Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Luqman (Keluarga Luqman) – surah 31 ayat 6 [QS. 31:6]

وَ مِنَ النَّاسِ مَنۡ یَّشۡتَرِیۡ لَہۡوَ الۡحَدِیۡثِ لِیُضِلَّ عَنۡ سَبِیۡلِ اللّٰہِ بِغَیۡرِ عِلۡمٍ ٭ۖ وَّ یَتَّخِذَہَا ہُزُوًا ؕ اُولٰٓئِکَ لَہُمۡ عَذَابٌ مُّہِیۡنٌ
Waminannaasi man yasytarii lahwal hadiitsi liyudhilla ‘an sabiilillahi bighairi ‘ilmin wayattakhidzahaa huzuwan uula-ika lahum ‘adzaabun muhiinun;
Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan percakapan kosong untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa ilmu dan menjadikannya olok-olokan.
Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan.
―QS. Luqman [31]: 6

Daftar isi

And of the people is he who buys the amusement of speech to mislead (others) from the way of Allah without knowledge and who takes it in ridicule.
Those will have a humiliating punishment.
― Chapter 31. Surah Luqman [verse 6]

وَمِنَ dan diantara
And of
ٱلنَّاسِ manusia
the mankind
مَن orang yang
(is he) who
يَشْتَرِى membeli
purchases,
لَهْوَ sia-sia
idle tales *[meaning includes next or prev. word]
ٱلْحَدِيثِ cerita/pembicaraan
idle tales *[meaning includes next or prev. word]
لِيُضِلَّ untuk menyesatkan
to mislead
عَن dari
from
سَبِيلِ jalan
(the) path
ٱللَّهِ Allah
(of) Allah
بِغَيْرِ dengan tanpa
without
عِلْمٍ ilmu pengetahuan
knowledge,
وَيَتَّخِذَهَا dan dia menjadikannya
and takes it
هُزُوًا olok-olok
(in) ridicule.
أُو۟لَٰٓئِكَ mereka itu
Those
لَهُمْ bagi mereka
for them
عَذَابٌ azab
(is) a punishment
مُّهِينٌ yang hina
humiliating.

Tafsir Al-Quran

Surah Luqman
31:6

Tafsir QS. Luqman (31) : 6. Oleh Kementrian Agama RI


Ayat ini menerangkan bahwa di antara manusia ada yang tidak menghiraukan perkataan yang bermanfaat, yang dapat menambah keyakinan manusia kepada agama dan memperbaiki budi pekertinya.
Mereka lebih suka mengatakan perkataan-perkataan yang tidak ada manfaatnya, menyampaikan khurafat-khurafat, dongengan-dongengan orang masa lalu, lelucon-lelucon yang tidak ada artinya.

Di antara contohnya adalah seperti yang dilakukan Nadhar bin haris, dengan cara membeli buku-buku berbahasa Persia yang berisi cerita-cerita, kemudian dia mencemoohkannya kepada orang-orang Quraisy.
Kalau perlu, mereka menggaji penyanyi-penyanyi untuk diperdengarkan suaranya kepada orang banyak.

Isi nyanyian dan suaranya itu dibuat sedemikian rupa sehingga dapat merangsang orang yang mendengarkannya untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang dilarang, dan makin menjauhkannya dari agama.


Diriwayatkan dari Nafi’, ia berkata,
"Aku berjalan bersama ‘Abdullah bin ‘Umar dalam suatu perjalanan, maka terdengar bunyi seruling.

‘Abdullah lalu meletakkan jarinya ke lubang telinga, agar tidak mendengar bunyi seruling itu dan ia berbelok melalui jalan yang lain.
Kemudian ia berkata, Nafi apakah engkau masih mendengar suara itu?
Aku menjawab, ‘Tidak.

Maka ia mengeluarkan anak jarinya dari telinganya dan berkata, ‘Beginilah aku melihat yang diperbuat Rasulullah ﷺ jika mendengar bunyi semacam itu."


Pada riwayat yang lain dari ‘Abdurrahman bin ‘Auf bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
Aku dilarang (mendengarkan) dua macam suara (bunyi) yang tidak ada artinya dan menimbulkan perbuatan jahat, yaitu suara lagu yang melalaikan dan seruling-seruling setan dan (kedua) suara ketika ditimpa musibah, yaitu yang menampar muka, mengoyak-ngoyak baju, dan nyanyian setan.

(Riwayat at-Tirmidzi)


Menurut Ibnu Mas’ud, yang dimaksud dengan perkataan lahw al-hadis dalam ayat ini ialah nyanyian karena ia dapat menimbulkan kemunafikan di dalam hati.
Sebagian ulama mengatakan bahwa semua suara, perkataan, nyanyian, bunyi-bunyian yang dapat merusak ketaatan kepada Allah dan mendorong orang-orang yang mendengarnya melakukan perbuatan yang terlarang, disebut lahw al-hadis.


Dari ayat dan hadis-hadis di atas dapat diambil kesimpulan bahwa yang dilarang itu ialah mendengarkan nyanyian yang dapat membangkitkan nafsu birahi dan menjurus ke perbuatan zina, seperti nyanyian yang berisi kata-kata kotor.
Termasuk juga nyanyian atau musik yang menyebabkan pendengarnya mengerjakan perbuatan-perbuatan terlarang, seperti minum khamar dan sebagainya.


Mendengar nyanyian atau musik yang tujuannya untuk melapangkan pikiran pada waktu istirahat atau hari raya tidak dilarang.
Bahkan disuruh mendengarkannya jika nyanyian atau musik itu mempunyai arti yang baik, menambah iman, memperbaiki budi pekerti, dan menambah semangat bekerja dan berjuang.


Qusyairi berkata,
"Ditabuh rebana di hadapan Nabi ﷺ ketika beliau memasuki kota Madinah, lalu Abu Bakar ingin menghentikannya, maka Rasulullah ﷺ berkata, ‘Biarkanlah mereka menabuh rebana, hai Abu Bakar, hingga orang-orang Yahudi mengetahui bahwa agama kita tidak sempit.
Mereka menabuh rebana disertai dengan nyanyian-nyanyian dan syair-syair, di antara bait-baitnya berbunyi:
"Nahnu banatun Najjar, habbadha Muhammadun min jar"
(kami adalah perempuan-perempuan Bani Najjar, alangkah baiknya nasib kami jika Muhammad menjadi tetangga kami)."


Pada ayat ini, Allah menerangkan akibat mendengar dan memperdengarkan nyanyian, musik, dan perkataan yang terlarang.
Mereka akan memperoleh azab yang sangat menghinakan di hari Kiamat akibat perbuatan mereka yang tidak mengindahkan yang hak dan memilih kebatilan, serta menukar petunjuk dengan dosa.

Tafsir QS. Luqman (31) : 6. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Di antara manusia ada yang membeli perkataan-perkataan yang batil dan menceritakannya kepada manusia dengan tujuan untuk menahan mereka dari Islam dan Alquran tanpa mengetahui dosa dari apa yang mereka lakukan itu.
Mereka juga menjadikan agama Allah dan wahyu-Nya sebagai bahan olok-olokan.


Orang-orang yang melakukan hal itu akan mendapatkan azab yang menghinakan.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Di antara manusia ada yang membeli permainan baru (yaitu semua yang melenakan dari ketaatan kepada Allah dan menghalangi ridha Allah), untuk menyesatkan manusia dari jalan petunjuk ke jalan hawa nafsu, menjadikan ayat-ayat Allah sebagai hinaan.
Mereka mendapatkan siksa yang menghinakan dan merendahkan mereka.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan di antara manusia ada orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna) maksudnya


(untuk menyesatkan) manusia, lafal ayat ini dapat dibaca liyadhilla dan liyudhilla


(dari jalan Allah) dari jalan Islam


(tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu) kalau dibaca nashab yaitu wa yattakhidzahaa berarti diathafkan kepada lafal yudhilla, dan jika dibaca rafa’ yaitu wa yattakhidzuhaa, berarti diathafkan kepada lafal yasytarii


(olok-olokan) menjadi objek ejekan dan olokan mereka.


(Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan) azab yang hina sekali.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:



Setelah menyebutkan keadaan orang-orang yang berbahagia, yaitu mereka yang menjadikan Kitabullah sebagai petunjuk mereka dan mereka beroleh manfaat dari mendengarkan bacaannya, sebagaimana yang disebutkan di dalam firman-Nya:

Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Alquran yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah.
(QS. Az-Zumar [39]: 23), hingga akhir ayat.

Kemudian dalam pembahasan selanjutnya diterangkan perihal orang-orang yang celaka, yaitu mereka yang berpaling dari Kalamullah, tidak mau mendengarkannya dan tidak mau mengambil manfaat darinya.
Bahkan mereka lebih senang mendengarkan seruling, nyanyian dan suara musik.
Sebagaimana yang ditakwilkan oleh Ibnu Mas’ud sehubungan dengan makna firman-Nya:
Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah.
(QS. Luqman [31]: 6)
Yang dimaksud dengan lahwul hadis ialah, demi Allah, nyanyian.

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepadaku Yunus ibnu Abdul A’la, telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahb, telah menceritakan kepadaku Yazid ibnu Yunus, dari AbuSakhr, dari Ibnu Mu’awiyah Al-Bajali, dari Sa’id ibnu Jubair, dari Abus Sahba Al-Bakri, bahwa ia pernah mendengar Abdullah ibnu Mas’ud saat ditanya mengenai makna firman Allah subhanahu wa ta’ala:
Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah.
(QS. Luqman [31]: 6)
Maka Ibnu Mas’ud menjawab bahwa yang dimaksud adalah nyanyian.
Demi Allah yang tidak ada Tuhan yang wajib disembah selain Dia.

Telah menceritakan kepada kami Amr ibnu Ali, telah menceritakan kepada kami Safwan ibnu Isa, telah menceritakan kepada kami Humaid Al-Kharait, dari Ammar, dari Sa’id ibnu Jubair, dari Abus Sahba bahwa ia pernah bertanya kepada Ibnu Mas’ud tentang firman-Nya:
Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna.
(QS. Luqman [31]: 6)
Ibnu Mas’ud mengatakan bahwa yang dimaksud adalah nyanyian.


Hal yang sama dikatakan oleh Ibnu Abbas, Jabir, Ikrimah, Sa’id ibnu Jubair, Mujahid, Mak-hul, Amr ibnu Syu’aib, dan Ali ibnu Bazimah.


Al-Hasan Al-Basri mengatakan bahwa firman-Nya:
Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan.
(QS. Luqman [31]: 6)
Maksudnya, nyanyian dan seruling (musik).

Qatadah telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:
Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan.
(QS. Luqman [31]: 6)
Demi Allah, barangkali dia tidak mengeluarkan perbelanjaan untuk itu, tetapi yang dimaksud dengan istilah syira’ itu ialah menyukainya.
Sebab cukuplah kesesatan bagi seseorang bila ia memilih perkataan yang batil daripada perkataan yang hak, dan memilih hal yang mudarat daripada hal yang bermanfaat.

Menurut pendapat yang lain, yang dimaksud dengan firman-Nya:
mempergunakan perkataan yang tidak berguna.
(QS. Luqman [31]: 6)
ialah membeli budak-budak perempuan untuk bernyanyi.


Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ismail Al-Ahmasi, telah menceritakan kepada kami Waki’, dari Khallad As-Saffar, dari Abdullah ibnu Zahr, dari Ali ibnu Yazid, dari Al-Qasim ibnu Abdur-Rahman, dari Abu Umamah, dari Nabi ﷺ yang telah bersabda:
Tidak dihalalkan menjual budak-budak perempuan penyanyi dan tidak pula membeli mereka, dan memakan hasil jualan mereka haram.
Sehubungan dengan mereka Allah subhanahu wa ta’ala menurunkan firman-Nya,
"Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah."
(QS. Luqman [31]: 6)

Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Imam Turmuzi dan Ibnu Jarir melalui hadis Abdullah ibnu Zahr dengan lafaz yang semisal.
Kemudian Imam Turmuzi mengatakan bahwa hadis ini garib, dan ia menilai daif Ali ibnu Yazid yang telah disebutkan di atas.

Menurut kami, Ali dan gurunya serta orang-orang yang menerima riwayat darinya itu semuanya berpredikat daif.
Hanya Allah Yang Maha Mengetahui.

Ad-Dahhak telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:
Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna.
(QS. Luqman [31]: 6)
Bahwa yang dimaksud adalah kemusyrikan.


Hal yang sama dikatakan oleh Abdur Rahman ibnu Zaid ibnu Aslam, lalu dipilih oleh Ibnu Jarir, yang kesimpulannya mengatakan bahwa setiap perkataan yang menghalang-halangi ayat-ayat Allah dan mencegah untuk mengikuti jalan­Nya, itulah yang dinamakan lahwul hadis.


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah.
(QS. Luqman [31]: 6)

Sesungguhnya hal tersebut dikatakan menyesatkan karena bertentangan dengan Islam dan para pemeluknya.
Menurut qiraat yang membaca ya-dilla berarti huruf lam bermakna lamul ‘aqibah atau lamut ta’lil berdasarkan takdir Allah yang telah menetapkan bahwa mereka pasti berbuat demikian.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan.
(QS. Luqman [31]: 6)

Mujahid mengatakan bahwa orang tersebut menjadikan jalan Allah sebagai bahan olok-olokannya.
Sedangkan menurut Qatadah, makna yang dimaksud ialah orang tersebut menjadikan ayat-ayat Allah sebagai olok-olokan.
Pendapat Mujahid lebih utama.


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan.
(QS. Luqman [31]: 6)

Yakni sebagaimana mereka memperolok-olokkan ayat-ayat Allah dan jalan-Nya, maka mereka balas dihinakan kelak pada hari kiamat dengan azab yang kekal dan terus menerus.

Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Luqman (31) Ayat 6

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari al-‘Aufi yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas bahwa ayat ini (Luqman: 6) turun berkenaan dengan seorang Quraisy yang membeli seorang biduanita (yang dijadikan untuk menyesatkan manusia).
Ayat ini mengancam orang-orang yang berusaha menyesatkan manusia.

Diriwayatkan oleh Juwaibir yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas bahwa ayat ini (Luqman: 6) turun berkenaan dengan an-Nadlr bin al-Harits yang membeli seorang biduanita.
Apabila ia mendengar seseorang akan masuk Islam, ia mengajak orang tersebut datang kepada biduanita tersebut.
kemudian ia menyuruh biduanita itu menyediakan makanan dan minuman serta merayu orang tersebut dengan alunan suaranya.
An-Nadlr berkata kepada orang yang dibujuknya itu: “Ini lebih baik daripada ajakan Muhammad yang hanya menyuruh shalat, shaum, dan berperang untuk kemenangannya.” Ayat ini (Luqman: 6) menerangkan bahwa orang-orang yang berbuat seperti itu akan mendapat siksa yang sangat berat dari Allah subhanahu wa ta’ala

Sumber : Asbabun Nuzul – K.H.Q Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Kata Pilihan Dalam Surah Luqman (31) Ayat 6

HADIITS
حَدِيث

Lafaz hadiits mempunyai beberapa arti antaranya adalah:
(1) Sesuatu yang asalnya tidak ada kemudian ada;
(2) Sesuatu yang baru;
(3) Lafaz baik itu sedikit ataupun banyak.

Bentuk jamak dari lafaz ini yang biasa digunakan adalah ahaadiits. Selain itu, ia juga mempunyai bentuk jamak hidtsaan dan hudtsaan, namun keduanya jarang digunakan.

Raghib Al Isfahani menyatakan, lafaz hadiits berarti semua jenis lafaz yang sampai kepada manusia, baik diterima melalui telinga atau wahyu, baik diterima sewaktu terjaga dari tidur maupun sewaktu tertidur.

Di dalam Al Qur’an, lafaz al hadiits yang berbentuk tunggal diulang sebanyak 23 kali yaitu dalam surah:
An Nisaa (4), ayat 42, 78, 87, 140;
Al An’aam (6), ayat 68;
Al A’raaf (7), ayat 185;
Yusuf (12), ayat 111;
Al Kahfi (18), ayat 6;
Tha Ha (20), ayat 9;
Luqman (31), ayat 6;
Al Ahzab (33), ayat 53;
Az Zumar (39), ayat 23;
• Al Jaatsiyah (45), ayat 6;
• Adz Dzaariyaat (51), ayat 24;
Ath Thuur (52), ayat 34;
An Najm (53), ayat 59;
Al Waaqi’ah (56), ayat 81;
At Tahrim (66), ayat 3;
Al Qalam (68), ayat 44;
Al Mursalat (77), ayat 50;
• An Naazi’aat (79), ayat 15;
Al Buruuj (85), ayat 17;
• Al Ghaasyiah (88), ayat 1.
Sedangkan dalam bentuk jamak ahaadiits, lafaz ini diulang sebanyak lima kali yaitu dalam surah:
Yusuf (12), ayat 6, 21 dan 101;
Al Mu’minuun (23), ayat 44;
Saba’ (34), ayat 19.

Di dalam Al Qur’an, lafaz ini baik itu dalam bentuk tunggal maupun jamak di gunakan untuk menunjukkan lima makna yaitu:

1. Kalam Allah atau Al Qur’an
Lafaz hadiits yang mempunyai maksud Kalam Allah terdapat dalam ayal-ayat berikut:
Yusuf (12), ayat 111;
Al A’raaf (7), ayat 185;
Al Kahfi (18), ayat 6;
Az Zumar (39), ayat 23;
• Al Jaatsiyah (45), ayat 6;
Ath Thuur (52), ayat 34;
Al Waaqi’ah (56), ayat 81;
Al Qalam (68), ayat 44;
Al Mursalat (77), ayat 50;
An Nisaa‘ (4), ayat 78, 87.

Secara umum, ayat-ayat itu membicarakan tentang sifat-sifat Kalam Allah dan sikap yang sepatutnya dilakukan oleh manusia pada Kalam Allah.
Diantara sifat-sifat Kalam Allah yang disebut dalam ayat-ayat itu adalah Kalam Allah yaitu lafaz yang paling benar (ashdaqul hadiits), kisah-kisah yang ada di dalamnya menjadi pelajaran bagi orang yang mempunyai akal.
la bukanlah cerita yang direka, menjelaskan segala sesuatu, menjadi petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.

Al Qur’an juga adalah lafaz yang paling baik dan indah (ahsanul hadiits). Di dalamnya terdapat lafaz-lafaz yang hampir serupa tetapi berbeda maksudnya (mutasyabih), keindahan dan kemuliaan Al Qur’an menyebabkannya penuh dengan pujian (matsani), orang yang takut kepada Tuhannya gementar kulit nya apabila mendengar Al Qur’an, kemudian kulit dan hati mereka menjadi tenang ketika mengingat Allah.
Dengan sifat-sifatnya yang demikian, Al Qur’an tidak mungkin ditandingi.
Oleh karena itu, Kalam Allah hendaklah difahami, diimani dan tidak boleh didustakan atau dianggap remeh.

2. Perkataan atau pembicaraan manusia.
Lafaz hadiits yang mempunyai maksud perkataan atau pembicaraan manusia terdapat dalam ayat-ayat berikut:
An Nisaa (4), ayat 140;
Al An’aam (6), ayat 68;
• Luqrnan (31), ayat 6;
Al Ahzab (33), ayat 53;
At Tahrim (66), ayat 3.
Pada ayat-ayat ini, lafaz hadiits merujuk pada perkataan-perkataan di dunia yang diucapkan oleh orang kafir, munafik, para sahabat dan juga perkataan Nabi Muhammad.

Dalam surah An Nisaa (4), ayat 42, lafaz hadiits merujuk pada pengakuan orang kafir di akhirat ketika mereka di dunia sebagai orang kafir dan melakukan maksiat.

3. Berita atau kabar tentang kejadian yang akan datang.
Lafaz hadiits yang mempunyai maksud pengabaran tentang masa depan dalam surah:
An Najm (53), ayat 59;
• Al Ghaasyiah (88), ayat 1.
Dalam kedua ayat ini, lafaz hadiits menunjukkan arti hari kiamat dan hari pembalasan.

4. Kisah yang penuh pelajaran.
Lafaz hadiits dan ahaadiits berakna kisah atau kisah-kisah yang di dalamnya ada pelajaran bagi manusia dalam ayat-ayat berikut:
Tha Ha (20), ayat 9;
• Adz Dzaariyaat (51), ayat 24;
• An Naazi’aat (79), ayat 15;
Al Buruuj (85), ayat 17.
Kisah yang disebut dalam ayat-ayat ini adalah kisah malaikat yang bertamu kepada Nabi Ibrahim, kisah Nabi Musa, kisah Fir’aun dan kaum Tsamud.
Semua ayat ini menggunakan lafaz hadiits dalam bentuk tunggal.

Sedangkan dalam surah Al Mu’minuun (23), ayat 44 dan surah Saba’ (34), ayat 19, lafaz yang digunakan dalam bentuk jamak (ahaadiits).
Dalam surah Al Mu’minun (23), ayat 44, kisah yang dimaksudkan adalah kisah-kisah kaum terdahulu secara umum yang mendustakan agama dan akhirnya mendapat siksaan Allah.

Sedangkan kisah yang di maksudkan dalam surah Saba’ (34), ayat 19 adalah kisah kaum Saba’.

5. Mimpi.
Lafaz ahaadiits yang berarti mimpi hanya ada dalam surah Yusuf (12), ayat 6, 21 dan 101. Lafaz ahaadiits digunakan untuk arti mimpi karena hakikat mimpi adalah jiwa yang berbicara dalam tidur.
Kesemuanya dalam bentuk jamak dan dikaitkan dengan anugerah Allah yang diberikan kepada Nabi Yusuf yaitu kemampuan menafsirkan mimpi-mimpi.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal:178-179

Unsur Pokok Surah Luqman (لقمان)

Surat Luqman terdiri dari 34 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Ash Shaaffaat.

Dinamai "Luqman" karena pada ayat 12 disebutkan bahwa "Luqman" telah diberi oleh Allah nikmat dan ilmu pengetahuan, oleh sebab itu dia bersyukur kepada-Nya atas nikmat yang diberikan itu.
Dan pada ayat 13 sampai 19 terdapat nasihat-nasihat Luqman kepada anaknya.

Ini adalah sebagai isyarat dari Allah supaya setiap ibu bapak melaksanakan pula terhadap anak-anak mereka sebagai yang telah dilakukan oleh Luqman.

Keimanan:

▪ Alquran merupakan petunjuk dan rahmat yang dirasakan benar-benar oleh orang-orang mukmin.
▪ Keadaan di langit dan di bumi serta keajaiban-keajaiban yang terdapat pada keduanya adalah bukti-bukti atas ke-Esaan dan kekuasaan Allah.
▪ Manusia tiada akan selamat kecuali dengan taat kepada perintah-perintah Tuhan dan berbuat amal-amal yang saleh.
▪ Lima hal yang ghaib yang hanya diketahui oleh Allah sendiri.
▪ Ilmu Allah meliputi segala-galanya baik yang lahir maupun yang batin.

Hukum:

▪ Kewajiban patuh dan berbakti kepada ibu dan bapak selama tidak bertentangan dengan perintah-perintah Allah.
▪ Perintah supaya memperhatikan alam dan keajaibannya untuk memperkuat keimanan dan kepercayaan akan ke-Esaan Tuhan.
▪ Perintah supaya selalu bertakwa dan takut akan pembalasan Tuhan pada hari kiamat di waktu seseorang tidak dapat ditolong baik oleh anak atau bapaknya sekalipun.

Kisah:

▪ Kisah Luqman, ilmu dan hikmah yang didapatnya.

Lain-lain:

▪ Orang-orang yang sesat dari jalan Allah dan selalu memperolok-olokkan ayat-ayat Allah.
▪ Celaan terhadap orang-orang musyrik karena tidak menghiraukan seruan untuk memperhatikan alam dan tidak menyembah Penciptanya.
▪ Menghibur hati Rasulullah ﷺ terhadap keingkaran orang-orang musyrik karena hal ini bukanlah merupakan kelalaiannya.
▪ Nikmat dan karunia Allah tidak dapat dihitung,

Ayat-ayat dalam Surah Luqman (34 ayat)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34

Lihat surah lainnya

Audio Murottal

QS. Luqman (31) : 1-34 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy Ayat 1 sampai 34 + Terjemahan Indonesia
QS. Luqman (31) : 1-34 ⊸ Nabil ar-Rifa’i Ayat 1 sampai 34

Gambar Kutipan Ayat

Surah Luqman ayat 6 - Gambar 1 Surah Luqman ayat 6 - Gambar 2 Surah Luqman ayat 6 - Gambar 3
Statistik QS. 31:6
  • Rating RisalahMuslim
4.4

Ayat ini terdapat dalam surah Luqman.

Surah Luqman (Arab: لقمان, “Luqman al-Hakim”) adalah surah ke-31 dalam Alquran.
Surah ini terdiri dari atas 34 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini diturunkan setelah surah As-Saffat.
Nama Luqman diambil dari kisah tentang Luqman yang diceritakan dalam surah ini tentang bagaimana ia mendidik anaknya.

Nomor Surah 31
Nama Surah Luqman
Arab لقمان
Arti Keluarga Luqman
Nama lain
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 57
Juz Juz 21
Jumlah ruku’ 4 ruku’
Jumlah ayat 34
Jumlah kata 550
Jumlah huruf 2171
Surah sebelumnya Surah Ar-Rum
Surah selanjutnya Surah As-Sajdah
Sending
User Review
4.4 (10 suara)
Bagikan ke FB
Bagikan ke TW
Bagikan ke WA
Tags:
31:6, 31 6, 31-6, Surah Luqman 6, Tafsir surat Luqman 6, Quran Lukman 6, Surah Luqman ayat 6
Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video Surah 31:6

More Videos

Kandungan Surah Luqman

۞ QS. 31:3 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 31:4 • Kewajiban beriman pada hari akhir

۞ QS. 31:5 Ar Rabb (Tuhan) • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 31:6 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Maksiat dan dosa

۞ QS. 31:7 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Maksiat dan dosa •

۞ QS. 31:8 • Pahala iman • Nama-nama surga • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Keutamaan iman

۞ QS. 31:9 • Pahala iman • Allah menepati janji • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Keabadian surga

۞ QS. 31:10 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah

۞ QS. 31:11 Dalil Allah atas hambaNya • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 31:12 • Allah tidak membutuhkan makhlukNya • Al Hamid (Maha Terpuji) • Al Ghaniy (Maha Kaya) • Kewajiban hamba pada Allah • Menanggung dosa orang lain

۞ QS. 31:13 Syirik adalah kezaliman • Dosa-dosa besar

۞ QS. 31:14 • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 31:15 • Kebenaran hari penghimpunan • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 31:16 • Keluasan ilmu Allah • Kekuasaan Allah • Al Khabir (Maha Waspada) • Al Lathif (Maha Halus) •

۞ QS. 31:17 • Hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah)

۞ QS. 31:20 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 31:21 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Sifat iblis dan pembantunya • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 31:22 • Ajakan masuk Islam • Ikhlas dalam berbuat

۞ QS. 31:23 • Keluasan ilmu Allah • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Kebenaran hari penghimpunan • Menghitung amal kebaikan •

۞ QS. 31:24 • Azab orang kafir • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Maksiat dan dosa

۞ QS. 31:25 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 31:26 • Segala sesuatu milik Allah • Al Hamid (Maha Terpuji) • Al Ghaniy (Maha Kaya)

۞ QS. 31:27 • Sifat Kalam (berfirman) • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

۞ QS. 31:28 • Kekuasaan Allah • Sifat Sama’ (mendengar) • Al Bashir (Maha Melihat) • Al Sami’ (Maha Pendengar) • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan

۞ QS. 31:29 Dalil-dalil adanya Allah Ta’alaAl Khabir (Maha Waspada) • Segala sesuatu ada takdirnya

۞ QS. 31:30 Al Haq (Maha Benar) • Al ‘Aliyy (Maha Tinggi) • Al Kabir (Maha Besar) • Kelemahan tuhan selain Allah •

۞ QS. 31:31 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 31:33 • Allah menepati janji • Ar Rabb (Tuhan) • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Kedahsyatan hari kiamat •

۞ QS. 31:34 • Allah memiliki kunci alam ghaib • Al Khabir (Maha Waspada) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Nama-nama hari kiamat • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir

Ayat Pilihan

Hai manusia,
sesungguhnya janji Allah adalah benar,
maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu & sekali-kali janganlah syaitan yang pandai menipu,
memperdayakan kamu tentang Allah.
QS. Fatir [35]: 5

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Dan (ingatlah kisah) Zakariya,
tatkala ia menyeru Rabb-nya:
‘Ya Rabb-ku janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri & Engkau-lah Waris Yang Paling Baik.’”
QS. Al-Anbiya [21]: 89

Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit & apa yang ada di bumi.
Dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikan,
niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu.
QS. Al-Baqarah [2]: 284

di hari (yang di waktu itu) ditiup sangkakala & Kami akan mengumpulkan pada hari itu orang-orang yang berdosa dengan muka yang biru muram.
QS. Ta Ha [20]: 102

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا ٱلذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُۥ لَحَٰفِظُونَ

Dalil di atas adalah nama-nama lain dari Alquran, yaitu ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
ٱلذِّكْرَ = Adz-Dzikr (pemberi peringatan).
Firman Allah:
'Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Adz-Dzikr (Alquran), dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.'
(QS. Al Hijr [15] : 9)

Salah satu tokoh dalam kisah umat masa lalu yang dapat dipetik pelajaran sebagai teladan yang baik ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Luqman adalah orang yang disebut dalam Alquran dalam surah Luqman [31] : 12-19 yang terkenal karena nasihat-nasihatnya kepada anaknya.

َبَارَكَ ٱلَّذِى نَزَّلَ ٱلْفُرْقَانَ عَلَىٰ عَبْدِهِۦ لِيَكُونَ لِلْعَٰلَمِينَ نَذِيرًا

Dalil di atas adalah nama-nama lain dari Alquran, yaitu ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
الفرقان, artinya 'Pembeda'.
Alquran dinamakan Al-Furqan karena dia membedakan antara yang haq dengan yang batil.

+

Array

Mujahadah berasal dari bahasa Arab, yang berasal dari kata jahada, yang berarti ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Mujahadah merupakan sebuah istilah yang terbentuk dari asal kata jihad, artinya berjuang dengan sungguh-sungguh menurut syari'at Islam.

Istilah lain yang juga berasal dari kata Jihad, yakni Mujahidin. Mujahidin adalah istilah bagi pejuang (Muslim) yang turut dalam suatu peperangan atau terlibat dalam suatu pergolakan.

Tujuan utama diturunkannya Alquran kepada umat manusia adalah ...

Correct! Wrong!

Pendidikan Agama Islam #15
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #15 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #15 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #4

Surah dalam Alquran yang mengatakan larangan untuk melakukan terlalu banyak, makan dan minum adalah … Setelah Yakin, dalam surah Al-A’raf ayat 26, pakaian terbaik ada di mata Allah Subhanahu Wa Ta`ala adalah … Aurat dari tubuh pria adalah mulai … Fungsi pakaian adalah … Kejujuran adalah karakteristik dari seorang Muslim, sementara berbohong atau ketidakjujuran adalah fitur dari orang …

Pendidikan Agama Islam #5

Berikut ini, yang tidak mengandung moral terpuji, adalah … Orang yang jujur akan senantiasa mengatakan … Lawan kata dari jujur ??adalah … Orang yang suka berbohong adalah orang … Bekerja tepat waktu adalah salah satu ciri orang yang …

Pendidikan Agama Islam #9

Arti hadits maudhu’ adalah … Pengertian ijtihad menurut istilah adalah … Orang yang memiliki kemampuan untuk melakukan infefensi hukum-hukum syariat dari sumber-sumber yang terpercaya disebut dengan … Berdasarkan bahasa, ijma artinya adalah … Era ketidaktahuan juga disebut zaman …

Kamus Istilah Islam

Kitab Allah

Apa itu Kitab Allah? Kitab Allah adalah catatan-catatan yang difirmankan oleh Allah kepada para nabi dan rasul. Umat Islam diwajibkan meyakininya, karena mempercayai kitab-kitab selain Al Qur’a...

Maslahah murshalah

Apa itu Maslahah murshalah? Adalah tindakan memutuskan masalah yang tidak ada naskahnya dengan pertimbangan kepentingan hidup manusia berdasarkan prinsip menarik manfaat dan menghindari kemudharatan. ...

Tabuk

Di mana itu Tabuk? Tabuk juga disebut sebagai Tabouk adalah ibu kota provinsi Tabuk, Arab Saudi bagian barat laut. Pada sensus tahun 2010, kota ini memiliki jumlah penduduk sebesar 534.893 jiwa. Tabu...