QS. Maryam (Maria) – surah 19 ayat 29 [QS. 19:29]

فَاَشَارَتۡ اِلَیۡہِ ؕ قَالُوۡا کَیۡفَ نُکَلِّمُ مَنۡ کَانَ فِی الۡمَہۡدِ صَبِیًّا
Fa-asyaarat ilaihi qaaluuu kaifa nukallimu man kaana fiil mahdi shabii-yan;

maka Maryam menunjuk kepada anaknya.
Mereka berkata:
“Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih di dalam ayunan?”
―QS. 19:29
Topik ▪ Tauhid Rububiyyah
19:29, 19 29, 19-29, Maryam 29, Maryam 29, Maryam 29

Tafsir surah Maryam (19) ayat 29

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Maryam (19) : 29. Oleh Kementrian Agama RI

Maka Maryam menunjuk kepada putranya supaya berbicara dan menjelaskan tentang hal keadaannya, karena beliau sudah bernazar untuk tidak berbicara dengan siapapun dan sudah merasa yakin bahwa anaknya mengerti isyarat itu.
Orang-orang Yahudi bertanya dengan keheran-heranan, “Bagaimana kami akan berbicara dengan seorang bayi yang masih di dalam ayunan?”.
Mereka menduga bahwa Maryam memperolok-olok mereka.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Maryam menunjuk anaknya, ‘Isa a.
s., supaya mereka berbicara langsung kepadanya.
Lalu mereka berkata, “Bagaimana kami dapat berbicara dengan anak kecil yang masih dalam buaian?”

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Maka Maryam mengisyaratkan) kepada kaumnya (-seraya menunjuk- kepada anaknya) maksudnya supaya mereka bertanya kepada anaknya.

(Mereka berkata, “Bagaimana kami akan berbicara dengan anak) yang masih (kecil berada dalam ayunan?)”.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Maka Maryam menunjuk kepada anaknya, Isa agar mereka bertanya dan berbicara kepadanya.
Mereka berkata untuk mengingkarinya :
Bagaimana kami akan berbicara dengan anak yang masih bayi lagi menyusu dalam buaiannya??

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

maka Maryam menunjuk kepada anaknya.
Mereka berkata, “Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih ada dalam ayunan?”

Yakni ketika mereka mencurigai keadaan Maryam dan mengingkari kejadian yang dialaminya, serta mengatakan kepadanya dengan kalimat sindiran yang menuduhnya berbuat tidak senonoh dan melakukan perbuatan zina.
Saat itu Maryam sedang puasa dan tidak bicara, maka ia memalingkan jawabannya dengan menunjuk ke arah anaknya, dengan maksud agar mereka berbicara langsung dengan anaknya yang masih bayi.
Maka mereka menjawab dengan nada memperolok-olokkan Maryam meledek dan mempermainkan mereka:

Bagaimanakah kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih dalam ayunan?

Maimun ibnu Mahran mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: maka Maryam menunjuk kepada anaknya.
(Q.S. Maryam [19]: 29) dengan maksud bahwa hendaknya mereka berbicara langsung dengan bayinya.
Maka mereka merasa terkejut mendapat jawaban demikian seraya mengatakan, “Apakah kamu menyuruh kami berbicara dengan anak yang masih dalam usia ayunan?”

As-saddi telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:

…maka Maryam menunjuk kepada anaknya.
Ketika Maryam berlaku demikian, mereka marah dan mengatakan, “Sungguh ini merupakan ejekan dia terhadap kami, yang lebih parah daripada perbuatan zina yang dilakukannya, karena dia menyuruh kita berbicara dengan bayi ini.”

Mereka berkata, “bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih dalam ayunan?”

Yakni anak yang masih dalam usia ayunan lagi masih bayi, mana mungkin dia dapat berbicara


Informasi Surah Maryam (مريم)
Surat Maryam terdiri atas 98 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, karena ham­pir seluruh ayatnya diturunkan sebelum Nabi Muhammad ﷺ hijrah ke Madinah, bahkan se­belum sahabat-sahabat beliau hijrah ke negeri Habsyi.

Menurut riwayat Ibnu Mas’ud, Ja’far bin Abi Thalib membacakan permulaan surat Maryam ini kepada raja Najasyi dan pengikut-pengikut­nya diwaktu ia ikut hijrah bersama-sama sahabat-sahabat yang lain ke negeri Habsyi.

Surat ini dinamai “Maryam”,
karena surat ini mengandung kisah Maryam, ibu Nabi Isa ‘alaihis salam yang serba ajaib, yaitu melahirkan puteranya Isa ‘alaihis salam, sedang ia sebelumnya belum pernah dika­wini atau dicampuri oleh seorang laki-laki pun.
Kelahiran Isa ‘alaihis salam tanpa Bapak merupakan suatu bukti kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala Pengutaraan kisah Maryam sebagai kejadian yang luar biasa dan ajaib dalam surat ini, diawali dengan kisah kejadian yang luar biasa dan ajaib pula, yaitu dikabulkan­ nya do’a Zakariya ‘alaihis salamoleh Allahsubhanahu wa ta’ala agar beliau dianugerahi seorang putera sebagai pewaris dan pelanjut cita-cita dan kepercayaan beliau, sedang usia beliau sudah sangat tua dan isteri beliau seorang yang mandul, yang menurut ukuran ilmu biologi tidak mungkin akan terjadi.

Keimanan:

Allah berbuat sesuatu menurut yang dikehendaki-Nya, kendatipun menyimpang dari hukum-hukum alam
Isa a.s. bukan anak Allah karena mustahil Allah mem­ punyai anak
Jibril a.s. turun kepada rasul-rasul membawa wahyu atas perintah Allah
di hari kiamat orang kafir menghadap Allah sendiri-sendiri semua manusia akan menghadap Tuhan sebagai hamba.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Allah mengabulkan do’a Zakariya a.s.untuk memperoleh anak, sekalipun usia be­ liau sudah sangat tua dan isteri beliau seorang yang mandul
kisah kelahiran Isa a.s. tanpa bapak
kisah Ibrahim a.s. dengan bapaknya
Musa a.s. seorang yang dipilih oleh Allah
Ismail a.s. seorang yang benar dalam janjinya
Idris a.s. seorang yang sangat kuat kepercayaannya.

Lain-lain:

Ancaman terhadap orang yang meninggalkan shalat dan mengikuti hawa nafsunya serta kabar gembira untuk orang-orang yang telah taubat dan mengerjakan amal-amal yang saleh
keadaan di surga
membiarkan orang yang sesat setelah diberi petunjuk bergelimang dalam kesesatannya adalah sunnah Allah.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Maryam (19) ayat 29 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Maryam (19) ayat 29 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Maryam (19) ayat 29 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Maryam - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 98 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 19:29
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Maryam.

Surah Maryam (Arab: مريم‎, Maryam, "Maryam") adalah surah ke-19 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 98 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah karena hampir seluruh ayatnya diturunkan sebelum Nabi Muhammad ﷺ hijrah ke Madinah, bahkan sebelum sahabat-sahabat dia hijrah ke negeri Habsyi.
Menurut riwayat Ibnu Mas'ud, Ja'far bin Abi Thalib membacakan permulaan surah Maryam ini kepada raja Najasyi dan pengikut-pengikutnya di waktu ia ikut hijrah bersama-sama sahabat-sahabat yang lain ke negeri Habsyi.

Surah ini dinamai Maryam, karena surat ini mengandung kisah Maryam (atau Maria dalam agama Kristen), ibu dari Nabi Isa 'alaihis salam.
Surah ini menceritakan kelahiran yang ajaib, di mana Ia melahirkan Isa 'alaihis salam sedang ia sebelumnya belum pernah digauli oleh seorang laki-laki.
Kelahiran Isa 'alaihis salam tanpa ayah, merupakan suatu bukti kekuasaan Allah subhanahu wa ta'ala.
Pengutaraan kisah Maryam sebagai kejadian yang luar biasa dan ajaib dalam surah ini, diawali dengan kisah kejadian ajaib lainnya, yaitu dikabulkannya doa nabi Zakaria 'alaihis salam oleh Allah subhanahu wa ta'ala, di mana ia ingin dianugerahi seorang putra sebagai pewaris dan penerus cita-cita dan kepercayaannya, sedang usianya sudah sangat tua dan istrinya adalah wanita yang mandul.

Nomor Surah19
Nama SurahMaryam
Arabمريم
ArtiMaryam (Maria)
Nama lainKaf, Ha, Ya, ‘Ain, Shad (کهیعص), Ka-ha
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu44
JuzJuz 16
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat98
Jumlah kata972
Jumlah huruf3935
Surah sebelumnyaSurah Al-Kahf
Surah selanjutnyaSurah Ta Ha
4.8
Ratingmu: 4.8 (28 orang)
Sending









Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di




Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta