Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Luqman (Keluarga Luqman) – surah 31 ayat 10 [QS. 31:10]

خَلَقَ السَّمٰوٰتِ بِغَیۡرِ عَمَدٍ تَرَوۡنَہَا وَ اَلۡقٰی فِی الۡاَرۡضِ رَوَاسِیَ اَنۡ تَمِیۡدَ بِکُمۡ وَ بَثَّ فِیۡہَا مِنۡ کُلِّ دَآبَّۃٍ ؕ وَ اَنۡزَلۡنَا مِنَ السَّمَآءِ مَآءً فَاَنۡۢبَتۡنَا فِیۡہَا مِنۡ کُلِّ زَوۡجٍ کَرِیۡمٍ
Khalaqa-assamaawaati bighayri ‘amadin tarawnahaa wa-alqaa fii al-ardhi rawaasiya an tamiida bikum wabatstsa fiihaa min kulli daabbatin wa-anzalnaa mina alssamaa-i maa-an fa-anbatnaa fiihaa min kulli zawjin kariimin;
Dia menciptakan langit tanpa tiang sebagaimana kamu melihatnya, dan Dia meletakkan gunung-gunung (di permukaan) bumi agar ia (bumi) tidak menggoyangkan kamu;
dan memperkembangbiakkan segala macam jenis makhluk bergerak yang bernyawa di bumi.
Dan Kami turunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan padanya segala macam tumbuh-tumbuhan yang baik.

―QS. Luqman [31]: 10

Daftar isi

He created the heavens without pillars that you see and has cast into the earth firmly set mountains, lest it should shift with you, and dispersed therein from every creature.
And We sent down rain from the sky and made grow therein (plants) of every noble kind.
― Chapter 31. Surah Luqman [verse 10]

خَلَقَ Dia menciptakan
He created
ٱلسَّمَٰوَٰتِ langit(jamak)
the heavens
بِغَيْرِ dengan tanpa
without
عَمَدٍ tiang
pillars
تَرَوْنَهَا kamu melihatnya
that you see
وَأَلْقَىٰ dan Dia meletakkan
and has cast
فِى di atas
in
ٱلْأَرْضِ bumi
the earth
رَوَٰسِىَ gunung-gunung
firm mountains
أَن bahwa
lest
تَمِيدَ menggoyangkan
it (might) shake
بِكُمْ dengan/untuk kalian
with you,
وَبَثَّ dan Dia mengembang biakan
and He dispersed
فِيهَا didalamnya
in it
مِن dari
from
كُلِّ macam-macam
every
دَآبَّةٍ binatang
creature.
وَأَنزَلْنَا dan Kami turunkan
And We sent down
مِنَ dari
from
ٱلسَّمَآءِ langit
the sky
مَآءً air
water
فَأَنۢبَتْنَا lalu Kami tumbuhkan
then We caused to grow
فِيهَا padanya
therein
مِن dari
of
كُلِّ macam-macam
every
زَوْجٍ jenis
kind
كَرِيمٍ baik
noble.

Tafsir Al-Quran

Surah Luqman
31:10

Tafsir QS. Luqman (31) : 10. Oleh Kementrian Agama RI


Ayat ini menerangkan beberapa tanda dan bukti kekuasaan Allah yang terdapat di alam ini, yaitu:


1. Menciptakan alam semesta dengan segala macam isinya, berupa planet-planet yang tidak terhitung jumlahnya.

Planet-planet yang banyak itu merupakan bola-bola besar yang terapung di angkasa luas.
Dalam ayat ini disebutkan
"tanpa tiang sebagaimana kamu lihat".

Dari perkataan ini dapat dipahami bahwa langit itu mempunyai tiang, yakni satu kekuatan yang menopangnya dan berfungsi sebagai tiang, sehingga planet-planet itu tidak jatuh berserakan.
Hanya orang-orang yang berilmulah yang dapat melihat tiang-tiang yang kukuh itu dengan ilmu batiniah mereka.


2. Allah menciptakan gunung-gunung di permukaan bumi agar bumi itu stabil, tidak berguncang, sehingga manusia, binatang, dan tumbuh-tumbuhan dapat hidup tenang di atasnya.

Gunung itu seakan-akan merupakan pasak yang dapat mengokohkan permukaan bumi seperti halnya tiang-tiang kapal yang menjulang, yang dapat menstabilkan kapal itu berlayar dan berlabuh di tengah lautan, sehingga ia tidak oleng.
Di samping itu, gunung juga mempunyai manfaat lain bagi manusia, di antaranya untuk mengatur pembagian dan penyaluran air hujan yang dicurahkan dari langit, sehingga air itu tetap ada di permukaan bumi meskipun musim kemarau.

Banyak lagi manfaat gunung bagi manusia dan makhluk Allah yang lain.


3. Allah menciptakan binatang yang tidak dapat dihitung jumlah dan jenisnya, bentuk dan warnanya, sejak dari yang besar sampai ke yang kecil sehingga tidak kelihatan oleh mata.
Semua binatang yang diciptakan itu ada manfaat dan faedahnya.
Kadang-kadang manusia, karena tidak mengetahui faedah dan guna binatang-binatang itu, mereka membunuh dan menumpasnya, sehingga tanpa mereka sadari timbullah kerusakan di alam ini.
Akan tetapi, Allah mengetahui dengan pasti jumlah, jenis, warna, kegunaan, dan faedah semua binatang-binatang yang diciptakan-Nya itu.


4. Allah menurunkan hujan dari langit.
Hujan itu berasal dari awan yang dihalau-Nya ke suatu tempat tertentu, kemudian berubah menjadi hujan yang membasahi permukaan bumi.
Dengan air hujan itu, tumbuhlah segala macam tumbuh-tumbuhan yang beraneka ragam, dengan warna yang indah dan manfaat yang banyak.


Menurut para saintis, langit dengan kenyataannya yang tampak, seluas mata memandang tidak sepotong tiang pun yang menyangganya.
Logika manusia mengharuskan ada tiang penyangga agar tidak roboh.
Akan tetapi, Allah dengan kekuasaan-Nya mampu berbuat di luar jangkauan logika manusia.
Manusia dan semua makhluk yang hidup di bumi berada di bawah sistem gravitasi (gaya tarik) bumi.
Dengan demikian, mereka bisa stabil mengerjakan pekerjaan mereka di bumi, tidak melayang-layang di udara.


Ketika keluar dari bumi memasuki alam yang tak bergravitasi, manusia pun tahu bahwa di sana semua benda menjadi melayang-layang tak berbobot, termasuk manusia sendiri.
Sungguh mudah bagi Allah untuk membuat apa saja sesuai kehendak-Nya, termasuk membuat langit menjadi
"ringan"
tak berbobot sehingga tidak diperlukan tiang-tiang untuk menyangganya.
Tapi dapat juga dianggap bahwa medan-medan gaya yang ada dalam alam semesta ini sebagai
"tiang maya"
yang tidak tampak oleh mata?

Tafsir QS. Luqman (31) : 10. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Allah menciptakan langit tanpa tiang-tiang yang dapat kalian lihat.
Dan menjadikan gunung-gunung yang kokoh di bumi agar tidak menggoyangkan kalian dan mengembangbiakkan segala macam hewan yang melata dan bergerak.


Dan Kami turunkan hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengannya di bumi segala macam yang baik dan bermanfaat[1].


[1] Lihat catatan kaki pada surat Ar-Ra’d ayat 2.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Allah menciptakan langit dan meninggikannya tanpa tiang sebagaimana yang kalian saksikan.
Dia menancapkan gunung-gunung di bumi dengan kokoh, agar bumi tidak bergerak dan tidak bergoncang sehingga kehidupan kalian tidak rusak.


Dia menyebarkan di bumi berbagai macam binatang melata, menurunkan air dari awan, lalu Dia menumbuhkan dengan air itu dari bumi segala tanaman yang berpasangan yang hijau lagi menarik pandangan mata.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dia menciptakan langit tanpa tiang yang kalian melihatnya) lafal ‘amadin adalah bentuk jamak dari lafal ‘imaadun yaitu pilar penyangga, dan memang langit itu tidak ada pilar yang menyangganya sejak diciptakannya


(dan Dia meletakkan gunung-gunung di permukaan bumi) yakni gunung-gunung yang tinggi dan besar-besar supaya


(jangan) tidak


(menggoyangkan) tidak bergerak-gerak sehingga mengguncang


(kalian dan mengembangbiakkan padanya segala macam jenis binatang.
Dan Kami turunkan) di dalam ungkapan ayat ini terkandung iltifat dari ghaibah, seharusnya wa anzala


(air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan padanya segala macam tumbuh-tumbuhan yang baik) dari jenis tumbuh-tumbuhan yang baik.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:



Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Inilah ciptaan Allah.
(QS. Luqman [31]: 11)

Artinya, apa yang telah disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala tadi —yaitu penciptaan langit dan bumi serta segala sesuatu yang ada di antara keduanya— berasal dari perbuatan Allah dan merupakan ciptaan-Nya, berdasarkan ketentuan dari-Nya semata, tiada sekutu bagi-Nya dalam penciptaan itu.
Untuk itulah maka disebutkan dalam firman selanjutnya:

maka perlihatkanlah olehmu kepadaku apa yang telah dicipta­kan oleh sembahan-sembahan(mu) selain Allah.
(QS. Luqman [31]: 11)

Yakni sembahan-sembahan yang kalian seru berupa berhala-berhala dan sekutu-sekutu itu.

Sebenarnya orang-orang yang zalim itu.
(QS. Luqman [31]: 11)

Yaitu orang-orang yang musyrik kepada Allah dan menyembah selain­Nya bersama Dia.

berada di dalam kesesatan.
(QS. Luqman [31]: 11)


Mereka berada dalam kebodohan dan kegelapan.

yang nyata.
(QS. Luqman [31]: 11)


Maksudnya, jelas, nyata, dan tidak ada kesamaran padanya.

Kata Pilihan Dalam Surah Luqman (31) Ayat 10

DAABBAH
دَآبَّة

Lafaz ini berasal dari lafaz dabba, jamaknya adalah dawaabb digunakan untuk mudzakkar dan mu’annats dan al-taa’ adalah isyarat untuk menunjukkan mufrad (satu). Maknanya setiap apa yang berjalan dengan perlahan di atas muka bumi dan mayoritasnya ditujukan kepada hewan yang digunakan sebagai tunggangan.

Al Kafawi berkata,
"Ia (dabbah) bermakna setiap yang berjalan di muka bumi secara umumnya dan kuda, baghal dan keledai khususnya."

Lafaz daabbah disebut sebanyak 14 kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah:
Al Baqarah (2), ayat 164;
• Al An’aam (6), ayat 38;
Hud (11), ayat 6, 56;
An Nahl (16), ayat 49, 61;
An Nur (24), ayat 45;
An Naml (27), ayat 82;
Al Ankaabut (29), ayat 60;
Luqman (31), ayat 10;
Saba‘ (34), ayat 14;
Faathir (35), ayat 45;
Asy Syuura (42), ayat 29;
• Al Jaatsiyah (45) ayat 4.
Al Qurtubi berkata daabbah bermakna merangkum keseluruhan hewan," sedangkan Asy Syawkani berkata,
"Ia bermakna setiap hewan yang berjalan di muka bumi.

Dalam Tafsir Al Manar, makna lafaz daabbah adalah semua benda yang hidup yang merayap dan merangkak di muka bumi yang tidak terhitung bilangannya.

At Tabari berpendapat, lafaz daabbah bermakna nama bagi setiap yang memiliki roh yang berjalan atau merangkak di atas bumi selain burung.
Hal ini dikuatkan pemisahan antara lafaz daabbah dan at tayr (burung) dalam surah Al An’aam yang bermaksud, "Dan tidak seekor pun binatang yang melata di muka bumi, dan tidak seekor pun burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan (mereka ialah) umat seperti kamu"

Muhammad Ali As Sabbuni berkata,
"Ad daabbah dalam ayat ini bermakna hewan yang melata di muka bumi dan burung yang terbang di udara." Namun, Al Qurtubi menerangkan sebahagian pakar ada yang mengeluarkan burung dari termasuk ke dalam makna daabbah adalah ditolak.
Allah berkata dalam surah Hud yang berrnaksud, "Dan tiadalah sesuatu pun dari makhluk yang bergerak di bumi melainkan Allah jua yang menanggung rezekinya" Sesungguhnya burung dalam beberapa keadaan melata dan berjalan dengan kedua kakinya.

Kesimpulannya, lafaz daabbah apabila disebut dengan sendirinya termasuk hewan yang melata, bergerak di muka bumi dan bila disebut dengan hewan yang lain seperti burung ia bermakna hewan yang mayorisanya hanya melata di muka bumi.

Dawaabb disebut sebanyak empat kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah:
• Al Anafal (8), ayat 22, 55;
Al Hajj (22), ayat 18;
Faathir (35), ayat 28.
Lafaz dalam bentuk jamak ini mengandung dua makna:

Pertama, lafaz ini adalah kiasan bagi orang kafir dan makna itu terdapat dalam surah Al Anfaal.

Ibnu Katsir berkata,
"Sesungguhnya sehina-hina hewan di muka bumi adalah mereka yang kufur dan tidak beriman di mana setiap kali mereka membuat perjanjian, mereka mengingkarinya dan setiap kali mereka diyakinkan dengan keimanan, mereka melanggar dan merusakkannya.
Mereka adalah makhluk yang paling jahat dan hina karana setiap binatang dan lainnya tunduk dan taat kepada Allah padahal Dia menciptakannya bagi mereka sedangkan mereka dicipta untuk beribadah kepada Nya namun mereka kufur.

Oleh karena itu, mereka disamakan dengan binatang.

Allah berfirman, "Dan bandingan (orang yang menyeru) orang kafir (yang tidak mau beriman itu) samalah seperti orang yang berteriak memanggil binatang yang tidak dapat memahami selain dari hanya mendengar suara panggilan saja."

Dalam ayat yang lain yang berarti, "Mereka itu seperti binatang ternak bahkan mereka lebih hina; mereka itulah orang yang lalai".

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, Mujahid dan Ibnu Jarir, yang dimaksudkan dalam ayat di atas adalah golongan suku Quraisy.

Muhammad bin Ishaq berpendapat mereka ialah orang munafik.

Ibnu Katsir berkata,
"Keduanya tidaklah bertentangan."

Kedua, lafaz dawaabb bermakna binatang yang melata di muka bumi seperti jamak dari pengertian di atas yang mencakup semua hewan.

Ibnu Zaid berkata,
lafaz dawaab bermakna al khalq ialah makhluk.
Namun, lafaz jamak yang disebutkan di dalam Al Qur’an kebanyakannya bermakna hewan secara umumnya.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal:216-218

Unsur Pokok Surah Luqman (لقمان)

Surat Luqman terdiri dari 34 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Ash Shaaffaat.

Dinamai "Luqman" karena pada ayat 12 disebutkan bahwa "Luqman" telah diberi oleh Allah nikmat dan ilmu pengetahuan, oleh sebab itu dia bersyukur kepada-Nya atas nikmat yang diberikan itu.
Dan pada ayat 13 sampai 19 terdapat nasihat-nasihat Luqman kepada anaknya.

Ini adalah sebagai isyarat dari Allah supaya setiap ibu bapak melaksanakan pula terhadap anak-anak mereka sebagai yang telah dilakukan oleh Luqman.

Keimanan:

▪ Alquran merupakan petunjuk dan rahmat yang dirasakan benar-benar oleh orang-orang mukmin.
▪ Keadaan di langit dan di bumi serta keajaiban-keajaiban yang terdapat pada keduanya adalah bukti-bukti atas ke-Esaan dan kekuasaan Allah.
▪ Manusia tiada akan selamat kecuali dengan taat kepada perintah-perintah Tuhan dan berbuat amal-amal yang saleh.
▪ Lima hal yang ghaib yang hanya diketahui oleh Allah sendiri.
▪ Ilmu Allah meliputi segala-galanya baik yang lahir maupun yang batin.

Hukum:

▪ Kewajiban patuh dan berbakti kepada ibu dan bapak selama tidak bertentangan dengan perintah-perintah Allah.
▪ Perintah supaya memperhatikan alam dan keajaibannya untuk memperkuat keimanan dan kepercayaan akan ke-Esaan Tuhan.
▪ Perintah supaya selalu bertakwa dan takut akan pembalasan Tuhan pada hari kiamat di waktu seseorang tidak dapat ditolong baik oleh anak atau bapaknya sekalipun.

Kisah:

▪ Kisah Luqman, ilmu dan hikmah yang didapatnya.

Lain-lain:

▪ Orang-orang yang sesat dari jalan Allah dan selalu memperolok-olokkan ayat-ayat Allah.
▪ Celaan terhadap orang-orang musyrik karena tidak menghiraukan seruan untuk memperhatikan alam dan tidak menyembah Penciptanya.
▪ Menghibur hati Rasulullah ﷺ terhadap keingkaran orang-orang musyrik karena hal ini bukanlah merupakan kelalaiannya.
▪ Nikmat dan karunia Allah tidak dapat dihitung,

Ayat-ayat dalam Surah Luqman (34 ayat)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34

Lihat surah lainnya

Audio Murottal

QS. Luqman (31) : 1-34 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy Ayat 1 sampai 34 + Terjemahan Indonesia
QS. Luqman (31) : 1-34 ⊸ Nabil ar-Rifa’i Ayat 1 sampai 34

Gambar Kutipan Ayat

Surah Luqman ayat 10 - Gambar 1 Surah Luqman ayat 10 - Gambar 2 Surah Luqman ayat 10 - Gambar 3
Statistik QS. 31:10
  • Rating RisalahMuslim
4.8

Ayat ini terdapat dalam surah Luqman.

Surah Luqman (Arab: لقمان, “Luqman al-Hakim”) adalah surah ke-31 dalam Alquran.
Surah ini terdiri dari atas 34 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini diturunkan setelah surah As-Saffat.
Nama Luqman diambil dari kisah tentang Luqman yang diceritakan dalam surah ini tentang bagaimana ia mendidik anaknya.

Nomor Surah 31
Nama Surah Luqman
Arab لقمان
Arti Keluarga Luqman
Nama lain
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 57
Juz Juz 21
Jumlah ruku’ 4 ruku’
Jumlah ayat 34
Jumlah kata 550
Jumlah huruf 2171
Surah sebelumnya Surah Ar-Rum
Surah selanjutnya Surah As-Sajdah
Sending
User Review
4.8 (14 suara)
Bagikan ke FB
Bagikan ke TW
Bagikan ke WA
Tags:
31:10, 31 10, 31-10, Surah Luqman 10, Tafsir surat Luqman 10, Quran Lukman 10, Surah Luqman ayat 10
Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video Surah 31:10

More Videos

Kandungan Surah Luqman

۞ QS. 31:3 • Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 31:4 • Kewajiban beriman pada hari akhir

۞ QS. 31:5 • Ar Rabb (Tuhan) • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 31:6 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Maksiat dan dosa

۞ QS. 31:7 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Maksiat dan dosa •

۞ QS. 31:8 • Pahala iman • Nama-nama surga • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Keutamaan iman

۞ QS. 31:9 • Pahala iman • Allah menepati janji • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Keabadian surga

۞ QS. 31:10 • Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah

۞ QS. 31:11 • Dalil Allah atas hambaNya • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 31:12 • Allah tidak membutuhkan makhlukNya • Al Hamid (Maha Terpuji) • Al Ghaniy (Maha Kaya) • Kewajiban hamba pada Allah • Menanggung dosa orang lain

۞ QS. 31:13 • Syirik adalah kezaliman • Dosa-dosa besar

۞ QS. 31:14 • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 31:15 • Kebenaran hari penghimpunan • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 31:16 • Keluasan ilmu Allah • Kekuasaan Allah • Al Khabir (Maha Waspada) • Al Lathif (Maha Halus) •

۞ QS. 31:17 • Hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah)

۞ QS. 31:20 • Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 31:21 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Sifat iblis dan pembantunya • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 31:22 • Ajakan masuk Islam • Ikhlas dalam berbuat

۞ QS. 31:23 • Keluasan ilmu Allah • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Kebenaran hari penghimpunan • Menghitung amal kebaikan •

۞ QS. 31:24 • Azab orang kafir • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Maksiat dan dosa

۞ QS. 31:25 • Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 31:26 • Segala sesuatu milik Allah • Al Hamid (Maha Terpuji) • Al Ghaniy (Maha Kaya)

۞ QS. 31:27 • Sifat Kalam (berfirman) • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

۞ QS. 31:28 • Kekuasaan Allah • Sifat Sama’ (mendengar) • Al Bashir (Maha Melihat) • Al Sami’ (Maha Pendengar) • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan

۞ QS. 31:29 • Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Al Khabir (Maha Waspada) • Segala sesuatu ada takdirnya

۞ QS. 31:30 • Al Haq (Maha Benar) • Al ‘Aliyy (Maha Tinggi) • Al Kabir (Maha Besar) • Kelemahan tuhan selain Allah •

۞ QS. 31:31 • Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 31:33 • Allah menepati janji • Ar Rabb (Tuhan) • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Kedahsyatan hari kiamat •

۞ QS. 31:34 • Allah memiliki kunci alam ghaib • Al Khabir (Maha Waspada) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Nama-nama hari kiamat • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir

Ayat Pilihan

Orang yang bila ditimpa musibah,
mereka mengucap: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”.

Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna & rahmat dari Tuhan mereka & mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.
QS. Al-Baqarah [2]: 156-157

Dan barang siapa yang memelihara kehidupan seorang manusia,
maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya.
QS. Al-Ma’idah [5]: 32

Dan apabila pandangan mereka dialihkan ke arah penghuni neraka,
mereka berkata:
“Ya Tuhan kami,
janganlah Engkau tempatkan kami bersama-sama orang-orang yang zalim itu”.
QS. Al-A’raf [7]: 47

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

وَوَضَعْنَا عَنْكَ وِزْرَكَ

Ayat diatas terdapat dalam Alquran surah Al-Insyirah ayat ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
وَوَضَعْنَا عَنكَ وِزْرَكَ

wa wada'na 'angka wizrak

''dan Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu,''
--QS. Al-Insyirah [94] : 2

أَلَمْ dalam surah Al-Insyirah berarti ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ

a lam nasyrah laka sadrak

''Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?''
--QS. Al-Insyirah [94] : 1

Surah Al-Insyirah diawali dengan lafal ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ

a lam nasyraḥ laka ṣadrak

'Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?'
--QS. Al-Insyirah [94] : 1

+

Array

Surah Al-Insyirah terdiri dari ... ayat.

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Surah Al-Insyirah adalah surah ke-94 dalam al-Qur'an. Surah ini terdiri atas 8 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah serta diturunkan sesudah surah Ad-Duha.

Surah Al-Insyirah turun sesudah surah ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Surah Al-Insyirah adalah surah ke-94 dalam al-Qur'an. Surah ini terdiri atas 8 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah serta diturunkan sesudah surah Ad-Duha.

Pendidikan Agama Islam #25
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #25 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #25 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #17

Dalam Alquran, surah Ad-Dhuha turun setelah surah …Surah Ad-Dhuha termasuk kategori surah …اَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيْمًا فَاٰوٰىۖ lafal tersebut adalah surah Ad-Dhuha ayat ke- …وَالَّيْلِ اِذَا سَجٰىۙ Dalam surah Ad-Duha, terjemahan dari lafal di atas adalah …Kata berikut yang mempunyai arti orang yang meminta-minta adalah …

Pendidikan Agama Islam #8

Sumber kedua hukum dalam menetapkan Hukum tentang Alquran adalah … Hukum penggunaan hadis sebagai dasar hukum adalah … Orang yang menceritakan hadits disebut … Undang-undang tentang penggunaan Hadits-Maudu adalah … Berikut adalah hadits yang rusak, kecuali …

Pendidikan Agama Islam #19

Berakhirnya seluruh kehidupan di dunia dinamakan … Hari kiamat di jelaskan dalam Alquran, surah … .Tempat berkumpulnya manusia di akhirat di sebut padang … Salah satu hikmah mempercayai datangnya hari akhir, yaitu … … Surah yang menjelaskan bahwa ‘Allah Subhanahu Wa Ta`ala tempat meminta’, yaitu … …

Kamus Istilah Islam

hari berbangkit

Apa itu hari berbangkit? saat dibangkitkannya kembali orang-orang yang sudah mati; hari kiamat … •

Al-Walid bin Abdul-Malik

Siapa itu Al-Walid bin Abdul-Malik? Al-Walid bin ‘Abdul-Malik (bahasa Arab: الوليد بن عبد الملك‎) atau Al-Walid I (668—23 Februari 715) adalah khalifah yang berkuasa pada tah...

viabilitas

Apa itu viabilitas? vi.a.bi.li.tas kemungkinan untuk dapat hidup; hanya semangat berusaha yang realistislah yang dapat menciptakan viabilitas masyarakat ASEAN … •