surah ini menceritakan kelahiran yang ajaib, di mana Ia melahirkan Isa AS sedang ia sebelumnya belum pernah digauli oleh seorang laki-laki.
Kelahiran Isa AS tanpa ayah, merupakan suatu bukti kekuasaan Allah subhanahu wa ta'ala.
Pengutaraan kisah Maryam sebagai kejadian yang luar biasa dan ajaib dalam surah ini, diawali dengan kisah kejadian ajaib lainnya, yaitu dikabulkannya doa nabi Zakaria AS oleh Allah subhanahu wa ta'ala, di mana ia ingin dianugerahi seorang putra sebagai pewaris dan penerus cita-cita dan kepercayaannya, sedang usianya sudah sangat tua dan istrinya adalah wanita yang mandul.

Nomor Surah19
Nama SurahMaryam
Arabمريم
ArtiMaryam (Maria)
Nama lainKaf, Ha, Ya, ‘Ain, Shad (کهیعص), Ka-ha
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu44
JuzJuz 16
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat98
Jumlah kata972
Jumlah huruf3935
Surah sebelumnyaSurah Al-Kahf
Surah selanjutnyaSurah Ta Ha
4.8
Rating Pembaca: 4.8 (10 votes)
Sending