Luqman (Keluarga Luqman) – surah 31 ayat 7 [QS. 31:7]

وَ اِذَا تُتۡلٰی عَلَیۡہِ اٰیٰتُنَا وَلّٰی مُسۡتَکۡبِرًا کَاَنۡ لَّمۡ یَسۡمَعۡہَا کَاَنَّ فِیۡۤ اُذُنَیۡہِ وَقۡرًا ۚ فَبَشِّرۡہُ بِعَذَابٍ اَلِیۡمٍ
Wa-idzaa tutla ‘alaihi aayaatunaa walla mustakbiran kaan lam yasma’haa kaanna fii udzunaihi waqran fabasy-syirhu bi’adzaabin aliimin;

Dan apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami dia berpaling dengan menyombongkan diri seolah-olah dia belum mendengarnya, seakan-akan ada sumbat di kedua telinganya, maka beri kabar gembiralah dia dengan azab yang pedih.
―QS. 31:7
Topik ▪ Neraka ▪ Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka ▪ Azab orang kafir
31:7, 31 7, 31-7, Luqman 7, Luqman 7, Lukman 7

Tafsir surah Luqman (31) ayat 7

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Luqman (31) : 7. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini Allah menerangkan sifat-sifat orang-orang yang menukar kita-kitab Allah dengan dongengan-dongengan yang tidak berguna itu.
yaitu apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Allah mereka membelakanginya.
dengan sikap angkuh dan sombong, seakan-akan mereka tidak mendengarnya.
karena telinga telah tersumbat dan tuli.
Pada ayat yang lain Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Katakanlah: “Alquran itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang yang beriman.
Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan.
sedang Alquran itu suatu kegelapan bagi mereka”.

(Q.S.
Fussilat: 44)

Karena perbuatan mereka itu, maka sampaikanlah kepada mereka bahwa mereka akan mendapat azab yang pedih di akhirat kelak, sebagai balasan dari perbuatan dan tindakan mereka itu.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Dan apabila ayat-ayat Allah yang jelas dibacakan kepada orang yang sesat itu, maka mereka selalu berpaling dengan sikap sombong.
Keadaan mereka ketika itu bagaikan orang yang belum pernah mendengarnya.
Seakan-akan di dalam telinganya terdapat sumbatan.
Maka berilah peringatan kepadanya bahwa Allah telah menyiapkan azab yang sangat menyakitkan baginya.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami) ayat-ayat Alquran (dia berpaling dengan menyombongkan diri) dengan rasa sombong (seolah-olah dia belum mendengarnya, seakan-akan ada sumbatan di kedua telinganya) artinya kedua telinganya tersumbat, dan kedua jumlah tasybih menjadi hal atau kata keterangan keadaan dari dhamir yang terkandung di dalam lafal walla, atau tasybih yang kedua menjadi bayan atau penjelasan bagi tasybih yang pertama (maka beri kabar gembiralah dia) beritahukanlah kepadanya (dengan azab yang pedih) azab yang menyakitkan.
Disebutkannya lafal al-bisyaarah dimaksudkan sebagai tahakkum atau ejekan, dan orang yang dimaksud adalah Nadhr bin Harits.
Dia datang ke negeri Al-Hairah dengan tujuan berniaga, lalu ia membeli kitab-kitab cerita orang-orang Ajam.
Setelah itu ia menceritakan isinya kepada penduduk Mekah seraya mengatakan, “Sesungguhnya Muhammad telah menceritakan kepada kalian kisah-kisah kaum Ad dan kaum Tsamud, dan sekarang saya akan menceritakan kepada kalian kisah-kisah tentang kerajaan Romawi dan kerajaan Persia.” Ternyata mereka menyenangi kisah Nadhr itu, karenanya mereka meninggalkan Alquran serta tidak mau mendengarkannya lagi.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Bila ayat-ayat al-Qur’an dibacakan kepadanya, dia berpaling dari ketaatan kepada Allah, takabur tanpa mengambil pelajaran, seola-olah dia tidak mendengar apa pun, seolah-olah telinganya tersumbat.
Barangsiapa yang keadaannya seperti ini, maka sampaikanlah berita gembira kepadanya wahai Rasul dengan siksa yang menyakitkan dalam api neraka di Hari Kiamat.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Dalam firman berikutnya disebutkan:

Dan apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, dia berpaling dengan menyombongkan diri seolah-olah dia belum mendengarnya, seakan-akan ada sumbatan di kedua telinganya.
(Luqman:7)

Orang yang gemar kepada perbuatan yang tak berguna, main-main, dan gemar bernyanyi ini apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Al-Qur’an, maka ia berpaling darinya dan berpura-pura tidak mendengarnya, seakan-akan dia orang yang tuli, karena dia merasa terganggu dengan mendengar­nya, sebab ia tidak mau mengambil manfaat dari ayat-ayat itu dan tidak pula rpemerlukannya.

maka beri kabar gembiralah dia dengan azab yang pedih.
(Luqman:7)

Yakni kelak di hari kiamat, azab itu akan menyakitkannya sebagaimana ia merasa sakit manakala mendengar Kitabullah dan ayat-ayatnya (ketika di dunia).


Informasi Surah Luqman (لقمان)
Surat Luqman terdiri dari 34 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Ash Shaaffaat.

Dinamai “Luqman” karena pada ayat 12 disebutkan bahwa “Luqman” telah diberi oleh Allah ni’mat dan ilmu pengetahuan, oleh sebab itu dia bersyukur kepada-Nya atas ni’mat yang diberikan itu.
Dan pada ayat 13 sampai 19 terdapat nasihat-nasihat Luqman kepada anaknya.

Ini adalah sebagai isyarat dari Allah supaya setiap ibu bapak melaksanakan pula terhadap anak-anak mereka sebagai yang telah dilakukan oleh Luqman.

Keimanan:

Al Qur’an merupakan petunjuk dan rahmat yang dirasakan benar-benar oleh orang­ orang mu’min
keadaan di langit dan di bumi serta keajaiban-keajaiban yang ter­dapat pada keduanya adalah bukti-bukti atas keesaan dan kekuasaan Allah
manusia tiada akan selamat kecuali dengan taat kepada perintah-perintah Tuhan dan berbuat amal-amal yang saleh
lima hal yang ghaib yang hanya diketahui oleh Allah sendiri
ilmu Allah meliputi segala-galanya baik yang lahir maupun yang batin.

Hukum:

Kewajiban patuh dan berbakti kepada ibu dan bapa selama tidak bertentangan dengan perintah-perintah Allah
perintah supaya memperhatikan alam dan keajaib­annya untuk memperkuat keimanan dan kepercayaan akan ke-Esaan Tuhan
pe­rintah supaya selalu bertakwa dan takut akan pembalasan Tuhan pada hari kiamat di waktu seseorang tidak dapat ditolong baik oleh anak atau bapaknya sekalipun.

Kisah:

Kisah Luqman, ilmu dan hikmat yang didapatnya.

Lain-lain:

Orang-orang yang sesat dari jalan Allah dan selalu mernperolok-olokkan ayat­ ayat Allah
celaan terhadap orang-orang musyrik karena tidak menghiraukan seruan untuk memperhatikan alam dan tidak menyembah Penciptanya
menghibur hati Rasulullah ﷺ terhadap keingkaran orang-orang musyrik karena hal ini bukanlah merupakan kelalaiannya
ni’mat dan karunia Allah tidak dapat dihitung,

Ayat-ayat dalam Surah Luqman (34 ayat)

Audio

Qari Internasional

Luqman (31) ayat 7 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Luqman (31) ayat 7 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Luqman (31) ayat 7 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Luqman - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full 34 Ayat & Terjemahan


Gambar



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Baqarah

Surah Luqman (Arab: لقمان, "Luqman al-Hakim") adalah surah ke-31 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri dari atas 34 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini diturunkan setelah surah As-Saffat.
Nama Luqman diambil dari kisah tentang Luqman yang diceritakan dalam surah ini tentang bagaimana ia mendidik anaknya.

Nomor Surah31
Nama SurahLuqman
Arabلقمان
ArtiKeluarga Luqman
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu57
JuzJuz 21
Jumlah ruku'4 ruku'
Jumlah ayat34
Jumlah kata550
Jumlah huruf2171
Surah sebelumnyaSurah Ar-Rum
Surah selanjutnyaSurah As-Sajdah
4.5
Ratingmu: 5 (1 orang)
Sending

✅ URL singkat halaman ini: https://risalahmuslim.id/31-7







Pembahasan ▪ hadis tentang surah al luqman ayat 7 ▪ Surat 31 ayat 7 ▪ Surat luqman ayat 7 ▪ tafsir surah luqman ayat 7 ri

Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  







Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta