QS. Ibrahim (Nabi Ibrahim) – surah 14 ayat 7 [QS. 14:7]

وَ اِذۡ تَاَذَّنَ رَبُّکُمۡ لَئِنۡ شَکَرۡتُمۡ لَاَزِیۡدَنَّکُمۡ وَ لَئِنۡ کَفَرۡتُمۡ اِنَّ عَذَابِیۡ لَشَدِیۡدٌ
Wa-idz taadz-dzana rabbukum la-in syakartum aziidannakum wala-in kafartum inna ‘adzaabii lasyadiidun;

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.
―QS. 14:7
Topik ▪ Maksiat dan dosa ▪ Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat ▪ Mensucikan Allah dari segala sekutu
14:7, 14 7, 14-7, Ibrahim 7, Ibrahim 7, Ibrahim 7

Tafsir surah Ibrahim (14) ayat 7

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Ibrahim (14) : 7. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala kembali mengingatkan hamba-Nya untuk senantiasa bersyukur atas segala nikmat yang telah dilimpahkan-Nya.
Kemudian dilaksanakan-Nya, betapa besarnya faedah dan keuntungan yang akan diperoleh setiap orang yang banyak bersyukur kepada-Nya, yaitu bahwa Dia akan senantiasa menambah rahmat-Nya kepada mereka.
Sebaliknya Allah juga mengingatkan kepada mereka yang mengingkari nikmat-Nya dan tidak mau bersyukur bahwa Dia akan menimpakan azab-Nya yang sangat pedih kepada mereka.

Mensyukuri rahmat Allah, pertama ialah dengan ucapan yang setulus hati, kemudian diiringi pula dengan perbuatan, yaitu menggunakan rahmat tersebut dengan cara dan untuk tujuan yang diridai-Nya.

Dalam kehidupan sehari-hari dapat kita lihat, bahwa orang-orang yang dermawan dan suka menginfakkan hartanya untuk kepentingan umum dan menolong orang-orang yang memerlukan pertolongan, pada umumnya tak pernah jatuh miskin atau pun sengsara, bahkan sebaliknya rezekinya senantiasa bertambah dan kekayaannya makin meningkat dan hidupnya bahagia, dicintai dan dihormati dalam pergaulan.
Sebaliknya orang-orang kaya yang kikir, atau suka menggunakan kekayaannya untuk hal-hal yang tidak diridai Allah, seperti judi atau memungut riba, maka kekayaannya tidak cepat bertambah bahkan lekas menyusut.
Dalam pada itu ia senantiasa dibenci dan dikutuki orang banyak, sehingga kehidupan akhiratnya jauh dari ketenangan dan kebahagiaan.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Ingatlah, wahai Bani Israil, ketika kalian diberitahu Tuhan dengan mengatakan, “Apabila kalian mensyukuri nikmat penyelamatan dan lain-lain yang pernah Aku berikan kepada kalian berupa keteguhan iman dan ketaatan, niscaya Aku akan menambah nikmat-nikmat yang telah Aku berikan itu.
Tetapi apabila kalian mengingkarinya dengan kekafiran dan perbuatan maksiat niscaya Aku akan menyiksa kalian dengan siksaan yang menyakitkan.
Siksaan-Ku memang sangat pedih bagi orang-orang yang ingkar.”

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan ingatlah pula ketika mempermaklumkan) memberitahukan (Rabb kalian sesungguhnya jika kalian bersyukur) akan nikmat-Ku dengan menjalankan ketauhidan dan ketaatan (pasti Kami akan menambah nikmat kepada kalian dan jika kalian mengingkari nikmat-Ku) apabila kalian ingkar terhadap nikmat-Ku itu dengan berlaku kekafiran dan kedurhakaan niscaya Aku akan menurunkan azab kepada kalian.

Pengertian ini diungkapkan oleh firman selanjutnya:

(“Sesungguhnya azab-Ku sangat keras.”)

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Musa mengatakan kepada mereka :
Ingatlah tatkala Rabb kalian memaklumatkan dengan maklumat yang tegas :
Sungguh jika kalian bersyukur atas nikmat-nikmat-Nya, niscaya Dia benar-benar akan menambah kalian dari karunia-Nya.
Sebaliknya, jika kalian mengingkari nikmat Allah, niscaya Dia pasti akan mengadzab kalian dengan adzab yang pedih.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

Dan (ingatlah juga) tatkala Tuhanmu memaklumkan.

Yakni mempermaklumatkan dan memberitahukan kepada kalian akan janji-Nya kepada kalian.
Dapat pula diartikan bahwa dan tatkala Tuhan kalian bersumpah dengan menyebut keagungan, kebesaran, dan kemuliaan nama-Nya’.
Ayat tersebut sama maknanya dengan firman-Nya:

Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memberitahukan bahwa sesungguhnya Dia akan mengirim kepada mereka (orang-orang Yahudi) sampai hari kiamat.
(Q.S. Al-A’raf [7]: 167)

Firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

Sesungguhnya jika kalian bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepada kalian.

Sesungguhnya jika kalian mensyukuri nikmat-Ku yang telah Kuberikan kepada kalian, pasti Aku akan menambahkannya bagi kalian.

…dan jika kalian mengingkari (nikmat-Ku).

Maksudnya, jika kalian mengingkari nikmat-nikmat itu dan kalian menyembunyikannya serta tidak mensyukurinya.

maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.

Yaitu dengan mencabut nikmat-nikmat itu dari mereka, dan Allah menyiksa mereka karena mengingkarinya.
Di dalam sebuah hadis disebutkan:

Sesungguhnya seorang hamba benar-benar terhalang dari rezeki(nya) disebabkan dosa yang dikerjakannya.

Di dalam kitab Musnad disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ bersua dengan seorang peminta-minta.
Maka beliau memberinya sebiji buah kurma, tetapi si peminta-minta itu tidak mau menerimanya.
Kemudian beliau bersua dengan pengemis lainnya, maka beliau memberikan sebiji kurma itu kepadanya, dan si pengemis itu mau menerimanya seraya berkata, “(Betapa berharganya) sebiji buah kurma dari Rasulullah ﷺ” Maka Rasulullah ﷺ memerintahkan agar si pengemis itu diberi uang sebanyak empat puluh dirham.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Aswad, telah menceritakan kepada kami Imarah As-Shaidalani, dari Sabit, dari Anas yang mengatakan bahwa seorang pengemis datang meminta-minta kepada Nabi ﷺ Maka beliau memberinya sebiji buah kurma, tetapi si pengemis itu tidak mau menerimanya.
Kemudian datanglah seorang pengemis lainnya, dan Nabi ﷺ memerintahkan agar pengemis itu diberi sebiji buah kurma pula.
Maka pengemis itu berkata, “Mahasuci Allah, sebiji buah kurma dari Rasulullah.” Maka Nabi ﷺ bersabda kepada pelayan perempuannya, “Pergilah kamu ke rumah Ummu Salamah dan berikanlah kepada pengemis ini empat puluh dirham yang ada padanya.”

Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad secara munfarid.
Imarah ibnu Zadan (salah seorang perawinya) dinilai siqah oleh Ibnu Hibban, Ahmad, dan Ya’qub ibnu Sufyan.
Ibnu Mu’in mengatakan bahwa dia adalah seorang saleh.
Menurut Abu Zar’ah, dia terpakai hadisnya.
Abu Hatim mengatakan bahwa hadisnya dapat ditulis, tetapi tidak dapat dijadikan sebagai pegangan karena predikatnya kurang kuat.
Imam Bukhari mengatakan, barangkali Imarah ibnu Zadan ini orangnya mudtarib dalam hadisnya.
Telah diriwayatkan dari Imam Ahmad bahwa Imarah meriwayatkan banyak hadis yang berpredikat munkar.
Abu Daud mengatakan bahwa dia tidak separah itu.
Ia dinilai daif oleh Imam Daruqutni.
Ibnu Addi mengatakan bahwa dia tidak mengapa dan termasuk orang (perawi) yang dapat ditulis hadisnya.


Informasi Surah Ibrahim (إبراهيم)
Surat Ibrahim ini terdiri atas 52 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah karena diturunkan di Mekah sebelum Hijrah.

Dinamakan surat “IBRAHIM”,
karena surat ini mengan­dung do’a Nabi Ibrahim ‘alaihis salam yaitu pada ayat 35 sampai dengan 41.
Do’a ini isinya antara lain:
permohonan agar keturunannya mendirikan shalat, dijauhkan dari menyembah berhala-berhala dan agar Mekah dan daerah sekitarnya menjadi daerah yang aman dan makmur.
Do’a Nabi Ibra­ him ‘alaihis salam ini telah diperkenankan oleh Allah s.w.t sebagaimana telah terbukti keamanannya sejak dahulu sampai sekarang.
Do’a tersebut dipanjatkan beliau ke hadirat Allah subhanahu wa ta’ala sesudah selesai membina Ka’bah bersama puteranya Ismail ‘alaihis salam, di dataran tanah Mekah yang tandus.

Keimanan:

Al Qur’an adalah pembimbing manusia ke jalan Allah
segala sesuatu dalam alam ini kepunyaan Allah
keingkaran manusia terhadap Allah tidaklah mengurangi kesempumaan-Nya
nabi-nabi membawa mu’jizat atas izin Allah semata-mata
Allah kuasa mematikan manusia dan membangkitkannya kembali dalam bentuk baru
ilmu Allah meliputi yang lahir dan yang batin.

Hukum:

Perintah mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian harta, baik secara rahasia maupun secara terang-terangan,

Kisah:

Kisah Nabi Musa a.s. dengan kaumnya, serta kisah para rasul zaman dahulu.

Lain-lain:

Sebabnya rasul-rasul diutus dengan bahasa kaumnya sendiri
perumpamaan tentang perbuatan dan perkataan yang hak dengan yang bathil
kejadian langit dan bumi mengandung hikmah-hikmah
macam-macam ni’mat Allah kepada manusia dan janji Allah kepada hamba-hamba yang mensyukuriNya.

Ayat-ayat dalam Surah Ibrahim (52 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Ibrahim (14) ayat 7 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Ibrahim (14) ayat 7 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Ibrahim (14) ayat 7 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Q.S. Ibrahim (14) ayat 4-7 - Khalishah Isyana (Bahasa Indonesia)
Q.S. Ibrahim (14) ayat 4-7 - Khalishah Isyana (Bahasa Arab)

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Ibrahim - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 52 & Terjemahan


Gambar

no images were found



Statistik Q.S. 14:7
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Ibrahim.

Surah Ibrahim (bahasa Arab:إبراهيم, Ibrāhīm, "Nabi Ibrahim") adalah surah ke-14 dalam al-Quran.
Surah ini terdiri atas 52 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyyah karena diturunkan di Mekkah sebelum Hijrah.
Dinamakan Ibrahim, karena surah ini mengandung doa Nabi Ibrahim yaitu ayat 35 sampai dengan 41.
Doa ini isinya antara lain: permohonan agar keturunannya mendirikan salat, dijauhkan dari menyembah berhala-berhala dan agar Mekkah dan daerah sekitarnya menjadi daerah yang aman dan makmur.
Doa Nabi Ibrahim ini telah diperkenankan oleh Allah sebagaimana telah terbukti keamanannya sejak dahulu sampai sekarang.
Doa tersebut dipanjatkan dia ke hadirat Allah sesudah selesai membina Ka'bah bersama puteranya Ismail, di dataran tanah Mekkah yang tandus.

Nomor Surah 14
Nama Surah Ibrahim
Arab إبراهيم
Arti Nabi Ibrahim
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 72
Juz Juz 13 (ayat 1-52)
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 52
Jumlah kata 833
Jumlah huruf 3541
Surah sebelumnya Surah Ar-Ra’d
Surah selanjutnya Surah Al-Hijr
4.8
Ratingmu: 4.6 (14 orang)
Sending

URL singkat: risalahmuslim.id/14-7







Pembahasan ▪ qs 14:7 ▪ qs 14 7 ▪ lain syakartum laazidannakum dalam bahasa arab ▪ Surat ib ▪ ayat yang menerangkan syukur ▪ lafadz insyakartum la azidanakum ▪ qs 14 ▪ lain syakartum laazidannakum dalam tulisan arab ▪ lain syakartum laazidannakum ▪ lain syakartum ▪ lain sakartum la azidanakum ▪ kata kata la insyakartum la azidanankum wala inkafartum inna azabilasadid ▪ download gambar hadits alqur an beserta artinya ▪ download gambar bergerak rasa syukur ▪ tulisan lain syakartum laazidannakum

Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Podcast

Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta