Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Maryam

Maryam (Maryam (Maria)) surah 19 ayat 37


فَاخۡتَلَفَ الۡاَحۡزَابُ مِنۡۢ بَیۡنِہِمۡ ۚ فَوَیۡلٌ لِّلَّذِیۡنَ کَفَرُوۡا مِنۡ مَّشۡہَدِ یَوۡمٍ عَظِیۡمٍ
Faakhtalafal ahzaabu min bainihim fawailul(n)-lil-ladziina kafaruu min masyhadi yaumin ‘azhiimin;

Maka berselisihlah golongan-golongan (yang ada) di antara mereka.
Maka kecelakaanlah bagi orang-orang kafir pada waktu menyaksikan hari yang besar.
―QS. 19:37
Topik ▪ Maksiat dan dosa ▪ Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat ▪ Air sebagai sumber kehidupan
19:37, 19 37, 19-37, Maryam 37, Maryam 37, Maryam 37
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Maryam (19) : 37. Oleh Kementrian Agama RI

Kemudian pada ayat ini Allah menerangkan bahwa kaum Nabi Isa tidak mengindahkan petunjuk-petunjuk yang diberikannya kepada mereka, mereka telah jatuh ke-dalam lembah kesesatan dan terjadilah di-antara mereka perselisihan yang hebat dan sangat mendalam.
Mereka terpecah-pecah menjadi beberapa golongan; Golongan "Yakubiyah" yaitu golongan yang mengikuti ajaran seorang pendeta bernama Yakub, yang mengatakan bahwa Isa adalah tuhan yang diturunkannya ke bumi tetapi kemudian naik lagi ke langit.
Golongan "Nasturiyah" yang mengikuti ajaran seorang pendeta bernama Nastur yang mengatakan bahwa Isa adalah putra Tuhan yang diturunkan ke bumi kemudian diangkat-Nya kembali ke langit.
Golongan ini mengatakan bahwa Isa adalah salah satu dari oknum yang tiga yaitu: Bapak, putra dan Ruhulkudus.
Golongan lain mengatakan bahwa Isa adalah salah satu dari Tuhan yang tiga, yaitu: Allah, Isa anak-Nya dan Maryam ibu Isa.
Di samping golongan-golongan yang sesat itu ada pula golongan yang benar dun beriman sesuai dengan ajaran dan petunjuk Isa yang beriman bahwa Isa adalah hamba Allah dan Rasul Nya, Golongan ini bernama "Malakania".
Terhadap golongan-golongan yang sesat itu Allah mengancam mereka bahwa mereka akan menyaksikan sendiri bagaimana dahsyatnya hari kiamat nanti dan bagaimana pedihnya siksaan yang disediakan untuk mereka.
Semua anggota badan mereka akan menjadi saksi atas kekafiran dan keingkaran mereka.
Allah menangguhkan siksaan terhadap mereka sampai Hari Kiamat dan tidak menyegerakan siksaan mereka semata-mata karena rahmat dan kasih sayang-Nya sebagaimana tersebut dalam sabda Nabi ﷺ:

Sesungguhnya Allah menangguhkan penyiksaan bagi orang zalim sehingga apabila Dia menyiksanya, dia tidak akan dapat lepas dari siksaan itu.
(H.R.
Bukhari dan Muslim)

Mengenai sikap kaum Nabi Isa ini Nabi Muhammad ﷺ.
bersabda:

Tak ada seorangpun yang tahan, mendengar kata-kata yang menyakitkan kecuali Allah.
Mereka mengatakan bahwa Allah mempunyai anak sedang Allah tetap memberi mereka rezeki dan kesehatan.

(H.R.
Bukhari)

Maryam (19) ayat 37 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Maryam (19) ayat 37 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Maryam (19) ayat 37 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Meskipun begitu, orang-orang Ahl al-Kitab berselisih paham tentang 'Isa, dan terbagi-bagi menjadi beberapa kelompok.
Maka, azab yang pedih disediakan bagi mereka saat mendatangi hari perhitungan, menyaksikan hari kiamat dan menerima balasan yang amat buruk.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Maka berselisihlah golongan-golongan yang ada di antara mereka) yakni orang-orang Nasrani, yaitu sehubungan dengan perihal Isa, apakah dia anak Allah, atau tuhan di samping Allah, ataukah tuhan yang ketiga.
(Maka kecelakaanlah) azab yang sangat keras (bagi orang-orang kafir) disebabkan apa yang telah disebutkan tadi dan hal-hal lainnya (pada waktu menyaksikan hari yang besar) yakni kehadiran mereka di hari kiamat dan kengerian-kengerian yang terjadi pada waktu itu.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Golongan-golongan dari Ahli Kitab berselisih di antara mereka tentang perkara Isa.
Di antara mereka ada yang sangat berlebih-lebihan kepadanya, yaitu kaum Nashrani.
Sebagian kaum Nashrani ada yang mengatakan :
Isa adalah Allah.
Ada juga yang mengatakan :
Isa adalah putra Allah.
Dan ada pula yang mengatakan :
Isa adalah salah satu dari tiga oknum (dalam trinitas).
Mahasuci Allah dari apa yang mereka katakan.
Di antara Ahli Kitab itu ada yang tidak ramah kepada Isa, yaitu Yahudi.
Mereka mengatakan :
Isa adalah penyihir.
Mereka juga mengatakan :
Isa adalah anak Yusuf si tukang kayu.
Maka kebinasaanlah bagi orang-orang kafir pada saat mereka menyaksikan hari yang sangat mencekam, yaitu Hari Kiamat.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

Maka berselisihlah golongan-golongan (yang ada) di antara mereka.

Yaitu Ahli Kitab berselisih pendapat tentang eksistensi Isa, padahal perkaranya sudah jelas dan gamblang, bahwa dia adalah hamba Allah dan Rasul-Nya yang diciptakan melalui perintah-Nya yang ditujukan kepada Maryam, dan diciptakan melalui roh ciptaan-Nya.
Sebagian dari mereka yang terdiri atas orang-orang Yahudi telah sepakat mengatakannya sebagai anak zina, semoga laknat Allah menimpa mereka.
Mereka mengatakan pula bahwa perkataan Isa yang masih ada dalam usia ayunan itu adalah sihir.
Segolongan lainnya dari kalangan mereka mengatakan, sesungguhnya yang berbicara itu adalah Tuhan.
Segolongan lainnya lagi mengatakan bahwa Isa adalah anak Allah.
Golongan lainnya lagi mengatakan, Isa adalah salah satu dari ketiga Tuhan.
Dan golongan yang lainnya mengatakan bahwa Isa adalah hamba Allah dan utusan-Nya.
Pendapat yang terakhir ini adalah pendapat yang benar sesuai dengan petunjuk yang diberikan oleh Allah kepada orang-orang yang beriman.

Kisah yang semisal telah diriwayatkan melalui Amr ibnu Maimun, Ibnu Juraij, dan Qatadah serta lain-lainnya yang bukan hanya seorang, baik dari kalangan ulama Salaf maupun dari kalangan ujama Khalaf.

Abdur Razzaq mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ma'mar, dari Qatadah sehubungan dengan makna firman-Nya: Itulah Isa putra Maryam, yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenarannya.
(Maryam:34) Bahwa kaum Bani Israil mengadakan pertemuan, lalu mereka mengemukakan empat orang yang paling alim di antara mereka sebagai juru bicara dari masing-masing kelompoknya, kemudian mereka berdebat tentang Isa ketika Isa dinaikkan.
Sebagian dari mereka mengatakan bahwa Isa adalah tuhan yang turun ke bumi, lalu menghidupkan orang-orang yang dihidupkannya dan mematikan orang-orang yang dimatikannya, setelah itu Isa naik ke langit.
Mereka yang berpendapat demikian adalah golongan Ya'qubiyah.
Pendapat tersebut ditolak oleh ke tiga orang lainnya karena di anggap dusta dan tidak benar.
Kemudian orang yang kedua dari mereka berkata kepada orang yang ketiga, "Bagaimanakah pendapatmu?
Kemukakanlah." Orang yang ketiga berkata bahwa Isa adalah anak Allah.
Mereka yang mengatakan demikian adalah golongan Nusturiyah.
Orang yang kedua menyangkal seraya mengatakan, "Kamu dusta." Kemudian salah seorang dari dua orang lainnya berkata kepada yang lainnya, "Kemukakanlah pendapatmu tentang dia." Ia berkata bahwa Isa adalah salah satu dari tiga tuhan, Allah Tuhan yang pertama, dia tuhan kedua, dan ibunya tuhan ketiga.
Mereka yang berpendapat demikian adalah golongan Israili, raja-raja nasrani, semoga laknat Allah menimpa mereka semua.
Orang yang keempat berkata, "Kamu dusta, bahkan Isa adalah hamba Allah, Rasul-Nya, roh yang diciptakan oleh-Nya dan diciptakan melalui firman-Nya." Mereka yang berpendapat demikian adalah orang-orang muslim.

Disebutkan bahwa masing-masing dari keempat orang itu mempunyai pengikutnya sendiri-sendiri yang mendukung pendapatnya.
Akhirnya mereka berperang di antara sesama mereka dan mereka beroleh kemenangan atas orang-orang muslim yang beriman bahwa Isa adalah hamba dan utusan Allah subhanahu wa ta'ala Yang demikian itulah yang dimaksud oleh firman-Nya:

dan membunuh orang-orang yang menyuruh manusia berbuat adil.
(Ali Imran:21)

Qatadah mengatakan, mereka adalah orang-orang yang disebut oleh Allah subhanahu wa ta'ala dalam firman-Nya: Maka berselisihlah golongan-golongan (yang ada) di antara mereka.
(Maryam:37) Mereka berselisih pendapat tentang Isa, akhirnya terpecahlah mereka menjadi beberapa golongan.

Ibnu Abu Hatim telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas dan Urwah Ibnuz Zubair melalui sebagian ahlul 'ilmi suatu kisah yang isinya hampir sama dengan riwayat di atas.

Ahli sejarah dari kalangan Ahli Kitab dan lain-lainnya telah menyebutkan bahwa Kaisar Konstantinopel pernah mempertemukan kaum Ahli Kitab dalam suatu pertemuan besar di ketiga tempat perkumpulan mereka yang terkenal di kalangan mereka.
Golongan uskup dari kalangan mereka terdiri atas dua ribu seratus tujuh puluh orang, lalu mereka berselisih pendapat tentang Isa putra Maryam dengan perselisihan yang tajam sekali.
Masing-masing golongan mempunyai pendapat sendiri.
Seratus orang mempunyai pendapat sendiri, begitu pula tujuh puluh orang dari mereka, lima puluh orang berpendapat berbeda dengan lainnya, dan seratus enam puluh orang mempunyai pendapat sendiri pula.
Tiada suatu pendapat pun yang disepakati oleh lebih dari tiga ratus delapan orang.

Di antara mereka ada sejumlah uskup yang sepakat memegang suatu pendapat dan mempertahankannya mati-matian, pendapat ini disetujui oleh Kaisar.
Kaisar adalah seorang ahli filsafat, maka golongan tersebut dijadikan sebagai pemuka agama dan didukungnya, serta mengusir golongan lainnya.
Maka para uskup yang didukungnya memberikan kepada Kaisar amanat yang besar yang lebih layak disebut sebagai pengkhianatan terbesar.

Kemudian para uskup yang didukung oleh Kaisar ini membuatkan untuk Kaisar kitab undang-undang dan menetapkan baginya hukum-hukum syariat serta membuat banyak bid'ah dan penyimpangan di dalam agama Al-Masih, mereka telah merubahnya dari aslinya.

Sebagai imbalannya Kaisar Konstantinopel membangunkan buat mereka gereja-gereja yang besar di wilayah kekaisarannya, semuanya tersebar di negeri Syam, Jazirah Arabia, dan Romawi sehingga jumlah gereja di masa pemerintahannya kurang lebih dua belas ribu gereja.
Sedangkan ibu kaisar membangun tempat pembuangan sampah di tempat penyaliban yang diduga oleh orang-orang Yahudi bahwa yang disalib itu adalah Al-Masih.
Mereka dusta, bahkan Allah-lah yang menaikannya ke langit.

Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

Maka kecelakaanlah bagi orang-orang kafir pada waktu menyaksi­kan hari yang besar.

Ayat ini mengandung ancaman dan peringatan yang keras terhadap orang-orang yang mendustakan Allah dan melakukan tuduhan keji serta menganggap bahwa Allah beranak.
Akan tetapi, Allah menangguhkan mereka sampai hari kiamat dan membiarkan mereka berkat sifat Penyantun-Nya dan kekuasaan-Nya untuk menyiksa mereka.
Sesungguh­nya Dia tidak menyegerakan orang-orang yang berbuat durhaka terhadap­Nya.
Di dalam kitab Sahihain disebutkan melalui salah satu hadisnya:

Sesungguhnya Allah benar-benar memberikan tangguh kepada orang yang zalim, tetapi apabila Dia menyiksanya, pastilah orang yang zalim itu tidak akan luput dari siksa-Nya.
Kemudian Rasulullah ﷺ membacakan firman-Nya: Dan begitulah azab Tuhanmu, apabila Dia mengazab penduduk negeri-negeri yang berbuat zalim.
Sesungguhnya azab-Nya itu adalah sangat pedih lagi keras.
(Hud : 102)

Di dalam kitab Sahihain disebutkan pula bahwa Rasulullah ﷺ telah bersabda:

Tiada seorang pun yang lebih sabar terhadap berita yang menyakitkan hatinya selain dari Allah.
Sesungguhnya mereka menganggap bahwa Allah beranak, padahal Allah-lah yang memberi mereka rezeki dan kesehatan.

Allah subhanahu wa ta'ala telah berfirman:

Dan berapalah banyaknya kota yang Aku tangguhkan (azab-Ku) kepadanya, yang penduduknya berbuat zalim, kemudian Aku azab mereka, dan hanya kepada-Kulah kembalinya (segala sesuatu).
(Al-Hajj : 48)

Dan janganlah sekali-kali kamu mengira bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim.
Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak.
(Ibrahim:42)

Dalam ayat berikut ini disebutkan oleh firman-Nya:

Maka kecelakaanlah bagi orang-orang kafir pada waktu menyaksi­kan hari yang besar.

Yakni hari kiamat.
Di dalam hadis sahih yang telah disepakati kesahihannya diriwayatkan melalui Ubadah ibnus Samit r.a disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

Barang siapa yang bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, dan bahwa Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya, dan bahwa Isa adalah hamba Allah, rasul­nya, yang diciptakan melalui kalimat-Ny ayang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan dengan tiupan roh dari-Nya, dan bahwa surga itu hak dan neraka itu hak (benar ada), niscaya Allah akan memasukkannya ke dalam surga sesuai dengan amal perbuatan yang dikerjakannya.

Kata Pilihan Dalam Surah Maryam (19) Ayat 37

AHZAB
أَحْزَاب

Lafaz ini adalah kata nama. Al ahzab adalah nama untuk salah satu surah di dalam Al Qur'an. Kata ini juga tergolong dalam lafaz jamak di mana lafaz mufradnya adalah hizb yang bermakna berpihak-pihak atau berpuak-puak.

Kata ini disebut sebanyak 11 kali di dalam Al Qur'an yaitu dalam surah :
-Ar Ra'd (13), ayat 36
-Maryam (19), ayat 37
-Hud (11), ayat 17
-Al Ahzab (33), ayat 20 dan 22
-Al Mu'minuun (23), ayat 5 dan 30
-Shad (38), ayat 11 dan 13
-Az Zukhruf (43), ayat 65

Fakhr Ad Din Ar Razi menjelaskan, menurut Hasan dan Qatadah, al ahzab dalam ayat 36 surah Ar Ra'd bermakna golongan­ golongan Yahudi, Nasrani dan orang kafir. Kata ini juga dinisbahkan kepada nama satu peperangan yang dilakukan oleh kaum muslimin di bawah pimpinan Nabi Muhammad pada bulan Syawal tahun ke- 5 Hijrah. Pada tahun ini, kaum muslimin melawan tentara Ahzab (golongan-golongan yang bersekutu dan jumlah mereka mencapai 10 000 orang) yang menyerbu kota Madinah. Tentara Islam dalam usaha mempertahankan kota Madinah di bawah pimpinan Nabi Muhammad membuat parit-parit yang dalam dan lebar di sebelah utara kota Madinah. Oleh karena itu, peperangan ini juga disebut sebagai Perang Khandak (parit).

Bahagian kota yang lain dijaga dengan ketat sehingga serangan tentara Ahzab dapat digagalkan. Lebih 20 hari kota Madinah dikepung tentara sehingga kaum Muslimin kekurangan bahan makanan dan pada saat itu, golongan Yahudi Bani Qurayzah mengkhianati tentara Islam. Dalam suasana gawat itu, Allah menurunkan hujan lebat dengan angin yang kencang dan memporak­ porandakan tentara Ahzab. Mereka kembali tanpa membawa hasil apa-apa dalam Perang Ahzab ini. Enam orang gugur sebagai syuhada, antaranya Sa'ad bin Mu'adz. Apabila peperangan tamat, dua tokoh Quraisy memeluk Islam yaitu Amru bin Al Ash dan Khalid bin Al Walid. Peperangan ini adalah peperangan terakhir antara kaum Muslimin dengan kafir Quraisy. Ahzab adalah golongan yang menentang hukum Allah dengan terang-terangan Kesimpulan yang dapat dibuat bagi lafaz al-Ahzab ini adalah puak-puak atau golongan-golongan yang mengingkari perintah Allah. Lebih khusus lagi, golongan al­ Ahzab ini menentang kaum Muslimin dalam Perang Khandak atau Perang Ahzab.

Sumber : Kamus Al Qur'an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:35-36

Informasi Surah Maryam (مريم)
Surat Maryam terdiri atas 98 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, karena ham­pir seluruh ayatnya diturunkan sebelum Nabi Muhammad ﷺ hijrah ke Madinah, bahkan se­belum sahabat-sahabat beliau hijrah ke negeri Habsyi.

Menurut riwayat Ibnu Mas'ud, Ja'far bin Abi Thalib membacakan permulaan surat Maryam ini kepada raja Najasyi dan pengikut-pengikut­nya diwaktu ia ikut hijrah bersama-sama sahabat-sahabat yang lain ke negeri Habsyi.

Surat ini dinamai "Maryam",
karena surat ini mengandung kisah Maryam, ibu Nabi Isa 'alaihis salam yang serba ajaib, yaitu melahirkan puteranya Isa 'alaihis salam, sedang ia sebelumnya belum pernah dika­wini atau dicampuri oleh seorang laki-laki pun.
Kelahiran Isa 'alaihis salam tanpa Bapak merupakan suatu bukti kekuasaan Allah subhanahu wa ta'ala Pengutaraan kisah Maryam sebagai kejadian yang luar biasa dan ajaib dalam surat ini, diawali dengan kisah kejadian yang luar biasa dan ajaib pula, yaitu dikabulkan­ nya do'a Zakariya 'alaihis salamoleh Allahsubhanahu wa ta'ala agar beliau dianugerahi seorang putera sebagai pewaris dan pelanjut cita-cita dan kepercayaan beliau, sedang usia beliau sudah sangat tua dan isteri beliau seorang yang mandul, yang menurut ukuran ilmu biologi tidak mungkin akan terjadi.

Keimanan:

Allah berbuat sesuatu menurut yang dikehendaki-Nya, kendatipun menyimpang dari hukum-hukum alam
Isa a.s. bukan anak Allah karena mustahil Allah mem­ punyai anak
Jibril a.s. turun kepada rasul-rasul membawa wahyu atas perintah Allah
di hari kiamat orang kafir menghadap Allah sendiri-sendiri semua manusia akan menghadap Tuhan sebagai hamba.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Allah mengabulkan do'a Zakariya a.s.untuk memperoleh anak, sekalipun usia be­ liau sudah sangat tua dan isteri beliau seorang yang mandul
kisah kelahiran Isa a.s. tanpa bapak
kisah Ibrahim a.s. dengan bapaknya
Musa a.s. seorang yang dipilih oleh Allah
Ismail a.s. seorang yang benar dalam janjinya
Idris a.s. seorang yang sangat kuat kepercayaannya.

Lain-lain:

Ancaman terhadap orang yang meninggalkan shalat dan mengikuti hawa nafsunya serta kabar gembira untuk orang-orang yang telah taubat dan mengerjakan amal-amal yang saleh
keadaan di surga
membiarkan orang yang sesat setelah diberi petunjuk bergelimang dalam kesesatannya adalah sunnah Allah.


Gambar Kutipan Surah Maryam Ayat 37 *beta

Surah Maryam Ayat 37



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Maryam

Surah Maryam (Arab: مريم‎, Maryam, "Maryam") adalah surah ke-19 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 98 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah karena hampir seluruh ayatnya diturunkan sebelum Nabi Muhammad ﷺ hijrah ke Madinah, bahkan sebelum sahabat-sahabat dia hijrah ke negeri Habsyi.
Menurut riwayat Ibnu Mas'ud, Ja'far bin Abi Thalib membacakan permulaan surah Maryam ini kepada raja Najasyi dan pengikut-pengikutnya di waktu ia ikut hijrah bersama-sama sahabat-sahabat yang lain ke negeri Habsyi.

Surah ini dinamai Maryam, karena surat ini mengandung kisah Maryam (atau Maria dalam agama Kristen), ibu dari Nabi Isa AS.
Surah ini menceritakan kelahiran yang ajaib, di mana Ia melahirkan Isa AS sedang ia sebelumnya belum pernah digauli oleh seorang laki-laki.
Kelahiran Isa AS tanpa ayah, merupakan suatu bukti kekuasaan Allah subhanahu wa ta'ala.
Pengutaraan kisah Maryam sebagai kejadian yang luar biasa dan ajaib dalam surah ini, diawali dengan kisah kejadian ajaib lainnya, yaitu dikabulkannya doa nabi Zakaria AS oleh Allah subhanahu wa ta'ala, di mana ia ingin dianugerahi seorang putra sebagai pewaris dan penerus cita-cita dan kepercayaannya, sedang usianya sudah sangat tua dan istrinya adalah wanita yang mandul.

Nomor Surah 19
Nama Surah Maryam
Arab مريم
Arti Maryam (Maria)
Nama lain Kaf, Ha, Ya, ‘Ain, Shad (کهیعص), Ka-ha
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 44
Juz Juz 16
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 98
Jumlah kata 972
Jumlah huruf 3935
Surah sebelumnya Surah Al-Kahf
Surah selanjutnya Surah Ta Ha
4.4
Rating Pembaca: 4.8 (12 votes)
Sending








Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku