Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Luqman (Keluarga Luqman) - surah 31 ayat 29 [QS. 31:29]

اَلَمۡ تَرَ اَنَّ اللّٰہَ یُوۡلِجُ الَّیۡلَ فِی النَّہَارِ وَ یُوۡلِجُ النَّہَارَ فِی الَّیۡلِ وَ سَخَّرَ الشَّمۡسَ وَ الۡقَمَرَ ۫ کُلٌّ یَّجۡرِیۡۤ اِلٰۤی اَجَلٍ مُّسَمًّی وَّ اَنَّ اللّٰہَ بِمَا تَعۡمَلُوۡنَ خَبِیۡرٌ
Alam tara annallaha yuulijullaila fiinnahaari wayuulijunnahaara fiillaili wasakh-kharasy-syamsa wal qamara kullun yajrii ila ajalin musamman wa-annallaha bimaa ta’maluuna khabiirun;
Tidakkah engkau memperhatikan, bahwa Allah memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan Dia menundukkan matahari dan bulan, masing-masing beredar sampai kepada waktu yang ditentukan.
Sungguh, Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan.
―QS. Luqman [31]: 29

Daftar isi

Do you not see that Allah causes the night to enter the day and causes the day to enter the night and has subjected the sun and the moon, each running (its course) for a specified term, and that Allah, with whatever you do, is Acquainted?
― Chapter 31. Surah Luqman [verse 29]

أَلَمْ tidaklah

Do not
تَرَ kamu memperhatikan

you see
أَنَّ bahwasanya

that
ٱللَّهَ Allah

Allah
يُولِجُ Dia memasukkan

causes to enter
ٱلَّيْلَ malam

the night
فِى ke dalam

into
ٱلنَّهَارِ siang

the day,
وَيُولِجُ dan memasukkan

and causes to enter
ٱلنَّهَارَ siang

the day
فِى ke dalam

into
ٱلَّيْلِ malam

the night
وَسَخَّرَ dan Dia menundukkan

and has subjected
ٱلشَّمْسَ matahari

the sun
وَٱلْقَمَرَ dan bulan

and the moon,
كُلٌّ masing-masing

each
يَجْرِىٓ berjalan/beredar

moving
إِلَىٰٓ sampai

for
أَجَلٍ waktu

a term
مُّسَمًّى ditentukan

appointed,
وَأَنَّ dan bahwasanya

and that
ٱللَّهَ Allah

Allah
بِمَا terhadap apa yang

of what
تَعْمَلُونَ kamu kerjakan

you do
خَبِيرٌ Maha Mengetahui

(is) All-Aware.

Tafsir Quran

Surah Luqman
31:29

Tafsir QS. Luqman (31) : 29. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini, Allah menyuruh manusia memperhatikan dan memikirkan kekuasaan-Nya.
Dia memasukkan malam kepada siang, dan memasukkan siang kepada malam.

Maksudnya ialah bahwa Allah mengambil sebagian dari waktu malam, lalu ditambahkannya kepada waktu siang, maka terjadilah perpanjangan waktu siang itu, sebaliknya malam menjadi pendek, akan tetapi sehari semalam tetap 24 jam.
Hal ini terjadi pada musim panas.

Sementara itu, Allah juga mengambil sebagian dari waktu siang, lalu dimasukkan-Nya kepada waktu malam, maka menjadi panjanglah waktu malam itu, dan sebaliknya waktu siang menjadi pendek.
Hal ini terjadi di musim dingin.

Kejadian seperti di atas amat jelas kelihatannya dan dialami oleh penduduk negeri-negeri yang terletak di daerah-daerah yang mempunyai empat macam musim dalam setahun, yaitu musim panas, musim gugur, musim dingin, dan musim semi, yaitu daerah Sedang Utara dan Sedang Selatan.
Adapun di negeri-negeri yang berada di daerah khatulistiwa, maka dalam setahun hanya ada dua musim, yaitu musim kemarau dan musim hujan.

Sedang pada saat-saat malam lebih panjang dari siang, atau siang lebih panjang dari malam, perbedaan itu tidak terasa karena perbedaan panjang pendeknya malam atau siang itu tidak seberapa.

Terjadinya empat macam musim dalam setahun, dan terjadinya siang lebih panjang dari malam itu atau sebaliknya di daerah Sedang Utara dan Sedang Selatan, adalah karena Allah memiringkan letak bumi di garis lintang 22 derajat, sebagaimana yang dikenal dalam Ilmu Falak.

Semua itu mengandung hikmahhikmah yang sangat besar.

Allah juga menundukkan matahari dan bulan untuk kepentingan manusia.

Sinar matahari merupakan lampu yang menerangi manusia di siang hari, sehingga mereka dapat bekerja dan berusaha.
Sinar matahari juga menyuburkan tumbuh-tumbuhan, menimbulkan angin dan awan, serta berbagai kegunaan lainnya.
Demikian pula bulan dan cahayanya serta berlainan bentuknya, amat banyak kegunaannya bagi manusia, tetapi sebagian kecil saja dari kegunaan itu yang diketahuinya.

Bulan dan matahari beredar di garis orbitnya masing-masing, sesuai dengan ketentuan yang telah ditentukan Allah, sampai kepada waktu yang telah ditentukan-Nya.
Apabila waktu yang telah ditentukan itu datang, maka langit dan bumi akan digulung, sebagaimana firman Allah:

يَوْمَ نَطْوِى السَّمَاۤءَ كَطَيِّ السِّجِلِّ لِلْكُتُبِ كَمَا بَدَأْنَآ اَوَّلَ خَلْقٍ نُّعِيْدُهٗ وَعْدًا عَلَيْنَا اِنَّا كُنَّا فٰعِلِيْنَ

(Ingatlah) pada hari langit Kami gulung seperti menggulung lembaran-lembaran kertas.
Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama, begitulah Kami akan mengulanginya lagi.
(Suatu) janji yang pasti Kami tepati;
sungguh, Kami akan melaksanakannya.
(Al-Anbiyaa [21]: 104)

Pada akhir ayat ini dinyatakan bahwa Allah mengetahui segala perbuatan yang telah dikerjakan hamba-Nya, apakah itu perbuatan baik ataupun perbuatan buruk.
Tidak ada yang luput dari pengetahuan-Nya.
Allah akan memberinya pembalasan yang adil.

Tafsir QS. Luqman (31) : 29. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Tidakkah kamu perhatikan, wahai orang yang diberi tugas (mukallaf), bahwa Allah mengurangi waktu malam dan menambahkannya kepada siang dengan tepat, dan mengurangi waktu siang dan menambahkannya kepada malam dengan tepat pula.
Dia juga menundukkan matahari dan bulan untuk maslahat kalian.


Dia pun membuat keduanya berjalan sesuai dengan aturan yang sangat indah, sehingga masing-masing berjalan pada jalan yang tertentu, dan tidak akan melanggarnya.
Keduanya akan tetap berjalan seperti itu sampai datangnya hari kiamat.


Dan sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala Maha Mengetahui apa yang kalian kerjakan dan memberikan balasannya kepada kalian atas perbuatan itu.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Apakah kamu tidak melihat bahwa Allah mengambil sebagian waktu dari malam sehingga siangnya menjadi panjang dan malamnya pendek, Dia mengambil sebagian waktu dari siang sehingga malamnya menjadi sangat panjang dan siangnya pendek.
Dia menundukkan matahari dan rembulan untuk kalian, masing-masing dari keduanya berjalan diatas orbitnya sampai waktu yang sudah ditentukan dan ditetapkan, tiada sesuatu pun yang samar bagi Allah?

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Tidakkah kamu memperhatikan) artinya melihat, hai orang yang diajak bicara


(bahwa sesungguhnya Allah memasukkan) mempergantikan


(malam ke dalam siang dan memasukkan siang) mempergantikannya


(ke dalam malam) maka Dia menambahkan pada masing-masing apa yang dikurangi dari yang lainnya


(dan Dia tundukkan matahari dan bulan masing-masing) dari matahari dan bulan itu


(berjalan) beredar pada garis edarnya


(sampai kepada waktu yang ditentukan) yaitu hari kiamat


(dan sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kalian kerjakan).

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala menceritakan bahwa:

Allah memasukkan malam ke dalam siang.
(QS. Luqman [31]: 29)

Yakni mengambil sebagian dari waktu malam dimasukkan ke dalam waktu siang sehingga siang menjadi panjang, sedangkan malam pendek.
Hal ini terjadi pada musim panas, karena di musim panas itu siang hari sangat panjang.
Kemudian secara perlahan panjang siang hari berkurang, sedangkan malam hari bertambah, sehingga pada akhirnya malam hari panjang dan siang hari pendek.
Hal ini terjadi pada musim dingin.

dan Dia tundukkan matahari dan bulan masing-masing berjalan sampai kepada waktu yang ditentukan.
(QS. Luqman [31]: 29)

Menurut suatu pendapat, makna yang dimaksud ialah sampai pada tujuan yang telah ditetapkan.
Dan menurut pendapat lain, sampai hari kiamat.
Kedua pendapat itu benar belaka, pendapat yang pertama didukung oleh sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Zar r.a. yang terdapat di dalam kitab Sahihain.
Disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:


"Wahai Abu Zar, tahukah kamu ke manakah matahari ini pergi?"
Aku menjawab,
"Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui."
Rasulullah ﷺ bersabda,
"Sesungguhnya matahari ini pergi dan sujud di bawah ‘Arasy kemudian ia meminta izin kepada Tuhannya.
Maka sudah dekat masanya akan dikatakan kepada matahari,
"Kembalilah kamu ke arah kamu datang (yakni terbitlah kamu dari arah barat)."

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Abu Saleh, telah menceritakan kepada kami Yahya ibnu Ayyub, dari Ibnu Juraij, dari Ata ibnu Abu Rabah, dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa matahari itu sama kedudukannya dengan penggembala, ia beredar di siang hari pada garis edarnya, dan apabila tenggelam, maka beredar di malam hari pada garis edarnya di bawah bumi hingga terbit dari arah timurnya.
Ibnu Abbas mengatakan pula bahwa hal yang sama terjadi juga pada rembulan.
Sanad riwayat ini sahih.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

dan sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
(QS. Luqman [31]: 29)

Semakna dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Apakah kamu tidak mengetahui bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa saja yang ada di langit dan di bumi.
(QS. Al-Hajj [22]: 70)

Makna ini menunjukkan bahwa Allah subhanahu wa ta’ala adalah Yang Menciptakan lagi Yang Maha Mengetahui segala sesuatu, sebagaimana yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Allah-lah Yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi.
(QS. At-Talaq [65]: 12), hingga akhir ayat.

Kata Pilihan Dalam Surah Luqman (31) Ayat 29

AJAL
أَجَل

Ajal bermakna akhir tempoh pada kematian atau saat kematian, batas waktu membayar hutang atau tempoh sesuatu.

Menurut Ibnu Faris, ajal bermakna batas waktu membayar hutang dan yang lainnya, kata ajal bagi jawaban adalah termasuk pada bab ini, seakan-akan dia mau sesuatu itu berakhir dan tiba masanya atau sampai tujuannya.
Bentuk jamak ajal adalah ajaal. Sedangakan al ajil atau al ajilah bermakna "yang ditangguhkan atau ditunda" Ia adalah lawan al ajil atau al ajilah bermakna yang" didahulukan atau dipercepatkan.

Lafaz ajal disebut sebanyak 51 kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah:
• Al Baqarah (2), ayat 231, 232, 234, 235, 282, 282;
An Nisaa (4), ayat 77,
• Al An’aam (6), ayat 2, 2, 60, 128;
• Al A’raaf (7), ayat 34, 34, 135, 185;
Yunus (10), ayat 11, 49, 49;
Hud (11), ayat 3, 104,
• Ar Ra’d (13), ayat 2, 38,
Ibrahim (14), ayat 10, 44;
• Al Hijr (15), ayat 5;
• An Nahl (16), ayat 61, 61;
• Al Israa (17), ayat 99;
Tha Ha (29), ayat 129,
• Al Hajj (22), ayat 5, 33;
• Al Mu’minuun (23), ayat 43,
Al Qashash (28), ayat 29,
• Al ‘Ankaabut (29), ayat 5, 53;
Ar Rum (30), ayat 8;
Luqman (31), ayat 29;
• Faathir (35), ayat 13, 45, 45;
• Az Zumar (39), ayat 5, 42;
Al Mu’min (40), ayat 67;
• Asy Syuara (42), ayat 14;
• Al Ahqaaf (46), ayat 3;
• Al Munaafiquun (63), ayat 10, 11;
Ath Thalaaq (65), ayat 2, 4;
Nuh (71), ayat 4.

Dalam kitabkitab tafsir, ajal mengandung beberapa pengertian.

Pertama, ia bermakna tempoh hidup dan matinya seseorang ditetapkan oleh Allah di Lauh Mahfuz.

Menurut para ulama, manusia mempunyai dua ajal.
-Pertama, ajal dari masa dilahirkan ke dunia hingga dimatikan.
-Kedua, ajal dari masa dimatikan hingga dibangkitkan dari kubur pada hari Ba’ts (kebangkitan), yaitu di alam barzakh.

Ada pula yang mengatakan, dua ajal itu adalah ajal di dunia dan ajal di akhirat.

Kedua, ia bermakna tempoh ‘iddah perempuan, sebagaimana dalam surah Al Baqarah, ayat 231, 234, 235.
Ketiga, ia bermakna tempoh atau masa tibanya membayar hutang.

Keempat, ia bermaksud berakhirnya tempoh atau masa di mana seseorang itu mengatakan janjinya, sebagaimana tentang kisah Nabi Musa yang berkhidmat kepada Syuaib 10 tahun atau lebih, untuk menikah dengan anaknya yang terdapat dalam surah Al Qashash, ayat 27

Kesimpulannya, makna umum lafaz ajal ialah batas tempoh atau masa sesuatu perkara berupa batas kematian, hutang, janji dan lain-lain.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal:36-37

Unsur Pokok Surah Luqman (لقمان)

Surat Luqman terdiri dari 34 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Ash Shaaffaat.

Dinamai "Luqman" karena pada ayat 12 disebutkan bahwa "Luqman" telah diberi oleh Allah nikmat dan ilmu pengetahuan, oleh sebab itu dia bersyukur kepada-Nya atas nikmat yang diberikan itu.
Dan pada ayat 13 sampai 19 terdapat nasihat-nasihat Luqman kepada anaknya.

Ini adalah sebagai isyarat dari Allah supaya setiap ibu bapak melaksanakan pula terhadap anak-anak mereka sebagai yang telah dilakukan oleh Luqman.

Keimanan:

Alquran merupakan petunjuk dan rahmat yang dirasakan benar-benar oleh orang-orang mukmin.
▪ Keadaan di langit dan di bumi serta keajaiban-keajaiban yang terdapat pada keduanya adalah bukti-bukti atas ke-Esaan dan kekuasaan Allah.
▪ Manusia tiada akan selamat kecuali dengan taat kepada perintah-perintah Tuhan dan berbuat amal-amal yang saleh.
▪ Lima hal yang ghaib yang hanya diketahui oleh Allah sendiri.
▪ Ilmu Allah meliputi segala-galanya baik yang lahir maupun yang batin.

Hukum:

▪ Kewajiban patuh dan berbakti kepada ibu dan bapak selama tidak bertentangan dengan perintah-perintah Allah.
▪ Perintah supaya memperhatikan alam dan keajaibannya untuk memperkuat keimanan dan kepercayaan akan ke-Esaan Tuhan.
▪ Perintah supaya selalu bertakwa dan takut akan pembalasan Tuhan pada hari kiamat di waktu seseorang tidak dapat ditolong baik oleh anak atau bapaknya sekalipun.

Kisah:

▪ Kisah Luqman, ilmu dan hikmah yang didapatnya.

Lain-lain:

▪ Orang-orang yang sesat dari jalan Allah dan selalu memperolok-olokkan ayat-ayat Allah.
▪ Celaan terhadap orang-orang musyrik karena tidak menghiraukan seruan untuk memperhatikan alam dan tidak menyembah Penciptanya.
▪ Menghibur hati Rasulullah ﷺ terhadap keingkaran orang-orang musyrik karena hal ini bukanlah merupakan kelalaiannya.
▪ Nikmat dan karunia Allah tidak dapat dihitung,

Audio Murottal

QS. Luqman (31) : 1-34 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 34 + Terjemahan Indonesia



QS. Luqman (31) : 1-34 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 34

Gambar Kutipan Ayat

Surah Luqman ayat 29 - Gambar 1 Surah Luqman ayat 29 - Gambar 2
Statistik QS. 31:29
  • Rating RisalahMuslim
4.9

Ayat ini terdapat dalam surah Luqman.

Surah Luqman (Arab: لقمان, “Luqman al-Hakim”) adalah surah ke-31 dalam Alquran.
Surah ini terdiri dari atas 34 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini diturunkan setelah surah As-Saffat.
Nama Luqman diambil dari kisah tentang Luqman yang diceritakan dalam surah ini tentang bagaimana ia mendidik anaknya.

Nomor Surah 31
Nama Surah Luqman
Arab لقمان
Arti Keluarga Luqman
Nama lain
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 57
Juz Juz 21
Jumlah ruku’ 4 ruku’
Jumlah ayat 34
Jumlah kata 550
Jumlah huruf 2171
Surah sebelumnya Surah Ar-Rum
Surah selanjutnya Surah As-Sajdah
Sending
User Review
4.3 (29 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

31:29, 31 29, 31-29, Surah Luqman 29, Tafsir surat Luqman 29, Quran Lukman 29, Surah Luqman ayat 29

Video Surah

31:29


More Videos

Kandungan Surah Luqman

۞ QS. 31:3 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 31:4 • Kewajiban beriman pada hari akhir

۞ QS. 31:5 Ar Rabb (Tuhan) • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 31:6 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Maksiat dan dosa

۞ QS. 31:7 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Maksiat dan dosa •

۞ QS. 31:8 • Pahala iman • Nama-nama surga • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Keutamaan iman

۞ QS. 31:9 • Pahala iman • Allah menepati janji • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Keabadian surga

۞ QS. 31:10 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah

۞ QS. 31:11 Dalil Allah atas hambaNya • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 31:12 • Allah tidak membutuhkan makhlukNya • Al Hamid (Maha Terpuji) • Al Ghaniy (Maha Kaya) • Kewajiban hamba pada Allah • Menanggung dosa orang lain

۞ QS. 31:13 Syirik adalah kezaliman • Dosa-dosa besar

۞ QS. 31:14 • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 31:15 • Kebenaran hari penghimpunan • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 31:16 • Keluasan ilmu Allah • Kekuasaan Allah • Al Khabir (Maha Waspada) • Al Lathif (Maha Halus) •

۞ QS. 31:17 • Hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah)

۞ QS. 31:20 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 31:21 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Sifat iblis dan pembantunya • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 31:22 • Ajakan masuk Islam • Ikhlas dalam berbuat

۞ QS. 31:23 • Keluasan ilmu Allah • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Kebenaran hari penghimpunan • Menghitung amal kebaikan •

۞ QS. 31:24 • Azab orang kafir • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Maksiat dan dosa

۞ QS. 31:25 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 31:26 • Segala sesuatu milik Allah • Al Hamid (Maha Terpuji) • Al Ghaniy (Maha Kaya)

۞ QS. 31:27 • Sifat Kalam (berfirman) • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

۞ QS. 31:28 • Kekuasaan Allah • Sifat Sama’ (mendengar) • Al Bashir (Maha Melihat) • Al Sami’ (Maha Pendengar) • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan

۞ QS. 31:29 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Al Khabir (Maha Waspada) • Segala sesuatu ada takdirnya

۞ QS. 31:30 • Al Haq (Maha Benar) • Al ‘Aliyy (Maha Tinggi) • Al Kabir (Maha Besar) • Kelemahan tuhan selain Allah •

۞ QS. 31:31 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 31:33 • Allah menepati janji • Ar Rabb (Tuhan) • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Kedahsyatan hari kiamat •

۞ QS. 31:34 • Allah memiliki kunci alam ghaib • Al Khabir (Maha Waspada) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Nama-nama hari kiamat • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir

Ayat Pilihan

Dan jagalah sumpahmu. Demikianlah Allah menerangkan hukum-hukum-Nya kepadamu agar kamu bersyukur (kepada-Nya).
QS. Al-Ma’idah [5]: 89

“Tidak ada seorangpun di langit & di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib,
kecuali Allah”,
dan mereka tidak mengetahui bila mereka akan dibangkitkan.
QS. An-Naml [27]: 65

Tidakkah kau lihat bahwa Allah turunkan hujan dari langit lalu Kami hasilkan dengan hujan itu buah-buahan yang beraneka macam jenisnya.
Dan di antara gunung ada garis-garis putih & merah yang beraneka macam warnanya & ada yang hitam pekat
QS. Fatir [35]: 27

Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ghaib di langit & bumi.
Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.
QS. Al-Hujurat [49]: 18

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Percaya kepada Allah dan Rasulnya termasuk rukun ...

Correct! Wrong!

Qada dan qadar termasuk rukun iman yang ke ...

Correct! Wrong!

Meja, kursi, manusia, hewan dan tumbuhan adalah merupakan salah satu cara mengenal Allah Subhanahu Wa Ta`ala melalui ...

Correct! Wrong!

+

Array

Al Falaq artinya ...

Correct! Wrong!

Ayat ke 5 dari surah al-Falaq yaitu ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
وَ مِنۡ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ

'dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.'
--QS. Al Falaq [113] : 5

Pendidikan Agama Islam #23
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #23 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #23 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #8

Sumber kedua hukum dalam menetapkan Hukum tentang Alquran adalah … Hukum penggunaan hadis sebagai dasar hukum adalah … Orang yang menceritakan hadits disebut … Undang-undang tentang penggunaan Hadits-Maudu adalah … Berikut adalah hadits yang rusak, kecuali …

Pendidikan Agama Islam #9

Arti hadits maudhu’ adalah … Pengertian ijtihad menurut istilah adalah … Orang yang memiliki kemampuan untuk melakukan infefensi hukum-hukum syariat dari sumber-sumber yang terpercaya disebut dengan … Berdasarkan bahasa, ijma artinya adalah … Era ketidaktahuan juga disebut zaman …

Pendidikan Agama Islam #5

Berikut ini, yang tidak mengandung moral terpuji, adalah … Orang yang jujur akan senantiasa mengatakan … Lawan kata dari jujur ??adalah … Orang yang suka berbohong adalah orang … Bekerja tepat waktu adalah salah satu ciri orang yang …

Kamus Istilah Islam

‘Arsy

Apa itu ‘Arsy? ‘Arsy adalah makhluk tertinggi, berupa singgasana seperti kubah yang memiliki tiang-tiang yang dipikul dan dikelilingi oleh para malaikat. Pengertian ‘Arsy ini yang diyakini oleh...

Ahmad bin Hanbal

Siapa itu Ahmad bin Hanbal? Ahmad bin Hanbal – wafat 12 Rabiul Awal 241 H ) adalah seorang ahli hadits dan teologi Islam. Ia lahir di Marw di kota Baghdad, Irak. Kunyahnya Abu Abdillah, lengka...

isra Mikraj

Apa itu isra Mikraj? peristiwa perjalanan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. dari Masjidil haram di Mekah ke Masjidilaksa di Baitulmukadas dengan kendaraan burak, langsung ke Sidratul-mun...