QS. Luqman (Keluarga Luqman) – surah 31 ayat 15 [QS. 31:15]

وَ اِنۡ جَاہَدٰکَ عَلٰۤی اَنۡ تُشۡرِکَ بِیۡ مَا لَیۡسَ لَکَ بِہٖ عِلۡمٌ ۙ فَلَا تُطِعۡہُمَا وَ صَاحِبۡہُمَا فِی الدُّنۡیَا مَعۡرُوۡفًا ۫ وَّ اتَّبِعۡ سَبِیۡلَ مَنۡ اَنَابَ اِلَیَّ ۚ ثُمَّ اِلَیَّ مَرۡجِعُکُمۡ فَاُنَبِّئُکُمۡ بِمَا کُنۡتُمۡ تَعۡمَلُوۡنَ
Wa-in jaahadaaka ‘al an tusyrika bii maa laisa laka bihi ‘ilmun falaa tuthi’humaa washaahibhumaa fiiddunyaa ma’ruufan waattabi’ sabiila man anaaba ilai-ya tsumma ilai-ya marji’ukum fa-unabbi-ukum bimaa kuntum ta’maluun(a);

Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.
―QS. 31:15
Topik ▪ Hari Kebangkitan ▪ Kebenaran hari penghimpunan ▪ Sifat neraka
31:15, 31 15, 31-15, Luqman 15, Luqman 15, Lukman 15

Tafsir surah Luqman (31) ayat 15

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Luqman (31) : 15. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini menerangkan dalam hal tertentu, maka seseorang anak dilarang menaati ibu bapaknya.
yaitu jika ibu bapaknya memerintahkan kepadanya memperserikatkan Allah, yang dia sendiri memang tidak mengetahui bahwa Allah subhanahu wa ta’ala mempunyai sekutu, karena memang tidak ada sekutu bagi Nya.
Maka sepanjang pengetahuan manusia Allah subhanahu wa ta’ala tidak mempunyai sekutu.
Manusia menurut nalurinya mengesakan Tuhan.

Diriwayatkan bahwa ayat ini diturunkan berhubungan dengan Saad Abu Waqqas, ia berkata: “Tatkala aku masuk Islam ibuku bersumpah bahwa beliau tidak akan makan dan minum, sebelum aku meninggalkan agama Islam itu”.
Untuk itu pada hari pertama aka mohon agar beliau mau makan dan minum, tetapi beliau menolak nya dan beliau tetap bertahan pada pendiriannya.
Pada hari kedua aku juga mohon agar beliau mau makan dan minum, tetapi beliau malah tetap pada pendiriannya.
Pada hari ketiga aku mohon kepada beliau agar beliau mau makan dan minum, tetapi beliau tetap menolaknya.
Karena itu aku berkata kepadanya: “Demi Allah, seandainya ibu mempunyai seratus jiwa, niscaya jiwa itu akan keluar satu persatu, sebelum aku meninggalkan agama yang aku peluk ini”.
Setelah ibuku melihat keyakinan dan kekuatan pendirianku, maka beliaupun makan”.

Dari sebab turunnya ayat ini diambil kesimpulan bahwa Saad tidak berdosa, karena tidak mengikuti kehendak ibunya untuk kembali kepada agama syirik.
Hukum ini berlaku pula untuk seluruh umat Nabi Muhammad yang tidak boleh taat kepada orang tuanya mengikuti agama syirik dan perbuatan dosa yang lain.

Selanjutnya Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan agar seorang anak tetap memperlakukan kedua ibu bapaknya dengan baik yang memaksanya mempersekutukan Tuhan itu dalam urusan keduniawian, seperti menghormati, menyenangkan hati, memberi pakaian, tempat tinggal yang layak baginya, biarpun kedua orang tuanya itu memaksanya mempersekutukan Tuhan atau melakukan dosa yang lain.

Pada ayat yang lain diperingatkan bahwa seseorang anak wajib mengucapkan kata-kata yang baik kepada ibu bapaknya.
Jangan sekali-kali bertindak atau mengucapkan kata-kata yang menyinggung hatinya, walaupun kata-kata itu “ah” sekalipun.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

“…
maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah”.

(Q.S. Al Israa [17]: 23)

Setelah Allah melarang seorang anak menaati perintah orang tuanya memperserikatkan Tuhan, maka pada akhir ayat ini kaum Muslimin diperintahkan agar mengikuti jalan orang yang menuju kepada Allah, Tuhan Yang Maha Esa saja.
Janganlah diikuti jalan orang yang memperserikatkan Allah dengan makhluk Nya.
Kemudian ayat ini ditutup dengan peringatan dari Tuhan bahwa hanya kepada-Nyalah aku kembali dan Tuhan akan memberitahukan kepadanya apa-apa yang telah dikerjakan selama hidup di dunia.

Ayat 14 dan 15 di atas seakan-akan memutuskan perkataan Luqman kepada anaknya.
Pada ayat 13 diterangkan wasiat Luqman kepada anaknya, sedangkan ayat 14 dan 15 merupakan perintah Allah kepada orang-orang yang beriman agar berbuat baik kepada orang tua mereka.
Kemudian pada ayat 16 kembali diterangkan wasiat Luqman kepada anaknya.
Cara penyampaian yang demikian itu adalah untuk mengingatkan orang-orang yang beriman bahwa beriman hanya kepada Allah dan berbuat baik kepada orang tua itu adalah suatu perbuatan yang wajib dilakukan oleh setiap anak dan wajib disampaikan oleh orang tua kepada anaknya, seperti telah dilakukan oleh Luqman kepada anaknya.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Dan apabila kedua orangtuamu memaksamu untuk menyekutukan Allah dengan sesuatu yang kamu ketahui bahwa dia tidak pantas untuk disembah, maka janganlah kalian menaati mereka.
Pergaulilah mereka berdua di dunia dengan baik.
Dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada ketauhidan dan keikhlasan.
Kemudian kepada-Kulah tempat kembali kalian semua, kemudian Aku akan memberitahukan kepada kalian kebaikan dan keburukan yang telah kalian lakukan, agar Aku memberikan balasan atasnya.”

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu) yakni pengetahuan yang sesuai dengan kenyataannya (maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan cara yang makruf) yaitu dengan berbakti kepada keduanya dan menghubungkan silaturahmi dengan keduanya (dan ikutilah jalan) tuntunan (orang yang kembali) orang yang bertobat (kepada-Ku) dengan melakukan ketaatan (kemudian hanya kepada Akulah kembali kalian, maka Kuberitakan kepada kalian apa yang telah kalian kerjakan) Aku akan membalasnya kepada kalian.

Jumlah kalimat mulai dari ayat 14 sampai dengan akhir ayat 15 yaitu mulai dari lafal wa washshainal insaana dan seterusnya merupakan jumlah i’tiradh, atau kalimat sisipan.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Bila bapak ibumu (wahai anak yang beriman) berusaha untuk membuatmu mempersekutukan-Ku dengan sesuatu dalam ibadah-mu kepada-ku, di mana kamu tidak memiliki ilmu tentangnya, atau keduanya mengajakmu berbuat maksiat, maka jangan taati keduanya.
Karena tidak ada ketaatan bagi makhluk untuk bermaksiat kepada Khalik, namun tetaplah bergaul dengan keduanya di dunia ini dengan baik dalam hal-hal yang bukan mengandung dosa.
Wahai anak yang beriman, tempuhlah jalan orang-orang yang bertaubat dari dosanya, kembali kepada-Ku, beriman kepada utusan-Ku Muhammad, kemudian hanya kepada-Ku lah tempat kembali kalian, lalu Aku mengabarkan kepada kalian apa yang dulu kalian kerjakan di dunia, dan Aku membalas setiap pelaku sesuai dengan perbuatannya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya.
(Q.S. Luqman [31]: 15)

Jika keduanya menginginkan dirimu dengan sangat agar kamu mengikuti agama keduanya (selain Islam), janganlah kamu mau menerima ajakannya, tetapi janganlah sikapmu yang menentang dalam hal tersebut menghambat­mu untuk berbuat baik kepada kedua orang tuamu selama di dunia.

dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku.
(Q.S. Luqman [31]: 15)

Yaitu jalannya orang-orang yang beriman.

kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.
(Q.S. Luqman [31]: 15)

Imam Tabrani mengatakan di dalam Kitabul ‘Isyarh-nya, telah menceritakan kepada kami Abu Abdur Rahman Abdullah ibnu Ahmad ibnu Hambal, telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Ayyub ibnu Rasyid, telah menceritakan kepada kami Maslamah ibnu Alqamah, dari Daud ibnu Abu Hindun, bahwa Sa’d ibnu Malik pernah mengatakan bahwa ayat berikut diturunkan berkenaan dengannya, yaitu firman-Nya: Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya.
(Q.S. Luqman [31]: 15), hingga akhir ayat.
Bahwa ia adalah seorang yang berbakti kepada ibunya.
Ketika ia masuk Islam, ibunya berkata kepadanya, “Hai Sa’d, mengapa engkau berubah pendirian?
Kamu harus tinggalkan agama barumu itu (Islam) atau aku tidak akan makan dan minum hingga mati, maka kamu akan dicela karena apa yang telah kulakukan itu, dan orang-orang akan menyerumu dengan panggilan, ‘Hai pembunuh ibunya!’.” Maka aku menjawab, “Jangan engkau lakukan itu, Ibu, karena sesungguhnya aku tidak bakal meninggalkan agamaku karena sesuatu.” Maka ibuku tinggal selama sehari semalam tanpa mau makan, dan pada pagi harinya ia kelihatan lemas.
Lalu ibuku tinggal sehari semalam lagi tanpa makan, kemudian pada pagi harinya kelihatan bertambah lemas lagi.
Dan ibuku tinggal sehari semalam lagi tanpa makan, lalu pada pagi harinya ia kelihatan sangat lemah.
Setelah kulihat keadaan demikian, maka aku berkata, “Hai ibu, perlu engkau ketahui, demi Allah, seandainya engkau mempunyai seratus jiwa, lalu satu persatu keluar dari tubuhmu, niscaya aku tidak akan meninggalkan agamaku karena sesuatu.
Dan jika engkau tidak ingin makan, silakan tidak usah makan, dan jika engkau ingin makan silakan makan saja,” Akhirnya ibuku mau makan.


Informasi Surah Luqman (لقمان)
Surat Luqman terdiri dari 34 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Ash Shaaffaat.

Dinamai “Luqman” karena pada ayat 12 disebutkan bahwa “Luqman” telah diberi oleh Allah ni’mat dan ilmu pengetahuan, oleh sebab itu dia bersyukur kepada-Nya atas ni’mat yang diberikan itu.
Dan pada ayat 13 sampai 19 terdapat nasihat-nasihat Luqman kepada anaknya.

Ini adalah sebagai isyarat dari Allah supaya setiap ibu bapak melaksanakan pula terhadap anak-anak mereka sebagai yang telah dilakukan oleh Luqman.

Keimanan:

Al Qur’an merupakan petunjuk dan rahmat yang dirasakan benar-benar oleh orang­ orang mu’min
keadaan di langit dan di bumi serta keajaiban-keajaiban yang ter­dapat pada keduanya adalah bukti-bukti atas keesaan dan kekuasaan Allah
manusia tiada akan selamat kecuali dengan taat kepada perintah-perintah Tuhan dan berbuat amal-amal yang saleh
lima hal yang ghaib yang hanya diketahui oleh Allah sendiri
ilmu Allah meliputi segala-galanya baik yang lahir maupun yang batin.

Hukum:

Kewajiban patuh dan berbakti kepada ibu dan bapa selama tidak bertentangan dengan perintah-perintah Allah
perintah supaya memperhatikan alam dan keajaib­annya untuk memperkuat keimanan dan kepercayaan akan ke-Esaan Tuhan
pe­rintah supaya selalu bertakwa dan takut akan pembalasan Tuhan pada hari kiamat di waktu seseorang tidak dapat ditolong baik oleh anak atau bapaknya sekalipun.

Kisah:

Kisah Luqman, ilmu dan hikmat yang didapatnya.

Lain-lain:

Orang-orang yang sesat dari jalan Allah dan selalu mernperolok-olokkan ayat­ ayat Allah
celaan terhadap orang-orang musyrik karena tidak menghiraukan seruan untuk memperhatikan alam dan tidak menyembah Penciptanya
menghibur hati Rasulullah ﷺ terhadap keingkaran orang-orang musyrik karena hal ini bukanlah merupakan kelalaiannya
ni’mat dan karunia Allah tidak dapat dihitung,

Ayat-ayat dalam Surah Luqman (34 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Luqman (31) ayat 15 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Luqman (31) ayat 15 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Luqman (31) ayat 15 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Q.S. Luqman (31) ayat 12-19 - Gita Prisilfia (Bahasa Indonesia)
Q.S. Luqman (31) ayat 12-19 - Gita Prisilfia (Bahasa Arab)

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Luqman - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 34 & Terjemahan


Gambar

no images were found



Statistik Q.S. 31:15
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Luqman.

Surah Luqman (Arab: لقمان, "Luqman al-Hakim") adalah surah ke-31 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri dari atas 34 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini diturunkan setelah surah As-Saffat.
Nama Luqman diambil dari kisah tentang Luqman yang diceritakan dalam surah ini tentang bagaimana ia mendidik anaknya.

Nomor Surah 31
Nama Surah Luqman
Arab لقمان
Arti Keluarga Luqman
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 57
Juz Juz 21
Jumlah ruku' 4 ruku'
Jumlah ayat 34
Jumlah kata 550
Jumlah huruf 2171
Surah sebelumnya Surah Ar-Rum
Surah selanjutnya Surah As-Sajdah
4.7
Ratingmu: 4 (2 orang)
Sending







Pembahasan ▪ arti dari al lu ▪ arti ‎خردل

Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta